Pendekar Pedang Harimau Surgawi

Pendekar Pedang Harimau Surgawi
Timbal Balik


__ADS_3

Hao Zhao segera meninggalkan wilayah sekte Pedang Corak setelah merasa urusannya di sana telah selesai, mungkin masih ada tiga sekte bawahan yang tersisa tetapi Hao Zhao tidak menganggap mereka ancaman sebab ketiganya juga telah kehilangan patriak mereka.


“Hei, sebenarnya apa alasanmu hingga membantai sekte Pedang Corak seperti ini? Aku tau ada masalah antara dirimu dengan mereka, tetapi aku tidak melihatmu sebagai orang yang akan bersedia atau mau melakukan hal demikian," ucap Li Chen di tengah langkahnya.


Hao Zhao hanya diam, tidak mengerti mengapa Li Chen yang menyebalkan itu tiba-tiba tampak serius seperti ini.


“Jangan salah paham, aku hanya penasaran. Meski kita tidak lama mengenal tetapi aku cukup baik dalam menilai orang, kau jelas pendekar baik hati hingga membantu desa yang setiap binatang ternaknya menjadi santapan Cang. Melihat sosok baik hati sepertimu tiba-tiba bisa berubah kejam ... ini sedikit menggangguku," lanjut Li Chen.


Tidak ada alasan pasti Hao Zhao dapat sampaikan pada Li Chen terkait tindakannya, ada kalanya dirinya hanya mau melakukan apa yang menurutnya benar dan membantai sekte Pedang Corak adalah salah satunya.


“Bukankah aku melakukan itu karena membantumu?" Hao Zhao menolak menyampaikan apa yang ada di kepalanya.


“Jangan bicara omong kosong, menyerahkan Bunga Kehidupan pada sekte Pedang Corak semua ide mu agar kau punya alasan untuk membantai mereka," timpal Li Chen


Mendengar itu Hao Zhao hanya tertawa, entah perasaannya saja atau apa tetapi semakin terlihat besar tubuh Li Chen seolah semakin menghilang juga sikap kekanakannya.


“Hei, apa sekarang yang ada di balik topeng mu adalah wajah asli dari sosok Li Chen sang Naga Bebas?"


“Benar, apa kau penasaran bagaimana rupa asliku selama ini? Meski aku tau kau mengatakan ini semua hanya untuk mengalihkan pembicaraan, aku tidak keberatan untuk memperlihatkannya padamu."


Tempat Hao Zhao berada tengah tepat ada di hilir sungai saat pembicaraan itu terjadi, membuat mereka memutuskan beristirahat sejenak di sana.


“Hei, aku harap kau tidak terkejut melihat bagaimana sosok bocah sepertiku berubah menjadi pria dewasa dengan penuh wibawa." Li Chen mewanti-wanti.


“Pria tua dengan penuh keriput maksudmu?"


“Diam, tutup mulutmu dan kagum lah padaku."


Li Chen mulai melepas topeng yang menutupi wajahnya, sesaat kemudian segera terlihat senyum sombong yang jelas itu Li Chen tunjukan untuk membanggakan dirinya sendiri.


“Huahaha, inilah aku. Li Chen sosok pendekar tanpa sekte yang banyak orang kagumi!!!" seru Li Chen.

__ADS_1


Hao Zhao hanya bisa terdiam melihat rupa Li Chen yang sekarang, memang berubah menjadi lebih dewasa tetapi masih jauh dari apa yang Hao Zhao bayangkan.


Di bayangan Hao Zhao sosok pria sepuh lah bagaimana wujud asli Li Chen yang sebenarnya, siapa sangka hanya seorang pemuda belasan tahun lah kenyataannya.


“Hei, kau hanya tampak lebih tua beberapa tahun saja dari sebelumnya," ucap Hao Zhao mengatakan sejujurnya.


Li Chen yang awalnya tersenyum segera berubah buruk ekspresinya, menganggap ucapan Hao Zhao omong kosong langsung dirinya periksa pantulan wajahnya dari air mengalir di sungai.


“Bagaimana bisa? Kemana perginya wajah dewasa penuh wibawa ku? Kekuatanku telah pulih tetapi kenapa tidak dengan rupa ku?" Li Chen sembari menepuk-nepuk beberapa kali wajahnya.


“Oh, aku baru ingat sesuatu mengenai Bunga Kehidupan. Bunga itu dikatakan membawa kemudaan, aku awalnya berpikir itu hanya omong kosong siapa sangka ternyata benar," papar Hao Zhao.


“Ada hal seperti itu?"


“Ada, racun yang menjangkit mu sebelumnya membuatmu tampak seperti bocah dan sumber daya penyembuhnya mengembalikan penampilan semampunya. Setidaknya dengan ini kau tidak perlu khawatir ditawari permen oleh orang yang berniat menculik mu, walau itu artinya kau masih harus rela terlihat lebih muda dariku," ucap Hao Zhao dengan senyum meledek.


Li Chen hanya bungkam mendengar hal tersebut, ekspresinya begitu buruk seolah baru saja kehilangan hal paling berharga dari hidupnya.


“Hei, dengan wajahmu itu seharusnya tidak ada yang akan mengenalimu jadi tidak perlu mengenakan topeng itu. Panggil saja aku kakak seperti sebelumnya, itu bisa menjadi penyamaran hebat untuk kita," ucap Hao Zhao.


“Diam, menyebalkan," timpal Li Chen.


Hao Zhao hanya tersenyum geli mendengarnya, sadar kalau sepertinya sosok juga perangai Li Chen yang terasa lebih dewasa hanya perasaannya saja.


Hao Zhao sendiri pada akhirnya hanya menyandarkan tubuhnya di dahan sebuah pohon tidak jauh dari tempat Li Chen juga Cang beristirahat, malam telah begitu larut membuat kantuk datang menghampiri Hao Zhao yang memang tengah merasakan lelah setelah harus mengurus sekte Pedang Corak dalam beberapa hari terakhir.


***


“Hei, bangun!!!"


Hao Zhao baru membuka matanya saat sosok Li Chen sudah ada tepat didepannya, menggoyang tubuhnya demikian keras membuat tidur lelapnya terganggu.

__ADS_1


“Ada apa?" tanya Hao Zhao dengan mata sayup.


“Cepat bersihkan dirimu, ada hal yang harus kita lakukan hari ini."


“Meong!!!" Cang penuh semangat.


“Melakukan apa? bukankah semua kesepakatan kita telah usai?"


Hao Zhao sempat berpikir itu adalah hari terakhirnya bertualang bersama Li Chen juga Cang, meski singkat hal itu diakui Hao Zhao cukup menyenangkan dan berkesan.


“Bicara apa kau?!!" Li Chen sedikit tidak senang.


“Meong!!!" Cang mendukungnya.


Hao Zhao segera menaikan alisnya, sama sekali tidak mengerti mengapa peliharaan juga pemiliknya bisa terlihat begitu kesal padanya.


“Bagaimana bisa kau mengatakan kesepakatannya selesai ketika tidak ada timbal baliknya untukmu? Lihat aku, kekutan ku sudah kembali berkat bantuan mu, Lihat juga Cang, dirinya bisa memiliki kekuatan setara pendekar Jiwa tahap Menengah juga karena kebersediaan mu memberikan Kristal Spiritualnya."


“Meong!!!"


“Lalu?" tanya Hao Zhao tidak mengerti maksud Li Chen memaparkan apa yang telah diketahuinya.


“Ini saatnya kami membantumu, entah sedikit atau banyak aku juga Cang akan berusaha sebisa mungkin membantu menaikan tahap kekuatanmu agar kesepakatannya benar-benar selesai dan masing-masing dari kita mendapatkan keuntungan," ucap Li Chen serius.


Hao Zhao hanya bisa tersenyum menanggapinya, dirinya paham setelah menjadi pendekar Jiwa sesulit apa naik tahap di tingkat itu, sebab tenaga dalam yang dibutuhkan demikian besar yang mana sumber daya selangka Bunga Kehidupan saja tidak akan mampu membuat Hao Zhao langsung naik tahap jika mengkonsumsinya.


“Aku terima maksud baikmu, tetapi asal kau tau kalau aku belum lama mendapat tingkat kekuatanku ini. Ingin menaikan tahap mungkin masih butuh bertahun-tahun untukku jadi aku tidak sama sekali terburu-buru," ucap Hao Zhao tidak ingin Li Chen memaksakan apa yang sulit hanya karena merasa berhutang padanya.


“Hei, tutup mulutmu dan berhenti mencoba menolak. Aku bisa pastikan naik tahap adalah hal mudah dengan bantuan ku ini, sekarang bersiap dan ayo kita pergi." Li Chen tidak sama sekali mau mendengar penolakan Hao Zhao.


“Meong!!!"

__ADS_1


“Terserahlah kalau itu mau kalian," gumam Hao Zhao setelah melihat Cang penuh semangat mendukung setiap apa yang Li Chen ingin lakukan.


__ADS_2