
Hao Zhao baru membuka matanya saat pagi hari baru tiba dengan sinar matahari yang mencoba menyapanya dari sela kamar tempatnya tinggal, sudah sekitar sebulan penuh telah terlewat semenjak Hao Zhao menghancurkan sepenuhnya kelompok bandit yang selama ini selalu meresahkan penduduk sekitar.
Dari semenjak saat itu, Hao Zhao hanya fokus memperkuat fondasi kekuatannya di tingkat yang baru dirinya capai, di mana dengan itu Hao Zhao bisa menjadi lebih terbiasa dengan kekuatannya yang sekarang.
“Siapa yang mengira aku bisa menjadi pendekar Jiwa, tetapi di samping itu ... aku juga harus tau alasan semua hal tidak masuk akal ini bisa terjadi padaku," ucap Hao Zhao seraya membuka jendela kamarnya, sebelum hangatnya mentari pagi menerpa Hao Zhao yang nampak begitu nyaman merasakan kehangatannya.
Selama Hao Zhao tinggal di Lentera Harta selama lebih dari sekitar satu bulan, Hao Zhao telah mengetahui banyak informasi baru yang masih terkait dengan kejadian yang dialaminya.
Kejadian sekitar dua ratus tahun lalu Hao Zhao ketahui merupakan hal umum yang bahkan anak kecil di masa sekarang saja sudah mendengarnya, yaitu terkait kelangkaan sumber daya juga peperangan tiada henti yang sempat terjadi.
Banyak juga informasi terkait nama jajaran pendekar hebat dua ratus tahun lalu yang masih terdengar bahkan hingga sekarang, di mana anehnya tidak pernah Hao Zhao dengar ada informasi terkait dirinya yang diketahui oleh satu orang pun di masanya hidup sekarang.
Seperti sengaja dihilangkan setiap kisahnya dahulu di masa itu, entah benar atau tidak tetapi itulah yang menurut Hao Zhao paling masuk akal.
“Bahkan beberapa pendekar yang dahulu sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa ketika berhadapan denganku namanya masih terkenang hingga sekarang, jadi kenapa namaku tidak ada seorang pun di masa sekarang yang mengetahuinya?" gumam Hao Zhao di tengah pikirannya yang terlarut.
Ketukan pintu terdengar ketika Hao Zhao masih begitu terlarut dengan pikirannya, membuat Hao Zhao tersadar sebelum dengan segera membuka pintu kamarnya.
Yue Yie telah ada di sana, berdiri dengan wajah riang terlihat dari sorot matanya yang terpancar.
“Ada apa?" tanya Hao Zhao, sebab tidak biasanya Yue Yie menghampiri kamarnya seperti itu jika tidak ada keperluan.
“Hmm, Tuan Muda Zhao. Apa dirimu sudah makan?" Yue Yie menaikan alisnya, nampak bersemangat menunggu jawaban dari mulut Hao Zhao.
Hao Zhao hanya menggeleng pelan sebagai bentuk jawaban, sebelum bertanya, “Apa bahkan pendekar seperti kita harus rutin makan?"
__ADS_1
“Eh? Tidak juga, tetapi dengan makan itu berarti kita bisa merasakan kesenangan. Jadi ...."
Yue Yie nampak bingung, tidak tau harus mengatakan apa sebagai lanjutan dari kata-katanya.
“Jadi? Kau ingin mengatakan apa?" tanya Hao Zhao dengan penasaran.
“Jadi ... apa Tuan Muda Zhao ingin sarapan bersamaku?" Yue Yie dengan rona wajah yang entah mengapa tiba-tiba memerah.
Hao Zhao sempat menatap Yue Yie lekat, mempertanyakan kenapa untuk mengajaknya makan saja seperti begitu sulit untuk Yue Yie bisa menyampaikannya.
Hao Zhao sendiri dengan segera keluar dari kamarnya, melangkah tanpa mengatakan apapun membuat Yue Yie bingung.
“Eh? Tuan Muda Zhao ingin kemana?" tanya Yue Yie yang masih terpaku di tempatnya, menatap punggung Hao Zhao yang mulai menjauh darinya.
Yue Yie mendengar itu segera terperanjat, sebelum mengacak-acak rambutnya sendiri mempertanyakan kebodohannya yang hampir selalu tidak pernah bisa bertingkah normal di hadapan Hao Zhao.
“Kenapa? Apa kau sakit lagi untuk yang kesekian kalinya?" tanya Hao Zhao yang sudah berdiri di hadapan Yue Yie entah sedari kapan, dengan tangannya yang telah menyentuh dahi Yue Yie tampak khawatir.
Hao Zhao hanya mengangkat alisnya setelah menyadari jika suhu badan Yue Yie normal, sehingga Hao Zhao mempertanyakan kenapa hampir seluruh wajah Yue Yie tampak kemerahan.
“Bisa kau lepas kain tipis di wajahmu terlebih dahulu? Biar aku periksa apa sekiranya penyebab memerahnya wajahmu ini," ucap Hao Zhao, merasa khawatir melihat Yue Yie yang seperti itu sehingga mencoba untuk mencari akar masalahnya.
Yue Yie yang pada awalnya hanya menatap Hao Zhao dalam diam, segera tersadar setelah mendengar ucapan Hao Zhao. Di mana segera Yue Yie cepat tampik tangan Hao Zhao yang baru ingin menggapai kain tipis di wajahnya, setelahnya segera berjalan cepat Yue Yie mendahului Hao Zhao untuk pergi dari sana.
“Hey, ada apa? Apa benar tidak apa membiarkan kondisimu itu begitu saja?" tanya Hao Zhao seraya melangkahkan kakinya mencoba menyusul Yue Yie.
__ADS_1
“Ti— tidak apa Tuan Muda Zhao, aku baik-baik saja jadi tidak perlu khawatir," ucap Yue Yie dengan jantungnya yang berdetak demikian cepat, sebab wajah Hao Zhao yang sempat begitu dekat dengannya.
Hal Zhao mendengar hal itu akhirnya hanya mengangguk pelan, membiarkan saja Yue Yie terus seperti itu karena Yue Yie sendiri yang memintanya.
Satu hal yang Hao Zhao tidak ketahui, jika tingkah Yue Yie yang menurutnya aneh juga penyakit misterius Yue Yie yang sama anehnya, dirinya sendirilah penyebabnya.
“Ayolah, kenapa aku terus bertingkah seperti ini di hadapannya?" Yue Yie dengan wajah bingungnya, sama sekali tidak mengerti dengan perasaannya sendiri sebab hanya di hadapan Hao Zhao lah Yue Yie bisa menjadi seperti itu.
“Kau kenapa dan di hadapan siapa?" tanya Hao Zhao setelah sempat tidak sengaja mendengar gumaman Yue Yie.
“Ti— tidak, lupakan saja," ucap Yue Yie cepat, tidak ingin Hao Zhao mengetahui apa yang saat ini tengah begitu mengganggu pikirannya.
Hao Zhao bersama Yue Yie sendiri dengan segera memasuki ruang makan yang ada di lantai teratas Lentera Harta, di mana ruangan semacam itu baru di bangun setelah tahap Renovasi selesai tidak berapa lama lalu.
“Aku tidak ingat ada ruangan semacam ini di sini," ucap Hao Zhao yang tampak sibuk memperhatikan ruangan berisi cukup banyak meja makan, di mana ruangan itu amat bisa dikatakan begitu mirip dengan sebuah restoran kecil menurut Hao Zhao.
“Ini merupakan ruangan tambahan yang aku minta bangun ketika tahap renovasi lantai ini dilakukan, mengingat pekerja di sini hampir selalu sibuk setiap harinya, hal normal menurutku untuk memberikan tempat nyaman agar mereka bisa beristirahat juga bersantai seraya menikmati hidangan." Yue Yie mencoba menjelaskan.
Hao Zhao hanya mengangguk mendengar hal itu, tidak pernah menyangka sebelumnya jika Yue Yie ternyata amat sangat memikirkan para pekerjanya.
Belum lagi fakta kalau di sana juga disediakan koki serta pelayan,membuat Hao Zhao semakin kagum pada Yue Yie yang sepertinya memang benar amat sangat ingin memberi kenyamanan pada setiap orang yang bekerja di bawahnya.
“Jadi kejadian hancurnya lantai ini ada keuntungannya juga, aku penasaran apakah akan ada ruangan sejenis ini yang akan di bangun jika seisi lantai ini hancur sekali lagi," gumam Hao Zhao yang entah mengapa merasa penasaran.
Yue Yie yang ada tepat di samping Hao Zhao tentu mendengar gumaman Hao Zhao tersebut, di mana hanya bisa menatap Hao Zhao dalam diam saja dirinya, seraya mempertanyakan kemana sekiranya jalan pikiran Hao Zhao mengalir hingga bisa terpikirkan hal semacam itu.
__ADS_1