
Hao Zhao sudah melesat dari atap ke atap bangunan lain di gelapnya malam itu, di mana penerangan yang hanya mencakup sisi bawah bangunan juga jalanan kota sama sekali tidak menyentuh Hao Zhao membuat pergerakan Hao Zhao tidak sama sekali disadari oleh mereka setiap orang yang ada di jalanan kota.
“Betapa lambatnya dia," ucap Hao Zhao kesal, menyadari Tang Pei tidak bisa mengimbangi kecepatannya sehingga Hao Zhao menurunkan cukup banyak kecepatan gerakannya.
Tidak berapa lama setelah melakukan itu, barulah terlihat bayangan dari keberadaan Tang Pei dibelakangnya membuat Hao Zhao bisa kembali mempercepat langkahnya untuk tetap menjaga jarak.
“Bocah sialan, kemari kau jika berani!" seru Tang Pei, merasa lelah sendiri mencoba mengejar Hao Zhao yang telah disadarinya memiliki kecepatan gerak tidak masuk akal.
“Kenapa tidak kau saja yang kemari? Betapa menyedihkan melihatmu untuk mengejar ku saja tidak memiliki kemampuan," ucap Hao Zhao menimpali seruan Tang Pei.
Dengan wajah merah penuh amarah, segera Tang Pei coba percepat langkahnya jelas merasa terhina.
“Sialan, akan aku pisahkan setiap bagian dari tubuhmu sesudah aku berhasil menangkap mu!" seru Tang Pei dengan perasaan menggebu.
“Terus mengoceh sesuka hatimu, lagipula memang hanya itu yang bisa kau lakukan," ucap Hao Zhao dengan senyum kecil di wajahnya.
“Sialan! Bocah, aku pastikan akan aku habisi kau sebagai balasan dari tingkah congkak mu berani menyinggungku juga tingkah kurang ajar mu berani melakukan hal buruk pada murid Utama sekte ku!" seru Tang Pei di puncak emosinya.
Hao Zhao hanya tersenyum geli saja mendengar hal tersebut, jujur saja bagaimana Tang Pei bereaksi benar-benar menghiburnya dengan segala amarah yang terarah tetapi tidak bisa dilampiaskan tersebut.
Hao Zhao terus bergerak dengan menjaga kecepatan geraknya, terus memastikan kecepatannya tidak membuat Tang Pei tertinggal juga tidak terlalu lambat hingga Tang Pei bisa menyusulnya.
Itu terus terjadi sampai akhirnya Hao Zhao berhasil keluar dari wilayah kota cukup jauh, selama itu juga Tang Pei terus menyerukan kekesalannya pada Hao Zhao sebagai bentuk pelampiasan rasa kesalnya karena tidak berhasil menangkap Hao Zhao.
“Sepertinya di sini sudah cukup," ucap Hao Zhao sebelum menghentikan langkahnya di tengah rimbunan pepohonan yang terus bergerak terhembus angin malam.
Tang Pei yang sebelumnya terus mencoba mengejar Hao Zhao segera merasa terkejut, mempertanyakan dirinya apakah Hao Zhao telah menyerah untuk kabur atau bagaimana hingga memutuskan berhenti seperti itu.
Bersamaan dengan hal tersebut segera Tang Pei coba hentikan langkahnya sebelum sampai semakin dekat dengan Hao Zhao, di mana khawatir juga dirinya ada sesuatu yang akan coba Hao Zhao lakukan.
Hao Zhao hanya menaikan alisnya melihat Tang Pei berhenti mengambil langkah, sebelum tersenyum geli menyadari ada keraguan dari bagaimana Tang Pei berekspresi.
“Oh, apa ini? Seorang pendekar Pembentukan Jiwa ternyata menaruh ketakutan pada seorang pendekar muda? Aku tidak tau harus menanggapi hal ini bagaimana," ucap Hao Zhao dengan senyumnya.
__ADS_1
Raut wajah Tang Pei yang mulanya sudah begitu buruk segera bertambah semakin buruk setelah ucapan Hao Zhao, di tambah bagaimana Hao Zhao tersenyum ketika mengatakan itu membuat emosi Tang Pei segera kembali tersulut tidak berapa lama setelahnya.
Tang Pei segera kembali mengangkat pedangnya, mengambil ancang-ancang terlihat bisa kapan saja menyerang Hao Zhao.
“Oh, apa sekarang sudah waktunya?" tanya Hao Zhao seraya menarik pedang dari sarungnya untuk bersiap meladeni serangan Tang Pei.
“Waktu untukmu mati? Jika iya maka tepat, ini memang waktunya untukku mengambil nyawamu," ucap Tang Pei sebelum melesat dengan pedangnya yang telah diayunkan ke arah Hao Zhao.
Hao Zhao hanya tersenyum geli mendengarnya, sama sekali tidak memiliki kekhawatiran sebab sekuat apapun pendekar Pembentukan Jiwa tetap tidak akan memiliki kemampuan untuk menghabisi pendekar Jiwa sepertinya.
“Jangankan untuk membunuhku, untuk menorehkan luka padaku saja aku masih mempertanyakan apakah bisa kau melakukan itu," ucap Hao Zhao seraya melesat cepat untuk menyambut ayunan pedang Tang Pei.
Ctankkkk!!!
Suara dua bilah pedang yang beradu terdengar, masing-masing dari kedua pedang itu diselimuti tenaga dalam membuat benturannya menciptakan sebuah ledakan hasil bertemunya dua tenaga dalam itu sendiri.
Dari ledakan dua tenaga dalam yang berbenturan, Tang Pei harus terpental mundur tidak kuasa menahan ledakannya, sementara Hao Zhao tetap ada di posisinya tidak terganggu sama sekali dengan ledakan tersebut.
“Sial, aku baru sadar diriku tidak bisa membaca tingkat kekuatannya," gumam Tang Pei penuh keterkejutan, meski begitu lebih pilih Tang Pei anggap Hao Zhao membawa sesuatu yang masih terkait dengan hal itu saja dibandingkan berpikir tidak masuk akal Hao Zhao ada di tingkat yang lebih kuat darinya.
“Ada apa? Kenapa terkejut hanya dengan satu pertukaran serangan? Apa sekarang kau sudah mulai menyesal karena sudah berani berurusan denganku," ucap Hao Zhao dengan senyum sinis.
“Tutup mulutmu," ucap Tang Pei menimpali seraya sekali lagi mencoba menyerang Hao Zhao dengan pedang yang telah terselimuti tenaga dalam miliknya.
Hao Zhao hanya tertawa kecil mendengar ucapan Tang Pei, setelahnya segera kembali mengangkat pedangnya untuk meladeni serangan yang coba Tang Pei lancarkan.
Ctankkk!!!
Ctinkkkk!!!
Clankkk!!!
Berbeda dengan sebelumnya, kini pertukaran serangan terjadi berkali-kali tanpa ada yang terlempar mundur. Amat terlihat jika Tang Pei mulai menaruh keseriusan dalam pertarungannya tidak lagi menganggap Hao Zhao remeh karena umurnya, di mana hal tersebut terbukti berhasil dengan dirinya yang tidak sekali lagi kalah tenaga dalam seperti sebelumnya.
__ADS_1
“Sialan, bagaimana bisa seorang pemuda berhasil mengimbangi kekuatanku seperti ini," gumam Tang Pei di tengah pertukaran serangan tersebut.
Hao Zhao mendengar gumaman Tang Fei segera tertawa pelan, cukup terhibur dengan kebodohan Tang Pei yang menganggapnya setara dengannya hanya karena pertukaran serangan tidak berapa lama itu.
“Hei, jangan terlalu menganggap tinggi dirimu sendiri. Aku hanya mencoba menghibur diri dengan terus bertarung seimbang denganmu seperti ini, karena semuanya akan terasa begitu membosankan untukku besok," ucap Hao Zhao mengatakan sejujurnya.
“Omong kosong, kau pikir dengan tidak bisanya aku membaca tingkat kekuatanmu aku akan percaya kalau kau lebih kuat dariku? Bocah, aku katakan terlebih dahulu kalau diriku tidak akan terkejut kalau-kalau kau ternyata mengkonsumsi berbagai macam sumber daya tingkat tinggi guna menaikan tingkat kekuatanmu untuk sementara hingga bisa sekuat ini," ucap Tang Pei, merasa hanya hal itulah yang paling masuk akal untuk menjelaskan bagaimana Hao Zhao bisa begitu kuat di umurnya yang masihlah amat muda.
“Begitu kah? Kalau begitu apa dengan mengkonsumsi sumber daya untuk meningkatkan kekuatan sementara waktu bisa melakukan hal ini?" Hao Zhao dengan pedangnya yang telah mengayun.
Pedang Hao Zhao awalnya terselimuti tenaga dalam dengan jumlah yang tidak terlalu banyak mengikuti jumlah tenaga dalam yang pedang Tang Pei miliki, di mana semua itu telah berubah terlihat dari betapa cerahnya cahaya kebiruan yang terpancar dari pedang Hao Zhao.
Tang Pei menyadari hal tersebut, meski begitu tidak terlalu Tang Pei hiraukan berpikir itu hanyalah trik yang Hao Zhao coba lakukan mengingat Hao Zhao memiliki cincin ruang yang berarti tidak aneh kalau Hao Zhao memiliki lebih banyak barang tidak biasa di balik lengan jubahnya.
Tang Pei dengan keyakinan Hao Zhao hanya mencoba mengganggu konsentrasinya dengan perubahan jumlah tenaga dalam dari pedang yang Hao Zhao pegang, segera tanpa ragu menyambut ayunan pedang Hao Zhao berpikir tidak akan ada banyak perubahan dari pertukaran serangan yang akan terjadi dengan sebelumnya.
Ctankkkk!!!
Crakkkkk!!!
Ctasshhh!!!
Tang Pei dengan keterkejutan mencoba mengambil langkah mundur melihat pedang di tangannya sempat retak sebelum hancur berkeping-keping, di mana segera sadar dirinya kalau bertambahnya tenaga dalam yang menyelimuti pedang Hao Zhao bukanlah trik atau semacamnya terlihat dari betapa besar daya hancur dari pedang tersebut.
“Hei, ingin pergi kemana?" Hao Zhao yang sudah ada di belakang Tang Pei seolah menghilang untuk sampai di sana.
"A— apa? Bagaimana bi ...."
Bammm!!!
Ayunan kaki Hao Zhao menghantam kepala Tang Pei, amatlah kencang tendangan itu membuat Tang Pei terlempar cukup jauh dengan pandangannya yang sempat berputar.
“Hei, aku tanya sekali lagi. Apa dengan mengkonsumsi sumber daya untuk mendapat lonjakan kekuatan secara sementara bisa melakukan hal itu?" tanya Hao Zhao dengan senyum kecil di wajahnya.
__ADS_1