
Li Chen hanya bisa bungkam bersama Cang di pelukannya. Dirinya tidak terima, meski begitu tidak dapat melakukan apapun sebab tidak bisa menekan Hao Zhao dengan kekuatannya yang sekarang.
“Sialan, awas saja jika bocah itu gagal dengan rencana yang entah apa ini," gumam Li Chen dengan sorot mata tidak lepas dari Hao Zhao juga Tang Jiri yang tengah melakukan pembicaraan.
Hao Zhao hanya tersenyum di hadapan Tang Jiri seolah menyambutnya baik, meski tidak nyaman sebab bagaimana Li Chen menatapnya tetap dirinya coba hiraukan hal tersebut.
“Ini semua yang bisa aku berikan pada Senior sebagai bentuk ketulusanku, aku sama sekali tidak mencoba mengambil keuntungan karena Bunga Kehidupan benar-benar berarti untukku," ucap Tang Jiri seraya menyerahkan cincin ditangannya.
“Cincin Ruang? Kau pasti berasal dari kekuatan besar hingga bisa memiliki hal seperti ini," ucap Hao Zhao seolah terkejut.
“Oh, tidak. Aku hanya berasal dari sekte Menengah, sekte Pedang Corak jika Senior tau. Meski mungkin tidak bisa dibandingkan dengan asal Senior sekalian, aku bisa pastikan sekte ku dapat diandalkan jika Senior sekalian membutuhkan bantuan sebagai bentuk balas budi kami," ucap Tang Jiri, nampak tidak terlalu percaya diri dengan sekte asalnya.
Seorang semuda Hao Zhao dan Li Chen memiliki kekuatan besar di usia yang cukup belia, jelas normal untuk Tang Jiri menganggap keduanya berasal dari sekte atau kelompok tidak biasa.
“Tidak perlu balas budi, lagipula pertukaran adalah bisnis dan tidak ada kaitannya dengan balas budi atau semacamnya," ucap Hao Zhao masih dengan senyum ramahnya.
Tang Jiri nampak tersentak mendengar hal tersebut, seolah begitu tersentuh dirinya akan bagaimana ucapan Hao Zhao terlontar.
“Tidak, Senior. Bagaimanapun dengan mengalahkan binatang spiritual barusan sama saja dengan menyelamatkan nyawaku, anggaplah balas budinya untuk hal tersebut," ucap Tang Jiri penuh keseriusan.
Hao Zhao hanya mengangguk pelan, dirinya merasa tergelitik sebab ketulusan Tang Jiri dan berusaha begitu keras untuk tidak menertawakannya.
“Kau berulang kali mengatakan Bunga Kehidupan amatlah berharga dan bernilai untukmu, bisa kau katakan alasan ucapan itu?" tanya Hao Zhao.
“Oh, patriak sekte ku sudah ada lama di Puncak pendekar Pembentukan Jiwa. Dengan Bunga Kehidupan ini bukan tidak mungkin dirinya akan menjadi Pendekar Jiwa, jika itu terjadi maka syarat untuk menjadi sekte Besar akan terpenuhi. Apa Senior puas dengan pemaparan ku ini?"
Hao Zhao hanya bisa menatap Tang Jiri aneh, sama sekali tidak menyangka kalau tua bangka itu akan tanpa keberatan memaparkan segala hal yang seharusnya tidak orang luar boleh ketahui seperti dirinya.
__ADS_1
“Apa dia benar-benar percaya pada kebaikanku?" gumam Hao Zhao sebelum tersenyum sinis.
Hao Zhao menyadari hal tersebut tentu tidak menyianyiakan nya, segera Hao Zhao tanyakan beberapa hal lain pada Tang Jiri dan pria tersebut menjawabnya dengan senang hati.
“Benar, Senior. Sekte ku tengah menghadapi situasi sulit belakangan, ini semua karena murid Utama sekte Lentera Harta yang entah datang darimana begitu berani meremehkan sekte ku begitu buruknya ...."
Tang Jiri memaparkan tidak sampai sana saja, hal yang seharusnya menjadi rahasia bahkan dirinya jelaskan juga pada Hao Zhao seolah benar menganggap Hao Zhao sebagai penyelamat hidupnya.
“Oh, Hao Zhao. Dia cukup banyak dibicarakan belakangan ini, aku tidak menyangka dirinya merupakan orang semacam itu," ucap Hao Zhao dengan senyum geli yang coba dirinya tahan, jelas menggelikan menurutnya mendengar Tang Jiri berbicara buruk tentangnya di hadapannya sendiri.
“Mungkin banyak orang tidak tau, tetapi dirinya hanya generasi muda angkuh serta sombong yang tidak tau seberapa tinggi langit. Merasa paling hebat hingga berani melakukan sesuatu tidak pantas pada murid Utama sekte ku ... aku akan membunuhnya jika dirinya ada di hadapanku," ucap Tang Jiri dengan sorot mata penuh tekad.
“Buahahha!!!"
Tang Jiri segera mengangkat alisnya, Li Chen yang sedari awal terus diam dengan wajah muram kini tertawa begitu lepas tentu dipertanyakan olehnya.
Tang Jiri meski merasa kesal sebab bocah seperti Li Chen seolah berani menertawakannya hanya bisa menahan hal tersebut, lebih memilih melanjutkan pembicaraan yang sempat tertunda dengan Hao Zhao.
“Belum lagi tetua Tertinggi sekte ku belum juga kembali setelah mengirimkan informasi terkait Hao Zhao ini, aku menduga ini masih ada hubungan dengannya walau belum ada bukti yang memperjelas hal tersebut ...."
Hao Zhao mendengar Tang Jiri selesai dengan ucapannya segera mengangguk, menepuk pundak Tang Jiri setelahnya seolah berusaha menguatkan.
“Dia pasti baik-baik saja, sekarang silahkan bawa Bunga Kehidupannya. Aku bisa merasakan kesungguhan darimu untuk bisa membantu situasi sekte mu jadi tidak ada lagi yang perlu aku pastikan," ucap Hao Zhao.
Tang Jiri segera menatap Hao Zhao tidak percaya bahkan berkaca-kaca, rela menyerahkan sesuatu seperti Bunga Kehidupan hanya karena peduli padanya bahkan menyelamatkan nyawanya. Itulah bagaimana Tang Jiri menganggap Hao Zhao.
“Terimakasih, Senior. Ini pertama kali untukku bertemu pendekar yang peduli pada masalah orang lain sepertimu. Aku tidak akan melupakan kebaikanmu ini," ucap Tang Jiri seraya memberi hormat mendalam.
__ADS_1
“Sudahlah, jangan terlalu berlebihan seperti itu. Lagipula aku jauh lebih muda darimu, jadi berhenti memanggilku senior atau semacamnya," ucap Hao Zhao seraya menepuk beberapa kali lagi pundak Tang Jiri.
“Tidak, di dunia persilatan mereka yang lebih kuatlah yang pantas menerima penghormatan. Anggap saja sebutan ku pada Anda merupakan bentuk penghormatan dariku, Senior."
“Baiklah, lakukan semau mu. Sekarang pergilah, aku takut kawanku yang di sana akan mengamuk sebab tidak rela Bunga Kehidupan aku berikan padamu," ucap Hao Zhao menyinggung Li Chen.
Tang Jiri segera melirik ke arah Li Chen, dirinya sadari sedari awal jika Li Chen lah memang yang paling bereaksi keras terhadap tawarannya sehingga percaya kalau ucapan Hao Zhao bukan omong kosong belaka.
“Bocah ini jauh lebih kuat dariku, aku akan dicabik-cabik olehnya jika saja Senior baik hati ini tidak menenangkannya," gumam Tang Jiri.
“Kenapa kau terus melihatku, kau ingin mati?" Li Chen yang masih merasa berat hati melepaskan Bunga Kehidupan ke tangan Tang Jiri.
“Oh, tidak Senior. Aku hanya ingin pamit pada Anda sekalian," ucap Tang Jiri sebelum melangkah cepat pergi dari sana.
Hao Zhao hanya menatapi punggung Tang Jiri yang terus menjauh darinya, senyum diwajahnya perlahan mengembang senada dengan betapa jauh Tang Jiri telah melangkah.
“Jadi, bisa kau beritahu rencana mu hingga kau mengingkari janjimu membiarkanku mendapat Bunga Kehidupan itu?" tanya Li Chen.
“Mengingkari apa? Lagipula kita hanya melepas Bunga Kehidupan sementara saja, kau akan segera menjadi pemiliknya tidak lama lagi," ucap Hao Zhao dengan senyum seringai yang sepenuhnya telah mengembang.
Li Chen sempat mengerutkan dahi mendengar ucapan Hao Zhao sebelum ikut tersenyum dengan cara serupa, setelahnya berkata, “Bocah, aku rasa aku mulai mengerti kemana jalan pikiranmu itu menuju"
“Kemana memangnya?" tanya Hao Zhao.
“Ke sesuatu yang menyenangkan, jadi aku akan membiarkanmu kali ini dan mencoba tidak terlalu mempermasalahkan Bunga Kehidupannya. Asal kau bisa pastikan kalau aku akan benar-benar kembali mendapatkannya untuk menyembuhkan kondisiku," ucap Li Chen.
“Sudah aku katakan untuk tidak perlu khawatir, dibanding memusingkan hal itu lebih baik kau membantuku," ucap Hao Zhao dengan tawa kecil, entah mengapa begitu merasa bersemangat bahkan walau hanya membayangkannya.
__ADS_1