
Hao Zhao memang sengaja terus mencoba membuat Yang Gao tersinggung dengan ucapannya, mengingat kebanyakan pendekar dengan tingkat kekuatan tinggi hampir seluruhnya angkuh serta tidak mau di singgung sedikit pun terlebih oleh pendekar dengan tingkat kekuatan di bawahnya.
Di mana menilik dari hal tersebut, Yang Gao disadari Hao Zhao begitu berbeda dan mau menerima penolakan atau pun sangkalan dari Hao Zhao yang jelas ada di bawahnya jika membicarakan tingkat kekuatan.
Di mana hal ini membuat sosok Yang Gao menjadi semakin baik di mata Hao Zhao, bukan hanya mau membantu Hao Zhao saat Hao Zhao benar-benar membutuhkannya tetapi di dukung juga dengan perangai Yang Gao yang tidak mudah terpancing dan tersinggung. Membuat Hao Zhao semakin yakin jika menarik Yang Gao untuk terus ada di pihaknya adalah pilihan yang paling tepat.
“Kau lolos ujian dariku, Paman Gao. Sekarang bisa aku katakan kau akan tetap ada di sisi baik pandanganku selama kau tidak melakukan sesuatu yang merugikan ku," ucap Hao Zhao pada Yang Gao.
“Apa? Tidak cukup hanya dengan dirimu yang sedari tadi jelas terus mencoba membuatku kesal, tetapi juga fakta kalau kau sedari tadi mengujiku? Nak, aku benar-benar tidak dapat menebak jalan pikiranmu," ucap Yang Gao sebelum tertawa cukup kencang, begitu mempertanyakan dirinya bagaimana bisa ada seorang pemuda dengan kepercayaan diri setinggi Hao Zhao di antara generasi muda.
Yang Gao meski tetap selalu terlihat tenang di hadapan Hao Zhao, itu tidak menutup fakta jika Yang Gao pada kenyataannya selalu mempertanyakan dari mana sekiranya Hao Zhao berasal.
Yang Gao jelas sadar jika perangai Hao Zhao sama sekali tidak biasa jika dibandingkan dengan kebanyakan generasi muda, bahkan kebanyakan generasi muda jenius dari sekte ternama pun tidak ada yang memiliki perangai seperti Hao Zhao membuat Yang Gao menjadi semakin penasaran.
“Seseorang yang bisa menanggapi kehadiranku di hadapannya dengan tenang juga tidak ragu menyinggung perasaanku seperti ini ... jelas dirinya telah begitu terbiasa berhadapan atau bersinggungan secara langsung dengan pendekar setingkat aku di tempatnya berasal, tetapi dari mana asalnya?" gumam Yang Gao penuh tanda tanya.
Yang Gao memiliki kekuatan setara dengan kebanyakan patriak sekte ternama, di mana jelas tingkat kekuatan setara itu tidak banyak bisa ditemui di satu tempat serupa, tetapi nampaknya tempat Hao Zhao berasal memiliki cukup banyak pendekar setara dirinya tentu membuat Yang Gao semakin kesulitan menebak dari mana sekiranya Hao Zhao berasal.
“Jelasnya, dia pasti mendapat sokongan juga dukungan begitu melimpah dari tempatnya berasal hingga bisa memiliki kekuatan setinggi ini di umurnya yang masih begitu muda," gumam Yang Gao, berpikir hanya itu yang paling masuk akal untuk menjelaskan ketidaknormalan Hao Zhao.
__ADS_1
Hao Zhao hanya menyeringai saja ketika Yang Gao terus membisu ditempatnya, begitu dapat Hao Zhao tebak memang apa sekiranya yang tengah Yang Gao pikirkan terkait dirinya.
“Hanya perlu bertingkah sok kuat, tidak takut apapun dan sedikit misterius, maka lawan bicaramu akan dengan sukarela mencoba membayangkannya sendiri diikuti bumbu penyedap yang berasal dari kekhawatirannya sendiri," gumam Hao Zhao dalam diamnya, jelas sudah begitu terbiasa melakukan hal sejenis bahkan dari dua ratus tahun lalu.
Pendekar muda dengan kekuatan tidak masuk akal tingginya, latar belakangnya sama sekali tidak diketahui juga dirinya nampak begitu haus ingin terus bertambah kuat. Dengan tiga hal tersebut yang Hao Zhao memang telah sadari ada di dirinya yang sekarang, membuat Hao Zhao tidak akan sama sekali terkejut kalau-kalau Yang Gao menganggap dirinya merupakan bagian dari kekuatan tersembunyi super kuat yang misterius keberadaannya.
“Nak, kau muncul entah darimana datang ke Lentera Harta milikku sekitar satu bulan lalu. Apa bisa aku tau dari mana asal mu?" tanya Yang Gao setelah cukup lama terdiam, mulai menyerah mencoba menebak hingga pada akhirnya memilih bertanya secara langsung saja.
Hao Zhao mendengar hal tersebut hanya tertawa kecil, semua sudah dalam perkiraannya yang tentu Hao Zhao telah siapkan juga jawabannya.
“Darimana aku? Apa menanyakan hal terkait itu merupakan hal yang sopan?" tanya balik Hao Zhao, ingin mencoba tetap membuat Yang Gao bertanya-tanya dari mana asalnya, di mana hal ini tentu dapat menjaga Yang Gao terus menganggap tinggi dirinya yang sebenarnya bukanlah siapa-siapa selain bagian dari sejarah yang sama sekali tidak diingat.
“Tidak perlu memikirkannya, anggap saja aku hanya seorang pemuda yang datang dari antah berantah untuk menemukan hal baru di kekaisaran ini. Jika kau masih tidak puas, bisa kau coba cari tau informasi mengenai aku setelah ini. Aku yakin Lentera Harta juga memiliki informan yang tersebar di hampir seisi kekaisaran, bukan?" tanya Hao Zhao seraya menaikan alisnya.
Hao Zhao hanya menebak sebenarnya terkait informan yang kemungkinan dimiliki oleh Lentera Harta, di mana memang hal terkait ini cenderung dirahasiakan sebab amat erat kaitannya dengan penyamaran seseorang yang bekerja di bagian tersebut. Karena hal ini meski Hao Zhao tidak pernah mendengarnya sendiri, Hao Zhao bisa menduga jika informan memang hampir pasti setiap sekte atau kelompok miliki.
Apalagi Lentera Harta yang cabangnya ada di setiap kota, seperti tidak mungkin menurut Hao Zhao tidak memiliki anggota yang memiliki spesialisasi di bidang tersebut.
Memiliki informan berarti memiliki informasi, di mana informasi begitulah penting untuk sebuah sekte agar dapat mencegah atau menyambut hal yang mungkin akan datang ke sekte mereka di masa mendatang, baik itu hal baik atau buruk tetaplah sebuah sekte butuhkan membuat tebakan Hao Zhao terkait informan Lentera Harta hampir pasti benar-benar ada.
__ADS_1
Yang Gao mendengar ucapan Hao Zhao segera kembali bungkam, memang dirinya sempat terpikir untuk menyebar anggotanya dengan tujuan mencari informasi terkait Hao Zhao, siapa sangka ternyata Hao Zhao telah menebak langkah yang akan diambilnya secepat itu.
Prokkk! Prokkk! Prokkk!
“Kau hebat, Nak. Entah sudah yang keberapa kali aku di buat terkejut olehmu selama pembicaraan ini," ucap Yang Gao seraya bertepuk tangan, tidak mengerti lagi harus bagaimana menggambarkan betapa Hao Zhao telah begitu berhasil membuatnya terpukau.
“Jadi benar?" Hao Zhao yang ikut terkejut, tidak menyangka analisa asalnya ternyata merupakan kebenaran.
“Tentu saja, lagipula bukankah hampir mustahil jika Lentera Harta sama sekali tidak memiliki sesuatu sepenting pencari informasi? Juga terkait aku yang penasaran dengan identitas mu, itu juga hampir mustahil bukan tidak aku rasakan? Lagipula siapa yang tidak penasaran dengan pemuda sejenius dirimu? Hahaha," ucap Yang Gao dengan tawa renyahnya.
Hao Zhao hanya terdiam saja mendengar tawa renyah Yang Gao tersebut, seraya menatap Yang Gao aneh, Hao Zhao mempertanyakan mengapa pria tua di hadapannya bukan kesal malah senang dirinya terus coba pojok kan sedari tadi.
“Dia tidak berpikir aku kembali tengah mencoba mengujinya bukan?" gumam Hao Zhao penuh tanda tanya.
“Apa? Apa setiap analisa luar biasa mu sebelumnya juga merupakan ujian untukku? Terkait akan bagaimana aku bereaksi terhadap analisa mu ... begitu?" Yang Gao setelah sempat secara tidak sengaja mendengar gumaman Hao Zhao.
“Tidak, berhenti bicara omong kosong. Kenapa tidak kita mulai bicarakan saja apa yang ingin Paman Gao bicarakan sebelumnya sehingga mengajakku ke sini," ucap Hao Zhao yang tidak ingin pembicaraan itu semakin melebar, takut-takut Yang Gao memiliki sesuatu hal lain yang mungkin akan membuatnya kesulitan untuk menjawab.
“Oh, aku sempat melupakannya sebab hampir selalu dibuat terkejut olehmu," ucap Yang Gao mengatakan sejujurnya, sama sekali tidak masalah juga sebenarnya jika memang Hao Zhao ingin kembali mencoba mengujinya, selama itu berarti Hao Zhao akan tetap mau terikat dengan Lentera Harta miliknya.
__ADS_1