Pendekar Pedang Harimau Surgawi

Pendekar Pedang Harimau Surgawi
Tebasan Corak Pemusnah


__ADS_3

Slashhh!!!


“Apa-apaan?!!" Jung Pin dengan ekspresi buruk di wajahnya.


Entah sudah tebasan ke berapa yang kini bersarang di tubuhnya, bukan hanya pedang tetapi juga belati yang menyayat tubuhnya secara bergantian.


“Haha, apa dia gila masih memiliki keinginan melawan di tengah situasinya yang sudah tanpa harapan?" Li Chen ketika tebasan belati nya berhasil meninggalkan luka cukup dalam di tubuh Jung Pin.


Jung Pin hanya mendengus kesal mendengar hal tersebut, tidak sana sekali memiliki waktu untuk menanggapi sebab sabetan bilah pedang kini seperti tanpa jeda tengah mencoba menggapainya.


“Jika dilihat dari ayunannya, ini mengincar pundak ku ...."


Slashhh!!!


Jung Pin sudah mencoba menghindar saat pedang itu diayunkan, siapa sangka kalau pada detik terakhir arah ayunan tersebut berubah membuat apa yang dilakukannya menjadi percuma.


Bagian pinggang dari tubuhnya kini yang harus menerima luka dari kegagalannya mengantisipasi serangan tersebut, membuat Jung Pin frustasi sebab ini sudah yang kesekian kali terjadi padanya saat menghadapi Hao Zhao juga Li Chen sekaligus.


Jung Pin benci mengakui ini tetapi memang beginilah adanya, yang mana Jung Pin merasa seperti dicemooh oleh Li Chen juga Hao Zhao yang selalu berhasil mematahkan semua yang pernah dipelajari dalam pengalaman bertarungnya.


“Menyedihkan, kali ini aku setuju denganmu. Dirinya jelas tidak sama sekali bisa melawan, kenapa masih memaksakan diri seperti ini? Merepotkan saja," ucap Hao Zhao yang memang baru ambil bagian meninggalkan luka di tubuh Jung Pin.


Jung Pin mencoba menahan kendali emosinya agar tidak kacau, diremehkan separah itu oleh generasi muda memang melukai harga dirinya tetapi bertarung dengan emosi juga bukan hal yang pantas untuk pendekar setingkat nya lakukan.


“Aku harus mencari cara lain, pengalaman bertarung ku tidak ada gunanya dihadapan mereka," gumam Jung Pin.


Jung Pin baru ingin memikirkan cara saat rasa sakit akibat luka yang tertoreh kembali terasa, kali ini bukan dari belati maupun pedang yang menjadi senjata utama masing-masing Li Chen juga Hao Zhao melainkan hal lain.


“Ngrawww!!!'

__ADS_1


Jung Pin amat saat terkejut ketika di antara kakinya telah ada kucing dengan bulu bewarna hitam lebat, dirinya sempat lupa akan keberadaan kucing tersebut sehingga tidak sama sekali mewaspadai serangannya.


Setiap dari cakar Cang berhasil menggores dalam area kaki Jung Pin, membuat darah banyak keluar dari sana sehingga menimbulkan efek sulit bergerak yang Jung Pin harus terima.


“Tidak, jika terus seperti ini maka aku akan benar-benar tamat," gumam Jung Pin sembari melangkah mundur mencoba membuat jarak.


Meski harus dengan terpincang, hal tersebut berhasil Jung Pei lakukan yang mana Hao Zhao, Li Chen juga Cang seperti membiarkannya begitu saja tidak sama sekali mencoba menghambatnya.


“Hei, tidakkah kau lelah dengan semua ini?" tanya Hao Zhao.


Jarak antara Jung Pin dengan Hao Zhao kini telah melebar membuat ayunan pedang tidak akan bisa menggapai antara satu sama sehingga Jung Pei bisa tenang.


“Apa maksudmu?" tanya Jung Pin dengan sorot mata tajam.


Hao Zhao hanya melirik Li Chen untuk melanjutkan ucapannya, seolah mengerti segera Li Chen lakukan hal tersebut.


Jung Pin mendengar hal tersebut sontak naik pitam, dari sekian banyak ungkapan omong kosong yang terus keluar dari mulut Li Chen inilah yang terparah membuat Jung Pin tidak bisa lagi diam saja.


“Bocah!!! Kau yang memaksaku hingga ke posisi ini!!!" seru Jung Pin.


Setelah ucapannya disekitar tubuh Jung Pin tiba-tiba dipenuhi oleh energi, tenaga dalam dari dalam tubuh Jung Pin terus menerus mengalir keluar dan pada akhirnya mengarah ke satu tempat yaitu pedang di tangannya.


Hao Zhao hanya menaikan alisnya melihat hal tersebut, tidak terlalu terkejut kalau-kalau apa yang siap dilancarkan Jung Pin akan berbahaya sebab memang seperti itulah seharusnya.


“Jadi ini tindakan terakhir seorang patriak sekte Pedang Corak saat harapan hidupnya terancam?" Hao Zhao dengan wajah datar seolah tidak terlalu peduli.


Hampir dari seluruh lawan yang pernah Hao Zhao hadapi pasti memiliki jurus atau senjata terakhir yang mereka sembunyikan dengan jaminan hidup setelah menggunakannya, ini bukan yang pertama kali membuat Hao Zhao menanggapinya dengan biasa saja.


Dibanding apakah ini akan berbahaya, Hao Zhao lebih penasaran dengan jurus macam apa yang Jung Pin akan keluarkan hingga bisa begitu percaya nyawanya akan selamat berkat itu.

__ADS_1


“Hei, kemungkinan dia akan menggunakan Tebasan Corak Pemusnah," ucap Li Chen mencoba membagi informasi yang diketahuinya pada Hao Zhao.


“Tebasan Corak Pemusnah? Namanya cukup mendominasi, tetapi apakah jurusnya memang sebaik namanya?" tanya Hao Zhao agak tidak mau berharap lebih sebab sekte Pedang Corak hanyalah sekte Menengah yang pasti jurusnya juga tidak akan seberapa.


“Dari apa yang aku tau ...."


Li Chen menjelaskannya secara singkat pada Hao Zhao terkait jurus tersebut dan ini cukup membuat Hao Zhao semakin tertarik menantikan digunakannya jurus itu.


Tebasan Corak Pemusnah, jurus rahasia yang hanya boleh dipelajari oleh patriak sekte Pedang Corak. Sesuai namanya jurus ini menargetkan lebih dari satu orang sebagai target, yang mana jurus ini diciptakan sebagai langkah terakhir kalau-kalau sekte Pedang Corak tengah dalam bahaya menerima serangan dari sekte atau kelompok lain.


“Wah, sepertinya kau menganggap kami setinggi itu. Jurus yang harusnya kau gunakan ketika ada ratusan atau ribuan orang menyerang kini kau gunakan pada kami, jujur kami merasa tersanjung mengetahuinya," ucap Hao Zhao pada Jung Pin dengan senyum sinis.


Jung Pin hanya bungkam sembari terus mencoba mengumpulkan tenaga dalam sebanyak mungkin ke pedangnya, hal ini dilakukan sebab tidak ingin konsentrasinya pecah yang malah akan berbahaya.


Memang jurus yang digunakan Jung Pin benar-benar akan menjadi penentu hidupnya, yang mana untuk menggunakan jurus tersebut Jung Pin harus rela mengalirkan seluruh tenaga dalam yang dimilikinya untuk serangan tersebut.


“Sekarang seluruh tenaga dalam ku sudah ada di pedang ini, tiba waktunya menyingkirkan dua Bocah juga kucing tidak jelas itu dari dunia ini," gumam Jung Pin sembari mengangkat tinggi pedangnya.


Hao Zhao yang menyadari Jung Pin bisa melancarkan serangannya kapan saja segera melirik Li Chen juga Cang, kucing dan pemiliknya itu nampak santai seolah ini bukanlah hal besar sehingga Hao Zhao tanpa sadar melakukan hal serupa.


“Tebasan Corak Pemusnah, aku penasaran akan seberbahaya juga sekuat apa jurus ini sebab namanya sudah begitu terkenal dan kerap kali aku dengar. Kau tidak takut kan, bocah?" tanya Li Chen pada Hao Zhao.


“Bicara apa? Kalau jurus yang dirinya gunakan benar berbahaya sekalipun, kau lah yang akan terluka paling parah jika melihat tingkat kekuatanmu," jawab Hao Zhao.


“Sialan," umpat Li Chen merasa kesal.


Jung Pin hanya bisa mengerutkan dahi saat menyadari Li Chen juga Hao Zhao tengah asik berbincang, mendengar perbincangan mereka membahas dan terkesan meremehkan dirinya membuat Jung Pin tidak menunggu lebih lama lagi untuk melancarkan serangannya.


“Mati kalian!!!" seru Jung Pin dengan pedangnya yang telah diayunkan.

__ADS_1


__ADS_2