
“Hey, apa yang terjadi? Aku mendengar teriakan Tuan Besar Dalan sebelumnya."
“Benar, adakah dari kalian mengetahui apa yang terjadi pada Tuan Besar Dalan?"
Rombongan penjaga lain baru sampai ketika cukup banyak penjaga sebelumnya tengah berusaha mengintrogasi Hao Zhao, di mana setiap dari mereka yang baru datang begitu dibuat penasaran akan apa yang sebenarnya terjadi hingga Gang Dalan bisa berteriak sebegitu menyedihkannya.
“Kalian mungkin tidak percaya ini, tetapi keadaan Tuan Besar Dalan ...." Salah satu penjaga yang sudah terlebih dahulu sampai, menunjuk kondisi jasad Gang Dalan yang sama sekali tidak pantas untuk dilihat.
Rombongan penjaga yang baru datang segera terkejut, di mana kebanyakan dari mereka mulai merasa mual melihat semua itu.
Darah berceceran di lantai dekat kasur tempat jasad Gang Dalan terbaring, di mana itu merupakan darah dari rembesan kasur tersebut yang seperti tidak ada habisnya terus menetes.
“Siapa yang melakukan ini, belum lagi Kepala Penjaga ...."
Para penjaga yang baru datang sama sekali tidak menyangka akan ada kejadian semacam itu terjadi di sana, belum lagi setelah melihat kepala penjaga memiliki kondisi jasad tidak kalah menyedihkan membuat mereka gentar jika harus berhadapan dengan orang yang melakukan itu semua.
“Bocah ini pelakunya, hanya dirinya yang ada di kamar ini ketika kedatangan kami kemari," ucap salah satu penjaga yang sudah datang terlebih dahulu, menunjuk Hao Zhao yang tengah berdiri diam tidak jauh dari jasad Gang Dalan juga kepala penjaga.
Rombongan penjaga yang baru datang awalnya tidak terlalu menaruh perhatian pada Hao Zhao sebab terlalu fokus pada jasad Gang Dalan juga kepala penjaga, mengetahui jika yang melakukan itu semua merupakan seorang generasi muda tentu mereka setengah tidak percaya.
“Apa kalian yakin? Kepala Penjaga bukanlah pendekar sembarangan, bagaimana mungkin seorang semuda dirinya bisa mengalahkan Kepala Penjaga?" Salah satu dari para penjaga yang baru datang, menanyakan kepastian hal tersebut dari mereka para penjaga yang sudah sampai di sana terlebih dahulu.
“Aku juga tidak percaya, tetapi bisa kau tanyakan pada yang lain terkait fakta bahwa jika memang hanya ada dirinya seorang saja di sini saat kami pertama kali sampai," ucap salah satu penjaga yang sudah lebih dahulu datang, bingung harus menjelaskannya bagaimana pada mereka yang masih menolak percaya.
Hao Zhao yang sudah begitu siap dengan pedang ditangannya hanya bisa memperhatikan saja setiap pembicaraan diantara mereka, merasa cukup terhibur mengetahui setiap dari penjaga tersebut tidak menaruh waspada padanya hanya karena dirinya tampak muda.
“Betapa muda seseorang tidak sama sekali berpengaruh dalam dunia persilatan, lebih baik kalian mulai terapkan pemikiran seperti ini atau menyesal di kemudian hari." Hao Zhao dengan cepat bergerak menerjang setiap penjaga itu.
“Hey, halau dia!"
__ADS_1
“Sial, jangan biarkan dia bertindak seenaknya."
Para penjaga yang awalnya masih dipenuhi keraguan pada akhirnya tetap memilih waspada setelah melihat betapa cepat Hao Zhao bergerak, belum lagi semua yang terjadi setelahnya membuat setiap dari penjaga mulai dapat percaya kalau memang benar Hao Zhao lah orang yang paling mungkin melakukan itu semua.
Setiap penjaga yang ada di sana memang tidak butuh waktu lama dapat Hao Zhao buat begitu tertekan, amat tertekan bahkan sampai tidak sedikit dari mereka harus meregang nyawa karena ayunan pedang Hao Zhao.
Hao Zhao bisa dengan mudah menghabisi satu persatu penjaga di sana jelas ada alasannya, di mana tingkat kekuatan para penjaga tersebut yang amat begitu rendah jika dibandingkan dengan Hao Zhao itulah alasan terbesarnya.
“Mari kita buat cepat saja." Hao Zhao mulai mengalirkan tenaga dalam ke pedangnya, di mana pedang itu dengan segera diselimuti oleh energi bewarna kebiruan yang cukup cerah.
“Dia bisa menggunakan tenaga dalam sebanyak itu? Dia jelas merupakan seorang pendekar tingkat tinggi!"
“Hey, cepat mundur jika tidak ingin mati di bawah ayunan pedangnya!"
Para penjaga yang menyadari tenaga dalam di sekitar mata pedang Hao Zhao, mulai merasa masuk akal kenapa Hao Zhao bisa menghabisi Gang Dalan juga kepala penjaga kediaman Gang.
Memang apa yang Hao Zhao lakukan bukanlah apa yang bisa dilakukan sembarang pendekar, di mana di antara penjaga termasuk kepala penjaga kediaman itu sekalipun, tidak ada satupun dari mereka yang bisa melakukan apa yang Hao Zhao lakukan.
Apa yang Hao Zhao lakukan begitulah tiba-tiba, membuat para penjaga yang mencoba lari tidak kuasa menghindari ayunan pedang Hao Zhao sehingga harus berakhir kehilangan nyawa.
Sekitar belasan penjaga sudah tergeletak di lantai kediaman sesaat Hao Zhao selesai menghabisi satu penjaga terakhir yang ada di sana, di mana bau anyir darah segera tercium lekat memenuhi sekitar kediaman itu.
“Aku benci bau ini," ucap Hao Zhao seraya melangkah keluar dari kediaman tersebut.
“Hey, apa yang kau lakukan penyusup!"
Sebuah suara lantang terdengar, di mana sudah terlihat belasan penjaga lain tepat setelah Hao Zhao menapaki kakinya keluar dari kediaman.
“Oh? Jadi belum selesai?" Hao Zhao seraya menyeringai, di mana kini sudah mengangkat sekali lagi pedangnya untuk bersiap.
__ADS_1
Hao Zhao yang menyadari jika malam sudah semakin larut akhirnya memutuskan untuk segera membereskan semuanya dengan cepat.
“Tarian Pedang Harimau Surgawi," ucap Hao Zhao pelan.
Hao Zhao setelahnya sibuk bermain dengan pedangnya sendiri, di mana para penjaga yang melihat hal itu hanya bisa mengerutkan dahi.
“Hey, apa yang dirinya lakukan?"
“Tidak tau, mungkin berlatih pedang?"
“Berlatih pedang di kediaman milik penguasa kota? Apa dia sudah gila?"
Para penjaga yang memegang tugas menjaga di bagian luar kediaman, di buat begitu penasaran akan apa yang Hao Zhao tengah lakukan.
“Hey, tetapi jika diperhatikan kenapa permainan pedangnya begitu memukau?"
“Kau benar, ini merupakan permainan pedang terindah yang pernah aku saksikan dalam hidupku."
Para penjaga meski awalnya menatap Hao Zhao aneh, berangsur mulai ikut terlarut dengan bagaimana Hao Zhao memainkan pedangnya. Begitu terlarut bahkan hingga sampai tahap setiap dari mereka terpaku.
Cukup lama Hao Zhao memainkan pedangnya, hingga para penjaga secara bersamaan ambruk tanpa alasan yang jelas kehilangan nyawa mereka.
“Jadi, apa itu yang terakhir?" Hao Zhao seraya menaruh pedang di sarungnya.
Pedang Hao Zhao sendiri sesaat kemudian menghilang memasuki cincin Ruang, di mana memang hampir tidak pernah Hao Zhao perlihatkan pedang itu selama dirinya ada di kota tersebut jika tidak ada hal yang harus dilakukan.
Hao Zhao keluar dari gerbang kediaman keluarga Gang seolah tidak ada yang terjadi, berjalan santai menikmati suasana malam kota yang mulai terasa sunyi, semuanya terlihat normal tanpa ada satupun dari penduduk kota mengetahui apa yang terjadi di dalam kediaman milik penguasa kota mereka itu.
“Aku penasaran akan bagaimana para penduduk kota ini bereaksi esok hari," ucap Hao Zhao pelan seraya bersenandung di setiap langkahnya.
__ADS_1
Sedikit merasa lega memang Hao Zhao setelah mengetahui kini hanya harus mengurus para bandit saja setelahnya, di mana Hao Zhao sama sekali tidak berpikir untuk mengambil jeda terlalu lama sebelum melakukan hal itu.
“Apa para bandit langsung aku urus esok hari saja?" Hao Zhao dengan entengnya, jelas merasa begitu puas akan bagaimana kondisi tubuhnya sekarang yang tidak lagi penuh beban seperti saat dirinya menderita luka dalam.