Pendekar Pedang Harimau Surgawi

Pendekar Pedang Harimau Surgawi
Tidak Ada Yang Berubah


__ADS_3

Hao Zhao terus melangkah hingga tidak lama kemudian akhirnya sampai di tempat jasad pria dengan topeng bewarna keemasan berada, di mana di sepanjang langkahnya entah mengapa Hao Zhao sadari seperti ada suatu hal aneh dari jasad tersebut.


“Dirinya sudah tidak menghembuskan nafas, tetapi mengapa aku bisa tetap merasakan tenaga dalam dari tubuhnya," gumam Hao Zhao.


Hao Zhao tentu mengetahui satu hal selama dirinya menjadi seorang pendekar, yaitu sosok pendekar sekuat apapun akan tetap kehilangan tenaga dalamnya jika mereka telah mati.


Normalnya tenaga dalam seorang pendekar akan menguap bersamaan dengan hembusan nafas terakhirnya, membuat jasad seorang pendekar tidak ada bedanya dengan manusia biasa yang tidak memiliki tenaga dalam sedikit pun di dalam tubuh mereka.


Berbeda dengan apa yang ada di ingatan Hao Zhao bagaimana jasad pria dengan topeng bewarna keemasan berbeda, di mana tenaga dalam masih bisa jasad itu pertahankan yang jelas hal ini sama sekali tidak normal.


“Saudara Zhao, menyingkir. Dirinya belum sama sekali mati!!!"


“Benar Saudara Zhao, itu akan berbahaya untukmu!!!"


Dua pendekar dari Lentera Harta baru ingin bergerak untuk menghentikan langkah Hao Zhao yang semakin dekat dengan jasad pria bertopeng keemasan, sempat lengah keduanya sebab terganggu oleh sikap kejam Hao Zhao pada Tang Pei sebelumnya.


“Sial, dirinya masihlah begitu muda. Pasti ini merupakan pengalaman pertamanya berurusan dengan pendekar Jiwa."


“Benar, kita harus segera menghentikannya sebelum suatu hal tidak diinginkan terjadi."


Dua pendekar dari Lentera Harta yang sudah berusaha bergerak secepat yang mereka bisa bermaksud melindungi Hao Zhao.


Hao Zhao sendiri mendengar seruan keduanya sempat menghentikan langkah, mempertanyakan dirinya apa alasan kedua orang itu tampak begitu khawatir ketika tidak ada kejadian yang membahayakan nyawanya.


Sampai tiba-tiba hal tidak masuk akal terjadi barulah Hao Zhao mulai sedikit memahami, apa sekiranya yang membuat keduanya bisa terlihat seperti itu.


Dari jasad pria dengan topeng bewarna keemasan tiba-tiba muncul sebuah gumpalan energi, di mana gumpalan energi tersebut melesat cepat berusaha menghampiri Hao Zhao yang bersamaan dengan itu pula mulai terbentuk gumpalan energi tersebut menyerupai seseorang.

__ADS_1


“Apa dirinya merupakan pria dengan topeng bewarna keemasan?" gumam Hao Zhao penuh tanda tanya, ketika sosok pria sepuh terbentuk dari gumpalan energi yang tengah melesat ke arahnya.


“Bocah sialan, berani sekali kau membuat aku berada dalam posisi seperti ini!!!"


Hao Zhao hanya mengerutkan dahi sebelum mencoba menghindar, di mana itu berhasil dirinya lakukan membuat sosok pria sepuh tersebut tidak berhasil mendapatkannya sebagai target serangan.


“Apa ini?" Hao Zhao yang sesaat kemudian mengayunkan pedangnya pada sosok pria sepuh tersebut.


Kecepatan ayunan pedang Hao Zhao begitu cepat, membuat sosok pria sepuh tidak dapat menghindarinya sehingga Hao Zhao bisa berhasil menebasnya.


“Apa?" Hao Zhao saat pedangnya hanya menembus sosok pria sepuh tersebut tidak sama sekali melukainya.


Pria sepuh sempat tertawa kecil sebelum mengayunkan pukulannya, di mana anehnya pukulan tersebut bisa mengenai Hao Zhao membuat Hao Zhao harus terpental mundur beberapa langkah sebab hantamannya.


“Saudara Zhao, gunakan tenaga dalam mu! Itu bukan tubuh fisik melainkan hanya sebuah jiwa!" Seru salah satu dari pendekar Lentera Harta, sadar dirinya terlambat untuk membantu Hao Zhao sehingga hanya bisa memberi arahan agar Hao Zhao tidak jatuh terlalu dalam tenggelam di ketidaktahuannya.


Pria sepuh yang awalnya sempat tersenyum puas setelah berhasil menghantamkan pukulannya dengan segera berubah panik menyadari aliran tenaga dalam di pedang Hao Zhao.


“Ti— tidak, jangan!!!" seru pria sepuh tersebut.


Hao Zhao melihat kepanikan dari wajah pria sepuh tersebut tentu dengan segera tersenyum kecil, merasa amat sangat puas dirinya bisa mengerti hal yang sebelumnya tidak sama sekali dirinya ketahui.


“Selamat tinggal," ucap Hao Zhao sebelum pedangnya menebas kencang sosok pria sepuh tersebut.


Jiwa bela diri pria sepuh tepat setelah menerima tebasan perlahan seolah memudar, di mana dalam kurun waktu cukup singkat jiwa tersebut menghilang sepenuhnya dengan segala umpatan penuh rasa tidak terima.


Hao Zhao hanya menghela napas pelan setelahnya, menatapi jasad pria sepuh yang sebelumnya muncul setelahnya melepas topeng bewarna keemasannya yang ternyata benar merupakan orang yang sama dengan bentuk jiwa bela diri sebelumnya.

__ADS_1


“Sekarang kau mati sepenuhnya," gumam Hao Zhao setelah menyadari jika kini tenaga dalam dari tubuh jasad itu juga telah menghilang.


Hao Zhao sendiri sesaat setelahnya dengan segera menoleh ke arah dua pendekar Lentera Harta berada, di mana dapat Hao Zhao lihat jelas ada sebuah kepanikan dari bagaimana wajah mereka terlihat ketika tengah mencoba menghampirinya.


“Saudara Zhao, apa yang baru terjadi sebelumnya adalah hal yang berbahaya."


“Benar Saudara Zhao, entah apa yang terjadi jika dirimu masih belum mengetahui cara mengalahkan Jiwa Bela Diri ketika menghadapinya."


Dua pendekar Lentera Harta segera mengucapkan hal tersebut sesudahnya mereka sampai di hadapan Hao Zhao, di mana sempat bingung keduanya harus menjelaskan pada Yang Gao bagaimana jika Hao Zhao benar kenapa-kenapa.


“Maafkan aku, aku hanya tengah begitu penasaran sebelumnya sebab ini pertama kalinya untukku melihat bagaimana Jiwa Bela Diri bekerja," ucap Hao Zhao pada keduanya seraya membungkuk sebagai bentuk rasa terimakasih pada keduanya.


Mendengar ucapan Hao Zhao sendiri keduanya hanya bisa menggeleng pelan saja sebelum mengangguk mencoba memahami, di mana tidak lama setelahnya keduanya memutuskan pamit dari sana sebab ada suatu hal yang ingin mereka lakukan.


Hao Zhao hanya mengiyakan membuat dua pendekar Lentera Harta tanpa ragu segera pergi dari sana, cukup cepat hingga tidak berapa lama hanya tersisa Hao Zhao seorang diri saja di sana.


“Jadi seperti itu bagaimana Jiwa Bela Diri bekerja? Belum lagi fakta jika Jiwa Bela Diri tidak dapat diserang dengan cara biasa ... ini informasi yang benar-benar berharga," gumam Hao Zhao sebelum mengaliri tenaga dalam cukup banyak ke pedangnya.


Tidak berapa lama dari semenjak Hao Zhao mengaliri pedangnya dengan tenaga dalam, segera Hao Zhao tebasan pedang itu ke arah dua jasad anggota Topeng Besi berada membuat jasad keduanya seolah berubah menjadi abu yang sesaat setelahnya terbawa hembusan angin pergi dari sana.


“Satu jasad lagi maka keberadaan kalian telah sepenuhnya hilang dari dunia," gumam Hao Zhao seraya melangkah untuk mencari tempat sekiranya jasad Tang Pei berada.


Tidak butuh waktu lama hingga Hao Zhao menemukan jasad Tang Pei tidak jauh dari sana, di mana berbeda dengan sebelumnya bagaimana jasad itu terlihat amatlah begitu buruk hingga sampai tahap tidak nyaman di pandang mata.


“Kematian seperti ini pantas untukmu, jadi jangan salahkan aku," gumam Hao Zhao sebelum melakukan hal yang sama pada jasad Tang Pei membuat segalanya telah selesai untuk malam itu.


Hao Zhao sendiri sempat menyandarkan tubuhnya di dahan pohon cukup besar yang ada di dekatnya, menatap langit malam yang dipenuhi beribu bintang dirinya berkata, “Faktanya tidak ada yang berubah baik itu dua ratus tahun lalu ataupun sekarang. Segalanya sama baik itu siasat buruk atupun perselisihannya, untuk peperangannya ... jelas hanya menunggu waktu saja."

__ADS_1


__ADS_2