
Pria bertopeng hanya menatap sejenak luka di area tangan sekitar bahunya, bekas sayatan pedang cukup dalam sudah terlihat di sana membuat pria itu mempertanyakan siapa sebenarnya yang tengah dirinya lawan.
Pria bertopeng seperti sudah sadar hanya dari satu pertukaran serangan, kalau Hao Zhao tidaklah semudah kelihatannya untuk dihadapi. Hao Zhao seperti sudah memperhitungkan kemana pedangnya akan mengarah juga apa pedang yang dipegang Hao Zhao akan berhasil mengenai sasarannya atau tidak, membuat segalanya menjadi begitu sulit untuk pria bertopeng.
Seorang pendekar muda sudah memiliki kemampuan analisa setajam itu dalam pertarungan tentulah sama sekali tidak normal, di mana pria bertopeng sendiri bahkan tidak yakin dirinya bisa melakukan hal sejenis ketika bertarung.
“Haha, kau amat berbakat untuk seorang generasi muda."Pria bertopeng tertawa cukup keras, sebelum berjalan menghampiri Hao Zhao untuk berdiri tepat di hadapannya.
Hao Zhao tidak bergerak sedikitpun dari tempatnya berdiri, diam untuk menunggu ingin melakukan apa lagi pria bertopeng itu.
“Kau sudah kalah, apa kau tidak terima?" Hao Zhao bertanya dengan dingin, tidak sama sekali keberatan jika harus bertukar serangan sekali lagi atau bahkan bertarung hingga mati sekalipun melawan pria itu.
Di mana alasan Hao Zhao tidak menjadi orang pertama yang melakukan hal tersebut adalah sebab fakta jika pria bertopeng pastilah masih memiliki kaitan dengan kekaisaran. Meski baju zirah yang dikenakan dua prajurit kekaisaran sebelumnya tidak dikenakan oleh pria bertopeng besi tersebut, fakta kalau pria bertopeng nampak marah setelah melihat dua prajurit kekaisaran jatuh sebelumnya sudah begitu jelas menurut Hao Zhao.
Jika sudah seperti itu, membunuh pria bertopeng sama saja dengan Hao Zhao yang mencari gara-gara pada kekaisaran dan Hao Zhao belum siap untuk itu. Berbeda mungkin jika pria bertopeng itu yang pertama kali memulai semuanya, Hao Zhao sama sekali tidak keberatan bahkan walau harus membunuhnya dengan keji sekalipun.
Hao Zhao hanya mengangkat alisnya ketika pria bertopeng secara tiba-tiba menepuk bahunya, mempertanyakan apa langkah selanjutnya yang ingin pria itu lakukan.
“Bocah, dengarkan aku. Jangan berpikir semua ini telah usai, karena kau sudah berani menyinggung Topeng Besi dengan sikap congkakmu ini." Pria bertopeng mengatakan asal kelompoknya dengan begitu bangga.
“Topeng Besi? Apa itu tempat kumpulan orang sepertimu berada?" Hao Zhao mengangkat alisnya.
“Benar, Orang-orang terpilih sepertiku. Kau harus siap menghadapi aku juga Topeng Besi jika sekali lagi berani menyinggung orang-orang dari kekaisaran seperti ini." Pria bertopeng dengan tangannya yang perlahan mulai mencengkram erat bahu Hao Zhao.
Hao Zhao menyadari hal itu dengan segera menyeringai, sebelum menampik cengkraman tangan pria bertopeng dengan mudahnya sebelum entah sudah dari kapan telah berhasil mengarahkan bilah pedangnya pada pria bertopeng.
__ADS_1
“Apa ini artinya kau siap bertarung hingga mati denganku?" Hao Zhao menaikan alisnya, pedangnya secara perlahan sudah ditekankan ke arah leher pria bertopeng membuat darah mengalir dari sana.
“Apa yang terjadi? Tuan Muda Zhao, tolong hentikan apa yang tengah kau lakukan." Yue Yie baru keluar dari ruangannya ketika melihat itu semua, segera menghampiri Hao Zhao untuk menenangkannya.
Yue Yie cukup menyesal tidak segera mengetahui semua hal yang terjadi sebelumnya, sebab pikirannya tengah dipenuhi hal lain membuatnya tidak menaruh fokus pada kekacauan di sana.
Yue Yie menoleh pada dua orang prajurit kekaisaran yang kini telah tergeletak di lantai, sebelum menoleh juga pada pria bertopeng yang nampaknya bisa kehilangan nyawa kapan saja di bawah pedang Hao Zhao.
Yue Yie segera menatap Hao Zhao dalam diam, ingin bertanya kenapa itu semua bisa terjadi walau pada akhirnya memilih diam tidak berani menanyakan itu.
“Tuan Muda Zhao, bisakah kau turunkan terlebih dahulu pedangmu?" Yue Yie menatap Hao Zhao penuh harap.
Hao Zhao mendengar permintaan Yue Yie pada akhirnya hanya bisa menuruti saja. Menghela nafas panjang, coba Hao Zhao tekan keinginannya menghabisi pria bertopeng yang sudah begitu besar.
“Hmphh, jangan pikir semuanya akan berakhir begitu saja. Akan aku selalu ingat semua perlakuan buruk Lentera Harta hari ini." Pria bertopeng nampak kesal, sebelum dengan asal menarik masing-masing kaki dua prajurit kekaisaran yang belum juga sadar untuk pergi dari sana.
“Tuan Muda Zhao, sudahlah. Jangan terlalu menanggapinya." Yue Yie saat pria bertopeng juga dua prajurit kekaisaran telah pergi dari sana.
Menatap Yue Yie lekat, segera Hao Zhao tanyakan alasan Yue Yie memintanya melepas orang-orang mengesalkan itu.
“Maafkan aku Tuan Muda Zhao, tetapi menyinggung mereka bukanlah hal baik untuk kita. Aku bisa memaparkan lebih jelasnya padamu alasan hal itu, untuk sekarang silahkan masuk terlebih dahulu." Yue Yie mempersilahkan Hao Zhao melangkah untuk memasuki ruangannya.
Hao Zhao juga Yue Yie sendiri sudah duduk berhadapan di pisah oleh meja di depan mereka, di mana Hao Zhao sudah menunggu sekiranya apa yang Yue Yie ingin sampaikan padanya.
“Sekarang, apa sudah bisa kau jelaskan? Terkait siapa ketiga orang tadi dan mengapa raut wajah setiap pekerja di sini menjadi begitu buruk sebab kedatangan mereka?" Hao Zhao ketika Yue Yie hanya terdiam, nampak ragu untuk menyampaikan.
__ADS_1
“Tentu Tuan Muda Zhao, harap Anda mau mendengarkan ...."
Yue Yie pada akhirnya memaparkan semua hal yang masih berkaitan dengan kedatangan ketiga orang itu ke sana, di mana hal tersebut masih ada kaitannya dengan kejadian pagi tadi terkait ditemukannya Gang Dalam juga para penjaganya dalam kondisi tidak bernyawa.
Kekaisaran belum mengetahui hal itu, di mana pria bertopeng bersama rombongannya hanya dengan kebetulan saja ingin singgah di kota Dahan Gugur untuk beristirahat setelah perjalanan cukup jauh.
Kebetulan untuk mereka, ketika kedatangan mereka bertepatan dengan apa yang terjadi pada Gang Dalan sehingga pria bertopeng jelas dengan segera melakukan penyelidikan terkait kejadian tersebut.
Di kota Dahan Gugur yang memiliki kekuatan juga keberanian cukup besar untuk menghabisi Gang Dalan hanyalah Lentera Harta, di mana karena ini pria bertopeng menjadikan Lentera Harta sebagai yang paling dicurigai sebagai pelaku utama.
“Aku sudah mencoba membantah itu semua sebelumnya, tetapi mereka masih seperti menolak percaya. Sekarang mengetahui aku mengenal Anda yang berani menentang mereka, tentu bisa jadi malah akan membuat mereka semakin memojokan kita," ucap Yue Yie cukup lemas.
“Apa tuduhan tidak benar bisa digunakan untuk memberatkan Lentera Harta?" Hao Zhao yang mengetahui fakta jelasnya jika memang bukan Lentera Harta lah dalangnya melainkan dirinya.
“Kekaisaran memiliki pengaruh amat besar di benua ini, apa yang mereka lakukan baik benar atau tidak tentu tidak akan ada yang berani mempertanyakannya," Yue Yie tidak berani berpikir akan dibuat seburuk apa Lentera Harta jika benar menjadi incaran kekaisaran.
Hao Zhao hanya mengangguk mengerti saja setelahnya, sudah mengetahui jika Lentera Harta memanglah masih cukup baru di benua itu sehingga tentu salah sangka sedikit saja bisa menjadi ancaman besar untuk mereka.
“Aku meminta maaf jika apa yang aku lakukan sebelumnya bisa memberatkan perkembangan Lentera Harta." Hao Zhao dengan keseriusan, tidak berpikir sikapnya dapat diterima karena itu menyangkut keberlangsungan Lentera Harta kedepannya.
“Tidak Tuan Muda Zhao, ini bukan salahmu sebab kau memang tidak tau siapa mereka. Tidak perlu terlalu risau juga sebab aku akan segera mengirimkan pesan pada guruku terkait hal ini, mungkin dirinya bisa meluruskan semua kesalahpahaman yang melibatkan Lentera Harta pada kekaisaran."
Yue Yie juga menjelaskan jika Yang Gao kebetulan tengah melakukan perjalanan ke ibu kota, di mana akan lebih mudah untuk berkomunikasi dengan kaisar secara langsung di sana.
“Baguslah kalau begitu, aku jadi tidak perlu risau sebagian saham milikku di Lentera Harta akan menjadi sia-sia kedepannya." Hao Zhao dengan helaan napas lega.
__ADS_1
Yue Yie mendengar itu jelas terkejut, menatap Hao Zhao tidak percaya sebab Yue Yie sama sekali tidak menyangka kalau kekhawatiran Hao Zhao pada Lentera Harta ternyata hanya didasari sebagian saham miliknya saja.
“Ada apa?" Hao Zhao dengan wajah datar, tidak merasa ada yang salah dengan apa yang baru dikatakannya.