Pendekar Pedang Harimau Surgawi

Pendekar Pedang Harimau Surgawi
Kematian Spesial


__ADS_3

“Hei, siapa mereka berdua?" tanya pria bertopeng besi menghampiri pria dengan topeng berwarna keemasan.


“Aku tidak tau, mereka tiba-tiba saja muncul untuk menghalau pedangku," ucap pria dengan topeng bewarna keemasan jelas kesal tidak berhasil menghabisi Hao Zhao.


Tidak lama setelah ucapan keduanya, Tang Pei ikut datang sebab dirinya juga penasaran terkait apa yang baru saja terjadi.


“Saudara Pei, cepat angkat pedangmu," ucap pria dengan topeng bewarna keemasan tepat setelah Tang Pei menghampiri dirinya.


Tang Pei sempat tertegun tidak mengerti, dirinya masih penasaran tetapi tidak diberi kesempatan sedikitpun untuk bertanya sehingga hanya dengan pasrah saja menuruti ucapan tersebut.


“Dua orang yang baru datang bukanlah pendekar biasa, aku tau hal ini sebab diriku tidak bisa membaca tingkat kekuatan keduanya," lanjut pria dengan topeng bewarna keemasan setelahnya.


Baik Tang Pei maupun pria bertopeng besi jelas terkejut mendengar hal itu, bagaimana tidak jika maksud ucapan itu memiliki arti kalau dua orang yang baru datang merupakan sosok yang lebih kuat dari pendekar Jiwa tahap Menengah.


“Apakah hal itu merupakan kebenaran? Jika iya bukankah agak tidak masuk akal tiba-tiba ada sekian banyak pendekar Jiwa yang entah dari mana muncul di kota ini?" pria bertopeng besi sedikit tidak percaya, mengingat pendekar Jiwa seharusnya bukanlah sosok yang bisa ditemui dengan mudah.


“Bicara apa kau? Aku pendekar Jiwa tahap Menengah, apa kau meragukan ucapan ku?" Pria dengan topeng bewarna keemasan pada pria bertopeng besi.


Pria bertopeng besi sempat tersentak mendengar hal itu, sebelum pada akhirnya hanya bisa membungkuk meminta maaf sebab lupa kalau rekannya memiliki posisi lebih tinggi darinya di kelompok Topeng Besi.


“Hanya dengarkan ucapan dan setiap perintah dariku, jangan asal bergerak kalau kalian ingin selamat dari sini," ucap pria dengan topeng bewarna keemasan mewanti-wanti, sadar kalau situasi pertarungannya sudah sama sekali berbeda sebab kedatangan dua orang entah siapa itu.


Hao Zhao sudah sedari lama berdiri tegak tidak jauh dari ketiganya, ditemani dua orang yang baru datang di masing-masing kanan dan kirinya Hao Zhao berkata, “Mohon bantuannya, aku ingin ketiganya lenyap dari dunia ini sekarang juga."


Tepat setelah ucapan Hao Zhao kedua orang itu tiba-tiba bergerak dengan kecepatannya yang luar biasa, menghampiri tempat Tang Pei juga dua anggota Topeng Besi berada untuk memenuhi permintaan Hao Zhao pada mereka.


“A—apa-apaan ...."


Pria dengan topeng bewarna keemasan baru menyadari pergerakan ketiganya saat pedang salah satu dari mereka telah menebas tubuhnya, membuat segalanya tampak begitu terlambat untuknya yang segera jatuh tidak berapa lama kemudian menghembuskan napas terakhirnya.

__ADS_1


“Apa yang terjadi?"


“Sial, pasti dua orang itu yang melakukan hal ini."


Berbeda dengan pria bertopeng keemasan yang baru saja jatuh kehilangan nyawa, baik Tang Pei maupun pria bertopeng besi tidak menyadari sama sekali pergerakan dua orang yang datang untuk berada di pihak Hao Zhao.


Di mana baru Tang Pei juga pria bertopeng besi sadari hal itu sebab jatuhnya kawan mereka, yang mana hal ini jelas terlambat sebab kedua orang yang baru saja menyerang kini sudah siap kembali melakukan hal serupa pada Tang Pei juga pria bertopeng besi.


Jleb!!!


Satu pedang menusuk tepat di jantung pria bertopeng besi, membuat darah segera mengalir dari sana membuatnya jatuh dalam keadaan hampir serupa dengan pemakai topeng lainnya.


“Sialan, aku harus pergi dari sini!!!" Tang Pei yang tidak lama setelahnya mencoba mengambil langkah untuk pergi dari sana, tidak ingin memiliki nasib malang serupa dengan dua anggota Topeng Besi yang bekerja sama dengannya.


Hao Zhao menyadari pergerakan Tang Pei dengan segera tertawa kecil sebelum memutuskan mengambil langkah, di mana dengan mudah bisa segera dirinya hadang jalan Tang Pei untuk bisa berhasil kabur dari sana.


“Minggir kau, Sialan!!!" seru Tang Pei seraya mengayunkan pedangnya mencoba membuat Hao Zhao menyingkir.


Ctankkk!!!


Pedang milik Tang Pei terlepas dari genggamannya sebab kerasnya benturan antara dua bilah pedang tersebut, membuat Tang Pei jatuh dalam posisi berlutut tidak lama kemudian menyadari kalau tidak ada cara untuknya bisa lolos dari sana.


“Tu— tuan muda, tolong ampuni aku!!!" seru Tang Pei dengan sorot mata penuh memohon, sadar kalau hanya rasa kasihan dari Hao Zhao lah satu-satunya hal yang bisa menyelamatkan nyawanya.


Hao Zhao hanya menatap Tang Pei yang tengah berlutut di hadapannya dalam diam membuat Tang Pei terus melanjutkan permohonan ampun nya berpikir Hao Zhao termakan rasa iba sebab apa yang dilakukannya.


“Tuan Muda, ini kebodohan ku berani terlibat masalah denganmu. Aku mohon ampuni aku," ucap Tang Pei yang bahkan mulai membenturkan kepalanya ke tanah sebagai bukti keseriusan ucapannya.


Hao Zhao hanya menatapi Tang Pei lekat sebelum berkata, “Aku sudah menyinggung keseluruhan sekte Pedang Corak mu, jika aku melepas mu apakah kau akan membantuku meredam masalah itu?"

__ADS_1


Tang Pei sempat tersentak mendengar ucapan Hao Zhao sebelum mengangguk cepat seraya berkata, “A— aku akan membantumu Tuan Muda, bisa aku pastikan setelah ini tidak akan ada lagi orang dari sekte ku yang berani kurang ajar bersinggungan denganmu."


Hao Zhao mendengar ucapan Tang Pei sempat tersenyum kecil, menatap Tang Pei sejenak sebelum mengalihkan pandangannya.


“Kalau begitu pergilah," ucap Hao Zhao.


“A— apa? Te— terimakasih Tuan Muda, aku tidak akan melupakan kebaikanmu ini," ucap Tang Pei yang tidak lama setelah itu segera mengambil langkah untuk pergi dari sana takut Hao Zhao berubah pikiran.


Hao Zhao masih dengan senyum di wajahnya hanya mengangguk membiarkan Tang Pei pergi, yang mana hal itu tentu terasa aneh untuk dua orang pendekar Lentera Harta yang datang membantu Hao Zhao.


“Saudara Zhao, apakah tidak apa membiarkannya pergi seperti ini?"


“Bukankah sebelumnya Saudara Zhao berkata ingin menghabisi ketiganya? Mengapa malah membiarkan salah satu darinya pergi?"


Kedua pendekar dari Lentera Harta yang baru menghampiri Hao Zhao sebelum menanyakan itu semua.


Hao Zhao mendengar pertanyaan keduanya hanya tertawa kecil sebelum berkata, “Siapa yang membiarkan dirinya pergi memangnya?"


Kedua pendekar dari Lentera Harta sempat menatap Hao Zhao penuh tanda tanya, yang mana tidak lama setelahnya suara teriakan penuh penderitaan segera terdengar tidak jauh dari arah kepergian Tang Pei.


Kedua pendekar dari Lentera Harta tepat setelah mendengar suara itu dengan segera menoleh ke arah Hao Zhao, di mana kali ini bagaimana cara menatap keduanya sudah sepenuhnya berbeda dari sebelumnya.


“Kepalsuan nya ketika memohon menyebalkan, kematian biasa saja tidaklah layak untuknya sehingga aku memberi kematian spesial padanya," ucap Hao Zhao dengan wajahnya yang telah berubah kembali tanpa ekspresi.


Kedua pendekar dari Lentera Harta hanya mengangguk tanda mengerti, tugas keduanya hanya melindungi Hao Zhao sehingga tidak memiliki keberanian untuk bertanya lebih jauh.


Hao Zhao sendiri tidak terlalu memedulikan bagaimana keduanya menganggap dirinya hanya berjalan santai saja menghampiri dua jasad anggota Topeng Besi yang telah terbujur kaku.


Di mana ada suatu hal yang ingin Hao Zhao pastikan dari salah satu kedua jasad itu, yang mana hal ini cenderung baru untuk Hao Zhao sehingga membuat dirinya cukup penasaran.

__ADS_1


“Pria dengan topeng bewarna keemasan, dirinya adalah seorang pendekar Jiwa. Dari apa yang aku dengar pendekar Jiwa seharusnya tidak akan mati walau tubuhnya sudah tidak bernyawa sekalipun, pertanyaannya adalah bagaimana cara pendekar Jiwa melakukan itu?" gumam Hao Zhao dengan sorot mata lekat menatap jasad pria dengan topeng bewarna keemasan.


__ADS_2