Pendekar Pedang Harimau Surgawi

Pendekar Pedang Harimau Surgawi
Mengharapkan Kehancuran Sempurna


__ADS_3

Hao Zhao tengah berjalan bersama Yue Yie ke arah tempat turnamennya diadakan pagi itu, tidak seperti biasa Yang Gao sudah berangkat terlebih dahulu sehingga hanya tersisa Hao Zhao dengan Yue Yie saja di perjalanan menyusuri jalan kota pagi tersebut.


“Kak Zhao, aku penasaran. Dirimu selalu menolak pulang bersama setiap turnamennya selesai apakah ada alasannya?" tanya Yue Yie yang berjalan tepat di sisi kanan Hao Zhao.


Hao Zhao hanya menggeleng sebagai bentuk jawaban, setiap harinya selalu ada yang Hao Zhao ingin selidiki dan Hao Zhao berpikir Yue Yie tidak perlu tahu hal ini sehingga menolak menjelaskannya.


“Hmm, mencurigakan," gumam Yue Yie sesaat setelah melihat gelengan Hao Zhao.


“Benarkah? Aku rasa tidak," ucap Hao Zhao sekenanya.


Yue Yie hanya menatap Hao Zhao penuh selidik sebelum mengalihkan pandangannya, dirinya penasaran tetapi tidak bisa berbuat apapun jika Hao Zhao menolak memenuhi rasa penasarannya itu.


“Hei, Adik Yie. Bisa dirimu percaya padaku? Semua yang aku lakukan ada alasannya, jadi jangan berpikir macam-macam terkait Kakak mu ini," ucap Hao Zhao.


“Baiklah, asal jangan dekat dengan wanita lain atau hal sejenis yang tidak aku suka maka silahkan saja," ucap Yue Yie cukup ketus.


Hao Zhao hanya tersenyum geli, entah mengapa selalu tidak merasa masuk akal dirinya terkait tingkah Yue Yie yang amat begitu mirip dengan adiknya.


“Tunggu, Kak Zhao ... dirimu tidak melakukan itu bukan?"


Hao Zhao segera menaikan alisnya, baru beberapa saat Yue Yie tampak tenang tetapi kini sudah kembali menatapnya penuh selidik jelas membuatnya penuh tanda tanya.


“Melakukan apa?" tanya Hao Zhao penasaran dengan apa yang Yue Yie maksud.


“Melakukan hal yang tidak aku suka, memangnya apa lagi?" Yue Yie yang telah berkacak pinggang menatap Hao Zhao penuh ancaman.


“Eh? Apa? Tentu saja tidak," ucap Hao Zhao seraya menggeleng cepat.


Yue Yie mendengar jawaban Hao Zhao dengan segera menghela napas panjang seolah lega, di mana jelas Hao Zhao melihat hal tersebut ikut merasakan hal serupa.


“Tuan Muda Zhao!!!"

__ADS_1


Sebuah suara familiar seorang wanita terdengar, membuat ekspresi Hao Zhao berubah begitu cepat mengetahui siapa pemilik suara tersebut.


Yue Yie sudah kembali menatap Hao Zhao tajam menyadari ada seorang wanita muda kini berjalan setengah berlari menghampiri tempatnya juga Hao Zhao berada, di mana tidak lain merupakan Meng Dali dengan senyum cerah di wajahnya.


“Aku bisa jelaskan," ucap Hao Zhao cepat meraih tangan Yue Yie.


“Lepas, tukang bohong," ucap Yue Yie sebelum menarik tangannya setelahnya pergi dari sana meninggalkan Hao Zhao.


Hao Zhao hanya bisa menepuk dahinya saat itu, baru beberapa saat dirinya menyangkal dan kini sangkalannya terbukti hanya sebuah kebohongan jelas dirinya merasa tidak enak pada Yue Yie.


“Tidak, kenapa aku harus merasa bersalah? Memangnya membantu seseorang merupakan hal yang buruk?" gumam Hao Zhao penuh tanda tanya.


Tepat setelah gumaman Hao Zhao, Meng Dali akhirnya sampai di hadapan Hao Zhao. Di mana hanya bisa mengerutkan dahi dirinya melihat ekspresi buruk Hao Zhao.


“Tuan Muda Zhao, apakah ada sesuatu yang salah?" tanya Meng Dali seraya menoleh ke sana kemari, mencari keberadaan Yue Yie yang sempat dilihatnya tengah berjalan bersama Hao Zhao.


“Tidak ada, di samping itu apa tujuanmu mendatangiku seperti ini?" tanya Hao Zhao.


“Apa penyakit yang Yie derita menular padanya?" gumam Hao Zhao penuh tanda tanya menyadari wajah memerah Meng Dali.


Meng Dali di tatap oleh Hao Zhao jelas semakin salah tingkah, bagaimana tidak jika selama ini Hao Zhao terasa terus mencoba menghindarinya berbanding terbalik dengan Hao Zhao yang sekarang seperti lebih mau terbuka dengan berbicara padanya.


“Hei, kau sakit. Lebih baik periksa dirimu ke tabib terdekat atau semuanya akan terlambat," ucap Hao Zhao merasa sedikit khawatir.


“Apa? Sakit? Siapa?" Meng Dali penuh tanda tanya.


“Siapa lagi kalau bukan dirimu? Wajahmu begitu merah, cepat obati atau penyakitmu akan separah Yie," ucap Hao Zhao mengungkapkan apa yang ada dipikirannya.


Meng Dali sempat terdiam sejenak seolah memikirkan sesuatu, setelahnya senyum geli tampak di wajahnya seolah menahan tawa.


“Apa Nona Yie juga menunjukan rona wajah seperti ini ketika sedang bersamamu, Tuan Muda Zhao?" tanya Meng Dali memastikan.

__ADS_1


“Benar, itu pastilah sebuah penyakit. Kau mungkin tertular darinya, jadi jangan hiraukan saran ku untuk menemui tabib sebelumnya." Hao Zhao seraya mengangguk tanpa ragu, seolah semua dugaannya sudahlah pasti benar sebab tidak ada alasan masuk akal lain untuk menjelaskan hal tersebut.


Berbeda dengan harapan Hao Zhao di mana Meng Dali akan panik atau sejenisnya, wanita muda itu malah tertawa cukup keras nampak tidak sanggup menahannya.


“Oh, maaf. Tuan Muda Zhao, apakah tidak keberatan jika aku berjalan bersamamu ke tempat turnamennya digelar?" tanya Meng Dali seraya sesekali menahan tawanya agar tidak sekali lagi keluar.


Hao Zhao sendiri hanya mengangguk saja saat itu, membiarkan saja Meng Dali melakukan apa yang dirinya inginkan selagi tidak terlalu mengganggunya.


“Lagipula kau cukup berguna," gumam Hao Zhao seraya sesekali melirik Meng Dali.


Hao Zhao bersama Meng Dali sendiri akhirnya berjalan bersama ke tempat turnamen tersebut di laksanakan, di mana sebab jarak mereka yang memang sudah begitu dekat sehingga tidak perlu waktu lama hingga keduanya sampai.


“Tuan Muda Zhao, terimakasih sudah bersedia berjalan bersamaku. Aku harap akan ada waktu di masa mendatang kita bisa menghabiskan waktu bersama seperti ini lagi," ucap Meng Dali sebelum berjalan pergi begitu saja tidak sedikitpun menunggu Hao Zhao menanggapinya.


Hao Zhao sendiri awalnya tidak mempermasalahkan hal tersebut hingga sadar apa sekiranya penyebab Meng Dali seperti amat terburu-buru seperti itu.


Pembicaraan orang-orang disekitar memang baru Hao Zhao sadari sudah begitu ramai, di mana kebanyakan mereka membahas rumor terkait dirinya dan Meng Dali yang jelas sama sekali tidak benar.


Hao Zhao sendiri tidak terlalu memusingkan hal tersebut, di mana dirinya juga entah mengapa merasa yakin kalau Meng Dali tampak terburu-buru seperti sebelumnya bukan karena rumor tidak jelas tersebut sebab ada dua hal lain yang menurut Hao Zhao lebih masuk akal.


Yue Yie sudah duduk di kursinya bersama Yang Gao, di mana baru Hao Zhao sadari jika tatapan Yue Yie tidak lepas sedikitpun darinya semenjak kedatangannya bersama Meng Dali.


“Tatapannya seperti seekor predator yang tengah mencoba menerkam mangsa, dia pasti tengah begitu marah," gumam Hao Zhao yang entah mengapa merasa begitu tidak nyaman.


Hao Zhao sendiri sesaat melirik Yue Yie dengan segera menoleh ke arah lain, di mana kali ini merupakan tempat duduk yang dikhususkan untuk pendekar sekte Kecil yang mengikuti turnamennya.


Li Kao sudah ada di sana dengan sorot mata tajamnya, menatapi Hao Zhao begitu lekat tidak sekalipun melepas pandangannya.


“Oh, apa itu tatapan seorang pria yang tengah begitu putus asa sebab gagal mendapatkan pujaan hatinya?" gumam Hao Zhao dengan senyum seringai di wajahnya, di mana bisa dikatakan ini merupakan salah satu alasan utamanya hingga membiarkan saja Meng Dali berjalan bersamanya untuk sampai di sana.


Menuangkan minyak ke dalam api, itulah yang tengah Hao Zhao coba lakukan. Mengingat Li Kao sudah berani menyentuh orangnya di mana Hao Zhao amat membenci ini, maka Hao Zhao tidak sama sekali keberatan meski harus merasa kerepotan jika itu berarti bisa mendatangkan kehancuran sempurna untuk Li Kao.

__ADS_1


__ADS_2