
Hao Zhao baru memasuki kamar penginapan yang yang ada di lantai dua, begitu sunyi suasananya sebab hanya ada Hao Zhao seorang di lantai tersebut.
Kasur kusam juga meja serta bangku yang sudah begitu usang, semua itu yang menyambut Hao Zhao sesaat setelah memasuki kamar.
Nyiitttt
Bunyi nyaring terdengar sesaat Hao Zhao duduk di kasurnya, begitu jelas kalau sepertinya penyanggah kasur tersebut bisa ambruk kapan saja.
“Peduli apa? Setidaknya aku masih bisa beristirahat di tempat yang nyaman," gumam Hao Zhao, merasa semua itu tidak sama sekali buruk jika dibandingkan dengan tidur di alam terbuka.
Hao Zhao baru membaringkan tubuhnya sebelum teringat informasi yang disampaikan nenek pemilik penginapan sebelumnya.
Desa tempatnya singgah sekarang, dahulu hanyalah desa biasa yang penduduknya hidup tenang serta nyaman. Hingga suatu saat ada hal mengganggu terjadi di desa tersebut.
Hewan ternak penduduk seminggu sekali hampir pasti ada saja yang menghilang, hal ini tentu membuat penduduk desa geram sehingga mereka mencari dalang dari menghilangnya banyak ternak mereka.
Penduduk desa awalnya menduga semua itu karena hewan liar, membuat mereka mulai menyiapkan jebakan untuk menangkap hewan tersebut dan berhasil mereka lakukan.
Itu terjadi pada suatu malam beberapa tahun lalu, hewan liar yang memang benar merupakan dalangnya berhasil mereka kepung setelah memberinya umpan.
Berbeda dengan dugaan penduduk desa yang mengira hewannya adalah harimau atau sejenisnya, yang mereka berhasil jebak saat itu ternyata hanya seekor kucing kecil dengan bulu hitam pekat bak kegelapan malam.
Kedua bola mata kucing itu memiliki warna emas yang begitu cerah, menganggap kucing itu tidaklah normal akhirnya penduduk desa memutuskan untuk melenyapkan kucing tersebut saat itu juga.
__ADS_1
Betapa mengejutkan ketika kucing itu bisa melawan kepungan penduduk desa yang kebanyakan adalah pria dewasa, dengan alat pertanian di tangan mereka penduduk desa tidak bisa melawan dan harus pasrah melihat kucing tersebut pergi dari kepungan mereka.
Penduduk desa yang ikut dalam pengepungan kebanyakan mendapat luka tidak bisa hilang di tubuh mereka, beberapa bahkan harus mengalami kecacatan sehingga penduduk desa menjadi trauma.
Kucing yang menjadi dalang dari semua hal itu sendiri seolah tidak kapok tetap terus datang untuk memangsa hewan ternak penduduk desa setiap malam hari dengan jangka waktu satu kali seminggu, membuat warga desa yang merasa keberatan akhirnya mencoba meminta bantuan ke seorang pendekar bahkan kekaisaran untuk melenyapkan kucing itu.
Setiap pendekar yang bersedia membantu desa tersebut semuanya harus kehilangan nyawa dengan tubuh mereka yang lenyap hilang entah kemana, membuat dugaan kalau mereka di santap oleh kucing yang menjadi incaran mereka menyebar ke telinga warga desa bahkan desa-desa lain disekitarnya.
Tidak berbeda dengan nasib para pendekar, mereka prajurit yang di kirim kekaisaran juga mengalami hal serupa. Membuat penduduk desa menyerah dan mencoba berlapang dada dengan hilangnya hewan ternak mereka.
Seolah belum cukup hanya dengan kerugian hewan ternak sebab semua yang terjadi, desa tersebut juga menjadi sepi pendatang karena kabar yang menyebar terkait kucing pemakan manusia, membuat perekonomian desa itu menjadi buruk karena hanya bisa mengharapkan hasil ladang yang tidak seberapa saja sebab tanah di sana tidaklah begitu subur.
Karena semua hal itu berakhirlah desa tempat Hao Zhao singgah menjadi seperti sekarang, waspada kepada orang luar karena hampir tidak ada yang pernah datang juga kekurangan bahan pangan sebab hasil ladang mereka yang terbatas.
“Kucing pemakan manusia? Mana ada hal seperti itu, yang mereka maksud jelas merupakan kucing Mata Emas," gumam Hao Zhao mengenali gambaran kucing yang dibeberkan padanya.
Kucing Mata Emas adalah binatang spiritual. Di mana itu merupakan binatang yang entah bagaimana bisa menyerap tenaga dalam ke tubuh mereka layaknya seorang pendekar, menilik hal ini jelas saja penduduk desa tidak akan bisa melumpuhkan kucing Mata Emas karena mereka hanya manusia biasa.
Belum lagi fakta kalau kucing Mata Emas bukanlah binatang spiritual biasa, menjadi semakin masuk akal menurut Hao Zhao mengapa pendekar hingga bahkan prajurit kekaisaran harus meregang nyawa karena berusaha memburunya.
“Binatang spiritual di bagi menjadi beberapa jenis yang digolongkan sesuai dengan usia mereka, satu sampai belasan tahun setara dengan pendekar Pelatihan Tubuh, dua puluh sampai lima puluh tahun setara dengan pendekar Pemurnian, lima puluh sampai seratus tahun setara dengan pendekar Pembentukan Jiwa. Itu yang aku ketahui hingga sekarang," gumam Hao Zhao seraya mencoba menerka memiliki usia berapa tahun kucing Mata Emas yang mengganggu desa tersebut.
Bisa mengalahkan prajurit kekaisaran yang kebanyakan adalah pendekar Pemurnian membuat Hao Zhao mengambil kesimpulan kalau kucing Mata Emas pasti memiliki usia lima puluh tahun ke atas, dengan kekuatannya yang sekarang jelas Hao Zhao percaya diri bisa melumpuhkannya membuat Hao Zhao bersemangat.
__ADS_1
“Kucing Mata Emas memiliki penglihatan yang bisa mengetahui keberadaan harta berharga sekian jauh jaraknya. Jika aku bisa menjinakkannya ... ini keuntungan besar untukku," gumam Hao Zhao.
Hao Zhao memang sedikit tidak menduga akan menemukan binatang spiritual selangka kucing Mata Emas di desa tersebut, mengingat kucing Mata Emas bayi di zamannya dahulu saja memiliki harga fantastis.
Entah akan setinggi apa harga kucing Mata Emas dengan umur 50 tahun ke atas di desa tersebut, bahkan mungkin jika Hao Zhao menjualnya bisa dirinya miliki penuh sekte Lentera Harta menggunakan uang hasil penjualannya.
“Tidak, kucing Mata Emas terlalu berharga untuk diperjualbelikan," gumam Hao Zhao yang jelas mengetahui kalau kucing Mata Emas juga bisa menemukan sumber daya langka, yang tentu akan amat membantu perkembangan kekuatannya.
Hao Zhao yang entah sudah sedari kapan tiba-tiba menggebu segera kehilangan minatnya untuk beristirahat, bangkit dari kasurnya segera dirinya buka jendela kamarnya untuk melihat suasana sekitar desa.
Sepi, sunyi juga hening, semua itu Hao Zhao rasakan begitu lekatnya dari bagaimana sekitar desa terlihat.
“Kucing nakal itu benar-benar sudah berhasil membuat desa malang ini menderita, huh?" Hao Zhao dengan senyum kecil di wajahnya.
Hao Zhao masih asik memandangi sekitar desa dari jendela kamarnya ketika menyadari ada lesatan cepat bayangan hitam dari salah satu atap bangunan, kecepatan geraknya tidak main-main bahkan menurut Hao Zhao gerak bayangan itu jauh lebih unggul dibandingkan pendekar Pembentukan Jiwa.
Hao Zhao yang penasaran segera menyebar tenaga dalamnya untuk menggapai bayangan hitam yang terus bergerak cepat tersebut, terperanjat Hao Zhao sesaat merasakan tenaga dalam besar dari bayangan hitam tersebut.
"Jangan bilang ...."
Hao Zhao yang tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan segera melompat keluar melalui jendela kamarnya untuk mengejar bayangan hitam tersebut, memang bayangan hitam yang baru saja lewat dirinya duga sebagai kucing Mata Emas sebab tenaga dalam besar dari bayangan tersebut.
“Tenaga dalam yang baru aku rasakan sudah melampaui pendekar Pembentukan Jiwa, apa mungkin binatang spiritual bisa memiliki kekuatan setara pendekar Jiwa?" gumam Hao Zhao di tengah langkah cepatnya untuk menangkap bayangan hitam tersebut.
__ADS_1