Pendekar Pedang Harimau Surgawi

Pendekar Pedang Harimau Surgawi
Pengalaman Bertarung


__ADS_3

Hao Zhao, Li Chen juga Cang sempat sibuk sendiri untuk berbicara antara satu sama lain, tidak sedikitpun menghiraukan Jung Pin yang masih meringis menahan sakit serangan bertubi-tubi yang baru ketiganya lancarkan.


“Apa-apaan ini, aku Jung Pin patriak sekte Pedang Corak. Apa setidak berarti itu Identitas ku hingga bisa-bisanya para generasi muda tidak menganggap ku serius seperti ini?" gumam Jung Pin dengan waspada.


Jung Pin merasa pertarungan memang harus dilakukan di situasinya yang sekarang, meski begitu seolah hanya dirinya saja yang menganggap pertarungan tersebut sementara lawannya tampak tidak peduli sama sekali.


"Apa-apaan mereka, siapa dan dari mana sebenarnya mereka hingga bisa sama sekali tidak gentar seperti ini di hadapanku," gumam Jung Pin.


Jung Pin yang merasa ada sesuatu tidak beres dari Hao Zhao, Li Chen juga Cang segera mencoba membaca tingkat kekuatan mereka, betapa terkejut Jung Pin saat tau tingkat kekuatan salah satu dari mereka.


“Bocah itu ... pendekar Pembentukan Jiwa tahap Puncak, bagaimana bisa?" Jung Pin penuh tanda tanya dengan sorot matanya yang tidak sedikitpun lepas dari Li Chen.


Seolah rasa terkejut juga tidak percaya Jung Pin masih belum cukup, hal lain segera Jung Pin kembali sadari dari Hao Zhao juga Cang.


“A— aku tidak bisa membaca tingkat kekuatan pemuda juga kucing itu, apa artinya ini?"


Jung Pin tentu tidak bodoh sampai benar-benar tidak paham arti dari semua itu, dirinya tau tetapi sulit mengakuinya apalagi percaya.


Tidak bisa membaca tingkat kekuatan ketika tenaga dalam dapat dirinya rasakan secara jelas dari Hao Zhao juga Cang hanya berarti satu hal, baik Hao Zhao maupun Cang pastilah memiliki kekuatan di atasnya dan ini sulit untuk Jung Pin terima.


“Satu bocah pendekar Pembentukan Jiwa tahap Puncak sementara pemuda itu ada kemungkinan merupakan pendekar Jiwa, belum lagi kucingnya ...."


Jung Pin mulai bungkam tidak bisa berkata-kata, tidak tau harus bereaksi bagaimana mengetahui hal tidak masuk akal tersebut.

__ADS_1


“Sialan, siapa mereka. Kenapa sekte ku bisa berurusan dengan orang-orang semacam ini, apa mungkin mereka merupakan bagian dari Empat Sekte Ternama? Tidak, seingat ku generasi muda paling jenius dari keempat sekte itu saja kebanyakan hanya pendekar Pemurnian," gumam Jung Pin.


Hao Zhao juga Li Chen masih asik dengan pertengkaran mereka saat Jung Pin menatap mereka aneh seperti sulit percaya, sampai Cang mengeong untuk memberitahu keduanya terkait hal ini barulah perhatian keduanya kembali terfokus pada Jung Pin.


“Bocah, kita selesaikan urusan kita nanti. Bukankah bertengkar antara satu sama lain hanya menghambat tujuan kita kemari?" Li Chen yang mulai memainkan belati miliknya di antara jemarinya.


Hao Zhao hanya mengangguk setuju, lagipula cekcok di antara mereka sama sekali tidak penting sehingga perlu dihentikan cukup sampai di sana.


“Sialan, harus apa aku?" Jung Pin saat sorot mata Hao Zhao juga Li Chen kini kembali terarah padanya.


Jung Pin bingung harus melakukan apa, dirinya kesal menyadari ada generasi muda yang berani meremehkannya tetapi sadar tidak bisa berbuat apa-apa. Karena jika melihat kekuatan Li Chen maupun Hao Zhao jangankan melawan keduanya sekaligus, melawan salah satu dari mereka saja Jung Pin tidak yakin bisa.


“Hei, ada apa? Apa kau takut atau semacamnya hingga menatap kami dengan sorot mata menyedihkan seperti itu?" tanya Li Chen dengan senyum sinis, mengolok sorot mata Jung Pin yang menurutnya sama sekali tidak ada keberanian di sana.


“Bocah, aku rasa dia benar takut. Kalau sudah seperti ini bukankah akan jadi lebih mudah?" tanya Li Chen pada Hao Zhao.


“Kau benar, sekarang hanya harus menghabisinya saja. Lagipula aku ragu apakah dia masih berani melawan jika sorot matanya sudah seperti itu," ucap Hao Zhao dengan senyum seringai.


Jung Pin sempat terlarut dalam pikirannya ketika mendengar pembicaraan tersebut, dirinya akui sempat gentar di hadapan Hao Zhao juga Li Chen tetapi entah mengapa rasa gentar itu segera hilang setelah mendengar ucapan yang keluar dari mulut keduanya.


“Sialan, kalian pikir generasi muda seperti kalian bisa berurusan denganku hanya karena unggul kekuatan juga jumlah?!!" seru Jung Pin dengan pedangnya yang telah dialiri tenaga dalam.


Jung Pin memiliki satu pikiran yang entah muncul darimana menyingkirkan semua kekhawatirannya, yaitu mau sekuat apapun Hao Zhao ataupun Li Chen keduanya masihlah generasi muda yang pengalaman bertarungnya tidak seberapa.

__ADS_1


Dengan keunggulannya ini lah Jung Pin merasa ada harapan untuknya bisa menang, tergantung dari seberapa tepat tebakannya terkait pengalaman bertarung Hao Zhao juga Li Chen.


“Satu seorang bocah dan satu lagi pemuda yang belum sama sekali dewasa, paling mungkin mereka hanya pernah menghadapi konflik sepele saja dalam jalan mereka mengarungi dunia persilatan," gumam Jung Pin.


Jung Pin memang mendapatkan posisinya sebagai patriak sekte Pedang Corak bukan tanpa alasan, dirinya sudah banyak melakukan hal besar hingga namanya bisa demikian tersohor sampai akhirnya bisa terpilih untuk mewariskan posisi patriak dari gurunya.


Dengan membawa rasa percaya diri juga keyakinan itu, Jung Pin tidak pernah sekalipun merasa ragu dengan pengalaman ratusan pertarungan juga pertempuran yang pernah dilaluinya.


“Jika hanya unggul jumlah juga kekuatan, hal itu bisa aku tangani dengan mudah menggunakan pengalamanku," gumam Jung Pin yang kini mulai bisa tersenyum.


Hao Zhao juga Li Chen yang sempat merasa urusan mereka di sana akan mudah segera melirik antara satu sama lain menyadari Jung Pin telah kembali percaya diri, mereka mempertanyakan apa sekiranya alasan rasa percaya diri Jung Pin bisa kembali.


“Menyebalkan, padahal tadi hanya perlu menebas lehernya untuk menyelesaikan semua ini. Ini semua karena mu yang terlalu banyak bicara," ucap Hao Zhao dengan helaan napas panjang menyalahkan Li Chen.


Li Chen mendengar keluhan Hao Zhao tidak marah atau kesal seperti biasanya, senyumnya malah semakin lebar yang setelahnya diikuti sebuah ucapan, “Apa bedanya, mau dia melawan atau tidak lagipula hasil akhirnya tidak akan berubah."


“Kau benar," ucap Hao Zhao dengan wajah datar tanpa ekspresi.


Jung Pin yang kini sudah begitu siap dengan pedang ditangannya segera melompat menerjang Hao Zhao juga Li Chen, dirinya sudah merasa tidak perlu ada keraguan sehingga ingin menyelesaikan itu semua secepat mungkin.


Satu hal yang tidak Jung Pin ketahui ketika maju menerjang adalah fakta jika anggapannya terkait pengalaman bertarung adalah hal yang benar-benar salah, Hao Zhao merupakan pendekar masa perang 200 tahun lalu sementara Li Chen satu dari tiga Naga Bebas yang kekuatan juga kemampuan bertarungnya sudah amat diakui. Melihat fakta ini jelas sudah tidak ada harapan sama sekali untuk Jung Pin dapat selamat dari situasinya, sayangnya Jung Pin tidak sadar akan hal ini.


Slashhh!!!

__ADS_1


“Si—sialan!!! Bagaimana bisa?!!" Jung Pin dengan ekspresi rumit, saat beberapa bagian tubuhnya telah menjadi sasaran empuk sekian banyak tebasan bilah pedang juga belati walau dengan pengalaman bertarungnya.


__ADS_2