Pendekar Pedang Harimau Surgawi

Pendekar Pedang Harimau Surgawi
Berlatih Pedang


__ADS_3

Hao Zhao bersama Yue Yie baru saja keluar dari kota Dahan Gugur siang hari itu, di mana keduanya ingin mencari tempat yang tepat untuk berlatih bersama tanpa menimbulkan keributan yang tidak perlu mengingat kota Dahan Gugur yang cukup padat.


Memang Hao Zhao baru saja dimintai Yue Yie untuk membantunya berlatih pedang dengan latih tanding, guna persiapan untuk Yue Yie mengikuti turnamen Bibit Pahlawan di ibu kota yang hanya tersisa beberapa bulan lagi saja.


“Bagaimana jika di sini saja? Sepertinya tempat ini sudah cukup jauh dari kota Dahan Gugur," ucap Hao Zhao, ketika di sekitarnya hanya ada hamparan rerumputan yang begitu cocok menurutnya untuk Yue Yie berlatih pedang.


“Jika Tuan Muda Zhao nyaman di sini, maka aku hanya bisa mengiyakan saja," ucap Yue Yie, setelahnya menarik pedang yang hampir selalu tersarung di pinggangnya.


Hao Zhao hanya mengangguk pelan menanggapinya, setelahnya mengambil pedang kayu dari cincin Ruangnya.


Yue Yie segera mengerutkan dahi melihat hal tersebut, di mana dirinya merasa Hao Zhao tidak terlalu menganggap serius permintaannya dengan mengeluarkan pedang sejenis itu ketika dirinya bahkan menggunakan pedang utamanya.


“Tuan Muda Zhao, aku mengerti dirimu jauh lebih kuat dariku, tetapi bukankah sedikit berlebihan menganggap remeh aku sejauh ini?" tanya Yue Yie.


Yue Yie sebenarnya agak tidak setuju harus berlatih pedang di bawah bimbingan Hao Zhao seperti itu, mengingat dirinya adalah salah satu jenius yang namanya juga cukup dikenal di dunia persilatan.


Meski begitu semua hal tersebut diperintahkan langsung oleh Yang Gao membuat Yue Yie akhirnya hanya bisa menerima, kini setelah sudah berusaha sebisa mungkin menekan harga dirinya untuk bersedia dilatih oleh Hao Zhao yang masih seumuran dengannya, Yue Yie melihat Hao Zhao seperti tidak menganggapnya serius tentu membuat Yue Yie kesal.


Hao Zhao menyadari hal itu, bagaimana pun Hao Zhao juga paham setinggi apa sekiranya harga diri seseorang yang sedari kecil sudah menerima sekian banyak pujian seperti Yue Yie.


Di mana Hao Zhao ingin menggunakan kesempatan ini untuk membuat Yue Yie paham, jika semua pujian yang pernah Yue Yie terima tidak akan sama sekali membantunya di sebuah pertarungan, terlebih membantunya berkembang dalam penguasaan pedang.


“Yie, aku menggunakan pedang kayu ini untuk memberimu lebih banyak kesempatan," ucap Hao Zhao dengan wajah datar.


“Kesempatan? Tetapi latih tanding ini aku minta lakukan untuk menambah pengalaman bertarung ku dengan pedang, bagaimana bisa latih tanding ini akan berguna jika pedang kayu Tuan Muda Zhao langsung patah saat bertemu pedangku?" Yue Yie memiliki pikiran seperti itu bukan tanpa alasan, sebab memang pedangnya bukanlah pedang biasa melainkan pedang dengan tingkat cukup tinggi yang di tempa dengan bahan khusus.

__ADS_1


Kini pedangnya harus menghadapi pedang kayu? Yue Yie tidak akan terkejut jika pedang kayu milik Hao Zhao akan langsung hancur berkeping-keping setelah beradu serangan dengannya.


Hao Zhao mendengar ucapan Yue Yie segera tertawa kecil, tidak sama sekali berpikir hal yang baru diucapkan Yue Yie akan menjadi kenyataan sebab tidak semudah itu bahkan untuk setiap lawannya dahulu bisa membuat pedangnya mengalami kerusakan ketika dirinya menggunakan ranting sekali pun sebagai pedang.


“Tuan Muda Zhao?" Yue Yie dengan pipinya yang telah mengembung, jelas kesal mendengar Hao Zhao menertawakannya.


“Oh, maaf. Yie, dirimu merupakan pendekar Pemurnian tahap Tinggi bukan?" tanya Hao Zhao.


Yue Yie mendengar hal tersebut segera mengangguk mengiyakan. Berpikir Hao Zhao akan mencemooh tingkat kekuatannya, segera Yue Yie jelaskan jika untuk pendekar muda tingkat kekuatannya sudahlah begitu tinggi.


“Menjadi Pendekar Pemurnian tahap Tinggi di usiaku sudahlah luar biasa Tuan Muda Zhao, jadi mohon jangan bandingkan aku dengan tingkat kekuatan tidak masuk akal yang dirimu miliki," Yue Yie dengan decakan kesal.


“Tidak, aku tau. Justru itu, aku ingin memberi beberapa hal berguna untukmu guna turnamen nanti," ucap Hao Zhao.


“Beberapa hal berguna ... dengan pedang itu?" tanya Yue Yie, tetap tidak bisa terima harus menghadapi Hao Zhao yang seperti tidak memiliki keinginan sedikit pun untuk membantunya berkembang dalam berpedang.


“Memangnya kenapa? Sekarang biar aku perlihatkan padamu, bagaimana cara menang melawan musuh yang ada di tingkat kekuatan setara denganmu apa pun senjatanya," ucap Hao Zhao seraya menekan tingkat kekuatannya setara dengan Yue Yie.


Yue Yie menyadari hal tersebut bukan senang justru bertambah kesal, bagaimana tidak jika itu berarti jumlah tenaga dalam yang bisa di gunakan Hao Zhao akan kurang lebih sama dengannya, tanda Hao Zhao tidak akan mengambil keuntungan sedikit pun dari tingkat kekuatannya sebagai pendekar Jiwa.


Terdengar bagus? Mungkin, tetapi tidak untuk Yue Yie yang besar dengan kebanggaan tinggi sebagai seorang jenius.


“Kenapa? Apa kau mengurungkan niatmu untuk berlatih pedang denganku? Aku ingat kau berkata Paman Gao yang meminta hal ini, apa tidak apa jika kau membatalkannya?" Hao Zhao dengan senyum kecil, sudah mengangkat pedang kayu di tangannya siap kapan saja menyambut serangan Yue Yie.


“Ishhh, aku benci melihatmu tersenyum seperti itu Tuan Muda Zhao!" seru Yue Yie, sebelum melompat dengan pedangnya mencoba menerjang Hao Zhao.

__ADS_1


Hao Zhao hanya tertawa kecil setelahnya, tidak berpikir pancingannya pada Yue Yie akan berhasil dengan cukup mudah seperti itu.


“Jika tebakanku tidak meleset, Yie pasti sudah merasa begitu terinjak dengan semua ini. Meski begitu, aku tidak memiliki pilihan lain untuk membuat Yie paham, kalau pertarungan tidak hanya sebatas sebagus apa pedang juga setinggi apa tingkat kekuatan pemegang pedangnya," gumam Hao Zhao sebelum melangkah perlahan untuk menyambut terjangan Yue Yie.


Yue Yie sudah mengayunkan pedangnya saat itu, di mana ayunan pedang tersebut segera Hao Zhao sambut tanpa ragu setelah sempat mengalirkan sedikit tenaga dalam ke sana.


Pertukaran serangan susah terjadi, di mana Yue Yie lah yang harus melangkah mundur setelahnya.


Hao Zhao hanya berdiri di tempatnya, tidak bergeming sedikit pun setelah pertukaran serangan tersebut.


“Lihat? Pedang kayu di tanganku masihlah tampak baik-baik saja, apa kini dirimu mengerti jika tingkat senjata bukanlah hal yang seharusnya dimasalahkan?" tanya Hao Zhao, seraya memperlihatkan pedang kayu di tangannya.


Yue Yie sempat terkejut melihat hal tersebut, melirik pedang di tangannya, semakin di buat terkejut Yue Yie menyadari ada retakan serupa beberapa helai rambut di sana.


“Ba— bagaimana bisa?" tanya Yue Yie, menatap Hao Zhao tidak percaya.


Hao Zhao hanya menggeleng pelan saja melihat wajah terkejut Yue Yie, sebelum berkata, “Tentu bisa, asal kau amat paham dengan senjata yang dirimu gunakan mau itu pedang atau apapun ... maka kau bisa membuat senjata mu jauh lebih kuat dari yang seharusnya."


Yue Yie hanya terpaku mendengar ucapan Hao Zhao, jelas alasannya sebab Yue Yie sama sekali tidak mengerti apa yang Hao Zhao coba sampaikan.


“Mudahnya jika kau sudah bisa memahami senjata yang dirimu gunakan, maka meski itu senjata tidak layak sekali pun akan bisa berubah menjadi layak, yang sudah layak akan bisa berubah bagus sementara yang sudah bagus akan bisa berubah menjadi semakin bagus. Terus seperti itu sampai seterusnya ...."


Yue Yie mendengar hal itu segera melirik pedang kayu di tangan Hao Zhao, di mana Hao Zhao menyadari hal itu segera tertawa kecil.


“Benar, pedang ini mungkin saat kau mengetahui aku akan menggunakannya untuk berlatih tanding dengan mu, kau berpikir aku meremehkan mu sebab dirimu merasa pedang ini tidak layak jika dibandingkan dengan pedang yang dirimu gunakan, tetapi faktanya?" Hao Zhao mengangkat alisnya dengan senyum seringai, berharap Yue Yie bisa paham dengan maksud tindakannya.

__ADS_1


__ADS_2