Pendekar Pedang Harimau Surgawi

Pendekar Pedang Harimau Surgawi
Dua Bandit Penjaga


__ADS_3

Dua orang pria dewasa dengan kapak di tangan mereka tengah tampak begitu bosan siang itu, di mana keduanya merupakan bandit yang memegang tugas jaga di sana.


“Ini menyebalkan, yang lain enak-enakan menyerang desa atau beristirahat juga berpesta di dalam. Mengapa kita harus berdiri diam di luar seperti ini tanpa tau apa yang harus dilakukan?" Salah satu dari keduanya, ekspresinya tampak kesal ketika mengatakan itu semua.


“Kau benar, pekerjaan kita ini sia-sia. Lagipula siapa memangnya orang bodoh yang berani menapaki kaki di wilayah markas kita," sahut satu yang lain, nampak memiliki kekesalan serupa.


Keduanya bergabung dengan kelompok bandit untuk mencari kesenangan baik dengan membantai atau sejenisnya, kini setelah bergabung tugas mereka hanya berjaga tentu keduanya sama sekali tidak puas.


“Aihh, ini menyebalkan. Hey, apa kau tidak memiliki pikiran terkait sesuatu yang mengasyikkan untuk menghilangkan kebosanan kita?" tanya salah satu dari keduanya, begitu berharap kawan jaganya membawa kartu atau sejenisnya yang bisa dirinya mainkan.


“Sesuatu yang mengasyikkan? Aku punya, apa kau ingin memainkannya denganku?"


Sebuah suara terdengar, di mana bukan salah satu dari keduanya yang mengatakan hal itu membuat dua bandit yang tengah berjaga segera menoleh untuk melihat siapa yang berbicara.


Hao Zhao sudah ada tidak jauh dari tempat keduanya dengan seringai di wajahnya, tampak begitu haus darah merupakan kesan yang di dapat dua bandit yang berjaga terlebih setelah melihat pedang yang tengah Hao Zhao mainkan di antara jemarinya.


“Hey, siapa kau? Jangan berani membuat masalah di sini jika kau tidak ingin mati!"


“Benar, Bocah. Cepat pergi dari sini, ini bukan tempat untuk Bocah sepertimu bermain!"


Dua bandit yang tengah berjaga mulai nampak bersiap, takut-takut kedatangan Hao Zhao ke sana memang memiliki maksud buruk.


“Oh, sebelumnya aku dengar kalian tengah bosan. Aku ada permainan untuk mengusir rasa bosan kalian, kenapa malah mengusirku seperti ini?" Hao Zhao dengan ekspresinya yang sudah kembali datar, tampak tersinggung setelah di usir oleh keduanya.


Kedua bandit yang tengah berjaga segera menatap satu sama lain, mempertanyakan isi kepala Hao Zhao yang menurut mereka pastilah telah rusak.

__ADS_1


“Hey, Bocah! Kami tidak main-main. Cepat pergi dari sini atau nyawamu akan menghilang bersamaan dengan ayunan kapak di tangan kami!" Salah satu dari keduanya mulai mengacungkan kapak ke arah Hao Zhao, memberi peringatan agar Hao Zhao berhenti terus melangkah.


Hao Zhao tidak sama sekali menanggapi ucapan itu, terus melangkahkan kakinya hingga tidak terasa sudah begitu dekat Hao Zhao dengan keduanya.


“Kau memilih mati rupanya!" Bandit yang sebelumnya berbicara dengan segera mengayunkan kapaknya ke arah Hao Zhao, di mana ayunan itu mengarah leher jelas berusaha ingin langsung membunuh.


Hao Zhao hanya mengangkat pedangnya untuk menahan ayunan kapak itu, membuat suara benturan terdengar dari pedang juga kapak yang beradu.


“Apa-apaan!" Bandit yang baru saja menyerang segera mengambil langkah mundur, begitu terkejut melihat kapaknya tiba-tiba mengalami retakan di mana hal tersebut jelas tidak normal.


Hao Zhao setelah bandit yang sempat beradu serangan dengannya mundur, segera melirik satu bandit lain yang ada di sampingnya, menatapnya tajam sebelum berkata, “Apa kau tidak mau mencoba?"


Bandit yang di ajak bicara oleh Hao Zhao dengan segera menaikan alisnya, “Mencoba apa?"


“Mencoba menyerangku seperti temanmu, apa kau tidak berani?" tanya Hao Zhao jelas menantang.


“Aku sudah berbaik hati mencoba untuk tidak ikut campur, namun kau malah tidak sadar diri dan menantangku?!" Bandit itu dengan kapaknya yang sudah mulai diayunkan.


Hao Zhao kembali sekali lagi mengangkat pedangnya untuk menghalau ayunan kapak bandit itu. Di mana serupa dengan sebelumnya, kapak yang bandit itu pegang juga mengalami retakan besar bahkan pecah berkeping-keping setelahnya sebab benturan dengan pedang Hao Zhao.


Bandit yang baru beradu serangan dengan Hao Zhao segera mengerutkan dahi, menoleh pada kawannya yang telah mundur sebelum berkata, “Hey, kapak milikku hancur. Beri aku punyamu!"


“Kapak milikku? Ini retak, apa kau yakin masih mau menggunakannya?" tanya bandit yang kapaknya sudah lebih dahulu di buat rusak oleh pedang Hao Zhao.


“Apa? Kenapa kau tidak mengatakannya?" Bandit yang kapaknya telah hancur, sama sekali tidak menduga jika kawannya ternyata mengalami situasi serupa dengannya.

__ADS_1


Kedua bandit itu sendiri sempat saling memandang setelahnya, mencoba membuat dugaan terkait bagaimana hal itu bisa terjadi sebelum Hao Zhao secara tiba-tiba menyerang.


“Hey, nama permainanku barusan adalah menghancurkan kapak milik bandit rendahan seperti kalian. Bagaimana? Apa sekarang kalian sudah tidak lagi bosan?" Hao Zhao ketika sudah ada di hadapan bandit yang paling dekat dengannya.


“A— apa? Kau membicarakan apa sebenarnya dari tadi, Bocah!" Bandit yang kapaknya telah hancur segera merasa panik, bagaimana tidak jika di hadapannya kini telah ada Hao Zhao dengan pedangnya yang begitu siap diayunkan kapan saja.


“Aku membicarakan terkait permainan, untuk yang ini namanya permainan menghukum bandit menyebalkan sepertimu!" Hao Zhao sempat mengangkat pedangnya sebelum mengayunkannya pada bandit itu.


Bandit yang menjadi sasaran pedang Hao Zhao tentu segera berusaha menghindar, walau harus gagal karena kecepatan ayunan pedang Hao Zhao yang sama sekali tidak normal.


Satu bandit tumbang sehingga hanya tersisa satu lagi saja yang harus Hao Zhao urus, di mana Hao Zhao sama sekali tidak mengambil jeda segera bergerak untuk menghabisi satu bandit tersisa.


Satu bandit yang tersisa sendiri saat itu tengah amat terperangah, melihat kawannya yang seperti kehilangan nyawa tanpa sebab yang jelas karena menurut apa yang di tangkap matanya, Hao Zhao bahkan belum sama sekali mengayunkan pedangnya ketika kawannya tiba-tiba kehilangan nyawa.


“Apa yang terjadi? Siapa yang membunuhnya?" Satu bandit tersisa nampak bertanya-tanya.


“Aku yang membunuhnya, itu sudah jelas. Kenapa masih bertanya?" Hao Zhao yang sudah ada di hadapan bandit itu.


Bandit yang tersisa sempat terperanjat ketika Hao Zhao tiba-tiba sudah ada di hadapannya, sama sekali tidak menyadari langkah Hao Zhao sebelumnya sehingga kemunculan Hao Zhao begitu mengejutkan untuknya.


“Kau? Bagaimana bisa sudah ada di hadapanku?" tanya bandit itu di tengah rasa terkejutnya.


Hao Zhao hanya menyeringai mendengar pertanyaan bandit itu, “Kau tidak perlu tau ...."


Hao Zhao setelah ucapannya dengan segera mengayunkan pedangnya, di mana pedang itu dengan cepat menebas tubuh bandit yang tersisa membuatnya terbelah menjadi dua.

__ADS_1


Berbeda dengan sebelumnya, bandit yang baru Hao Zhao tebas bahkan sama sekali tidak sempat bereaksi sebelum kematiannya. Menandakan kalau kecepatan pedang Hao Zhao memang bukanlah sesuatu yang bisa di tangkap oleh mata bandit itu.


“Amat lemah, bahkan kawanmu saja masih bisa menyadari ayunan pedangku sebelumnya," ucap Hao Zhao sebelum mengambil langkah untuk memasuki markas bandit yang sebelumnya sempat di jaga oleh kedua orang yang telah menjadi jasad itu.


__ADS_2