
“Tuan Muda Zhao, aku sudah sedari tadi mencari mu. Bahkan sampai berusaha melawan trauma yang aku alami dengan memanjat sekali lagi bagian luar kamarmu, ke mana saja sebenarnya dirimu hingga beberapa hari terakhir ini sampai hampir tidak pernah terlihat sama sekali?" tanya Jian San, sesampainya di hadapan Hao Zhao.
“Aku hanya tengah sibuk berlatih beberapa hari terakhir, memangnya informasi sejenis apa yang ingin kau sampaikan?" tanya Hao Zhao, berpikir Jian San mencarinya sebab masih berkaitan dengan hal itu.
Jian San segera menggeleng cepat, sebelum berkata, “Tidak Tuan Muda Zhao, aku justru ingin menemui sebab ingin membicarakan hal lain."
Hao Zhao mengangguk pelan, sebelum mengajak Jian San untuk berbicara seraya berjalan memasuki bagian dalam kota.
“Jadi, hal apa yang ingin kau sampaikan hingga berusaha menemui aku seperti ini?"
“Oh itu, aku hanya ingin mengatakan kalau sepertinya beberapa waktu nanti aku tidak bisa melakukan tugasku," ucap Jian San, sedikit terlihat ragu nampak takut Hao Zhao marah.
Hao Zhao segera melirik Jian San yang ada di sampingnya sejenak, sebelum berkata, “Apa kau ingin mundur dari semua tugas yang aku berikan?"
Jian San segera menggeleng cepat, tidak ingin Hao Zhao salah paham sehingga berkata, “Bukan Tuan Muda Zhao, aku hanya meminta jeda sejenak saja terkait tugasku sebab esok hari dan beberapa hari setelahnya aku akan mengikuti turnamen perebutan undangan di kota ini."
Hao Zhao sempat melirik Jian San penuh tanda tanya, tidak pernah berpikir Jian San ternyata akan memiliki pikiran untuk mengikuti turnamen melihat dari betapa terbatas kekuatan yang dimilikinya.
“Oh, aku tau mungkin dirimu tidak percaya pendekar setingkat aku mengikuti turnamen itu. Meski begitu ini kesempatan terakhirku, untuk bisa setidaknya mengangkat namaku sebagai pendekar Bebas di dunia persilatan di usiaku yang ke-24 tahun," ucap Jian San menyadari tatapan mempertanyakan Hao Zhao, di mana terlihat begitu menaruh harap wajahnya ketika teringat turnamen di esok pagi.
Untuk mengikuti turnamen generasi muda diharuskan memiliki usia 12 hingga 24 tahun, di mana itu berarti usia Jian San benar-benar ada di ambang batas untuk bisa disebut sebagai pendekar muda.
Mengingat kebanyakan pendekar yang memiliki nama besar telah dikenal dari usia muda mereka, jelas menjelaskan betapa berpengaruh pencapaian seorang pendekar ketika masih muda.
__ADS_1
Nama seorang pendekar memang begitu mudah naik saat masa muda mereka, sebab di usia mudalah seorang pendekar bisa menunjukan kejeniusan mereka pada seisi dunia persilatan.
Jenius berarti bermasa depan cerah, masa depan cerah berarti menjadi harapan kelompok atau sekte nya bernaung juga sebagai sosok yang perlu diwaspadai kelompok atau sekte lain.
Hal itu membuat nama seorang pendekar muda akan dengan sendirinya melambung tinggi, membuat nilainya sebagai seorang pendekar ikut naik sehingga kehadirannya di mana pun akan selalu dihargai.
“Sebagai pendekar Bebas yang tidak memiliki satu tempat pun untuk pulang atau seorang pun untuk bersandar, membuat namaku sedikit saja dikenal akan begitu berharga untukku melanjutkan jalan pendekar ku kedepannya," ucap Jian San, mencoba memberi pengertian pada Hao Zhao betapa turnamen di kota Dahan Gugur merupakan kesempatan terakhirnya menaikan nama di dunia persilatan sebagai seorang pendekar muda.
Hao Zhao hanya mengangguk pelan jelas paham, apa arti sebuah nama bagi seorang pendekar Bebas seperti Jian San karena dirinya dahulu juga serupa dengannya.
“Lakukan yang terbaik kalau begitu, dengan naiknya namamu itu berarti bayaran yang akan kau dapat untuk melakukan sesuatu juga akan meningkat. Hasilnya bisa kau gunakan untuk membeli sumber daya sebagai penyokong peningkatan kekuatanmu, lupakan saja terlebih dahulu terkait tugas dariku dan lakukan apa yang menjadi harapanmu," ucap Hao Zhao seraya menepuk bahu Jian San perlahan.
Jian San segera menoleh untuk menatap wajah Hao Zhao, dirinya jelas terkejut sama sekali tidak menyangka seorang Tuan Muda dari Lentera Harta bisa mengerti kekhawatiran pendekar tanpa sekte sepertinya.
Hao Zhao menyodorkan beberapa sumber daya tersebut pada Jian San, sebelum berkata, “Ambilah, gunakan ini untuk meningkatkan kekuatanmu guna turnamen esok hari."
Jian San mendengar hal tersebut dengan segera terkejut, tidak mengerti mengapa Hao Zhao melakukan itu ketika dirinya bahkan belum berhasil mendapat informasi dari dua anggota Topeng Besi.
“Ti— tidak Tuan Muda Zhao, aku tidak bisa menerima sumber daya darimu karena aku tidak merasa memiliki hak untuk menerimanya," ucap Jian San, merasa tidak enak tentu saja harus menerima pemberian Hao Zhao ketika dirinya tidak melakukan apa-apa.
“Begitu? Aku hargai keputusanmu kalau begitu," ucap Hao Zhao sebelum menyimpan kembali beberapa sumber daya di tangannya.
Jian San segera tersenyum puas, amat merasa di pandang oleh Hao Zhao yang mau mendengar pendapatnya dan tidak sedikit pun memaksa membuat Jian San merasa diperlakukan setara oleh Hao Zhao.
__ADS_1
“Aku bersyukur bisa bertemu sosok sebaik Anda, Tuan Muda Zhao." Jian San membungkuk memberi hormatnya pada Hao Zhao, tanda dirinya benar-benar serius dengan ucapannya tersebut.
Hao Zhao hanya mengangguk pelan untuk menanggapinya, sebelum menepuk pundak Jian San di mana kilauan cahaya kebiruan segera terlihat dari telapak tangan Hao Zhao.
“Kau menolak menerima sumber daya dariku, maka aku berikan ini untukmu sebagai penggantinya," ucap Hao Zhao seraya mengalirkan tenaga dalamnya ke dalam tubuh Jian San.
Tidak berapa lama, segera Hao Zhao tarik kembali tangannya, setelahnya pergi melangkah begitu saja meninggalkan Jian San yang hanya bisa menatap Hao Zhao kosong tidak percaya.
“A— apa yang baru saja terjadi?" gumam Jian San penuh tanda tanya.
Jian San sempat merasakan sesuatu yang aneh terjadi pada tubuhnya ketika tangan Hao Zhao menepuk pundaknya, seperti rasa hangat yang begitu nyaman perlahan mengalir di tubuhnya.
Tidak hanya itu, pada saat yang sama juga Jian San merasakan ada kekuatan melonjak dari tubuhnya. Hal ini jelas membuat Jian San menjadi semakin kebingungan, mempertanyakan apa yang baru saja Hao Zhao lakukan pada tubuhnya,
“Apa jangan-jangan?" Jian San segera duduk bersila seraya memejamkan mata, mencoba untuk mencari tau apa sekiranya yang telah terjadi padanya.
Jian San masih ada di tengah jalanan kota saat itu, tetapi Jian San tidak peduli sebab rasa penasaran begitu besar yang tengah dirasakannya.
“Haha, aku benar-benar naik tahap. Tuan Muda Zhao, aku berhutang hidupku padamu!!!" seru Jian San tidak berapa lama setelah membuka mata, menyadari lonjakan kekuatannya adalah sebab naiknya tahap di tingkat kekuatannya yang sekarang.
Apa yang Jian San lakukan jelas membuat setiap orang yang tengah berlalu lalang disekitarnya menatapnya aneh, begitu mempertanyakan mereka orang gila mana yang tidak puas dengan hanya duduk di tengah jalan sehingga memutuskan untuk berteriak dengan kencang seperti itu.
“Oh, maaf! Aku hanya terlalu bersemangat," ucap Jian San setelah menyadari tatapan setiap dari mereka di sekeliling padanya, sebelum berlari pergi dari sana tidak ingin merasa malu.
__ADS_1