Pendekar Pedang Harimau Surgawi

Pendekar Pedang Harimau Surgawi
Menyingkir


__ADS_3

Sekitar pagi hari kala itu ketika setiap penduduk kota mengetahui kabar terkait ditemukannya sekian banyak jasad di kediaman penguasa kota, hal itu tentu mengejutkan untuk mereka terlebih setelah apa yang telah terjadi hari kemarin pada penguasa kota mereka.


“Apakah hilang kesadarannya tuan besar Dalan kemarin ada kaitannya dengan kejadian mengerikan ini?"


“Bisa jadi, mungkin dirinya menyinggung orang yang tidak seharusnya dirinya singgung? Kita semua tau betapa arogan dirinya, sehingga ada kejadian mengenaskan seperti ini menimpanya ...."


Setiap penduduk kota di tengah aktivitas keseharian mereka, terus membicarakan terkait kondisi Gang Dalan juga para penjaga kediamannya yang seluruhnya telah tewas tidak bernyawa.


“Aku merasa buruk untuk ini, tetapi entah mengapa aku juga merasa lega di saat yang bersamaan."


“Kau benar, meski tidak pantas untuk mengatakannya tetapi aku senang kota Dahan Gugur tidak lagi memiliki pemimpin sepertinya."


Pembicaraan lain diantara penduduk kota, di mana kebanyakan dari mereka bukan menyayangkan melainkan merasa senang kali ini tidak perlu lagi risau akan sikap seenaknya sendiri penguasa kota mereka.


Setiap apa yang Gang Dalan lakukan tentu begitu membekas di dalam diri penduduk kota, tidak sedikit bahkan dari mereka yang sudah merasakan sendiri kehilangan anggota keluarga sebab keputusan tidak masuk akal Gang Dalan yang tidak segan mengambil nyawa hanya karena hal kecil seperti tidak sengaja menyinggungnya.


“Betapa menyedihkan ketika orang-orang bukan meratapi melainkan senang akan kematianmu, tetapi memang seperti inilah apa yang pantas kau dapatkan," gumam Hao Zhao ketika tengah menyusuri jalanan kota di pagi hari itu.


Semua pembicaraan disekitar Hao Zhao memang dapat Hao Zhao dengar cukup jelas, membuat Hao Zhao ikut merasa senang bisa melihat penduduk kota kini tidak perlu lagi risau akan keberadaan Gang Dalan.


“Hey, apa yang kau lakukan? Menyingkir!"


Suara terdengar tidak jauh dari belakang Hao Zhao, di mana itu merupakan para penunggang kuda yang nampak tengah mengawal sebuah kereta kuda mewah di belakangnya.


“Para prajurit kekaisaran?" Hao Zhao melihat lambang bendera yang ada di kereta kudanya, mulai bertanya-tanya apakah kabar terkait Gang Dalan sudah sampai ke telinga kaisar hingga mengirim para prajuritnya ke sana.

__ADS_1


Gang Dalan merupakan seorang bangsawan yang di tugaskan langsung oleh kaisar untuk mengurus kota itu, sehingga hilangnya nyawa Gang Dalan hampir pasti mengusik kaisar itu sendiri sehingga normal untuk sang kaisar cepat mengambil tindakan seperti itu.


“Apa mereka ingin melakukan penyelidikan?" Hao Zhao yang tidak merasa risau sama sekali tindakannya akan diketahui, sehingga memilih menghiraukan hal tersebut lebih peduli akan bagaimana dirinya bisa menyelesaikan masalah bandit yang terus saja membebani pikirannya akhir-akhir ini.


Hao Zhao mulai bergerak cepat untuk keluar dari kota, di mana tidak butuh waktu lama hingga Hao Zhao sampai cukup jauh dari kota Dahan Gugur berniat mencari markas utama bandit yang menjadi tujuan awalnya datang ke sana.


“Sekarang, di mana tempatnya?" Hao Zhao mencoba mengingat informasi dari bandit yang sempat diinterogasinya.


Ingatan Hao Zhao begitu bagus sehingga tidak butuh banyak waktu sampai Hao Zhao bisa kembali ingat hal itu, mengikuti petunjuk dari setiap informasi tersebut segera sampai Hao Zhao di tempat yang dimaksud.


Tempat markas bandit memang tidak ada terlalu jauh dari kota Dahan Gugur sesuai dengan apa yang Hao Zhao dengar, di mana segera Hao Zhao sebar tenaga dalamnya ke arah markas tersebut untuk mengetahui sekiranya ada berapa banyak jumlah bandit di sana.


“Ada ratusan bandit di sini, meski kekuatan setiap dari mereka tidaklah seberapa, tetap akan merepotkan untukku kalau harus seorang diri menghabisi mereka." Hao Zhao dengan gelengan kepala pelan, memilih mengurungkan terlebih dahulu niatnya meratakan markas tersebut.


Hao Zhao pada akhirnya memutuskan untuk terlebih dahulu kembali ke kota, ingin memulihkan tenaga dalamnya sebagai bentuk persiapan sebelum meratakan tempat tinggal para bandit itu.


“Apa aku akan dipersulit lagi kali ini?" Hao Zhao ketika sudah sampai di depan gerbang kota, jelas teringat akan pengalaman buruknya ketika pertama kali sampai di sana.


Hao Zhao sendiri tentu kali ini mengantri dengan sebenar-benarnya, tidak ingin ada hal serupa terjadi seperti kejadian terakhir kali ketika dirinya ingin memasuki kota tersebut.


Penjaga kota tengah memeriksa setiap dari mereka yang ingin masuk, di mana Hao Zhao mengenali penjaga kota itu sebagai penjaga yang sama dengan yang terakhir kali memeriksanya.


Menunggu tidak terlalu lama akhirnya giliran Hao Zhao untuk diperiksa, Hao Zhao sudah menyiapkan beberapa keping perak di tangannya berpikir menyerahkan hingga sekantung seperti terakhir kali merupakan sebuah pemborosan kalau hanya untuk dapat memasuki kota.


“Oh Tuan Muda, apa Anda baru saja keluar untuk mencari udara segar?" Penjaga Kota menyambut Hao Zhao dengan senyum lebar.

__ADS_1


“Berhenti bicara omong kosong, terima ini dan biarkan aku masuk." Hao Zhao yang memang masih belum memiliki kartu identitas, sehingga menduga dirinya tidak akan diperbolehkan masuk seperti terakhir kali.


“Oh, apa? Tidak, aku tidak perlu ini Tuan Muda. Silahkan masuk saja jika Anda ingin, tidak perlu ada pemeriksaan khusus untuk Anda." Penjaga kota masih dengan senyumnya, bahkan mempersilahkan Hao Zhao lewat dengan kedua tangannya.


Hao Zhao melihat itu dengan segera mengerutkan dahi, mempertanyakan apa penyebab penjaga kota korup itu hingga rela menolak pemberian uangnya.


“Apa ada sesuatu yang terjadi hingga kau memperlakukanku secara berlebihan seperti ini?" Hao Zhao dengan kesan tidak terlalu peduli.


“Tentu saja ada, Tuan Muda. Ini semua karena koin-koin aneh pemberianmu terakhir kali yang membuat aku bisa makan enak setiap hari." Penjaga kota teringat akan satu kantung berisi koin pemberian Hao Zhao.


Hao Zhao mendengar itu dengan segera mengerutkan dahi, ingat pernah memberikan sekantung koin pada penjaga itu tetapi isi dari kantung itu merupakan keping perak sehingga nilainya pastilah bukan alasan penjaga kota terus tersenyum seperti sekarang.


“Oh, mungkin Anda sendiri tidak tau Tuan Muda. Kalau tumpukan keping perak yang kau berikan ternyata memiliki nilai tukar yang begitu tinggi, aku menukar seluruhnya dan tebak apa? Aku mendapat beberapa keping emas ini." Penjaga kota dengan bangga memainkan sekitar tiga keping emas di antara jemarinya.


Hao Zhao mendengar hal tersebut dengan segera merasa menyesal, tidak pernah berpikir apa yang dilakukannya bisa memberi kemakmuran untuk penjaga kota korup itu.


“Bagus untukmu, kalau begitu menyingkir. Aku ingin masuk." Hao Zhao yang malas meladeni penjaga kota lebih lama.


“Silahkan Tuan Muda, tetapi apa kau masih punya jenis keping perak aneh terakhir kali?" Penjaga kota menatap Hao Zhao penuh harap.


“Kau ingin memintanya lagi?" Hao Zhao menatap penjaga kota lekat, siap kapan saja menghabisi penjaga itu jika masih mencoba serakah.


“Tidak, jika kau punya sekantung seperti terakhir kali ... biar aku tukar dengan satu keping emas ini." Penjaga kota dengan wajah cerah.


Bammm!!!

__ADS_1


“Menyingkir." Hao Zhao dengan kepalan tangan yang baru saja diayunkan, berjalan meninggalkan penjaga kota yang telah terlempar begitu jauh dari tempatnya berdiri sebab pukulan Hao Zhao.


__ADS_2