
Benua Dia Bintang, benua luas yang hampir seluruh daratannya dikuasai oleh kekaisaran Emas Kuno.
Menilik hal ini sudah jelas kalau kekaisaran tersebutlah yang memiliki kekuatan terbesar dan terkesan tidak tertandingi, berbeda dari dua ratus tahun lalu di mana kekaisaran harus membagi kekuasan nya dengan kumpulan sekte bela diri, sekarang semuanya telah berubah.
Kumpulan sekte bela diri sekarang sudah tidak ada, membuat beberapa sekte dari dunia persilatan yang tidak ingin sepenuhnya berada di bawah kendali kaisar membentuk sekutu baru untuk tetap menonjolkan eksistensi mereka.
Empat sekte Besar yang dianggap memiliki kekuatan paling digdaya membentuk sekutu ini, menamai diri mereka sebagai sekte Ternama, keempatnya seolah berhasil memberi garis pembeda dengan sekte Besar pada umumnya.
Dengan kekuatan keempat sekte tersebut yang bergabung, empat sekte Ternama berhasil mengumpulkan lebih banyak sekutu di bawah mereka. Terasa kurang tepat menyebutnya seperti itu, sebab lebih cocok menyebutnya sebagai sekte bawahan karena empat sekte Ternama lah penguasa mutlaknya di dunia persilatan.
Banyak sekte Besar yang secara sukarela ataupun terpaksa tunduk di bawah empat sekte Ternama dari awal pembentukannya, membuat empat sekte Ternama mulai memiliki kekuatan untuk bisa berdiri sejajar dengan kekaisaran Emas Kuno meski tidak sepenuhnya.
Hao Zhao baru menutup buku catatan yang diberikan Yang Gao padanya, dari buku itulah dirinya mengetahui segala hal besar yang telah terjadi tepat setelah dirinya memasuki meditasi panjang hingga baru tersadar tidak berapa lama lalu di masa sekarang.
“Siapa yang mengira setelah menghilangnya aku akan ada kejadian seperti ini, siapa sangka juga kalau ternyata kekaisaran memiliki ambisi menguasai dunia persilatan seperti mereka menguasai dunia orang biasa," gumam Hao Zhao dengan helaan napas panjang
Hao Zhao sesaat kemudian mulai memejamkan matanya terbayang akan sesuatu, terkait apa sekiranya yang akan terjadi kalau-kalau kekaisaran benar bisa berhasil mendapatkan apa yang mereka inginkan.
Kekuasaan mutlak tak terbantahkan, setiap kehidupan di benua Dua Bintang akan berjalan sesuai kehendak sang kaisar.
Terdengar biasa saja? Mungkin, tetapi tidak jika yang memegang posisi kaisar adalah orang yang tidak bertanggung jawab.
Bisa dipastikan akan terasa seperti neraka hidup setiap orang di benua tersebut, semakin menyedihkan lagi sebab fakta kalau tidak ada yang bisa mengeluarkan mereka dari neraka itu jika semua yang Hao Zhao bayangkan benar terjadi.
__ADS_1
“Kekaisaran sudah berhasil menyingkirkan kumpulan sekte bela diri, meski begitu bukan berarti mereka menang terbukti dari empat sekte Ternama yang sekarang muncul menggantikan kumpulan sekte bela diri itu sendiri ... ini membuktikan setinggi apa harga diri seorang pendekar yang sejatinya tidak pernah sudi hidup di bawah kendali orang lain," gumam Hao Zhao.
Hao Zhao sendiri sempat merasa bimbang setelah membaca semua informasi yang Yang Gao berikan, di satu sisi dirinya senang dengan fakta kalau kekaisaran telah gagal memenuhi ambisi mereka tetapi di sisi lain dirinya menyayangkan.
Dengan dua kekuatan besar hidup berdampingan di benua Dua Bintang berarti hampir akan selalu ada gesekan, dari gesekan ini akan menimbulkan percikan api yang setelahnya pasti akan membesar.
“Pada titik itulah perang besar selanjutnya akan pecah persis seperti apa yang terjadi pada zamanku hidup dahulu, pertanyaannya jika dahulu percikan api muncul karena perebutan sumber daya ... di masa sekarang percikan apinya akan berasal dari mana?" Hao Zhao penuh tanda tanya, mencoba menerka berharap bisa mengantisipasi jikalau apa yang ditakutkannya benar datang.
Hao Zhao sempat larut dalam pikirannya sebelum tersadar akan sesuatu, dengan cepat Hao Zhao buka lagi lembaran buku ditangannya untuk membaca isi di dalamnya.
“Daftar informasi empat sekte Ternama, sekte Pedang Petir, sekte Tombak Jiwa, sekte Panah Malam dan sekte Bangau Emas ... kenapa tidak ada satupun dari keempat nama sekte ini yang aku kenali?" Hao Zhao menatap daftar nama itu bingung.
Hao Zhao tentu mengerti kalau keempat sekte itulah yang memiliki kekuatan paling hebat diantara sekte Besar lain di masa sekarang, meski begitu agak tidak masuk akal menurut Hao Zhao melihat sekte-sekte yang saat di zamannya saja belum ada tetapi sudah bisa memiliki kekuatan sebesar itu hingga bisa menggagalkan ambisi
Hao Zhao setelahnya membalik halaman buku ditangannya untuk melihat daftar nama sekte yang menjadi bawahan keempat sekte Ternama, betapa terkejut Hao Zhao menyadari ada cukup banyak dari nama itu ternyata dikenalinya sebagai sekte yang saat zamannya dahulu sudahlah amat begitu tersohor.
“Sekte-sekte ini sekarang menjadi bawahan dari empat sekte Ternama? Betapa tidak masuk akal," gumam Hao Zhao yang setelahnya menyimpan buku di tangannya ke dalam cincin Ruang.
Hao Zhao yang ketika membaca buku tengah duduk bersandar di dahan sebuah pohon akhirnya memutuskan untuk berdiri, ingin melanjutkan perjalanannya setelah merasa istirahatnya sudah cukup sampai di sana.
Hao Zhao memang beberapa minggu terakhir terus berjalan dari satu tempat ke tempat lain seperginya dari kota Dahan Gugur. Di mana meski tujuan utamanya adalah ibu kota kekaisaran, Hao Zhao tidak terlalu memusingkan hal itu lebih memilih menuju tempat lain terlebih dahulu.
“Sekte Pedang Corak, aku akan datang untuk menyapa kalian," gumam Hao Zhao ditengah langkah cepatnya menyusuri rimbunan pepohonan.
__ADS_1
Hao Zhao terus bergerak tanpa henti sampai matahari tidak terasa mulai terbenam digantikan rembulan tanda malam akan datang, menyadari hal ini segera Hao Zhao percepat langkahnya berharap bisa mendapat tempat untuk menginap.
Hao Zhao yang terbiasa bermalam di kamar mewah Lentera Harta memang masih sulit membiasakan diri tidur di alam terbuka, karena hal ini dirinya sedikit merasa tidak nyaman kalau harus sekali lagi tidur beralaskan tanah dan beratapkan dedaunan dari pohon disekitarnya.
“Apa itu sebuah desa?" Hao Zhao yang melihat remang-remang cahaya dari kejauhan mempercepat langkahnya untuk memastikan.
Papan nama dari kayu yang sudah rapuh menyambut Hao Zhao sesampainya di sana, tulisan yang tertera di papan nama itu sudah begitu pudar hingga tidak bisa terbaca lagi isinya.
Hao Zhao tidak terlalu memedulikan hal tersebut segera melangkah untuk memasuki pemukiman kecil yang jelas adalah sebuah desa, setiap rumah penduduk yang ditangkap mata Hao Zhao sudahlah begitu tidak layak huni beberapa bahkan sudah terlihat ingin rubuh.
“Apa ini desa yang ditinggalkan?" Hao Zhao penuh tanda tanya, setelahnya menyebar tenaga dalam ke seisi desa tersebut untuk memeriksa adakah kehidupan di sana.
Hao Zhao mengerutkan dahi tidak lama setelahnya, setiap dari rumah tidak layak huni itu ternyata ada yang memilikinya dan kebanyakan dari mereka tengah ada di dalam rumah.
“Hmm, ini aneh." Hao Zhao yang bersamaan dengan itu menoleh ke arah salah satu jendela rumah yang ada didekatnya.
Tirai jendela awalnya sempat terbuka sedikit sebelum menutup dengan begitu cepat, jelas sadar Hao Zhao kalau pergerakannya tengah diperhatikan oleh penduduk desa tersebut.
“Satu, dua, tiga, empat ...." Hao Zhao menghitung pelan setiap rumah yang pemiliknya tengah menatapinya dari balik jendela, hal itu dilakukan Hao Zhao seraya terus berjalan seolah tidak menyadari apa yang mereka lakukan.
Tidak berapa lama Hao Zhao berjalan, sebuah bangunan dua lantai dengan kayu rapuh yang menjadi pondasinya terlihat di hadapan Hao Zhao.
“Kebetulan sekali, inilah yang aku butuhkan," gumam Hao Zhao sebelum memasuki bangunan yang tidak lain merupakan penginapan tersebut.
__ADS_1