Pendekar Pedang Harimau Surgawi

Pendekar Pedang Harimau Surgawi
Acara Sambutan


__ADS_3

Hao Zhao sudah duduk di bangku yang disiapkan untuknya bersama Yang Gao juga Yue Yie di samping kanan dan kirinya, di mana sempat terjadi pembicaraan sebenarnya sebelumnya antara Yang Gao dengan Meng Kiao walau Hao Zhao tidak terlalu pedulikan sebab kebanyakan dari pembicaraan itu hanyalah basa-basi yang membosankan menurut Hao Zhao.


Di samping itu, Meng Dali juga sebelumnya beberapa kali mencoba berbicara dengannya. Di mana hanya Hao Zhao tanggapi seadanya saja sebab Yue Yie yang terus menerus menatapnya dengan penuh ancaman membuat Hao Zhao tidak nyaman, di mana karena hal ini Meng Dali seperti menyerah sendiri dan tidak lagi mencoba menarik perhatiannya.


“Menyebalkan bukan, Kak Zhao?" tanya Yue Yie.


Hao Zhao segera melirik Yue Yie, mempertanyakan siapa yang Yue Yie maksud menyebalkan dalam ucapannya itu.


“Wanita itu, dia terus saja mencoba dekat denganmu sebelumnya. Untung saja Kak Zhao tidak menaruh perhatian lebih padanya, jika tidak mungkin dirinyalah yang akan duduk di samping Kak Zhao dan bukan aku," lanjut Yue Yie dengan pipinya yang telah mengembung.


Hao Zhao hanya menaikan alisnya, tidak sama sekali paham apa alasan Yue Yie bisa begitu khawatir pada hal yang sepertinya sama sekali tidak mungkin.


“Aku mengenalnya saja bahkan tidak, apa yang membuat dirimu berpikir aku akan lebih memilih duduk disampingnya dibanding kan dirimu?" tanya Hao Zhao.


Yue Yie hanya berdecak kesal mendengar ucapan Hao Zhao sebelum berkata, “Siapa yang tau memangnya kalau-kalau Kak Zhao suka sosok wanita sepertinya, satu hal yang Kak Zhao harus tau adalah aku tidak suka Kak Zhao dekat atau mengenalnya lebih jauh," ucap Yue Yie sebelum membuang wajahnya.


Hao Zhao mendengar itu segera merasa heran, sebelum merasa tergelitik sebab menurutnya bagaimana Yue Yie bertingkah terlihat begitu menggemaskan.


Menaruh telapak tangannya di kepala Yue Yie segera Hao Zhao tepuk pelan kepalanya seraya berkata, “Kalau itu mau mu maka tidak ada alasan untukku menolaknya, kalau hanya harus tidak mengenalnya lebih jauh itu dapat dengan mudah aku lakukan."


Yue Yie segera menoleh sebelum menatap Hao Zhao senang, setelahnya berkata, “Benarkah?"


Hao Zhao segera mengangguk sebagai bentuk jawaban, membuat senyum di balik kain tipis yang menutupi sebagian wajah Yue Yie semakin melebar.


Hao Zhao hanya bisa menghela nafas lega setelah menyadari Yue Yie sepertinya sudah tidak lagi kesal, yang mana artinya bisa merasa sedikit tenang dirinya untuk mengikuti jalanan nya turnamen yang akan segera digelar.


“Nak Zhao, bisa kau dekatkan dirimu padaku sejenak?" tanya Yang Gao tidak lama setelahnya.

__ADS_1


Hao Zhao sempat menaikan alisnya mempertanyakan apa yang Yang Gao ingin lakukan dengan memintanya melakukan hal itu, meski begitu tetap Hao Zhao turuti saja permintaan Yang Gao jelas sadar kalau sepertinya ada hal penting yang Yang Gao ingin lakukan atau sampaikan.


Tidak lama setelah mendekatkan dirinya ke arah Yang Gao, segera Yang Gao bisikan sesuatu pada Hao Zhao membuat Hao Zhao mengerutkan dahi.


“Haruskah?" tanya Hao Zhao, tidak berpikir hal sejenis itu perlu dilakukannya.


“Tentu saja, ini bisa memberikan kesan lebih terkait dirimu ke setiap orang yang ada di sini," ucap Yang Gao seraya mengangguk pelan.


Hao Zhao hanya terdiam setelahnya, apa yang Yang Gao bisikan padanya memang lah masih terkait dengan keinginan Yang Gao membuatnya menjadi sosok generasi muda Lentera Harta yang terkenal serta tersohor.


Meski begitu, apa yang Yang Gao beritahu untuk dirinya lakukan membuat Hao Zhao sedikit merasa tidak nyaman.


“Baik, akan aku lakukan sesuai keinginanmu, Paman Gao," ucap Hao Zhao dengan terpaksa.


“Hehe, itu baru pemilik sebagian Lentera Harta milikku," ucap Yang Gao sebelum berdiri dari kursinya untuk pergi dari sana meninggalkan Hao Zhao juga Yue Yie.


“Kak Zhao ..." Yue Yie menatap Hao Zhao penuh harap, agar Hao Zhao mau memberitahukan padanya isi pembicaraan sebelumnya antara Hao Zhao dengan gurunya.


Hao Zhao hanya balas menatap balik Yue Yie dalam diam sebelum tersenyum kecil, “Tidak perlu tau, kau akan melihatnya sendiri."


Yue Yie segera berdecak kesal mendengar ucapan Hao Zhao, jelas kesal dirinya sebab merasa tersingkir tidak ikut di ajak dalam pembicaraan itu.


Hao Zhao sendiri hanya tertawa pelan saja melihat bagaimana ekspresi Yue Yie terlihat, tidak masalah dirinya Yue Yie menjadi seperti itu sebab jika memberitahunya dirinya akan merasa malu sendiri.


Tidak berapa lama setelah itu seseorang menaiki arena pertarungan yang tidak lain merupakan Meng Kiao, di mana segera di beri sambutan hangat kehadirannya oleh setiap orang yang hadir di sana.


Hao Zhao hanya memperhatikan saja acara sambutan tersebut, tidak berapa lama Meng Kiao memberi sambutan, segera di buat terkejut setiap dari mereka yang datang mendengar ucapan Meng Kiao.

__ADS_1


“Turnamen di kota ini lebih spesial dari apa yang ada di kota lain sebab kami memiliki tamu spesial yang hadir untuk kalian, seseorang yang memberi gebrakan dengan kehadirannya membuat setiap pendekar di kekaisaran ini memiliki sokongan lebih untuk peningkatan kekuatan mereka. Patriak sekte Lentera Harta, Tuan Gao silahkan beri beberapa patah kata Anda untuk setiap peserta juga penonton yang hadir," ucap Meng Kiao mempersilahkan Yang Gao menaiki arena pertarungan.


Yang Gao seolah muncul dari kehampaan di tengah arena pertarungan, auranya begitu kuat membuat setiap dari mereka yang ada di sana bahkan harus menahan napas mereka sebab merasakan tekanan luar biasa dari kehadiran Yang Gao.


“Tuan Gao, bisakah Anda tarik aura Anda? Begitu menekan bagaimana aura Anda terasa membuat ...."


Meng Kiao yang ada paling dekat dengan Yang Gao bahkan tidak bisa melanjutkan perkataannya sebab aura milik Yang Gao, hal itu jelas merupakan bukti nyata terkait seberapa besar tekanan dari aura yang Yang Gao miliki.


Tidak berbeda dengan Meng Kiao setiap dari mereka yang hadir juga merasakan hal serupa, di mana kini bahkan telah kesulitan bernafas setiap dari mereka tidak peduli walau seorang pendekar sekalipun.


“Aku datang bukan untuk melihat sesuatu yang membosankan, sebab itu aku akan menambah daftar hadiah untuk pemenang ... jadi keluarkan seluruh kemampuan yang kalian miliki di turnamen nanti," ucap Yang Gao dengan auranya yang mulai surut sebelum menghilang sepenuhnya.


Setiap dari mereka yang ada di sana baru bisa bernafas lega sebelum bersorak sorai terkhusus para peserta, mereka paham sebesar juga sekaya apa Lentera Harta sehingga amat begitu yakin hadiah dari Yang Gao bukanlah hadiah biasa.


“Jangan terlebih dahulu senang sebab bukan hanya itu saja yang aku siapkan, aku juga membiarkan salah satu murid Utama sekte ku ikut serta yang berarti kalian baru bisa mendapatkan hadiahnya setelah mengalahkannya," ucap Yang Gao tidak lama kemudian membuat sorak sorai segera berganti hening.


Bammm!!!


Hao Zhao mendarat entah dari mana tepat di samping Yang Gao, membuat arena pertarungan mengalami kerusakan cukup besar sebab tidak kuasa menahan mendaratnya kaki Hao Zhao di sana.


“Mengalahkan aku? Aku khawatir tidak seorang pun dari mereka bisa melakukan itu," ucap Hao Zhao dingin, begitu menusuk pendengaran setiap dari mereka yang mendengarnya.


Setiap dari mereka yang hadir segera terpaku, baik itu penonton atau peserta tidak berbeda sebab setiap dari mereka menatap Hao Zhao dengan cara yang begitu sulit dijelaskan.


Mereka terpana menyadari kehadiran Hao Zhao di sana, tetapi bersamaan dengan itu mereka juga merasakan kengerian luar biasa yang tidak bisa mereka gambarkan dengan kata-kata.


Hao Zhao menatap tajam setiap orang di sekitarnya sebelum bergumam pelan, “Apa yang aku lakukan sudah benar, kan?"

__ADS_1


__ADS_2