
Gang Dalan menerima tatapan dari Hao Zhao dengan segera menelan ludah merasa ngeri. Meski nampak tidak masuk akal, Gang Dalan memiliki dugaan cukup besar terkait kondisinya siang hari tadi yang masih memiliki kaitan dengan Hao Zhao.
Gang Dalan tidak tau bagaimana cara Hao Zhao membuatnya seperti itu, tetapi tetap saja Gang Dalan merasa takut kalau-kalau hal sejenis kembali terjadi padanya.
“Hey, aku aku tanya apa kau sudah siap aku eksekusi?" Hao Zhao mengatakan hal itu sekali lagi pada Gang Dalan, merasa kesal sebab Gang Dalan hampir tidak pernah ragu mengatakan hal sejenis itu pada orang lain.
Hao Zhao memiliki keinginan kuat untuk membuat Gang Dalan merasakan sendiri apa yang sering dilakukannya selama ini pada orang lain, yaitu membuat Gang Dalan merasa takut akan kematian yang hampir pasti akan segera datang.
“Ap— apa yang kau katakan Bocah? Apa kau bahkan tau siapa aku sehingga berani mengatakan hal sejenis itu padaku?" Gang Dalan merasa takut sebenarnya, meski begitu Gang Dalan tetap menolak menunjukan rasa takutnya pada Hao Zhao.
Gang Dalan bukan orang yang akan tunduk begitu saja pada orang lain, terlebih pada pemuda seperti Hao Zhao yang jelas malah akan mempermalukan dirinya sendiri jika dirinya melakukan itu.
“Aku tau siapa kau, Tuan Besar Dalan ... apa benar?" Hao Zhao mengangkat alisnya.
“Kau tau tetapi masih berani bersikap seperti ini padaku? Apa kau bahkan tau kalau aku bisa membuatmu kehilangan nyawa hanya dengan satu kata dariku saja?" Gang Dalan menunjuk-nunjuk wajah Hao Zhao.
Hao Zhao hanya menatap Gang Dalan dalam diam, seperti mempersilahkan Gang Dalan melakukan apa yang dikatakannya.
“Sialan, kau akan menyesal. Penjaga, datang dan habisi penyusup ini!" teriak Gang Dalan dengan seluruh tenaganya.
Setelah teriakan Gang Dalan sempat hening sejenak suasana di sekitar kamar itu, membuat Hao Zhao menatap Gang Dalan aneh mempertanyakan kenapa dirinya belum juga kehilangan nyawa seperti apa yang Gang Dalan ucapkan.
“Aku masih hidup, jadi sebagai gantinya biar aku yang menghabisimu sebagai bayaran kau yang tidak bisa menghabisiku," ucap Hao Zhao dengan pedangnya yang mulai terangkat.
Gang Dalan hampir mengumpat mendengar ucapan Hao Zhao, begitu murka dirinya pada setiap penjaga rumahnya yang amat tidak sigap hingga belum juga datang setelah teriakannya.
“Tuan Besar Dalan, kita harus apa?" tanya kepala penjaga, tidak nyaman entah mengapa perasaannya melihat Hao Zhao sudah begitu siap dengan pedangnya.
__ADS_1
“Kita harus apa? Bukan kita dasar Sialan, tetapi kau. Cepat hentikan dia!" Gang Dalan pada kepala penjaga.
Kepala penjaga dengan tidak memiliki pilihan akhirnya mencoba menghalau Hao Zhao yang ingin menebaskan pedangnya pada Gang Dalan, di mana benturan antara dua pedang segera terjadi sebab hal itu.
Hao Zhao hanya menaikan alisnya ketika kini kepala penjaga sudah ada di hadapannya, tidak sama sekali menaruh kepedulian hanya Hao Zhao ayunkan secara acak saja pedangnya untuk membunuh kepala penjaga itu.
Ctankkk!
Suara benturan antara dua bilah pedang kembali harus terdengar, di mana kepala penjaga berhasil menghalau tebasan pedang Hao Zhao yang mengarah ke lehernya.
“Oh, kau cukup terlatih juga rupanya." Hao Zhao tidak lagi mengayunkan pedangnya secara acak kini membuat sebuah gerakan sederhana, yaitu gerakan dasar berpedang yang Hao Zhao gunakan untuk serangannya kali ini.
Kepala penjaga melihat gerakan Hao Zhao tentu dengan segera mengenali gerakan apa yang Hao Zhao gunakan, membuat kepala penjaga mengerutkan dahi tidak habis pikir dengan jalan pikiran Hao Zhao.
Kepala penjaga sendiri setelahnya sudah kembali bersiap menyambut serangan Hao Zhao, di mana sama sekali tidak berpikir akan kalah dirinya melawan Hao Zhao yang hanya menggunakan gerakan paling dasar dalam ilmu pedang.
Kepala penjaga belum berhasil menyelesaikan ucapannya ketika kini pedang yang Hao Zhao gunakan sudah menusuk jantungnya, yang mana hanya bisa menatap Hao Zhao tidak percaya kepala penjaga di tengah kematian yang sudah hanya tinggal menghitung waktu saja untuknya.
“Meremehkan bagaimana? Aku menggunakan gerakan dasar karena cara berpedangmu jauh lebih rendah dari gerakan dasar itu sendiri." Hao Zhao seraya menarik pedangnya dari tubuh kepala penjaga, membuat tubuh kepala penjaga dengan segera jatuh terkulai lemas di lantai.
Gang Dalan melihat itu semua dengan nafas tertahan, tidak sama sekali berpikir kepala penjaganya akan kalah di mana hal itu jelas membuat Gang Dalan kehilangan harapan.
“Kau ... cepat berhenti di sana!" Gang Dalan ketika Hao Zhao sudah berjalan ke arahnya.
Mendengar ucapan Gang Dalan, jelas sama sekali tidak Hao Zhao hiraukan. Di mana terus melangkah Hao Zhao sampai akhirnya sudah ada tepat di hadapan Gang Dalan.
Gang Dalan yang tidak sama sekali berpikir bisa melawan balik atau kabur dari sana jelas mulai merasa putus asa, sama sekali tidak mengerti mengapa dirinya bisa berurusan dengan pria muda entah siapa itu.
__ADS_1
“Tu— tunggu, mari kita bicarakan ini." Gang Dalan dengan harapan Hao Zhao mau dirinya ajak bicara.
“Bicarakan apa?" Hao Zhao dengan pedang yang sudah dimainkan diantara jemarinya.
“Apa yang kau mau? Katakan apapun maka akan aku berikan untukmu sekarang juga. Entah itu uang atau wanita, aku bisa sediakan untukmu semuanya." Gang Dalan yang memiliki pikiran tidak akan ada sama sekali orang yang bisa menolak kekayaan ataupun wanita jika itu seorang pria.
Hao Zhao mendengar ucapan Gang Dalan dengan segera mengerutkan dahi, tidak berpikir dua hal tersebut merupakan hal yang seistimewa itu hingga dapat ditukar dengan nyawa.
“Aku tidak butuh uang ataupun wanitamu, kau bisa simpan itu untukmu sendiri. Itu juga kalau kau masih bisa menyimpannya." Hao Zhao sebelum meraih kepala Gang Dalan dengan salah satu tangannya.
“Apa yang kau coba lakukan ...."
Gang Dalan mencoba memberontak melepaskan tangan Hao Zhao walau sayangnya tidak berhasil, di mana segera terasa ingin pecah kepala Gang Dalan setelah tidak sengaja bertatapan dengan Hao Zhao.
Kilau biru samar-samar memang kini telah terpancar di antara kedua bola mata Hao Zhao, di mana Hao Zhao terus tatap Gang Dalan setajam mungkin hingga hal tidak terduga terjadi setelahnya.
Darah mengalir di antara kedua mata Gang Dalan, di mana aliran darah itu jatuh begitu deras sebelum di susul terjadinya hal serupa pada hidung, mulut juga telinga Gang Dalan.
Darah yang terus mengalir dari semua lubang itu membuat Gang Dalan berteriak kesakitan, begitu penuh penderitaan bagaimana suara teriakannya terdengar membuat orang yang mendengar teriakan itu hampir pasti akan ikut merasa bergidik ngeri.
Cukup lama Gang Dalan berteriak sampai teriakan itu perlahan menghilang, diikuti Gang Dalan yang sudah sama sekali tidak bergerak dengan wajah penuh penderitaannya yang masih terus tertampak.
“Mati," ucap Hao Zhao sebelum menarik jurus Tatapan Mata Harimau Surgawi miliknya.
Hao Zhao menatap jasad Gang Dalan sejenak sebelum mulai mengambil langkah untuk pergi dari sana, merasa semua itu sudah cukup dirinya lakukan sebagai balasan dari segala kekejian Gang Dalan.
“Hey, siapa kau? Kenapa kau ada di kamar milik Tuan Besar Dalan?!" seru salah satu penjaga diantara penjaga lain yang nampak datang dengan terburu-buru.
__ADS_1
“Oh, aku lupa masih ada cukup banyak ikan kecil di kediaman ini." Hao Zhao dengan pedang ditangannya, tidak berpikir bisa lagi hanya menghiraukan saja para penjaga itu.