Pendekar Pedang Harimau Surgawi

Pendekar Pedang Harimau Surgawi
Salah Satu Dari Tiga Naga Bebas


__ADS_3

Gua bergetar hebat senada dengan setiap pertukaran serangan yang Hao Zhao juga Cang lakukan, kucing itu begitu gesit dalam hal menyerang begitu juga dengan menghindar.


Hao Zhao yang menjadi lawannya bahkan harus menerima cukup banyak luka di sekujur tubuhnya, luka cukup serius dari setiap cakaran Cang yang mengandung tenaga dalam demikian besarnya.


Setiap menerima serangan dari Cang, Hao Zhao meski sulit tetapi tetap berhasil membalas dengan ayunan pedang di tangannya.


Tubuh Cang yang kecil membuat serangan Hao Zhao beberapa kali harus meleset, meski begitu tetap membuat Cang menerima luka cukup parah dari setiap serangan yang berhasil dilancarkan olehnya.


Pertukaran ayunan pedang dengan cakaran keempat kaki kucing kembali terjadi entah sudah yang ke berapa kalinya, yang mana kali ini tidak sengit seperti sebelum-sebelumnya sebab Cang nampak sudah menyentuh batasan fisiknya.


“Ngrawww!!!" Cang mengeram sesaat setelahnya melompat berusaha menjauh dari Hao Zhao.


Hao Zhao hanya tersenyum kecil menanggapinya, jujur bertarung dengan Cang masih jauh lebih menyenangkan ketimbang mengikuti turnamen yang dimenangkannya.


“Kucing Mata Emas setara pendekar Jiwa memang bukan omong kosong belaka, bahkan kekuatan serangan mu jauh lebih berbahaya dari anggota Topeng Besi yang pernah aku lawan," ucap Hao Zhao pada Cang seolah kucing itu mengerti.


“Ngrawww!!!" Cang yang sudah kembali melompat untuk menerkam Hao Zhao, tidak peduli sama sekali dengan apa yang Hao Zhao baru ucapkan.


Hao Zhao hanya tersenyum semakin lebar saat Cang sudah semakin dekat dengannya. Berbeda dengan sebelumnya, kali ini dirinya simpan pedang di tangannya ke dalam cincin Ruang sebelum menangkap kucing tersebut yang untungnya berhasil.


“Hei, ucapan ku tadi adalah pujian. Bagaimana bisa binatang spiritual seperti mu tidak mengerti?" Hao Zhao yang telah mengamankan Cang di cengkraman kedua tangannya.


“Meong?" Cara menatap Cang tiba-tiba berubah polos begitu pula dengan tingkahnya.


Apa yang Cang lakukan segera mengingatkan Hao Zhao pada kejadian tidak berapa lama lalu, sudah tiga kali tingkah seperti ini dilakukan jika menggabungkan Li Chen juga ke dalamnya.


“Kau pikir aku akan terpedaya tingkah polosmu, Kucing nakal?" Hao Zhao yang secara bersamaan menyentuh beberapa titik di tubuh Cang, membuat kucing tersebut kehilangan kesadaran seperti pemiliknya.


“Sekarang, semuanya ada di bawah kendaliku," gumam Hao Zhao.


***

__ADS_1


Hao Zhao hanya duduk di salah satu sisi gua seraya memejamkan matanya, sudah pagi saat itu yang mana luka di tubuh Hao Zhao juga telah hilang sepenuhnya.


Merasa pemulihan dirinya telah cukup, Hao Zhao segera membuka mata sebelum disambut pemandangan kurang mengenakan dari Li Chen dan kucingnya yang telah dirinya ikat agar tidak bisa melakukan hal berbahaya ketika tersadar nanti.


“Oh, akhirnya bangun? Bagaimana istirahatnya, Bocah?" tanya Hao Zhao saat Li Chen sayup-sayup membuka matanya.


Li Chen yang baru bangun tetapi sudah mendapati tangan dan kakinya terikat jelas tidak terima, mencoba memberontak bahkan menggunakan tenaga dalamnya sebagai pendekar Pembentukan Jiwa untuk melepaskan ikatan walau harus gagal sebab tenaga dalamnya seolah tidak membantu sama sekali.


“Mengikat aku dengan apa kau, Sialan?" Li Chen yang menyadari apa yang digunakan untuk mengikatnya bukan sesuatu yang biasa.


Hao Zhao hanya tertawa kecil melihat bocah Li Chen mengamuk, setelahnya menunjuk akar menjalar di salah satu sisi gua.


Li Chen yang mengenali akar jenis apa itu dengan segera meradang. Bak bocah yang kesal karena tidak dibelikan mainan, setiap kata kasar keluar dari mulut Li Chen untuk mencaci Hao Zhao.


Plakkk!!!


Li Chen yang awalnya ribut sendiri dengan berbagai kata kasar dari mulutnya seketika bungkam. Merasa perih di mulutnya yang baru di tepak Hao Zhao, dirinya menatap Hao Zhao bengis merasa tidak terima.


“Hei, Sialan. Kau tidak berpikir usiaku seusai dengan penampilanku, kan?" tanya Li Chen masih menatap Hao Zhao bengis.


“Tentu tidak, lagipula siapa yang akan percaya ada seorang bocah sepertimu berhasil menjadi pendekar Pembentukan Jiwa," timpal Hao Zhao.


“Kalau begitu berhenti memperlakukanku seperti seorang bocah dan lepaskan ikatan ini, aku bisa pertimbangkan untuk mengampuni mu jika kau mau melakukan itu," ucap Li Chen dengan senyum penuh percaya diri.


Hao Zhao hanya melirik Li Chen tampak tidak peduli, setelahnya tertawa geli karena rasa percaya diri Li Chen yang tidak berdasar.


“Sekuat apapun kau, aku masih lebih kuat darimu. Jadi siapa yang mengampuni siapa di sini?" tanya Hao Zhao menaikan alisnya.


“Eh? Te— tetapi apa kau tau kalau Cang memiliki kekuatan setara pendekar Jiwa? Jika aku ingin, pasti aku sudah memintanya untuk menghabisi—"


Li Chen terdiam bahkan saat kata-kata nya belum selesai, sebab menyadari bagaimana kondisi kucingnya yang tidak jauh berbeda tengah terikat sama sepertinya.

__ADS_1


“Oh, pendekar Jiwa? Betapa mengerikan, aku jadi takut setelah mendengar hal itu," ucap Hao Zhao dengan senyum meledek.


“Sial, diam kau. Lepas saja ikatan ku, aku akan menghargai kebaikanmu jika kau mau melakukan itu," ucap Li Chen yang pada akhirnya memilih berbicara baik-baik untuk membujuk Hao Zhao.


“Wah, ternyata kau yang sempat memiliki keinginan untuk menghabisi aku ketika aku tengah tertidur bisa menghargai kebaikan orang juga," ucap Hao Zhao seolah terkejut.


Li Chen yang menyadari Hao Zhao hanya meledeknya sedari tadi pada akhirnya hanya bisa menahan geramnya, mencoba memendam semua perasaan tidak nyaman itu sampai saatnya tiba.


“Nak, berhenti kekanakan seperti itu dan cepat lepas ikatan ku. Kita bicarakan ini baik-baik dan meluruskan kesalahpahaman kita." Li Chen yang tiba-tiba berubah pembawaannya.


“Wah, sekarang kau bertingkah seperti pria tua. Sebenarnya yang mana kau yang asli?" Hao Zhao menatap kagum seolah tidak percaya, meski tampak jelas itu hanya bentuk kepura-puraan Hao Zhao saja.


Kelopak mata Li Chen berkedut beberapa kali, semua perasaan geram kini seolah sudah tidak tertahan membuat Li Chen meledak sebab tingkah menyebalkan Hao Zhao.


“Bocah, Sialan!!! Apa kau bahkan tau siapa aku? Aku satu dari tiga pendekar Bebas tanpa sekte yang tersohor di benua ini, jika kau terus seperti ini maka akan aku cari kau sampai ujung dunia untuk menghabisi mu seperginya kau dari sini!!!" seru Li Chen penuh amarah.


Hao Zhao hanya terdiam mendengar hal itu, terkejut tentu saja tetapi tidak lebih dari itu.


“Haha, dia pasti takut mendengar berapa luar biasanya identitas asliku ... ehh ...."


Li Chen yang awalnya mengira Hao Zhao gentar setelah mendengar identitasnya, segera merasa kalau dirinya hanya terlalu percaya diri saja.


Hao Zhao memang bukan memohon ampun atau sejenisnya bahkan setelah mengetahui hal itu, melainkan membaca sebuah buku entah apa isinya seolah identitas Li Chen bukanlah apa-apa untuknya.


“Tiga Naga Bebas, jadi kau salah satu dari mereka?" Hao Zhao setelah berhasil memastikan jika memang benar ada nama Li Chen dari buku berisi informasi pemberian Yang Gao.


Tiga Naga Bebas, sebuah julukan yang diberikan kepada tiga orang pendekar tanpa sekte dengan kekuatan tidak main-main dan terkesan mustahil untuk bisa di capai tanpa dukungan sebuah kelompok atau sekte sedikitpun.


Dari ketiga nama yang tertera, salah stau orangnya ada di hadapan Hao Zhao jelas membuat dirinya semakin tertarik.


“Bukankah julukan Naga Bebas terlalu berlebihan mengingat salah satunya saja hanya seorang pendekar Pembentukan Jiwa? Mengecewakan," ucap Hao Zhao dengan senyum sinis.

__ADS_1


“Bocah, Sialan!!! Ini bukan kekuatan asliku!!!" seru Li Chen yang merasa Hao Zhao sudah amat berlebihan berani meremehkannya sejauh itu.


__ADS_2