
Hao Zhao juga pria dengan topeng bewarna keemasan sudah begitu dekat antara satu sama lain, di mana masing-masing dari keduanya juga sudah mengayunkan pedang mereka seolah sudah siap menghabisi lawan mereka.
“Sekarang," gumam Hao Zhao seraya mengaliri pedangnya dengan tenaga dalam.
Ctankkk!!!
Benturan keras antara dua bilah pedang terdengar, wajah Hao Zhao terkejut sebab ternyata lawannya melakukan hal yang sama dengannya membuat daya ledak tenaga dalam yang saling berbenturan muncul.
Hao Zhao harus melangkah mundur cukup jauh sebab ledakan itu, di mana lawannya tanpa diduga juga melakukan hal yang sama tanda beradunya tenaga dalam yang sempat terjadi juga tidak bisa ditahan oleh tubuh pria itu.
“Mata Harimau Surgawi," gumam Hao Zhao sebelum kilauan cahaya kebiruan muncul di sekitar matanya.
Hao Zhao segera mengarahkan pandangannya pada pria dengan topeng bewarna keemasan ingin memastikan sesuatu, di mana segera terlihat jelas tingkat kekuatan pria itu yang merupakan pendekar Jiwa tahap Menengah.
“Kekuatannya ada satu tahap lebih tinggi dariku, melihatnya hanya bisa membuat imbang ayunan pedang ku itu berarti tingkatan kekuatannya sama sekali tidak sempurna," gumam Hao Zhao mencoba menganalisa alasan terjadinya hal tersebut.
Perbedaan antara tahap memanglah tidak sama sekali sederhana pada kenyataannya, di mana jika ada satu pendekar dengan tahap lebih tinggi maka seharusnya bisa pendekar itu menghadapi beberapa pendekar dengan tahap di bawahnya sekaligus.
Itulah yang seharusnya, walau sepertinya perbedaan tahap sejenis tidak terlalu berpengaruh pada Hao Zhao membuat dirinya mempertanyakan, apakah tindakannya selama ini terlalu berhati-hati merupakan kesalahan menilik lawan yang diwaspadai olehnya ternyata tidak sekuat apa yang dibayangkan olehnya.
“Aku paham sekarang, dirinya hanya fokus meningkatkan kekuatan tidak peduli dengan penyempurnaan di setiap tahapnya. Jika sudah seperti ini maka tidak ada yang perlu aku takutkan," ucap Hao Zhao dengan senyum di wajahnya.
Berbeda dengan Hao Zhao, pria dengan topeng bewarna keemasan nampak menatap Hao Zhao tidak percaya. Di mana seperti begitu tidak menyangka dirinya seseorang di bawah tahap kekuatannya bisa bertukar serangan dengan imbang seperti itu ketika dirinya sudah menggunakan seluruh tenaga dalamnya.
“Hei, apa kalian akan diam saja seperti ini? Cepat bersiap dan bantu aku mengurusnya," ucap pria dengan topeng bewarna keemasan pada Tang Pei juga pria bertopeng besi.
Baik Tang Pei maupun pria bertopeng besi segera mengerutkan dahi mereka mendengar itu, keduanya sempat berpikir tidak perlu melakukan apa-apa sebab pria dengan topeng bewarna keemasan merupakan yang terkuat di antara mereka.
__ADS_1
Kini meminta keduanya untuk ambil bagian dari pertarungannya tentu keduanya mulai menduga-duga, di mana dugaan paling kuat adalah Hao Zhao yang terlalu sulit sepertinya untuk pria dengan topeng bewarna keemasan urus seorang diri.
“Berhenti banyak berpikir, dirinya adalah pendekar Jiwa tahap Awal. Meski aku bisa menghabisinya seorang diri tetapi akan merepotkan sehingga kalian lebih baik ikut membantuku,' ucap pria dengan topeng bewarna keemasan, seperti begitu paham kalau dirinya mulai diragukan oleh kedua orang itu.
“Apa? Pendekar Jiwa tahap Awal? Apa itu bahkan masuk akal seorang semuda dirinya bisa memiliki tingkat kekuatan setinggi itu?" Tang Pei dipenuhi ketidakpercayaan.
Di mana fakta itu jelas memutus anggapan Tang Pei kalau Hao Zhao menggunakan sebuah pusaka untuk menyembunyikan tingkat kekuatannya, sehingga dirinya tidak sama sekali bisa memeriksa tingkat kekuatan Hao Zhao.
Serupa dengan Tang Pei, pria bertopeng besi sama terkejutnya. Dirinya masih ingat betul kalau tingkat kekuatan Hao Zhao serupa dengannya saat pertemuan pertama mereka tidak berapa lama lalu, di mana hal ini sekaligus menjelaskan alasan mengapa dirinya tidak bisa lagi memeriksa tingkat kekuatan Hao Zhao saat ini.
“Tunggu, jangan-jangan ...."
Pria bertopeng besi dengan segera mengarahkan tenaga dalamnya pada Hao Zhao, di mana segera mengerutkan dahi dirinya menyadari kalau Hao Zhao lah yang selama ini dicarinya sebagai dalang hancurnya markas kelompok bandit di dekat sana.
“Ada apa? Apa ada yang salah?" tanya pria dengan topeng bewarna keemasan pada pria bertopeng besi.
Tang Pei mengerti apa yang keduanya bicarakan, dirinya juga sempat mendengar dari mulut kedua anggota Topeng Besi apa tujuan mereka ketika bertemu dengannya.
Di mana satu hal yang Tang Pei tidak sama sekali duga adalah fakta jika ternyata Hao Zhao lah sosok dari segala macam keanehan di kota Dahan Gugur yang sempat dirinya dengar.
“Ledakan di lantai teratas Lentera Harta, apakah itu karena kenaikan tingkat yang kau berhasil lakukan?" tanya pria bertopeng besi pada Hao Zhao.
Hao Zhao hanya menatap pria bertopeng besi dalam diam sebelum berkata, “Kau bertanya hal yang sudah pasti seperti itu untuk apa?"
Pria bertopeng besi sempat mengertakan gigi mendengar jawaban sejenis itu dari mulut Hao Zhao, di mana coba dirinya tahan rasa geramnya untuk mengajukan pertanyaan lain pada Hao Zhao.
“Seseorang yang meratakan markas bandit di dekat sini tidak berapa lama lalu, apa kau juga orangnya?"
__ADS_1
Hao Zhao hanya menaikan alisnya sebelum tersenyum kecil, setelahnya berkata, “Aku hanya merasa penguasa kota sebelumnya tidak becus hingga membiarkan kelompok kriminal seperti mereka begitu saja, sebab itu aku berpikir tidak ada salahnya untukku mengambil tindakan mengurus mereka."
Mendengar hal itu pria bertopeng besi mulai siap mengangkat pedangnya, setelahnya kembali berkata, “Pertanyaan terkahir, apakah kau juga orang yang berani menyinggung kekaisaran dengan menghabisi keluarga bangsawan Gang?"
Hao Zhao hanya menyeringai mendengar hal tersebut, cukup lama diam sebelum Hao Zhao memutuskan kembali berbicara, “Kenapa kau terus bertanya, kau sedang mengintrogasi aku atau apa?"
Pendekar bertopeng besi segera melirik Tang Pei juga pria dengan topeng bewarna keemasan, seolah menunggu tanggapan mereka terkait Hao Zhao.
“Tujuan kerja sama kita sudah jelas, kalian membantuku membalas dendam padanya maka akan aku bantu kalian mencari dalang pembantaian keluarga Gang juga kelompok bandit yang tengah kalian usut. Kini semua sudah jelas targetnya adalah orang yang sama maka semuanya akan jauh lebih mudah," ucap Tang Pei dengan pedangnya yang telah dialiri tenaga dalam.
“Jangan tanya pendapatku, tujuanku di kirim oleh kaisar ke kota ini adalah untuk membantunu melakukan penyelidikannya. Kini targetnya ada di hadapan kita jadi tunggu apa lagi?" Pria dengan topeng bewarna keemasan.
Di mana masih merasa geram pria dengan topeng bewarna keemasan tidak menerima fakta jika Hao Zhao ternyata mampu mengimbanginya.
“Kalau begitu tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan, lagipula setiap dari kita memang memiliki urusan masing-masing dengan Bocah angkuh ini!" seru pria bertopeng besi seraya mengambil langkah.
Tang Pei juga pria dengan topeng bewarna keemasan segera menyusul setelahnya, di mana masing-masing dari mereka mulai siap mengayunkan pedangnya dengan menjadikan Hao Zhao sebagai terget.
Hao Zhao melihat hal tersebut hanya sempat tertawa kecil sebelum berkata, “Hei, aku bahkan belum menjawab pertanyaannya. Kenapa kalian seolah asal mengambil keputusan menjadikan aku sebagai kambing hitam dari ratanya keluarga Gang?"
“Semuanya sudah jelas, Bocah sialan!" Ketiganya secara serempak seraya terus melesat ke arah Hao Zhao.
“Oh, seperti itu. Maka semuanya sudah jelas untukku juga, kalau kalian menjadikan seseorang yang tidak sama sekali terlibat sebagai target rencana busuk kalian," ucap Hao Zhao sama sekali tidak lupa terkait apa yang baru terjadi pada Jian San.
Di mana setelahnya segera mengaliri tenaga dalam pada pedang di tangannya apa yang Hao Zhao lakukan, yang tidak lama setelah itu Hao Zhao mulai bergerak seolah menari di tempatnya berada.
“Tarian Pedang Harimau Surgawi."
__ADS_1
Itulah apa yang sempat Hao Zhao ucapkan sebelum melakukan tarian pedangnya, tanda kalau Hao Zhao benar-benar memiliki keinginan untuk menghabisi ketiganya secara sekaligus di sana.