Pendekar Pedang Harimau Surgawi

Pendekar Pedang Harimau Surgawi
Keterkejutan Yang Gao


__ADS_3

Hao Zhao bersama Yang Gao telah ada di ruangan milik Yue Yie untuk membicarakan sesuatu, Yue Yie sendiri hanya sejenak mengantar keduanya ke sana sebelum kembali keluar untuk mengambilkan minuman. Sehingga hanya tersisa Hao Zhao juga Yang Gao saja kini yang ada di sana.


“Nak, entah hanya perasaanku saja atau apa ... tetapi kau nampak telah bertambah jauh lebih kuat dari terakhir kali," ucap Yang Gao memecah keheningan yang sempat terjadi dengan wajah sumringah.


Hao Zhao hanya mengangguk pelan mendengar ucapan berisi pujian tersebut, mengerti itu hanya basa-basi sebab Yang Gao jelas bisa melihat tingkat kekuatannya secara menyeluruh dan bukan hanya sekedar perasaannya saja.


Berbeda dengan Hao Zhao yang meski sudah menjadi pendekar Jiwa, tetap tidak bisa melihat tingkat kekuatan Yang Gao di mana itu berarti Yang Gao masihlah jauh lebih kuat darinya.


“Untuk Paman Gao yang mungkin sudah menjadi pendekar Jiwa tahap Puncak, aku pikir tingkat kekuatanku yang sekarang bukanlah apa-apa jika dibandingkan denganmu," ucap Hao Zhao, jelas merasa tidak terlalu senang mendapat pujian dari Yang Gao.


Pendekar Jiwa memang adalah yang tertinggi di dunia persilatan, tetapi perbedaan tahap juga bukan sesuatu yang bisa seorang pendekar hiraukan. Hal inilah yang membuat Hao Zhao merasa tidak terima, menerima pujian dari pendekar yang jelas lebih junior dibandingkan dirinya tetapi memiliki kekuatan di atasnya.


“Tahap Awal dari pendekar Jiwa yang aku capai, aku bisa pastikan akan segera berlalu dan akan sesegera mungkin ada di tingkat yang setara denganmu ... atau mungkin lebih kuat? Siapa yang tau," ucap Hao Zhao melanjutkan, mencoba memberi garis pada Yang Gao agar tidak terlalu memandang rendah dirinya dengan menyandingkannya setara dengan kebanyakan generasi muda.


Hao Zhao tentu paham apa sekiranya yang membuat Yang Gao terlihat begitu senang melihatnya bertambah kuat, tidak lain dan tidak bukan pastilah karena itu berarti Hao Zhao semakin membuat jarak dengan kebanyakan generasi muda dari sekte ternama.

__ADS_1


Di mana tentu Hao Zhao tidak senang akan hal tersebut, karena Hao Zhao memang tidak pernah sekalipun menganggap para pendekar muda jenius sebagai kompetisinya, sebab Hao Zhao lebih suka menjadikan pendekar setara Yang Gao sebagai takaran untuknya.


Yang Gao jelas terkejut setelah mendengar ucapan Hao Zhao. Dirinya mengerti Hao Zhao bukan pendekar muda biasa, tetapi tetap saja tidak bisa percaya dirinya akan mendengar hal sejenis itu keluar dari mulut seorang generasi muda seperti Hao Zhao.


“Seorang pemuda sepertimu telah menggapai tingkat kekuatan yang banyak pendekar terdahulu mu tidak bisa gapai, tetapi nampaknya kau sama sekali tidak puas akan hal itu. Entah harus mengatakan apa aku terkait hal ini," ucap Yang Gao seraya menggeleng pelan, sama sekali tidak bisa menebak jalan pikiran Hao Zhao.


Jujur saja Yang Gao sempat terperangah setelah membaca tingkat kekuatan Hao Zhao yang sekarang, tidak pernah sekali pun dirinya berpikir akan ada saat di mana seorang generasi muda bisa mencapai sesuatu yang jelas sampai sekarang masih dianggap mustahil.


Umur Hao Zhao di tebak Yang Gao pastilah masih ada di awal dua puluhan, tetapi sudah memiliki kekuatan setara dengan kebanyakan pendekar hebat jelas merupakan sesuatu yang begitu luar biasa di mata Yang Gao.


“Nak, apa kau tau kalau aku baru bisa mendapat tingkat kekuatanku yang sekarang setelah berlatih berpuluh-puluh tahun? Aku katakan padamu juga kalau aku baru menyentuh tingkat pendekar Jiwa di umurku yang ke-lima puluh tahun ... sementara dirimu? Kau bahkan mungkin belum sampai dua puluhan tahun pertengahan tetapi sudah sekuat ini ... jangan terlalu keras pada dirimu sendiri," ucap Yang Gao, setelah melihat sorot mata penuh kepercayaan diri yang Hao Zhao perlihatkan ketika mengatakan akan bisa dengan segera melampauinya.


“Nak, saran dariku. Kau sebaiknya tidak terlalu terburu-buru menaikan tingkat kekuatanmu, entah apa alasanmu sampai bisa memiliki tekad sebesar ini untuk bertambah kuat... menstabilkan tingkat kekuatanmu tetap perlu jika kau tidak ingin mengalami hambatan kedepannya." Yang Gao mencoba memberi pemahaman pada Hao Zhao yang dianggapnya masihlah begitu baru di dunia persilatan.


Hao Zhao mendengar nasihat Yang Gao segera tersenyum geli, tidak pernah berpikir dirinya akan mendapat nasihat dari seorang pendekar yang jelas jauh lebih junior darinya.

__ADS_1


Hao Zhao tentu paham apa yang coba Yang Gao sampaikan, di mana hal yang sama tengah berusaha Hao Zhao terus lakukan belakangan ini. Sehingga nasihat Yang Gao amat bisa dikatakan sama sekali tidak Hao Zhao perlukan.


“Aku terima nasihat baik Paman Gao, tetapi tidak perlu mengkhawatirkan jalanku sebagai seorang pendekar sebab aku punya jalanku sendiri. Jadi saran aku untuk Paman Gao adalah, lihat saja bagaimana aku tumbuh dan terlihat semakin berkilau di matamu. Lagipula memang hal ini bukan yang membuat Paman Gao sama sekali tidak ragu membiarkan Yue Yie menerima tawaranku saat itu ...."


“Untuk membiarkan dunia persilatan tau, jika Lentera Harta punya seorang generasi muda dengan kekuatan di atas seluruh generasi muda lainnya," ucap Hao Zhao melanjutkan, tidak ingin menyembunyikan fakta kalau dirinya bukan orang yang sama sekali dapat diam-diam dimanfaatkan.


Yang Gao sempat membisu setelah mendengar ucapan Hao Zhao, tampak tidak sama sekali menyangka betapa Hao Zhao akan seberani itu dan tanpa ragu berani mengungkapkan apa yang ada di pikirannya. Di mana hal ini, segera semakin membuat Yang Gao tertarik akan sosok pemuda di hadapannya.


“Hahaha, betapa terkejut aku mengetahui ada seorang generasi muda seberani dirimu ketika berbicara denganku." Yang Gao dengan tawa renyah, teringat hampir seluruh generasi muda di Lentera Harta yang selalu saja hanya terdiam jika dirinya ajak bicara karena takut menyinggung perasaannya.


Di bandingkan dengan mereka, jelas Hao Zhao sama sekali berbeda. Bahkan memiliki kesan seperti tidak peduli sama sekali kalau-kalau kata-katanya membuat Yang Gao marah, membuat sosok Hao Zhao menjadi semakin bernilai di mata Yang Gao.


“Nak, biar aku berkata jujur padamu. Aku sama sekali tidak menyesal membagi Lentera Harta milikku sebagian untukmu, kau pantas mendapatkannya ... bahkan mungkin jauh lebih dari hanya sebagian Lentera Harta di masa depan jika melihat dari perkembangan kekuatanmu ini," ucap Yang Gao, seraya menepuk beberapa kali bahu Hao Zhao.


“Membagi? Aku membelinya, jangan menyalah arti tawaranku saat itu," ucap Hao Zhao, dengan senyum menyeringai seraya menjatuhkan tubuhnya di sandaran sofa.

__ADS_1


Yang Gao sempat tersentak mendengar Hao Zhao berani sekali lagi menyanggah ucapannya, walau pada akhirnya hanya dapat tersenyum kecil sebagai bentuk tanggapannya.


“Berbicara dengan tipe pendekar seperti pria tua ini memang selalu menyenangkan," gumam Hao Zhao pelan, sudah sedari awal mencoba mengamati perangai Yang Gao dan Hao Zhao cukup puas dengan hasilnya.


__ADS_2