
“Hey, apa kau yang melakukan semua ini pada mereka?" Pria bertopeng besi menunjuk dua prajurit kekaisaran yang ada di bawah tanggung jawabnya.
“Kalau iya kenapa?" Hao Zhao menanggapinya amat sangat enteng, tidak sama sekali memusingkan kalau-kalau harus memukul jatuh pria bertopeng besi juga.
Pria dengan topeng besi juga Hao Zhao sudah saling menatap tajam antara satu sama lain, Hao Zhao yang mempertanyakan siapa pria bertopeng juga pria bertopeng yang mempertanyakan siapa Hao Zhao adalah gambaran jelasnya mengapa keduanya bisa saling menatap cukup lama.
“Apa ini?" gumam Hao Zhao bertanya-tanya.
Hao Zhao sempat memeriksa seberapa tinggi tingkat kekuatan pria bertopeng sebelum mendapatkan informasi yang cukup mengganggu untuknya, bagaimana tidak jika pria bertopeng ternyata ada di tingkatan yang sama persis dengannya.
Hao Zhao mulai risau mengetahui hal tersebut, Hao Zhao memang telah mengetahui jika tingkat yang bisa di capai oleh seorang pendekar sudah banyak mengalami peningkatan sekarang, tetapi bertemu dengan orang di tingkat yang sama persis dengannya tetap mengganggu menurut Hao Zhao.
Hao Zhao bertanya-tanya apakah tingkatannya yang dahulu hanya berhasil dicapai dirinya seorang kini sudah tidak terlalu spesial, hingga pria bertopeng acak saja bisa mencapainya. Di mana jika iya, jelas Hao Zhao sama sekali tidak puas dengan kekuatannya.
“Kalau seperti ini ... artinya aku sudah banyak tertinggal," gumam Hao Zhao, tidak pernah terbiasa dengan fakta kalau dirinya bukan lagi yang terkuat di antara para pendekar.
Berbeda dengan Hao Zhao yang nampak tidak puas dengan kekuatannya sekarang, seseorang dengan topeng besi menatap Hao Zhao penuh rasa penasaran. Di mana pria itu mempertanyakan bagaimana bisa ada seorang generasi muda dapat memiliki kekuatan setara dengannya.
Pria bertopeng besi sendiri segera mencoba mengingat kabar terkait para pendekar muda jenius dari sekte-sekte Besar yang sering tersebar, walau tetap tidak mengingat pernah mendengar terkait Hao Zhao yang kekuatannya ada jauh di atas mereka semua.
“Datang dari mana generasi muda jenius ini?" Pria dengan topeng besi terus menatap Hao Zhao lekat mencoba menebak dari sekte atau kelompok mana sekiranya Hao Zhao berasal.
__ADS_1
Memperhatikan jubah yang Hao Zhao kenakan, itu bukan merupakan jubah sebuah sekte sehingga segalanya menjadi semakin sulit untuk pria bertopeng dapat menebak.
“Dirinya hanya terlihat seperti keturunan keluarga terpandang kebanyakan dengan jubahnya, apa mungkin keturunan keluarga terpandang ada yang bisa mencapai kekuatan setinggi ini bahkan mengalahkan para murid Utama dari sekte Besar?" gumam pria bertopeng, masih sulit untuk percaya melihat ada sosok seperti Hao Zhao di antara para pendekar muda.
“Hey, singkirkan tatapanmu dariku." Hao Zhao setelah cukup lama diam, memberi peringatan pada pria bertopeng agar tidak mencoba menyinggungnya dengan tatapan mata tidak menyenangkan yang sudah sedari awal terus pria bertopeng tunjukan.
Pria bertopeng segera mengangkat alisnya, tidak menyangka pemuda yang sama berani mengancamnya sehingga berkata, “Hey Bocah, turunkan sedikit rasa bangga yang kau miliki. Aku tau kekuatanmu ada di atas kebanyakan generasi muda, tetapi percayalah melawanku tidak akan semudah itu untukmu."
Hao Zhao hanya menyeringai mendengar ucapan pria bertopeng, jujur saja Hao Zhao merasa penasaran sekaligus tertantang apakah pria itu bisa setidaknya mengimbanginya dalam pertarungan.
Pria bertopeng menyadari seringai yang muncul dari wajah Hao Zhao segera berdecak kesal, berpikir Hao Zhao terlalu sombong hingga berani seolah menantangnya seperti itu.
“Bocah, aku tau tingkat kekuatan kita setara, tetapi pengalaman bertarung yang aku miliki bukan sesuatu yang dapat dibandingkan denganmu." Pria bertopeng mencoba memberi Hao Zhao pengertian, jika kekuatan bukan sesuatu yang melulu dapat membantu memenangkan pertarungan terlebih ketika kedua belah pihak ada di tingkat kekuatan setara.
Jika ingin dibandingkan pun Hao Zhao memiliki keyakinan kalau pria bertopeng bahkan tidak akan memiliki sepersepuluh dari pengalaman bertarungnya, di tambah fakta kalau hampir dari seluruh pertarungan yang Hao Zhao jalani semenjak dahulu adalah antara hidup dan mati, menambah keyakinan Hao Zhao dapat menang mudah melawan pria bertopeng itu.
“Hey, kalau kau merasa pengalaman bertarungmu lebih baik dariku kenapa tidak kita cepat buktikan saja?" Hao Zhao mulai mengeluarkan pedangnya dari cincin ruang, ingin melakukan setidaknya satu pertukaran serangan secara serius setelah sekian lama.
“Apa itu? Kenapa pedangnya seolah muncul begitu saja dari kehampaan?" Pria bertopeng terkejut, melihat sesuatu yang sama sekali tidak pernah dilihatnya.
Hao Zhao menyadari hal itu segera bertanya-tanya, apa bahkan cincin Ruang masihlah merupakan sesuatu yang asing bahkan untuk pendekar setingkat dirinya.
__ADS_1
“Jangan bereaksi berlebihan seperti itu, aku memiliki cincin Ruang jika kau tidak tau." Hao Zhao yang tidak ingin lawannya tidak fokus karena memikirkan hal lain ketika menghadapinya.
“Cincin Ruang? Generasi muda sepertimu memiliki sesuatu seperti itu?" Pria bertopeng mendengar ucapan Hao Zhao bukan tenang malah menjadi semakin penasaran, terkait siapa Hao Zhao hingga bisa memiliki benda semewah itu.
Memang pria bertopeng pernah mendengar terkait cincin Ruang beberapa kali, meski begitu melihatnya sendiri tentulah merupakan hal yang sama sekali berbeda.
“Cincin Ruang bahkan di kekaisaran hanya kaisar juga para orang kepercayaannya saja yang memilikinya, bagaimana bisa kau memiliki benda semacam itu?" Pria bertopeng mulai menebak-nebak identitas Hao Zhao, di mana yang paling mungkin adalah Hao Zhao merupakan murid Utama sebuah sekte Besar, walau pria bertopeng tidak tau entah yang mana.
“Bagaimana bisa aku mendapatkan benda sejenis ini memangnya apa urusanmu? Berhenti bicara omong kosong dan maju saja, biar aku lihat setinggi apa kemampuanmu dengan tingkat kekuatan setara denganku." Hao Zhao dengan pedang di tangannya yang telah terangkat, begitu siap diayunkan kapanpun untuk menyambut serangan pria bertopeng.
Pria bertopeng mendengar ucapan Hao Zhao tentu merasa tersinggung, seperti diinjak harga dirinya menerima ucapan sejenis itu dari seorang generasi muda.
Pria bertopeng menarik pedang dari sarungnya setelahnya, sempat menatap Hao Zhao sejenak sebelum melesat menghampiri Hao Zhao untuk menikamnya.
“Oh, cukup cepat." Hao Zhao dapat melihat dengan jelas pergerakan pria bertopeng juga kemana sekiranya pria bertopeng akan menyerang, membuat Hao Zhao bisa memiliki gambaran jelas terkait harus kemana ayunan pedangnya diarahkan juga arah mana untuknya yang aman untuk menghindar.
Hao Zhao tidak lama setelah pria bertopeng memasuki jangkauan serangnya dengan segera mengayunkan pedang di tangannya, membuat dua bilah pedang kini telah mengayun baik itu dari Hao Zhao maupun pria bertopeng itu sendiri.
Dua bilah pedang menyasar targetnya masing-masing, di mana dari kedua pedang itu hanya ada satu pedang yang berhasil menggapai targetnya sementara satu yang lain meleset dari target sasarannya.
Slashhh!
__ADS_1
Darah terciprat cukup banyak ke dinding yang ada di sana, di mana pria bertopeng sudah menjatuhkan pedang di tangannya sebab tangan yang digunakan untuk memegang pedang kini telah tertoreh luka.
“Kau beruntung tanganmu tidak putus akibat sabetan pedangku," ucap Hao Zhao dengan pedangnya yang sudah kembali tersimpan rapih di sarungnya.