
Beberapa hari setelah kedatangan Hao Zhao ke kota Pusat Pedang, penjagaan di gerbang untuk memasuki kotanya sudah tampak mengalami peningkatan yang jauh lebih signifikan.
Hal ini didasari oleh informasi terkait tumbangnya tiga patriak sekte bawahan yang telah tersebar, membuat sekte Pedang Corak memerintahkan penjagaan tersebut sebab tidak ingin ada pihak yang memanfaatkan situasi buruk pihak mereka.
Sekte Pedang Corak dan tiga sekte bawahannya memanglah pilar yang menyokong kekuasaan mereka atas kota Pusat Pedang, kini tiga ujung pilarnya tiba-tiba menghilang jelas menggiurkan terkhusus bagi mereka pihak yang tidak memiliki keterikatan dengan Empat Sekte Ternama.
“Tetua, apa memang penjagaan di kota Pusat Pedang selalu seperti ini?"
Seorang gadis muda dengan gaun mewah serta elegannya tengah melangkah bersama pria empat puluhan tahun, menghiraukan antrian untuk memasuki kota Pusat Pedang yang tengah membludak sebab pengetatan penjagaan.
“Tidak, Nona Muda. Seharusnya tengah ada yang terjadi hingga sekte Pedang Corak meningkatkan penjagaan mereka seperti ini," ucap pria empat puluhan tahun yang mendampingi gadis muda tersebut.
Keduanya terus berjalan hingga akhirnya dihentikan oleh salah satu pendekar yang berjaga. Keduanya sadar kalau sorot mata tidak senang banyak ditujukan pada mereka oleh mereka yang mengantri, meski begitu keduanya tidak peduli.
“Kalian lihat ini dan segera menyingkir dari pandangan kami," ucap pria empat puluhan tahun seraya menunjukan sebuah lencana dari balik jubahnya.
Lencana mewah yang terlihat mencolok segera diperiksa oleh salah satu berjaga, tidak berapa lama sampai ekspresi penjaga tersebut berubah tegang sebab lencana itu.
“Sekte Bangau Emas, Tetua Ma Feng?" gumam salah satu penjaga setelah membaca apa yang tertulis di lencana milik pria empat puluhan tahun.
“Aku tengah menemani Nona Mudaku menempuh petualangan pertamanya, kami kemari untuk singgah jadi jangan membuang waktu kami lebih banyak lagi," ucap pria dengan nama Ma Feng tersebut.
Mendengar sebutan nona muda keluar dari mulut Ma Feng penjaga tersebut sontak menoleh pada gadis muda disampingnya, setelahnya teringat akan seseorang sesaat menyadari kecantikan dari gadis muda tersebut.
“Tetua Feng, Nona Muda Yu. Maaf membuang waktu kalian, silahkan masuk dan mohon jangan terlalu menaruh dendam pada sikap kurang ajar ku," ucap penjaga tersebut.
Ma Feng hanya mendengus kesal di samping gadis muda bernama Bao Yu yang hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan penjaga tersebut.
“Hiraukan dia Nona Muda, sikap kurang ajarnya biar aku yang urus dengan membicarakannya pada patriak sekte Pedang Corak." Ma Feng yang kembali melanjutkan langkahnya bersama Bao Yu di sisinya.
__ADS_1
Penjaga itu sendiri sempat tercekat mendengar hal tersebut, sampai Ma Feng juga Bao Yu sudah melangkah jauh barulah pembicaraan pecah antara penjaga tersebut tersebut dengan penjaga lain yang sedari tadi hanya diam menolak ikut campur.
“Sial, aku sudah menduga hal ini sedari awal melihat apa yang mereka kenakan."
“Kau sudah menduganya kenapa diam saja? Jika kau mengatakannya maka aku tidak perlu menghentikan keduanya yang malah mengantarku ke kematian, Sialan."
“Sudahlah, lagipula yang menyuruh kita memperketat penjagaan adalah sekte Pedang Corak sendiri. Mereka pasti akan mengerti, jadi aku harap yang terbaik untukmu."
***
Sudah menjelang malam hari saat Hao Zhao tengah berdiri di depan salah satu bangunan megah, dirinya sudah sempat bertemu Li Chen yang berhasil masuk tetapi harus kembali berpisah sebab ada hal yang Li Chen harus lakukan.
Karena hal tersebut itulah Hao Zhao akhirnya memutuskan untuk berkeliling selama beberapa hari terakhir sampai akhirnya bisa sampai di depan bangunan megah di hadapannya.
“Bangau Emas, seharusnya tempat ini sama dengan apa yang pernah paman Gao sampaikan informasinya," gumam Hao Zhao.
Mengedepankan bisnis dibanding bela diri, karakteristik sekte ini begitu serupa dengan Lentera Harta membuat kedua pihak secara otomatis menjadi saingan.
Berbeda dengan Lentera Harta, Bangau Emas sudah ada sejak sekitar seratus tahun lalu membuat keberadaan mereka jauh lebih berpengaruh dibanding Lentera Harta.
Meski begitu, beberapa tahun terakhir Lentera Harta berhasil membuat Bangau Emas merasa kesulitan sebab harga murah dengan apa yang diperdagangkan memiliki kualitas hampir serupa yang menjadi keunggulan Lentera Harta.
Hao Zhao baru memasuki bangunan Bangau Emas sebelum disambut oleh sekian banyak sumber daya dilantai pertamanya, ada yang ingin Hao Zhao cari memang di sana mengingat Lentera Harta yang tidak berhasil membangun cabangnya di kota Pusat Pedang.
“Membeli sesuatu dari saingan tidak dianggap sebagai pengkhianat bukan?" gumam Hao Zhao seraya melihat-lihat apa yang Bangau Emas perdagangkan.
Senjata hingga sumber daya yang seluruhnya merupakan kebutuhan pendekar, tidak ada perbedaan memang baik itu Bangau Emas maupun Lentera Harta.
Hingga Hao Zhao yang memang telah hapal betul apa yang Lentera Harta jajakan di lantai bangunan pertamanya, bisa merasakan kemiripan serupa dengan isi lantai satu Bangau Emas yang tengah didatanginya.
__ADS_1
“Ada perbedaan, kualitas yang Bangau Emas jual ada sedikit di bawah Lentera Harta. Belum lagi, harga yang mereka patok untuk itu tidak main-main mahalnya," gumam Hao Zhao.
Mulai paham saat itu Hao Zhao mengapa Lentera Harta bisa melejit sedemikian pesatnya meski terhitung baru, yang mana jika terus seperti ini maka bukan tidak mungkin Lentera Harta bisa akan benar-benar memonopoli pasar sumber daya pendekar di kekaisaran Emas Kuno sepenuhnya.
“Satu-satunya keunggulan Bangau Emas hanyalah bisa membuka cabang di kota yang Lentera Harta tidak bisa, jika hal ini tidak pernah ada maka mereka pasti sudah gulung tikar sejak lama," gumam Hao Zhao.
Sebagai salah satu bagian dari Empat Sekte Ternama, tentu Bangau Emas memiliki keistimewaan mengatur sesuka hati izin di kota yang menjadi milik sekte bawahan mereka. Kota Pusat Pedang hanya contoh kecil yang terus menerus menolak kehadiran Lentera Harta, yang mana tentu saja ada sekian banyak kota lain melakukan hal serupa.
“Jika Sekte Pedang Corak menghilang bukankah itu sama saja membantu perkembangan Lentera Harta?" Hao Zhao dengan senyum kecil di wajahnya.
Hao Zhao masih asik dengan pikirannya sendiri ketika salah satu pelayan menghampirinya, dengan ekspresi penuh rasa bersalah pelayan tersebut menyapa Hao Zhao.
“Tuan Muda, apa ada hal yang membuatmu tidak puas terkait Bangau Emas kami?"
Hao Zhao hanya mengerutkan dahi, mulai sadar jika sepertinya pelayan tersebut menaruh perhatian penuh padanya sejak pertama kali masuk ke sana.
“Tidak, aku hanya merasa setiap sumber daya di sini memiliki harga tidak bersahabat jika dibandingkan dengan apa yang Lentera Harta tawarkan," ucap Hao Zhao.
Ekspresi pelayan Bangau Emas seketika berubah menjadi tidak enak di pandang, setelahnya berkata, “ Oh, jadi Anda adalah pendekar Bebas? Maaf saja, tetapi Bangau Emas kami memang bukan untuk pendekar sekelas Anda."
Hao Zhao hanya menatap pelayan tersebut tanpa ekspresi, dirinya hanya mengatakan apa yang sejujurnya sesaat melihat harga yang terpampang, tiba-tiba menerima perkataan yang tidak mengenakan jelas terganggu.
“Apa yang salah dengan pendekar Bebas? Aku yakin setiap orang yang pernah ke Lentera Harta pasti akan merasakan hal serupa jika datang ke sini," ucap Hao Zhao mencoba tidak terpancing.
“Benarkah? Tetapi kebanyakan pelanggan di sini tidak seperti apa yang kau katakan, kau tau apa alasannya? Itu karena mereka tau mana yang berkualitas dan mana yang tidak. Setiap dari yang dijual Lentera Harta jelas adalah sampah, bagaimana bisa kau bandingkan dengan apa yang Bangau Emas jual?"
Sebuah perkataan tiba-tiba terdengar, bukan dari pelayan melainkan orang lain yang entah siapa tidak Hao Zhao kenali.
“Oh, benarkah?" Hao Zhao dengan sorot mata dingin, menatap seorang gadis muda belasan tahun dengan gaun mewah juga elegan yang dikenakannya.
__ADS_1