
Sudah sekitar seminggu terlewat dari semenjak pembicaraan terakhir kali antara Hao Zhao dengan Yang Gao, di mana hanya sekitar satu minggu lagi saja sebelum turnamen di kota Dahan Gugur digelar.
Memanfaatkan waktu yang masih cukup banyak, Hao Zhao terus menggunakan waktunya untuk memantapkan tingkat kekuatannya.
Pagi itu Hao Zhao masih terus bermeditasi guna menyerap tenaga dalam, di mana tenaga dalam itu terus Hao Zhao arahkan ke satu arah di sekitar jantungnya.
Sebuah bola kristal kecil ada di sana, di mana kristal tersebut merupakan pusat tempat tenaga dalam seorang pendekar di simpan.
Untuk kristal tersebut sendiri memiliki warna beragam tergantung dari ada di tingkat apa seorang pendekar. Untuk pendekar Pelatihan Tubuh memiliki warna abu-abu, pendekar Pemurnian memiliki warna Biru sementara pendekar Pembentukan Jiwa memiliki warna ungu.
Kristal di tubuh Hao Zhao sendiri masih bewarna keunguan meski telah menjadi pendekar Jiwa, tanda kalau Hao Zhao memang belum menjadi seorang pendekar Jiwa seutuhnya.
Hao Zhao terus mencoba mengarahkan tenaga dalam yang diserapnya ke arah kristal yang lebih di kenal dengan nama Kristal Inti tersebut, di mana semakin lama Hao Zhao melakukan hal tersebut warna Kristal Inti milik Hao Zhao perlahan mulai berubah sedikit demi sedikit.
“Sedikit lagi," gumam Hao Zhao dalam diamnya.
Tidak berapa lama setelah Hao Zhao mengatakan hal itu, warna Kristal Inti milik Hao Zhao mulai berubah menjadi keemasan. Warna keemasan yang baru muncul ini seolah menyingkirkan warna keunguan sebelumnya, sampai tidak terlihat lagi warna keunguan tersebut tanda Hao Zhao telah berhasil menjadi pendekar Jiwa seutuhnya.
Hao Zhao membuka matanya sesaat kemudian, sebelum tersenyum lega akhirnya bisa berhasil melakukan apa yang selama ini terus diusahakannya.
“Jadi ini kekuatan seorang Pendekar Jiwa yang sebenarnya?" Hao Zhao mengepalkan tangannya erat, merasa memiliki lonjakan kekuatan cukup pesat dari tubuhnya bersamaan dengan munculnya Kristal Inti bewarna keemasan tersebut.
“Bukan hanya memperkuat tubuhku, Kristal Inti milik pendekar Jiwa juga meningkatkan tenaga dalam yang bisa tubuhku simpan cukup banyak," ucap Hao Zhao tampak senang.
Tidak berapa lama Hao Zhao meregangkan tubuhnya setelah semalaman bermeditasi, Hao Zhao merasakan ada kehadiran seseorang disekitarnya membuat Hao Zhao waspada.
__ADS_1
“Siapa yang mencoba membuat masalah denganku?" Hao Zhao dengan segera memunculkan pedangnya dari cincin Ruang, menarik pedang tersebut dari sarungnya sebelum Hao Zhao hampiri arah jendela kamarnya yang masih tertutup.
Memang dari arah jendela itulah Hao Zhao merasakan keberadaan seseorang, di mana sudah begitu siap Hao Zhao tusukan pedangnya untuk menghujam jendela kamarnya guna menggapai seseorang yang ada dibaliknya.
Sampai jendela kamar secara tiba-tiba terbuka, sudah terlihat seorang pria ada di sana, bergelantungan dengan memegang celah jendela sebab letak kamar Hao Zhao yang ada cukup tinggi di lantai teratas Lentera Harta.
“Kau cukup gigih sampai rela memanjat ke kamar ini untuk melakukan hal buruk padaku," Hao Zhao dengan pedangnya yang telah begitu dekat untuk menusuk pria itu.
Pria yang tengah bergelantungan di jendela kamar Hao Zhao tampak panik juga terkejut, bagaimana tidak jika tidak jauh dari wajahnya sudah ada ujung pedang yang siap menghujam nya.
“Tidak, Tuan Muda Zhao. Ini aku, Jian San!" seru pria yang tidak lain merupakan Jian San, seorang pendekar Bebas yang dipekerjakan Hao Zhao sebagai pencari informasi untuknya jika ingin namanya lepas dari daftar hitam Lentera Harta.
Hao Zhao mengenali suara Jian San segera menarik mundur pedangnya, sebelum memastikan sendiri takut pria itu berbohong dan kenyataannya memang benar apa yang pria itu katakan.
Jian San melihat hal tersebut dengan segera berdecak kagum, sudah sering melihat hal sejenis saat melaporkan sesuatu pada Hao Zhao tetapi tetap tidak bisa terbiasa dirinya.
“Entah sudah yang ke berapa kali aku melihatnya, tetap memukau melihat bagaimana cincin Ruang digunakan ... Tuan Muda dari Lentera Harta memang berbeda," ucap Jian San penuh kekaguman.
Hao Zhao hanya menatap Jian San dengan wajah datar, sebelum berkata, “Berhenti bicara omong kosong, katakan saja apa yang ingin kau laporkan padaku. Jika tidak ada hal penting seperti setiap laporan darimu belakangan ini ... mungkin aku bisa mengajarimu cara mencari informasi yang benar."
Jian San segera terperanjat mendengar ucapan Hao Zhao, memang dirinya sudah berulang kali memberi laporan tetapi sayangnya laporan dari informasi yang di dapatnya tidak pernah terkait dengan tugas utama Hao Zhao. Sehingga melihat Hao Zhao seperti kesal padanya hanya dirinya bisa coba terima saja rasa kesal itu.
“Tuan Muda Zhao, mencari identitas di balik dua anggota Topeng Besi begitu sulit untuk pendekar Pelatihan Tubuh sepertiku lakukan. Salah sedikit saja nyawaku akan hilang, jadi mohon beri aku sedikit waktu lagi saja," ucap Jian San dengan sorot mata memohon.
Hao Zhao hanya bisa menghela napas mendengar permohonan Jian San, sebelum berkata, “ Baik, aku beri waktu kau sedikit lebih lama lagi untuk dua anggota Topeng Besi itu, tetapi tidak dengan keluarga bangsawan yang telah menjadi penguasa baru kota ini."
__ADS_1
Jian San segera bernapas lega, sebelum berkata, “Untuk informasi terkait keluarga bangsawan yang tidak berapa lama lalu datang, aku sudah punya informasinya. Harap Tuan Muda Zhao sudi mendengarkan ...."
Hao Zhao hanya mendengarkan saja apa yang Jian San sampaikan terkait keluarga bangsawan tersebut, di mana informasi yang disampaikan Jian San ternyata cukup lengkap membuat Hao Zhao sedikit merasa puas.
“Kerja bagus, ini bayaran atas informasi yang baru kau berikan. Hanya perlu mencari tau siapa dua anggota Topeng Besi, maka namamu akan hilang dari daftar hitam Lentera Harta," ucap Hao Zhao, seraya mengeluarkan beberapa sumber daya dari cincin Ruang miliknya.
Jian San segera tersenyum riang menerima sumber daya dari Hao Zhao, mengingat sumber daya yang terakhir kali telah meningkatkan kekuatannya cukup pesat jelas membuat Jian San semakin berharap lebih pada sumber daya kali ini.
“Tuan Muda Zhao, untuk daftar hitam yang melekat di namaku ... aku rela tetap seperti itu asal kau terus memperkerjakan aku sebagai pencari informasi untukmu," ucap Jian San dengan senyum canggung.
“Kau rela seumur hidup tidak dapat membeli sumber daya dengan harga di bawah rata-rata hanya agar bisa bekerja untukku? Sayangnya aku tidak rela memperkerjakan mu seumur hidupku, pergi sana," ucap Hao Zhao seraya menutup jendela kamarnya.
“Ti— tidak, jangan tutup jendelanya terlebih dahulu ...."
Brukkkk!
Suara cukup keras terkait jatuhnya sesuatu terdengar, di mana tentu tidak perlu menebak bagi Hao Zhao untuk mengetahui siapa yang menimbulkan suara itu.
“Mempekerjakan pendekar Pelatihan Tubuh hanya akan membuatku terbebani, meski dirinya tidak mengharapkan bantuan dariku ketika kesulitan pun dengan sikapku ... aku yakin tidak akan bisa diam saja ketika melihatnya ada di posisi itu," gumam Hao Zhao, teringat akan masa lalunya yang dirinya akui cukup bodoh.
Membantu tanpa pandang bulu setiap orang yang berjalan bersamanya, tidak peduli walau nyawanya sendiri dipertaruhkan akan tetap dengan sekuat tenaga coba Hao Zhao bantu.
Terus seperti itu sampai Hao Zhao muak sendiri, hingga pada akhirnya pilihan terbaik untuk Hao Zhao adalah berjalan seorang diri. Membantu ketika ingin, mencoba sekuat tenaga tidak memedulikan ketika dirinya tidak memiliki kemampuan.
“Lentera Harta pun hanya aku anggap sebagai pemasok sumber daya juga harta untukku ... aku harap benar seperti itu," gumam Hao Zhao, berharap dirinya tidak terlalu terlarut dalam sebuah ikatan yang nantinya malah akan merepotkan.
__ADS_1