Pendekar Pedang Harimau Surgawi

Pendekar Pedang Harimau Surgawi
Pecahnya Amarah Tang Pei


__ADS_3

Tang Pei, sebagai tetua Tertinggi sebuah sekte Menengah sekaligus guru langsung dari dua murid Utama sekte nya yang terkenal juga akan kejeniusan mereka yaitu Mei Rin juga Mei Er, tentulah namanya cukup dikenal luas di dunia persilatan.


Kini Tang Pei terlihat berurusan dengan seorang pemuda entah siapa, pastilah membuat mereka yang mengenal namanya bertanya-tanya terkait apa sebenarnya yang terjadi hingga semua hal itu bisa terpicu.


“Entah apa yang sudah Pemuda itu lakukan, aku harus mengatakan hari ini dirinya sedang sial hingga harus berurusan dengan tetua Pei."


“Kau benar, sebagai seorang pendekar muda tentulah akan menjadi sebuah bencana untuknya berurusan dengan pendekar Pembentukan Jiwa seperti tetua Pei."


Suara pembicaraan antara pengunjung restoran terdengar, mendiskusikan terkait apa yang tengah terjadi di sana antara Tang Pei dengan Hao Zhao.


Tang Pei telah luas diketahui merupakan seorang pendekar Pembentukan Jiwa tahap Menengah, hal inilah yang membuat tidak ada seorang pun di sana mau mencari masalah dengan Tang Pei sebab mereka masih sayang nyawa.


Seorang pendekar muda yang dikenal paling jenius sekali pun di benua tersebut hanyalah pendekar Pemurnian tahap Puncak, membuat harapan untuk Hao Zhao dapat lolos dari cengkraman Tang Pei terlihat kecil di mata setiap orang yang tengah ada di restoran tersebut.


“Aku tidak tau siapa pemuda itu dan dari mana asalnya, yang aku tau dia akan segera menemui ajalnya jika tidak bisa menangani situasi ini dengan benar."


“Tepat, salah langkah sedikit saja nyawanya akan menghilang."


Pembicaraan semakin panas terdengar di antara pengunjung restoran, di mana kebanyakan merupakan bagian dari sekte Kecil yang kebetulan tengah menikmati hidangan di sana.


Hao Zhao sempat melirik ke sekitarnya ikut mendengar setiap pembicaraan tersebut, di mana dari pembicaraan itu jugalah Hao Zhao berhasil mendapatkan cukup banyak informasi yang cukup berguna untuknya.


“Tang Pei, seorang Pendekar Pembentukan Jiwa tahap Menengah. Cukup mengintimidasi memang untuk mereka yang berasal dari sekte Kecil, tetapi dengan tingkat kekuatan setara itu ingin mencoba berurusan denganku? Lebih baik berbalik dan coba perhatikan kemana kau akan melangkah lain kali," ucap Hao Zhao pelan pada Tang Pei yang ada di hadapannya.


Tang Pei mendengar ucapan Hao Zhao sempat terperanjat, tidak sama sekali menyangka pria muda dihadapannya akan berani mengatakan hal sejenis itu padanya.

__ADS_1


“Bisa kau katakan sekali lagi? Aku tidak mendengar dengan jelas sebelumnya," ucap Tang Pei, masih tidak bisa menerima apa yang didengarnya merupakan sesuatu yang nyata.


Hao Zhao segera menyeringai, sadar pastilah begitu berat untuk Tang Pei bisa menerima kenyataan kalau dirinya berani menganggap Tang Pei remeh sebab tingkat kekuatannya tersebut.


“Sebagai seorang pendekar Pembentukan Jiwa tahap Menengah, seharusnya kau memperhatikan kemana kakimu akan melangkah. Itu yang aku kata ...."


Slashhh!!!


Hao Zhao belum sempat menyelesaikan perkataannya ketika pedang di pinggang Tang Pei telah diayunkan, di mana pedang itu bahkan telah terselimuti tenaga dalam cukup banyak terlihat dari betapa cerahnya kilauan cahaya kebiruan di sekitar pedang tersebut.


“Bocah! Aku sudah coba berbaik hati untuk memastikan terlebih dahulu apakah yang dikatakan salah satu Murid ku benar terkait kau yang memotong tangan Zhang Zhisan juga Jung Duoli, tetapi melihatmu yang seperti ini ... aku rasa langsung membunuhmu jauhlah lebih baik di banding membiarkanmu hidup lebih lama dari ini," ucap Tang Pei sudah kembali mengangkat pedang untuk diayunkan.


Hao Zhao hanya tertawa kecil mendengar ucapan Tang Pei, setelahnya segera memunculkan pedangnya dari cincin Ruang yang membuat setiap dari mereka yang ada di sana terperangah melihatnya.


Serupa dengan kebanyakan dari yang lain, Tang Pei juga sama terkejutnya. Di mana langsung lah paham dirinya, jika Hao Zhao bukanlah pendekar muda biasa terlihat dari cincin Ruang yang dimilikinya.


“Tutup mulutmu, Bocah sialan!" seru Tang Pei sebelum bergerak cepat mencoba menebas Hao Zhao dengan pedangnya.


Buummm!!!


Ayunan pedang lain kembali Tang Pei lancarkan, di mana kali ini berhasil sekali lagi Hao Zhao hindari membuat ayunan pedangnya hanya menghantam dinding membuat dinding tersebut roboh sebab tidak kuasa menahan tenaga dalam yang menyelimuti pedang tersebut.


“Hei, keluar dari sini! Ini berbahaya!"


“Benar, kekuatan setara ini dengan tingkat kekuatan kita pastilah akan tamat kita walau hanya terkena serpihan serangannya saja!"

__ADS_1


Kehebohan terjadi di dalam restoran itu, di mana kebanyakan dari pendekar segera memutuskan keluar disusul oleh orang biasa yang juga khawatir akan hal serupa.


Kini hanya tersisa tidak berapa banyak orang saja di restoran tersebut, di mana hampir seluruh dari mereka merupakan seorang pendekar yang begitu dibuat penasaran dengan keseluruhan pertarungannya sementara yang lain merupakan pekerja di restoran itu yang bingung harus melakukan apa.


Hao Zhao menyadari masih ada orang biasa yang kebanyakan merupakan pelayan, di mana amat mengetahui dirinya akan begitu berbahaya untuk mereka jika Tang Pei terus menerus melancarkan serangan seperti sebelumnya sehingga Hao Zhao segera mengambil keputusan.


“Hei, apa kau bahkan tidak bisa mengarahkan pedangmu dengan benar ketika mengayunkannya? Lihat dinding ini, apa kau bahkan punya uang untuk menggantinya jika sudah seperti ini?" tanya Hao Zhao pada Tang Pei, seraya menunjuk lubang besar dari dinding restoran yang telah roboh.


Tang Pei baru ingin kembali mengayunkan pedangnya ketika Hao Zhao mengatakan hal tersebut, di mana tampak tidak sedikitpun memedulikan dirinya lebih memilih melancarkan serangan lain pada Hao Zhao.


“Oh, ternyata hanya pendekar bodoh yang tidak peduli kalau apa yang dilakukannya merugikan orang lain. Hey kau, terima beberapa keping emas ini, gunakan itu untuk membetulkan dindingnya," ucap Hao Zhao seraya melemparkan beberapa keping emas pada salah satu pelayan di sana.


Ekspresi wajah Tang Pei tampak semakin buruk setelah menyadari apa yang Hao Zhao lakukan, di mana merasa begitu terhina dirinya sebab merasa Hao Zhao sama sekali tidak menganggap serius pertarungan dengannya.


“Sesali saja kebodohanmu sendiri Bocah, kau pikir sedang berurusan dengan siapa hingga berani memedulikan hal lain ketika tengah bertarung denganku!" seru Tang Pei dengan pedangnya yang telah diayunkan tepat di atas kepala Hao Zhao.


Brakkkk!!!


Lantai hancur sesaat setelah pedang Tang Pei menghantamnya, di mana Hao Zhao seolah lebih dahulu menghilang sebelum pedang tersebut menyentuhnya membuat ayunan pedang Tang Pei harus kembali kehilangan targetnya.


“Hei, sudah aku katakan ayunkan pedangmu dengan benar. Kau bodoh atau apa?" tanya Hao Zhao, sudah ada di atap salah satu bangunan keluar dari restoran tersebut melalui lubang yang muncul dari robohnya dinding.


Tang Pei segera menggenggam erat pedangnya mendengar hal tersebut sebelum berkata, “Kau sudah memilih kematian mu sebelumnya, sekarang kau membuat aku merasa kematian saja sama sekali tidak cukup untukmu."


Tang Pei melesat setelahnya mencoba menghampiri tempat Hao Zhao berada, di mana Hao Zhao segera kembali mengambil langkah untuk pergi dari sana mencoba menciptakan jarak dengan Tang Pei.

__ADS_1


“Ini semua karena mu, kenapa malah memberitahu guru terkait hal itu?" Mei Er setelah melihat kepergian Tang Pei juga Hao Zhao dari restoran tersebut.


“Aku tidak sama sekali bermaksud, Kak. Guru bertanya apa kita mengenalnya dan aku jawab begitu saja dengan mulut bodohku ini, belum lagi fakta terkait apa yang terjadi beberapa waktu lalu ... bodohnya aku," ucap Mei Rin seraya menepuk kepalanya beberapa kali.


__ADS_2