Pendekar Pedang Harimau Surgawi

Pendekar Pedang Harimau Surgawi
Betapa Bodoh


__ADS_3

“Hei, Bocah. Kau tidak marah bukan?" bisik Li Chen dari balik topeng yang dikenakannya.


“Aku marah, lagipula bagaimana bisa ada orang tidak tau malu yang bukannya berterimakasih malah menyombongkan diri pada orang yang membantunya," timpal Hao Zhao dari balik topeng yang menutupi wajahnya.


“Hei, aku hanya bercanda."


“Aku tau, jadi tutup mulutmu dan jangan buat mereka memandang kita aneh karena adu mulut tidak jelas semacam ini," ucap Hao Zhao dengan decakan kesal.


Hao Zhao juga Li Chen tengah berdiri tegak penuh percaya diri di hadapan Ma Feng juga Bao Yu yang telah mengambil jarak cukup jauh dari keduanya, baik Ma Feng maupun Bao Yu segera bergidik ngeri setelah kehadiran satu pria bertopeng lain ketika menghadapi satu sebelumnya saja tidak bisa mereka lakukan.


“Tetua Feng, harus apa kita?" tanya Bao Yu dengan ekspresi risau, karena memiliki firasat kalau Ma Feng sama sekali bukan tandingan kedua pria bertopeng itu.


“Aku tidak tau, Nona Muda Yu. Belum lagi satu yang baru datang aku duga memiliki kekuatan jauh lebih luar biasa dari pria bertopeng disampingnya," ucap Ma Feng dengan keringat dingin yang mulai membasuh dahinya.


Hao Zhao juga Li Chen jelas segera menyadari keraguan dari ekspresi wajah keduanya, yang mana tentu tidak mereka lepaskan kesempatan ini untuk menaruh lebih banyak ketakutan dalam diri mereka.


“Sudah aku katakan jika alasan kedatangan kalian kemari adalah Bunga Kehidupan, maka pergi. Sementara jika maksud kalian datang adalah karena sekte Pedang Corak, hal itu tidak perlu kalian pikirkan sebab seisi sekte ini telah kami bereskan," ucap Hao Zhao.


Ma Feng mendengar hal itu bukan senang malah semakin memburuk ekspresinya, bagaimana tidak jika tugas yang dilimpahkan padanya adalah memberi sekte Pedang Corak pelajaran dan mengambil Bunga Kehidupannya.


Dengan tindakan juga kehadiran dua pria bertopeng yang sama sekali tidak diduga jelas membuat setiap tugas yang Ma Feng emban tidak ada satupun bisa diselesaikan, paling parah terkait Bunga Kehidupan sebab setiap petinggi Empat Sekte Ternama termasuk patriaknya amat menginginkan sumber daya langka tersebut.


“Tetua Feng, ayo kita pergi saja dari sini," ucap Bao Yu terdengar merengek ketika Ma Feng hanya diam.


Ma Feng mendengar permintaan Bao Yu awalnya ingin setuju, tetapi teringat hukuman yang jelas akan dirinya terima sebab kegagalan misi membuat Ma Feng mengurungkan hal itu.


Entah apa alasan Ma Feng ketika tiba-tiba berjalan mendekati Hao Zhao juga Li Chen, membuat keduanya mengambil ancang-ancang siap menebaskan senjata mereka untuk jaga-jaga kalau Ma Feng memiliki keinginan bertarung.

__ADS_1


“Aku tidak bermaksud bertarung ...."


Ma Feng setelah mengucapkan hal itu segera melemparkan cincin Ruang yang ada di salah satu jemarinya ke hadapan Hao Zhao juga Li Chen, membuat keduanya mengerutkan dahi mempertanyakan apa maksud tindakan Ma Feng tersebut.


“Itu sesuatu yang aku tawarkan untuk bertukar, tolong berikan kami Bunga Kehidupannya maka kalian bisa memiliki cincin Ruang juga setiap harta di dalamnya," ucap Ma Feng.


Hao Zhao juga Li Chen segera melirik satu sama lain sebelum tersenyum di balik topeng mereka, entah bagaimana cara berpikir Ma Feng hingga bisa sebodoh itu dianggap keduanya.


Li Chen tanpa ragu segera mengambil cincin Ruang milik Ma Feng untuk memeriksa isi di dalamnya, tidak lama senyum Li Chen semakin mengembang sebelum membisikan sesuatu pada Hao Zhao, “100 ribu koin emas juga sekian banyak sumber daya merupakan isinya."


Hao Zhao hanya memberi isyarat kalau dirinya puas dengan isi cincin tersebut, seroang tetua tetapi bisa memiliki jumlah kekayaan demikian besar jelas hanya anggota Bangau Emas saja yang bisa melakukannya.


“Ambil," ucap Hao Zhao singkat.


Li Chen segera mengangguk mengerti, setelahnya berkata pada Ma Feng, “Aku terima pemberianmu, sekarang pergilah.'


“A— apa, Pergi? Lalu bagaimana dengan Bunga Kehidupannya?" tanya Ma Deng tampak panik.


“Ta— tapi seluruh keping uang juga sumber daya di dalam cincin itu merupakan harta yang aku kumpulkan seumur hidupku," ucap Ma Feng dengan nada lemas.


“Kau sudah memberikan ini pada kami tetapi malah ingin memintanya kembali? Ambilah kalau begitu langsung dari tanganku!!!" seru Li Chen sebelum aura demikian kuat memenuhi sekitar tubuhnya.


Itu merupakan aura milik pendekar Jiwa tahap Puncak yang bahkan dengan jarak demikian jauh saja tetap membuat sesak, hal ini membuat keberanian Ma Feng yang sebenarnya sudah amat surut menjadi semakin menciut.


“Ka— kami akan pergi, Senior. Mohon maaf atas jika kedatangan kami mengganggu Anda sekalian," ucap Ma Feng cepat tidak ingin terus berada di sana.


Ma Feng baru berbalik untuk mengajak Bao Yu pergi sebelum terkejut melihat kondisi Bao Yu yang tampak sudah tidak baik-baik saja, gadis itu nampak memegangi area dadanya seolah merasa sesak luar biasa.

__ADS_1


“Te— tetua Feng, a— aku tidak bisa bernafas ...."


Bao Yu yang sudah membuka tutup mulutnya berkali-kali berharap bisa mendapatkan udara memasuki paru-parunya.


“Nona Muda Yu, mohon tahan sebentar lagi saja," ucap Ma Feng sebelum meraih lengan Bao Yu untuk membawanya pergi dari sana secepat mungkin.


Hao Zhao juga Li Chen hanya memandangi arah Ma Feng juga Bao Yu pergi ketika tawa keras tiba-tiba terdengar dari mulut Li Chen, seperti merasa begitu puas bisa menggunakan kekuatan penuh miliknya di saat kekuatan itu baru saja kembali ke tubuhnya.


“Lihat itu, Bocah? Seperti itulah bagaimana aura milik pendekar seharusnya," ucap Li Chen dengan tawa renyah penuh kesombongan.


“Oh, aku kagum ... apa kau mau aku bereaksi seperti itu? Mimpi sana," ucap Hao Zhao dengan wajah datar saat melepas topengnya.


“Hei, bisa berhenti membuat aku kesal tidak? Setidaknya hargai maksudku yang mencoba membawa dorongan untukmu agar bisa menjadi sekuat diriku ... oh iya, kembalikan topeng milikku." Li Chen sembari menyodorkan tangannya.


Hao Zhao hanya menyerahkan saja topeng tersebut, sebelum teringat akan suatu hal yang entah mengapa membuatnya jengkel.


“Hei, sejak kapan kau punya topeng semacam ini?" tanya Hao Zhao.


“Sedari lama, kau tau siapa aku kan? Jika aku keluar tanpa menggunakan topeng akan repot untukku sebab banyak orang yang akan mengenali aku." Li Chen sembari menyimpan topeng tersebut ke dalam cincin Ruang miliknya.


“Sedari lama mengapa tidak mengeluarkan topeng itu sedari awal saja, jika seperti itu bukanlah kita tidak perlu berpura-pura menjadi kakak adik untuk menyembunyikan identitas kita? Tunggu ... jangan-jangan kau senang berpura-pura menjadi adikku?" Hao Zhao dengan sorot mata penuh selidik.


“Senang? Dalam mimpimu, aku juga baru ingat topeng ini sekarang. Jika tidak mana sudi aku," ucap Li Chen penuh rasa kesal.


Hao Zhao sendiri pada akhirnya memilih mengalah untuk tidak memperpanjang itu, dirinya lebih penasaran akan kondisi Cang yang memang tengah mengkonsumsi Kristal Spritual milik binatang Spiritual serigala ketika Li Chen mengkonsumsi Bunga Kehidupannya.


“Apakah Cang juga berhasil dengan penyerapannya?" tanya Hao Zhao.

__ADS_1


“Sudah, tetapi tubuhnya masih perlu penyesuaian dengan kekuatan yang baru didapatnya sehingga aku membiarkannya istirahat di bawah."


“Kalau begitu ayo cepat kita bawa dia untuk pergi dari sini, sebelum orang-orang dari Bangau Emas itu kembali dengan membawa lebih banyak orang yang malah akan merepotkan," ucap Hao Zhao sembari menuruni tangga yang mana Li Chen hanya mengekornya.


__ADS_2