Pendekar Pedang Harimau Surgawi

Pendekar Pedang Harimau Surgawi
Bergeraknya Hao Zhao Juga Li Chen


__ADS_3

Malam harinya, suasana tegang seolah tanpa alasan memenuhi seluruh kota Pusat Pedang. Kota yang biasanya selalu ramai bahkan saat malam kini cenderung sepi, sebab kabar tidak mengenakan terdengar dari sisi Bangau Emas yang secara terang-terangan mengecam tindakan kurang ajar sekte Pedang Corak.


Apa yang sekte Pedang Corak lakukan dianggap menentang Empat Sekte Ternama secara langsung, membuat sekte Bangau Emas mulai mengadakan pembicaraan dengan tiga sekte lain yang menjadi bagian Empat Sekte Ternama.


Mendengar hal itu jelas penduduk kota mengetahui jika kekacauan besar akan segera terjadi tidak berapa lama lagi di kota itu, mereka mungkin bukan targetnya tetapi berjaga-jaga lebih baik daripada menyesal membuat kebanyakan dari mereka lebih memilih terus ada di dalam rumah.


Di tengah perseteruan kedua belah pihak antara Empat Sekte Ternama dengan sekte Pedang Corak, ada pihak lain yang kebanyakan orang tidak ketahui sebagai dalang dari semua hal tersebut.


“Jika kita bergerak sekarang bukankah orang-orang akan menganggapnya sebagai tindakan dari Empat Sekte Ternama?" tanya Hao Zhao, sudah berdiri di atas tembok menjulang tinggi yang mengelilingi sekte Pedang Corak.


“Tepat, tetapi sebelum itu ... bisakah kau membantuku naik juga?!!" tanya Li Chen yang ada di bawah sisi luar tembok.


Tembok yang mengitari seisi sekte Pedang Corak memang jauh lebih tinggi dari tembok yang melindungi kota, dengan kekuatan Li Chen yang sekarang tidak bisa dirinya melompat untuk sampai di atas tembok apalagi melewatinya.


“Dengan tubuh bocah mu itu memang apa yang bisa kau lakukan? Bahkan Cang saja bisa melakukannya, kau harusnya malu pada dirimu sendiri," ucap Hao Zhao yang baru saja mendarat turun menghampiri Li Chen.


“Berisik, kau!!! cepat bantu saja aku, ehhh ...."


Li Chen segera merasakan tubuhnya berputar sesaat Hao Zhao meraih tangannya, tidak perlu waktu lama sampai dirinya merasa tengah terbang seolah habis dilempar oleh Hao Zhao.


Brukkk!!!


Tubuh Li Chen segera menghantam tanah di sisi tembok satunya, itu sudah masuk wilayah sekte Pedang Corak membuktikan bantuan Hao Zhao berhasil.


“Kenapa aku merasa seperti habis dilempar?" Li Chen yang masih terbaring di tanah menatap bintang-bintang malam.


“Bukan sepertinya, tetapi memang benar habis aku lempar," ucap Hao Zhao yang baru mendarat mulus setelah melompat menyusul Li Chen.


“Meong?" Cang yang ada di dekapan Hao Zhao dengan segera melompat untuk menghampiri Li Chen yang sepertinya tidak baik-baik saja.


Li Chen hanya bangkit tanpa sepatah kata dari posisinya, meraih belati kecil di pinggangnya, segera dirinya ayunkan ke arah Hao Zhao belati tersebut.


“Sialan kau, bocah kurang ajar. Apa kau bahkan tau kalau aku mungkin lebih tua dari kakek mu? Berani sekali kau melempar ku?!!" Li Chen dengan penuh geram.

__ADS_1


Hao Zhao hanya tersenyum sinis sebelum bergumam, “Aku lebih tua darimu asal kau tau."


“Apa?" tanya Li Chen tidak berhasil mendengar gumaman Hao Zhao.


“Lupakan, lebih baik kita bergerak sekarang sebelum bunga kehidupanmu hilang."


“Sial, kau benar. Mereka pasti tengah terburu-buru ingin mengkonsumsi Bunga Kehidupanku sesaat mendengar sekte Bangau Emas mengetahui tindakan mereka," ucap Li Chen tampak khawatir.


Hao Zhao, Li Chen juga Cang sendiri dengan segera melesat ke arah pusat sekte Pedang Corak. Di sanalah Hao Zhao juga Li Chen merasakan keberadaan Bunga Kehidupan yang memang telah mereka tandai dengan tenaga dalam.


“Ada gejolak energi dari Bunga Kehidupannya, proses penyerapan seharusnya sudah ingin mereka lakukan," ucap Hao Zhao.


“Sialan, berani sekali kau memakan apa yang bukan seharusnya untukmu!!!" seru Li Chen sebelum menambah kecepatan geraknya ke arah Bunga Kehidupan berada.


Hao Zhao hanya membiarkan Li Chen pergi ke arah Bunga Kehidupan sementara dirinya mulai bergerak ke arah lain untuk berpisah, memang sudah membagi tugas dirinya juga Li Chen sebelum datang ke sana.


“Aku urus yang ingin menyerap bunga kehidupan sementara kau mengurus para pengganggunya, kau ingat?!!" tanya Li Chen dengan nada tinggi sebab sudah cukup jauh jaraknya dengan Hao Zhao.


“Sial, patriak sekte Menengah memangnya bisa apa di hadapanku?!!"


Hao Zhao mendengar hal tersebut hanya tersenyum kecil sebelum berkata, “Di hadapan Cang maksudmu?!!"


“Diam, kau!!!" seru Li Chen sebelum menghilang dari hadapan Hao Zhao.


Hao Zhao hanya tertawa mendengar hal tersebut, entah mengapa melihat Li Chen marah cukup menghiburnya sebab rupa bocah yang Li Chen miliki.


“Bocah satu ini benar-benar pemarah," gumam Hao Zhao dengan senyum geli merasa tergelitik.


Hao Zhao sendiri sesaat setelahnya hanya menyusuri jalan yang dirinya lalui saja, menuju tempat yang sama dengan yang Li Chen tuju tetapi dari arah lain, ada yang Hao Zhao ingin lakukan dengan melakukan hal itu.


“Ada orang," gumam Hao Zhao sebelum menghentikan langkahnya.


Tidak jauh di depan Hao Zhao tengah ada gerombolan orang dengan jubah murid sekte Pedang Corak, mereka tampak tengah berdiskusi untuk membagi tugas membuat Hao Zhao sedikit tertarik.

__ADS_1


“Ingat kata tetua, habisi siapapun yang mencurigakan di wilayah sekte bahkan walau orang biasa sekalipun, bukan tidak mungkin itu merupakan bagian dari Empat Sekte Ternama yang tengah menyamar."


“Tetapi bukankah pintu masuk sekte sudah ditutup pagi tadi? Bagaimana bisa ada orang biasa yang masuk jika sudah seperti ini?"


“Kau benar, tetapi bagaimana dengan para pesuruh sekte yang kebanyakan orang biasa? Mereka juga harus kita curigai karena bukan tidak mungkin mereka adalah musuh yang menyamar, pokoknya habisi mereka jika saat kalian berjaga mereka masih berkeliaran, apa kalian mengerti?!!"


“Baik, kami mengerti!!!"


Hao Zhao beberapa kali menaikan alis mendengar semua itu, agak tidak masuk akal menurutnya melihat bagaimana pengambilan tindakan sekte Pedang Corak bekerja.


“Menghabisi pekerja sekte hanya karena takut mereka adalah musuh yang menyamar? Kenapa tidak dipastikan terlebih dahulu baru melakukan itu? ... cara berpikir orang-orang sekte ini benar-benar sudah tidak tertolong," gumam Hao Zhao yang sesaat setelahnya bergerak menghampiri gerombolan orang tersebut.


Baru beberapa murid itu ingin menyebar untuk melakukan apa yang baru mereka bicarakan, Hao Zhao sudah terlebih dahulu muncul dihadapan mereka membuat mereka bertanya-tanya.


“Hei, siapa kau?" tanya salah satu dari mereka.


“Aku? Orang lewat yang kebetulan tidak suka pada kalian ... tidak, lebih tepatnya pada sekte ini," ucap Hao Zhao dengan senyum di wajahnya.


Setiap anggota sekte pedang corak yang ada di hadapan Hao Zhao sempat terdiam, walau tidak lama sebab setelahnya tawa terbahak keluar dari mulut mereka.


“Hahaha, apa dia gila?"


“Sial, betapa lucu leluconnya."


Hao Zhao masih menunjukan wajah tersenyum bahkan setelah semua tertawaan itu, mereka anggota sekte Pedang Corak tidak sadar jika Hao Zhao tengah mengalirkan cukup banyak tenaga dalam ke pedangnya.


“Senang ucapan ku membuat kalian terhibur, jika sudah seperti ini maka matilah," ucap Hao Zhao seraya mengayunkan pedangnya.


Wushhh!!!


Lesatan tenaga dalam segera dengan cepat membelah dua setiap anggota sekte Pedang Corak itu, mereka kehilangan nyawa tanpa tau apa yang membunuh mereka sebab betapa cepatnya semua hal tersebut terjadi.


“Haha, lucu, kan?" gumam Hao Zhao pada setiap jasad tanpa nyawa di hadapannya.

__ADS_1


__ADS_2