
Hari telah larut malam ketika area turnamen mulai tampak sepi sebab turnamennya telah selesai untuk hari itu, di mana Yue Yie serta Yang Gao juga sudah kembali ke Lentera Harta sementara Hao Zhao memutuskan tinggal untuk memastikan sesuatu.
Hao Zhao sendiri terlihat tengah melangkah menuju kediaman penguasa kota yang ada di dekat sana, di mana segera dihentikan langkahnya oleh dua orang prajurit kekaisaran yang tengah berjaga di depan gerbang pintu masuk kediamannya.
“Hei, berhenti melangkah. Ini bukan tempat yang bisa sembarang orang masuki," ucap salah satu dari mereka mencoba memberi peringatan agar Hao Zhao tidak terus mendekat.
“Aku datang untuk memeriksa kondisi temanku, apakah ada larangan untuk itu?" tanya Hao Zhao yang mengetahui Jian San sempat di bawa ke sana setelah pertandingan selesai untuk menerima penanganan terkait lukanya.
Dua prajurit Kekaisaran yang berjaga segera terkejut melihat wajah Hao Zhao yang mulai jelas terlihat setelah sebelumnya sempat tidak terlalu jelas karena gelapnya malam dan minimnya penerangan, di mana keduanya tentu mengenali siapa Hao Zhao yang namanya tengah begitu melambung di kota Dahan Gugur selama beberapa hari terakhir.
Kedua prajurit Kekaisaran yang berjaga sempat saling menatap satu sama lain, nampak ragu harus mengatakan apa pada Hao Zhao terkait dilarangnya orang luar sembarangan memasuki kediaman itu termasuk Hao Zhao.
“Apa? Jadi tidak boleh?" Hao Zhao seraya menaikan alisnya, di mana tatapan matanya telah berubah tajam membuat dua prajurit kekaisaran tersebut entah mengapa merasa tertekan.
“Tuan Muda Zhao, mohon perhatikan tindakanmu sebab peraturan tetaplah peraturan yang tidak bisa dilonggarkan hanya karena satu orang," ucap salah satu dari keduanya.
“Benar, Tuan Muda Zhao. Peraturannya adalah tidak membiarkan sembarang orang masuk terlebih setelah apa yang pernah terjadi di kediaman ini sebelumnya, kami jelas tidak bisa membiarkan hal itu kembali harus terjadi." Satu yang lain menimpali.
Hao Zhao hanya menatap tajam keduanya sebelum menyeringai seraya berkata, “Oh, pembantaian itu ... aku tidak tau apa hal seperti itu memang benar akan datang kembali dalam waktu dekat. Meski begitu satu hal yang harus kalian ketahui terkait peraturan yang baru kalian ucapkan, di mana faktanya peraturan yang kalian banggakan itu sudah salah satu dari kalian langgar sendiri di turnamen sebelumnya."
Dua orang prajurit kekaisaran yang berjaga dengan segera terlihat terkejut, di mana setelahnya seperti begitu mempertanyakan keduanya dari mana Hao Zhao mengetahui hal itu.
“Aku yakin kalian paham maksudku, sekarang biarkan saja aku masuk atau kabar terkait keluarga bangsawan Meng yang bersekongkol untuk meloloskan salah satu murid sebuah sekte di turnamen hari ini akan tersebar," ucap Hao Zhao.
Mendengar ucapan Hao Zhao bagaimana ekspresi dua prajurit Kekaisaran yang berjaga segera berubah buruk, di mana keduanya sempat melirik antara satu sama lain sebelum mengangguk secara bersamaan seolah telah memutuskan sesuatu.
__ADS_1
“Kalau begitu silahkan, Tuan Muda Zhao," ucap salah satu dari keduanya mempersilahkan Hao Zhao memasuki kediaman.
Hao Zhao tidak mengatakan apapun lagi segera memasuki kediamannya, di mana saat Hao Zhao melewati kedua prajurit yang berjaga, nampak tengah menyeringai keduanya seolah mentertawakan Hao Zhao.
“Haha, dia cukup hebat bisa menebaknya walau sayang tebakannya sama sekali tidak tepat."
“Benar, hanya menebak sampai di sana saja jelas menunjukan kalau dirinya hanya generasi muda pada umumnya yang tidak memiliki banyak pengalaman."
Pembicaraan terdengar dari dua prajurit kekaisaran yang berjaga sesaat Hao Zhao memasuki gerbang kediaman, di mana hanya menyeringai dalam diam saja Hao Zhao sebagai bentuk jawaban dari anggapan keduanya.
“Sayangnya aku tidak sebodoh itu," ucap Hao Zhao pelan hampir tidak terdengar.
Tidak lama Hao Zhao baru ingin memasuki kediaman utama penguasa kota, pintu masuknya lebih dahulu terbuka di mana Jian San sudah ada di sana dengan area dadanya yang terlilit kain tampak baru menerima pengobatan.
“Eh, Tuan Muda Zhao?" Jian San dengan penuh keterkejutan.
“Tuan Muda Zhao, apa yang membawamu kemari?" tanya Jian San.
“Ingin memeriksa kondisimu?" Hao Zhao sedikit tidak yakin.
Jian San segera terkejut setelah mendengar hal itu, tidak lama kemudian bahkan matanya mulai berkaca-kaca entah apa alasannya.
“Apa matamu dimasuki sesuatu?" tanya Hao Zhao.
Jian San segera menggeleng cepat sebelum berkata, “Tidak, Tuan Muda Zhao. A—aku hanya merasa sedikit tersentuh saja mengetahui ada seseorang yang peduli padaku seperti ini."
__ADS_1
Hao Zhao hanya menatap Jian San dalam diam, setelahnya mengajak Jian San untuk pergi dari sana terlebih dahulu sembari melanjutkan pembicaraan.
“Tuan Muda Zhao, aku serius terkait hal yang aku sempat ucapkan sebelumnya. Sepanjang aku hidup menapaki dunia persilatan semua terasa begitu sepi untukku, setiap orang yang ada di dunia ini hanya memikirkan keuntungan untuk mereka sendiri membuat rasa paling dasar untuk seorang manusia seperti begitu sulit untuk aku dapatkan ...."
Hao Zhao hanya terdiam membiarkan saja Jian San mengatakan apa yang ada di pikirannya, amat sangat paham Hao Zhao sebab dahulu dirinya pernah ada di posisi serupa.
“Mungkin Tuan Muda Zhao tidak mengerti serta asing dengan apa yang aku sampaikan, karena bagaimanapun dirimu adalah seorang jenius yang kemana langkahmu pergi pasti akan ada orang yang mengarahkan perhatiannya padamu ... sayangnya aku tidak sepertimu, aku hanya pendekar dengan bakat di bawah rata-rata yang masih bisa hidup hingga sekarang saja sudah sebuah keajaiban," ucap Jian San seraya menghela napas pelan.
Jian San sempat terdiam sebelum melirik Hao Zhao di sampingnya, di mana segera tersenyum cerah Jian San merasa amat sangat beruntung bisa bertemu dan mengenal Hao Zhao walau tidak terlalu lama.
“Apa yang Tuan Muda lakukan terakhir kali dengan membuat aku menapaki tingkat kekuatan yang sempat tidak pernah terbayang akan aku berhasil dapatkan sepanjang hidupku, aku mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya untuk itu. Meski begitu aku juga ingin meminta maaf, sebab aku tidak bisa memanfaatkannya sebaik mungkin sampai harus tersingkir di turnamen ini," ucap Jian San seraya membungkuk menunjukan penyesalannya.
“Tidak perlu dipikirkan, lagipula kekalahan mu bukan murni karena ketidakmampuan mu," ucap Hao Zhao seraya menepuk bahu Jian San.
Jian San mendengar itu dengan segera menatap Hao Zhao penuh keterkejutan, awalnya Jian San sempat berpikir jika kecurangan yang terjadi padanya sama sekali tidak ada sebab melihat reaksi hampir setiap orang sebelumnya.
Kini mendengar Hao Zhao berbicara sedikit menjurus ke arah sana jelas membuatnya penasaran terkait tanggapan Hao Zhao mengenai pertandingannya dan apakah benar ada kecurangan di sana.
Hao Zhao ditatap penuh harap oleh Jian San hanya terdiam, tidak sedikit pun menjelaskan apa maksud ucapannya karena berpikir Jian San lebih baik tidak mengetahuinya.
“Kau hebat bisa terus hidup hingga sekarang, itu merupakan sesuatu yang perlu kau banggakan dan aku harap kau akan terus menjaga kebanggaan itu," ucap Hao Zhao amat sangat mengerti akan betapa dekatnya Jian San dengan kematian sebelumnya.
Hao Zhao sendiri tidak lama kemudian segera mengeluarkan beberapa sumber daya dari cincin ruangnya sebelum memberikannya pada Jian San, di mana tidak sedikit pun Jian San terima pemberian Hao Zhao sebab merasa tidak ada tugas yang telah dilakukannya hingga pantas menerima sumber daya tersebut.
“Terima saja, anggap ini sebagai bayaran terakhirmu karena sempat bekerja untukku. Mulai sekarang tidak perlu kau lakukan lagi semua tugas dariku dan lanjutkan saja hidupmu," ucap Hao Zhao seraya menyerahkan sumber daya miliknya ke tangan Jian San tidak sama sekali peduli walau Jian San menolaknya.
__ADS_1
Hao Zhao sendiri tidak lama kemudian seolah lenyap dari pandangan Jian San, di mana hanya bisa menatap kosong tempat Hao Zhao sebelumnya berada saja apa yang Jian San bisa lakukan.
“Tuan Muda Zhao, kebaikanmu tidak akan pernah aku lupakan," ucap Jian San seraya menggenggam beberapa sumber daya di tangannya erat, mengerti sepertinya hanya sampai di sana saja ketersediaan Hao Zhao memperkerjakan sosok pendekar lemah sepertinya.