Pendekar Pedang Harimau Surgawi

Pendekar Pedang Harimau Surgawi
Informasi Tidak Biasa


__ADS_3

Hao Zhao hanya bisa menatap canggung Li Chen juga Cang tidak jauh di hadapannya, akar jalar yang mengikat keduanya sudah terlepas tetapi tidak dengan dendam yang seperti keduanya masih simpan.


Memang sempat ada pembicaraan sebelum Hao Zhao bisa dengan yakin melepas ikatan keduanya, setelah meyakinkan tentunya keduanya tidak akan macam-macam setelah ikatannya terlepas.


Pembicaraan dengan tangan, itu yang Hao Zhao maksud. Terlihat dari Li Chen yang beberapa kali meringis juga Cang yang terus menerus mengerang sebab luka di sekujur tubuh mereka.


“Hei, bisakah berhenti menatapku seperti itu? Bukankah sudah kita sepakati akan membicarakan semua ini dengan baik setelah ikatan kalian lepas?" Hao Zhao memecah keheningan yang sempat terjadi.


Li Chen dan peliharaannya hanya bisa menatap Hao Zhao penuh mempertanyakan, bagaimana bisa ada pembicaraan baik setelah apa yang Hao Zhao lakukan.


“Ayolah, aku hanya perlu kepastian kalau kalian tidak akan macam-macam. Jadi mari kita anggap luka yang kalian dapat sebagai jaminan, setuju?"


Li Chen hanya bungkam, berbeda dengan Cang yang terus mengeram seraya menatap Hao Zhao bengis.


“Apa aku sudah berlebihan?" gumam Hao Zhao penuh tanda tanya.


Di tengah kebingungan Hao Zhao, Li Chen tengah disibukan oleh pemikirannya sendiri. Penasaran Li Chen terkait Hao Zhao yang bisa memiliki kekuatan setinggi ini di usia yang masih begitu muda.


Meski Li Chen memiliki tubuh seorang bocah, tidak dengan kenyataannya yang memang sudah hidup cukup lama. Berbeda dengan dirinya, Hao Zhao tidak serupa.


Memang ketika Hao Zhao melakukan sesuatu padanya, Li Chen ambil kesempatan itu untuk memeriksa usia tulang Hao Zhao.


Usia tulang tidak bisa dipalsukan jadi semuda apapun seorang pendekar terlihat, usia tulang tetap akan memaparkan umur asli pemiliknya.


Usia tulang Hao Zhao yang berhasil Li Chen ketahui adalah pemuda awal dua puluhan, jelas tidak masuk akal ada pemuda seusia itu berhasil menjadi seorang pendekar Jiwa menurut Li Chen.


“Sialan, aku harus mengetahui jelasnya," gumam Li Chen.


Hao Zhao hanya diam membiarkan Li Chen menatapi dirinya sesukanya, dirinya sadar ada yang Li Chen ingin coba pastikan dari dirinya tetapi tidak keberatan sedikitpun karena menganggap Li Chen akan berguna.

__ADS_1


Hao Zhao bisa saja sebenarnya menghabisi Li Chen saat itu juga saat tubuh bocah itu terikat, mengambil Cang setelahnya untuk dirinya jinakkan dan menjadikannya sebagai peliharaan miliknya.


Hal ini juga yang Hao Zhao awalnya sempat ingin lakukan. Sampai mengetahui identitas Li Chen yang sebenarnya, barulah Hao Zhao urungkan rencananya itu.


Jika penuturan Li Chen terkait identitas juga kekuatan aslinya merupakan kebenaran, menjadikan Li Chen sebagai bawahan atau rekan dianggap Hao Zhao bukanlah hal buruk.


Apalagi fakta kalau Naga Bebas pasti memiliki pengaruh besar di benua tempat tinggalnya yang sekarang terasa asing, jelas akan menjadi bantuan besar untuk Hao Zhao menjalani kehidupan sebagai pendekar di masa mendatang.


“Bocah, apa usiamu memang semuda penampilanmu?"


Hao Zhao segera tersadar setelah sempat asik dengan pikirannya sendiri setelah Li Chen tiba-tiba bertanya.


“Apa dirinya dari tadi tertarik akan hal itu?" gumam Hao Zhao, berpikir itu normal sebab hal serupa juga dirasakan Yang Gao.


Hao Zhao hanya mengangguk mengiyakan meski itu tidak sepenuhnya benar, sebab jika menghitung lama hidup yang benar-benar dilaluinya, memang di usia awal dua puluh tahun lah dirinya.


“Hufthh, sulit untukku tidak waspada padamu. Meski begitu, melihat kau benar mau melepas ikatan ku bahkan setelah mengetahui siapa aku ... aku bisa mengesampingkan kemungkinan dirimu merupakan bagian dari empat sekte Ternama," ucap Li Chen dengan helaan napas panjang.


Hao Zhao hanya menatap Li Chen penuh tanda tanya setelah mendengar hal tersebut, bisa dirinya rasakan ada sesuatu sepertinya telah terjadi antara pemilik julukan Naga Bebas tersebut dengan pilar yang menopang dunia persilatan di masa sekarang.


“Jangan menatapku seperti itu, jangan terlalu pikirkan juga ucapan ku sebelumnya sebab itu aku ungkapkan hanya untuk menunjukan kelegaan diriku saja," ucap Li Chen seolah mengetahui maksud tatapan Hao Zhao.


Hao Zhao bukan tidak memikirkan jelas malah semakin penasaran setelah ucapan Li Chen, mulai menduga dirinya kalau mungkin alasan Li Chen yang terkenal juga disegani bisa sampai ada di gua terpencil ini ada hubungannya dengan hal tersebut.


Tanpa Hao Zhao sadari, Li Chen sesekali meliriknya dengan senyum seringai di wajahnya.


“Itu terjadi sekitar beberapa tahun lalu ...."


Hao Zhao terkejut, tanpa angin tanpa hujan Li Chen yang sebelumnya berkata untuk melupakan ucapannya kini malah seperti ingin memaparkan semuanya.

__ADS_1


Itu aneh, Hao Zhao sadari itu. Meski tidak terlalu Hao Zhao pedulikan sebab dirinya juga ingin tau kejadian yang bahkan tidak ada di buku catatan pemberian Yang Gao, tanda informasi semacam ini bahkan tidak bisa Lentera Harta dapatkan dengan para pencari informasinya.


“Malam itu beberapa perwakilan empat sekte Ternama menemui diriku di kediamanku yang megah nan mewah karena aku sosok pendekar tersoho—"


“Tunggu, bisakah sampaikan saja inti ceritanya tanpa harus pamer?" tanya Hao Zhao memotong ucapan Li Chen.


“Bocah, Sialan. Tidak sopan memotong ucapan seorang yang lebih senior darimu," ucap Li Chen menatap Hao Zhao jengkel.


“Tubuhmu adalah seorang bocah yang bahkan belum belasan tahun, bagaimana bisa aku menganggap dirimu lebih senior dariku?" Hao Zhao yang merasa melakukan hal itu sangat mustahil.


“Berisik, diam saja dan dengarkan. Jangan ungkit bagaimana aku terlihat sekarang, itu mengingatkanku pada apa yang ingin aku ceritakan," ucap Li Chen mencoba menahan emosinya.


“Membuatmu teringat akan apa yang akan kau ceritakan bukankah membuatmu bisa memaparkan dengan lebih jelas? Ceritamu pasti akan lebih akurat jik—"


“Aku bilang diam, Bocah!!!" seru Li Chen yang mulai kehilangan ketenangannya.


Hao Zhao hanya tersenyum geli melihat bagaimana Li Chen nampak begitu kesal, fakta kalau Li Chen merupakan pendekar sepuh yang ketika marah malah terlihat seperti seorang bocah merengek entah mengapa membuat Hao Zhao tergelitik.


“Sudah tenang? Sekarang dengar dengan baik bagaimana semuanya berawal hingga pendekar hebat nan disegani sepertiku bisa berakhir menyedihkan seperti ini ...."


Hao Zhao hanya mengangguk pelan sebelum mendengarkan semua apa yang disampaikan Li Chen, hal ini menarik sehingga tanpa sadar Hao Zhao tenggelam dalam ceritanya.


Li Chen terus memaparkan panjang lebar semua yang dialaminya, hingga fakta dirinya harus menghabisi setiap dari mereka yang datang untuk memburu Cang, semua itu dilakukannya tanpa maksud lain selain memastikan dirinya juga Cang bisa tetap aman.


“Aku harus melakukan itu jika tidak ingin lokasi tempat aku berada diketahui, begitupula dengan Cang yang harus tetap makan sehingga aku tidak memiliki pilihan lain dan membiarkan saja Cang mencari makannya sendiri bahkan walau harus mengganggu ketenangan desa di dekat sini," ucap Li Chen mengakhiri apa yang disampaikannya.


Hao Zhao hanya mengangguk pelan, semua yang baru didengarnya dari Li Chen bukanlah hal biasa bahkan mungkin bisa jadi mengguncang seisi benua jika informasi tersebut tersebar.


“Kau memberitahuku mengenai hal ini, apa kau tidak risau aku akan melakukan sesuatu terkait informasi ini?" tanya Hao Zhao, sadar kalau sepertinya ada maksud lain di balik ketersediaan Li Chen memberitahunya hal tersebut.

__ADS_1


__ADS_2