
“Kalian, bersi—"
Ctankkk!!!
Tang Jiri baru ingin memberi perintah untuk para tetuanya bersiap saat Li Chen sudah lebih dahulu maju menerjangnya, memang dirinyalah yang menjadi target utama Li Chen sebab kekuatannya paling tinggi dari yang lain.
“Apa yang kau lakukan, berhenti menghindar dan cepat balas serangan ku," ucap Li Chen sembari membabi buta mencoba menyudutkan Tang Jiri.
Tingkat kekuatan Tang Jiri juga Li Chen seimbang, keduanya sama-sama Pendekar Pembentukan Jiwa tahap Puncak tetapi tidak dengan teknik bertarung yang keduanya gunakan di mana Li Chen jauh lebih unggul.
“Sialan, setiap serangan yang bocah ini lancarkan amat mematikan," ucap Tang Jiri sembari terus memutar otak berharap bisa membalikan keadaan.
Cukup lama Tang Jiri terus menghindar juga menangkis jika diperlukan, sampai dirinya sadar kalau Li Chen merupakan pengguna belati yang panjang serta ukurannya tidak seberapa.
Dibandingkan dengan pedang yang digunakan oleh Tang Jiri, jelas dari jangkauan serangan dirinya lebih unggul sehingga ingin memanfaatkan hal tersebut untuk keuntungannya.
Di tengah serangan yang Li Chen lancarkan, Tang Jiri segera mengambil kesempatan itu untuk membuat jarak dan hanya menyerang Li Chen ketika bocah itu mencoba mendekat.
“Hentikan omong besar mu, bocah. Jika sudah seperti ini kau bisa apa memangnya," ucap Tang Jiri dengan senyum sinis.
Li Chen segera berdecak kesal, posisinya sekarang tidak bisa menyerang Tang Jiri sama sekali karena jarak yang tercipta, meski begitu dirinya tidak kehabisan akal.
“Cang, bantu aku!!!" seru Li Chen.
Cang setelah mendengar teriakan Li Chen dengan segera bergerak menerkam Tang Jiri, Tang Jiri mencoba mengayunkan pedangnya pada Cang tetapi Cang menggunakan cakarnya untuk menyambut ayunan pedang tersebut.
Cang yang tingkat kekuatannya setara dengan pendekar Jiwa tahap Awal jelas unggul dalam hal kekuatan, membuat pedang di tangan Tang Jiri terlepas sebab benturan dengan cakar Cang yang demikian tajam.
“Apa yang kalian lakukan? Cepat bantu aku, sialan!!!" pekik Tang Jiri pada setiap tetuanya, sebab dirinya sudah tanpa senjata dan Li Chen tengah berusaha mengayunkan belati ke arahnya.
10 tetua yang awalnya hanya membatu sebab bingung harus melakukan apa akhirnya bergerak, mencoba menghalau Li Chen yang tengah mencoba menikam Tang Jiri.
“Kalian pikir mau kemana? Apa kalian lupa kalau ada aku juga di sini," ucap Hao Zhao.
10 tetua yang baru ingin membantu Tang Jiri dengan segera melirik antara satu sama lain, kehadiran Hao Zhao yang menghadang jalan mereka seolah muncul dari kehampaan membuat mereka demikian terkejutnya.
__ADS_1
“Wakil Patriak Jiri, bertahanlah dan tunggu kami menyingkirkan bocah ini!!!" seru serempak kesepuluh tetua tersebut dengan pedang di tangan mereka yang sudah begitu siap diayunkan.
Tang Jiri mendengar hal itu jelas semakin risau, sebab artinya hanya bisa mengandalkan diri sendiri saja jika ingin selamat dari Li Chen yang seperti begitu memiliki keinginan menghabisinya.
“Kau pikir hal serupa seperti yang terakhir kali akan terjadi? Kakakku tidak akan membiarkan aku kalah lagi dari kalian, pencuri sialan!!!"seru Li Chen dengan senyum seringai ketika mengayunkan belatinya.
Tang Jiri yang tanpa senjata melihat sebuah belati mengayun ke arahnya jelas tidak diam saja, mau tidak mau dirinya gunakan salah satu tangannya yang telah dialiri tenaga dalam untuk menghalau belati tersebut.
Slashhh!!!
Darah segera mengucur deras setelah belati Li Chen menebas lengan Tang Jiri, tenaga dalam yang Tang Jiri gunakan terbukti berguna sebab tangannya tidak putus karena tebasan tersebut.
“Haha, kau pikir serangan semacam itu sudah cukup untuk menghabisiku?" tanya Tang Jiri yang dengan segera bergerak untuk mengambil kembali pedangnya.
Li Chen sempat mendengus kesal sebelum sorot matanya jatuh pada Cang, senyum kembali muncul di wajahnya tidak berapa lama kemudian.
“Bergeraklah lebih cepat, aku takut belum kau berhasil mengambil pedangmu nyawamu sudah lebih dahulu hilang sebab betapa leletnya kau!!!" seru Li Chen sebelum tawa renyah terdengar setelahnya.
Tang Jiri mendengar hal tersebut jelas merasa khawatir, mempertanyakan apa maksud ucapan Li Chen sebelum semua ucapan tersebut terbukti dengan terjadinya sebuah hal yang tidak pernah dirinya sangka.
Tang Jiri merasakan ada sesuatu yang menembus area jantungnya, itu merupakan cakar kucing yang seluruhnya telah masuk amat dalam di dadanya.
“Si— sialan!!!" pekik Tang Jiri sebelum terbatuk.
Darah banyak keluar dari mulut Tang Jiri, badan Tang Jiri nampak melemas tidak lama kemudian yang setelahnya jatuh tanpa bisa memberi perlawanan.
Cang yang menjadi alasan kematian Tang Jiri hanya menarik cakarnya dari tubuh Tang Jiri, membiarkan tubuh itu terbujur kaku tanpa memedulikan tatapan tidak percaya 10 tetua sekte Pedang Corak yang melihat itu semua.
“Apa-apaan semua ini? Bagaimana bisa hal seperti ini terjadi pada Wakil Patriak Jiri?"
“Sialan, mengetahui seekor kucing lah alasan Wakil Patriak Jiri bisa mati ... aku semakin paham kenapa banyak orang bilang kalau ada banyak hal tidak terduga bisa terjadi di dunia persilatan."
Setiap tetua berurutan mengungkapkan rasa tidak percaya mereka, semua yang baru terjadi amat tidak masuk akal menurut mereka.
Seorang bocah dengan tingkat kekuatan yang bahkan tidak bisa mereka baca, hingga seekor kucing dengan kekuatannya yang tidak main-main membuat mereka bertanya-tanya.
__ADS_1
“Apakah mereka bisa disebut seorang pendekar jika menghadapi musuh semacam ini saja kepayahan?"
Pertanyaan itu yang banyak tetua tersebut miliki dalam diri mereka, mereka merasa tidak terima dipermalukan demikian parahnya sebab serangan yang Li Chen juga kucingnya lancarkan ke sekte mereka tetapi setiap tetua tersebut tidak bisa berbuat apa-apa.
“Hei, apa kalian lupa kalau ada aku juga?" tanya Hao Zhao yang sudah bergerak menghampiri tempat kesepuluh tetua tersebut berada.
Slashhh!!!
Pedang Hao Zhao berhasil mengoyak tubuh salah satu tetua yang sesaat kemudian jatuh sebab kehilangan nyawanya.
Serangan yang Hao Zhao lancarkan terjadi begitu cepat, membuat kebanyakan tetua yang merupakan pendekar Pembentukan Jiwa tahap Awal kesulitan melihat pergerakannya.
Slashhh!!!
Satu tetua lain menyusul jatuh setelah ayunan pedang Hao Zhao mengarah ke lehernya, membuat 8 orang tetua tersisa memutuskan bergerak untuk pergi dari sana karena ingin mempertahankan nyawa mereka.
“Terlambat jika baru ingin melakukan sesuatu sekarang." Hao Zhao mulai memperkuat aliran aura yang mengelilingi tubuhnya, membuat 8 orang tetua yang baru ingin mengambil langkah untuk pergi terhambat.
8 orang tetua tersebut merasa beban berat seperti tengah menimpa tubuh mereka, membuat kesulitan bahkan walau untuk bergerak apalagi kabur dari sana.
Hao Zhao yang berhasil membuat kedelapan tetua itu tetap ditempatnya dengan segera mengayunkan pedangnya menebas udara kosong, tidak sekali tetapi berkali-kali membuat permainan pedangnya tampak seperti tarian.
“Tarian Pedang Harimau Surgawi," ucap Hao Zhao pelan.
8 orang tetua yang memang tidak bisa pergi ke mana-mana hanya dapat memperhatikan tarian pedang Hao Zhao dengan kagum, walau tidak lama sebab sesaat kemudian mereka semua jatuh karena kehilangan nyawa.
Ctankkk!!!
Sesaat setelah Hao Zhao selesai dengan tarian pedangnya, Li Chen mengangkat belatinya untuk menghalau sesuatu yang tengah melesat ke arahnya.
Itu merupakan aliran tenaga dalam tipis serupa jarum, jika aliran tenaga dalam itu menembus tubuhnya jelas nyawanya akan terancam membuat Li Chen jengah sebab mengetahui dari mana asal serangan itu.
“Hei, sialan. Apa kau juga ingin mencoba membunuhku dengan jurus serangan tersembunyi milikmu itu?" tanya Li Chen dengan ekspresi kesal.
“Tidak, itu tidak disengaja," ucap Hao Zhao dengan ekspresi datar tanpa rasa bersalah mencoba menahan tawanya.
__ADS_1