Pendekar Pedang Harimau Surgawi

Pendekar Pedang Harimau Surgawi
Kedatangan Sekian Banyak Pengintai


__ADS_3

Hao Zhao tengah duduk tenang di dalam kamarnya dengan matanya yang terpejam, hal itu dirinya lakukan sedari malam sampai tidak terasa jika pagi sudah menjelang.


Di sekitar Hao Zhao sendiri nampak energi tipis bewarna kebiruan mengelilingi tubuhnya, di mana gumpalan energi tersebut seolah semakin menyebar seiring waktu hingga memenuhi seisi kamarnya membuat setiap benda di sana bergetar.


“Aura Bela Diri, akhirnya aku bisa menguasai sepenuhnya," ucap Hao Zhao seraya membuka mata yang bersamaan dengan itu energi disekitarnya perlahan surut sebelum menghilang.


Aura Bela Diri sendiri adalah sesuatu yang bisa digunakan seorang pendekar untuk memberi tekanan, bersamaan dengan itu Aura Bela Diri juga merupakan penanda sekuat apa seorang pendekar Jiwa yang menggunakannya.


Memang Aura Bela Diri bukanlah sesuatu yang bisa digunakan sembarang pendekar, di mana hanya pendekar Jiwa ke atasnya saja yang bisa menggunakan itu.


Menilik dari hal ini maka semakin besar jelas keuntungan Hao Zhao setelah berhasil menjadi pendekar Jiwa, karena hal ini pula Hao Zhao sampai tidak memedulikan waktu terus melatihnya hingga akhirnya bisa menguasai Aura Bela Diri sepenuhnya.


Memang Hao Zhao baru tertarik pada Aura Bela Diri malam tadi setelah melihat pria dengan topeng bewarna keemasan menggunakannya untuk menekan pergerakannya, karena hal itu sepulangnya dari sana segera Hao Zhao tanyakan hal terkait pada Yang Gao yang memberi penjelasan cukup lengkap terkait pertanyaannya.


“Paman Gao berkata normalnya seorang pendekar Jiwa baru bisa menggunakan Aura Bela Diri setelah berlatih berbulan-bulan dan baru akan menguasai sepenuhnya setelah bertahun-tahun melatihnya, tetapi mengapa aku bisa melakukannya hanya dengan sekali lihat dan sudah bisa menguasainya setelah satu malam penuh?" Hao Zhao penuh tanda tanya, berpikir apakah Yang Gao memberi informasi yang salah padanya atau apa.


Memang kejadian malam kemarin di mana Hao Zhao bisa menggunakan Aura Bela Diri untuk melepas tekanan yang tubuhnya derita seperti terjadi begitu saja, di mana hanya memikirkan satu hal saat itu apa yang Hao Zhao lakukan.


“Jika dirinya saja bisa menggunakan Aura Bela Diri maka seharusnya aku juga bisa."


Itulah yang ada di kepala Hao Zhao dan terbukti berhasil, karena menurut Hao Zhao untuk menggunakan Aura Bela Diri tidaklah begitu sulit seperti apa yang Yang Gao jelaskan.


Setidaknya itu menurut Hao Zhao karena normalnya apa yang Hao Zhao lakukan sama sekali tidak biasa atau bisa dikatakan seperti amatlah mustahil untuk seorang pendekar dapat lakukan.


Hao Zhao sempat merenung sesaat ketika pintu kamarnya tiba-tiba diketuk pelan, di mana tentu segera Hao Zhao buka pintu kamarnya untuk melihat siapa yang datang.

__ADS_1


Yang Gao telah ada di sana dengan wajah cerahnya, di mana Yue Yie ada disampingnya ikut menyambut Hao Zhao dengan senyum manis di wajahnya yang tertutup kain tipis.


“Nak Zhao, apa kau sudah siap mengikuti semifinal turnamennya?" tanya Yang Gao.


“Tentu saja, aku sudah menunggunya," ucap Hao Zhao dengan senyumnya yang terkesan dipaksakan.


“Oh, mengapa dirimu terlihat tidak bersemangat seperti ini? Apa karena dirimu sudah merasakan keseruan memancing ikan besar sehingga tidak tertarik pada ikan-ikan kecilnya?" tanya Yang Gao seraya terkekeh.


Hao Zhao hanya tersenyum canggung saja mendengar hal itu, di mana sudah mengerti dirinya kalau Yang Gao pasti sudah mendengar jelasnya terkait apa yang terjadi malam kemarin dari dua pendekar Lentera Harta yang datang membantunya.


Setelahnya sendiri Yang Gao hampir tidak pernah menyinggung lagi terkait apa yang terjadi malam sebelumnya, membuat perjalanan Hao Zhao ke tempat turnamennya digelar menjadi lebih tenang dari yang seharusnya.


“Kak Zhao, malam kemarin dirimu pergi kemana?" tanya Yue Yie tiba-tiba.


Hao Zhao hanya melirik Yue Yie sesaat sebelum menjawab, “Mengurus suatu hal."


“Bukan apa-apa," ucap Hao Zhao singkat sebab bingung harus bagaimana menjelaskannya.


“Kak Zhao tidak bermain-main dengan wanita bukan?"


Hao Zhao sempat terkejut mendengar hal itu, menatap Yue Yie aneh sebelum berkata, “Memangnya aku terlihat seperti tipe pria semacam itu?"


“Siapa yang tau?" Yue Yie sebelum mempercepat langkahnya dengan pipinya yang telah mengembung meninggalkan Hao Zhao.


“Apa? Kenapa marah?" Hao Zhao penuh tanda tanya.

__ADS_1


Hao Zhao sendiri setelahnya hanya menghiraukan saja hal itu lebih memilih menaruh perhatian pada suasana jalanan kota pagi hari itu yang seperti biasanya sudah tampak ramai, semuanya normal pada awalnya hingga Hao Zhao secara tidak sengaja berhasil membaca tingkat kekuatan dari beberapa orang yang berpakaian seperti warga biasa.


“Mereka bukan penduduk kota ... mereka jelas merupakan seorang pendekar," gumam Hao Zhao.


Cukup lama Hao Zhao terlarut memikirkan hal tersebut seraya mencoba menebak-nebak siapa mereka dan apa tujuan mereka datang ke kota Dahan Gugur, sampai tiba-tiba Yang Gao menepuk pundaknya menyadarkan dirinya dari lamunan yang sempat terjadi.


“Apa kau menyadarinya?" tanya Yang Gao pelan.


“Jika yang Paman Gao maksud adalah para pendekar yang bertingkah seperti penduduk kota maka iya, aku menyadarinya," ucap Hao Zhao.


Yang Gao hanya mengangguk pelan sebelum mendekatkan wajahnya ke arah Hao Zhao setelahnya berbisik, “Mereka merupakan pengintai dari cukup banyak sekte, tidak sedikit juga yang berasal dari sekte besar jadi jangan sia-sia kan kesempatan ini."


Hao Zhao melirik Yang Gao bingung, tidak mengerti apa maksud ucapan tersebut sebelum akhirnya bisa bernapas lega sebab Yang Gao bersedia menjelaskannya.


Pengintai yang dimaksud Yang Gao adalah pencari informasi, di mana mereka datang ke kota Dahan Gugur sebab sudah mendengar rumor terkait pendekar muda jenius yang tidak lain adalah Hao Zhao.


Di mana tujuan kedatangan mereka ke sana adalah untuk mencari informasi sebanyak mungkin terkait Hao Zhao untuk di kirimkan ke sekte asal mereka, di mana itu artinya sama saja dengan mereka bersedia menyebarkan nama Hao Zhao secara cuma-cuma di mana tentu Yang Gao senang akan hal ini sebab nama Lentera Harta pasti juga akan ikut naik karenanya.


“Buat mereka terpukau dengan kejeniusan mu, aku yakin setiap dari patriak sekte mereka akan meradang setelah menerima informasi terkait dirimu, hahaha." Yang Gao dengan tawa renyah.


Hao Zhao sendiri hanya mengangguk saja setelahnya, tidak heran menurutnya mengapa wajah Yang Gao bisa secerah itu pagi ini.


Hao Zhao sendiri tidak lama kemudian akhirnya sampai di tempat turnamennya di gelar, duduk di bangku yang telah disiapkan untuknya bersama Yang Gao juga Yue Yie, hanya bisa menunggu akhirnya mereka sampai turnamennya kembali dilaksanakan.


Seorang prajurit kekaisaran tidak berapa lama menaiki atas arena untuk memberi sambutan pada setiap dari mereka yang datang, di mana hal ini membuat Hao Zhao cukup bingung sebab tidak biasanya hal itu terjadi karena seharusnya Meng Kiao atau penguasa kota lah yang melakukan hal tersebut.

__ADS_1


Hao Zhao sendiri setelahnya dengan segera menoleh ke arah bangku tempat Meng Kiao biasa duduk bersama putrinya, di mana benar saja ada dirinya di sana dengan ekspresi wajah suram yang entah mengapa bisa tertampak begitu jelas.


“Apa ini karena dua anggota Topeng Besi yang belum kunjung kembali setelah malam kemarin? Jika benar itu berarti mereka sama sekali tidak mengetahui kalau semua itu ada hubungannya denganku," gumam Hao Zhao dengan wajah datar tanpa ekspresi.


__ADS_2