Pendekar Pedang Harimau Surgawi

Pendekar Pedang Harimau Surgawi
Rencana Gila


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu sejak hari pertama turnamen generasi muda di gelar, di mana dalam hitungan hari tersebut sudah banyak peserta yang telah tersingkir di jalan keikutsertaan mereka sebagai peserta turnamen.


Dari ratusan peserta kini hanya tersisa sekitar delapan orang saja yang berhasil memasuki perempat final turnamen tersebut, di mana salah satunya adalah Hao Zhao yang melangkah menyusuri jalannya turnamen seolah tanpa hambatan sedikitpun.


Di atas arena pertarungan sudah berdiri Hao Zhao dengan satu generasi muda lain di hadapannya yang akan menjadi lawannya di perempat final tersebut, Hao Zhao mengenalinya sebagai bagian dari sekte Kecil yang cukup berbakat terbukti dari seberapa jauh lawannya itu bisa melangkah sampai akhirnya memiliki kesempatan berdiri di hadapannya.


“Kalian sudah mengerti aturannya, jadi biar aku tanyakan apa kalian siap?" tanya Prajurit kekaisaran yang akan menjadi pengawas pertarungannya.


Hao Zhao hanya mengangguk pelan, mulai bosan selalu mendengar ucapan yang sama dari mulut setiap pengawas pertandingan yang bertugas.


“Aku siap," ucap pemuda di hadapan Hao Zhao penuh keyakinan.


Hao Zhao hanya menaikan alisnya mendengar itu, sempat menatap pemuda di hadapannya sesaat, setelahnya segera Hao Zhao keluarkan pedang miliknya dari dalam cincin Ruang.


Apa yang Hao Zhao lakukan tentu membawa keterkejutan bagi setiap orang yang menonton, bukan karena cincin Ruang yang Hao Zhao miliki karena mereka tau itu hal normal untuk Hao Zhao yang menjadi murid Utama Lentera Harta, melainkan fakta kalau Hao Zhao mulai mau menggunakan senjatanya ketika dirinya bisa sampai perempat final selama ini hanya dengan menggunakan tangan kosong saja.


Serupa dengan keterkejutan yang di rasakan setiap dari mereka yang menonton, pemuda di hadapan Hao Zhao sama terkejutnya, sama sekali tidak menyangka dirinya akan menjadi orang pertama yang akan merasakan menghadapi Hao Zhao dengan senjatanya.


“Ada apa?" tanya Hao Zhao setelah menyadari pemuda di hadapannya menunjukan ekspresi penuh tanda tanya.


“Tidak apa, Saudara Zhao. Aku hanya terkejut saja dirimu akhirnya mau mengeluarkan senjata setelah sekian lama turnamen ini berlangsung," ucap pemuda itu seraya memberi hormatnya tidak ingin membuat Hao Zhao tersinggung.


Hao Zhao hanya terdiam setelahnya tidak sama sekali menanggapi ucapan pemuda itu, membuat pemuda di hadapan Hao Zhao merasa risau takut ada kata-katanya yang tidak disenangi Hao Zhao.

__ADS_1


“Jangan terlalu dipikirkan, anggap ini sebagai cara aku menunjukan apresiasi pada lawan ku," ucap Hao Zhao.


Pemuda di hadapan Hao Zhao hanya mengangguk saja sebelum mengangkat pedangnya untuk bersiap, di mana setelahnya seruan dari pengawas pertandingan terdengar tanda pertarungannya telah di mulai.


Pemuda di hadapan Hao Zhao dengan tanpa ragu segera mengambil langkah maju, mencoba mengambil kesempatan ketidaksiapan Hao Zhao yang bahkan menarik pedang dari sarungnya saja belum.


“Ini kesempatanku!" seru pemuda itu penuh semangat, di mana sempat berpikir dirinya akan menang sebelum hal tidak terduga terjadi.


Kilauan energi bewarna kebiruan tiba-tiba muncul mengarah wajahnya, energi itu terlihat begitu tipis membuat matanya sulit mengikuti gerakan lesatan energi yang demikian cepat tersebut.


Slashhh!!!


Darah segera mengalir dari pipi pemuda itu ketika lesatan energi berlalu melewatinya, di mana beruntung untuk si pemuda sebab sempat dirinya coba hindari lesatan energi itu membuat kepalanya aman dan tidak terbelah dua sebab lesatan energi yang sama.


“A— aku menyerah," ucap pemuda di hadapan Hao Zhao seraya mengangkat tangannya yang telah bergetar hebat.


Berbeda dari hari biasa yang di mana setiap kemenangan Hao Zhao selalu diikuti sorak sorai setelahnya, hari itu seperti pengecualian sebab hanya hening saja bagaimana reaksi mereka yang menyaksikan bahkan setelah pemenangnya telah ditentukan.


Hao Zhao tidak memedulikan hal itu, di mana dirinya lebih memilih segera pergi saja dari atas arena menuju tempat duduknya di mana Yue Yie juga Yang Gao telah menanti di sana.


Tidak berapa lama Hao Zhao pergi dari atas arena barulah setiap penonton yang menyaksikan bersorak sorai, seolah baru saja pulih mereka dari keterkejutan yang entah sudah ke berapa kali Hao Zhao timbulkan.


“Sial, bagaimana bisa dia sekuat itu?!!"

__ADS_1


“Setelah selama ini selalu menggunakan tangan kosong akhirnya dia mulai mau menunjukan kemampuan berpedangnya? Dia luar biasa!"


“Hahaha, tidak sia-sia aku datang jauh-jauh ke kota Dahan Gugur jika disuguhkan cara bertarung peserta turnamen seluar biasa ini!"


Pembicaraan terkait Hao Zhao di antara para penonton, di mana begitu kagum sekaligus merasa beruntung mereka bisa memiliki kesempatan menyaksikan sendiri kemampuan sosok jenius bela diri seperti Hao Zhao.


“Hahaha, benar seperti itu. Kau hebat, Nak Zhao," ucap Yang Gao tepat setelah Hao Zhao sampai di bangkunya.


Merasa begitu puas memang Yang Gao mengetahui Hao Zhao ternyata benar-benar melakukan apa yang dimintanya, membuat Yang Gao memiliki pikiran bahkan untuk memberi sesuatu pada Hao Zhao setelah turnamen itu selesai.


Bagaimana nama Hao Zhao tersebar memanglah tengah begitu tidak terkontrol beberapa hari terakhir, di mana tidak ada satu pun bahkan dari setiap sisi kota yang tidak membicarakan Hao Zhao bahkan di tengah kesibukan setiap orangnya.


Entah itu di antara para pendekar atau mereka penduduk biasa di kota Dahan Gugur tidak ada yang tidak mengenal Hao Zhao, membuktikan sebesar apa nama Hao Zhao sekarang di mata setiap orang.


Dari semua hal luar biasa terkait tersebar luasnya nama Hao Zhao yang demikian cepat tentu ada alasan di baliknya, di mana alasan terkuatnya jelas karena kejeniusan Hao Zhao itu sendiri yang bahkan sama sekali tidak pernah gagal menjatuhkan atau membuat lawannya menyerah hanya dengan satu serangan di turnamen yang diikutinya.


“Jika sudah seperti ini maka hanya perlu memenangkan turnamen utamanya, dengan itu nama Nak Zhao pasti akan mulai tersebar lebih luas lagi hingga seisi kekaisaran ini mungkin akan mendengarnya," gumam Yang Gao mencoba memikirkan cara lain sebagai langkah lanjutan setelah turnamen di kota Dahan Gugur selesai.


Hao Zhao sempat mendengar gumaman Yang Gao hanya tertawa kecil saja, tidak sama sekali berpikir itu hal sulit sehingga Hao Zhao mulai mengungkapkan apa yang ada dipikirannya, “Bagaimana jika aku lakukan penyebaran namaku dengan cara yang tidak biasa?"


Yang Gao sempat terkejut mendengar ucapan Hao Zhao sebelum mengangguk membiarkan Hao Zhao berbicara, begitu penasaran dirinya apa yang akan diungkapkan Hao Zhao lebih bagus dari rencananya.


“Meratakan sekte Menengah seorang diri, bukankah itu akan menjadi kabar yang menghebohkan seisi kekaisaran?" Hao Zhao seraya menatap Yang Gao menunggu jawabannya.

__ADS_1


“Seorang generasi muda meratakan satu buah sekte menengah? Itu akan jadi kisah legenda yang luar biasa ... tunggu, kau tidak benar-benar memiliki pikiran ingin melakukan hal itu, kan?" tanya Yang Gao cepat setelah sadar akan maksud dari ucapan Hao Zhao yang jelas merupakan hal gila.


Hao Zhao hanya mengalihkan pandangannya dari Yang Gao sebelum berkata, “Siapa yang tau."


__ADS_2