
Belasan prajurit kekaisaran nampak ragu, sudah mendengar mereka terkait Hao Zhao yang pernah menyinggung kejadian antara Li Kao juga Jian San yang jelas itu berarti Hao Zhao telah mengetahui kecurangan turnamen tidak berapa lama lalu.
“Ada apa? Aku tidak ingat saat Jian San menerima serangan mematikan kalian juga ikut campur untuk menghentikan pertandingannya," ucap Hao Zhao seraya menatap setiap dari prajurit kekaisaran dengan tajam.
Salah satu dari mereka melangkah ke hadapan Hao Zhao, ekspresinya buruk juga ada keraguan di sana.
“Tuan Muda Zhao, tolong pelan kan suaramu. Terkait kejadian saat itu kami hanya menuruti perintah seseorang, kami tidak tau alasannya tetapi jika kejadian serupa terulang lagi di sini entah bagaimana setiap orang memandang kinerja kami," ucap prajurit kekaisaran di hadapan Hao Zhao sedikit berbisik.
Hao Zhao hanya tertawa geli mendengar hal tersebut sebelum berkata, “Jika kejadian saat itu saja tidak banyak orang menyadari ... bukankah tidak masalah jika hal serupa terulang sekali lagi?"
Prajurit kekaisaran di hadapan Hao Zhao bungkam, tidak bisa mengatakan apapun lagi untuk menyangkal Hao Zhao.
“Tuan Muda Zhao, saat itu dengan sekarang berbeda. Atasan kami sendiri yang meminta pada saat itu sementara sekarang? Kau siapa berani memerintah kami?" Prajurit Kekaisaran di hadapan Hao Zhao setelah berpikir cukup lama.
“Aku siapa? Aku orang yang bahkan jauh lebih pantas kau dengarkan dibanding atasan yang kau sebutkan," ucap Hao Zhao dengan senyum seringai.
Ekspresi prajurit Kekaisaran di hadapan Hao Zhao segera berubah geram, setelahnya menarik pedang yang tersarung di pinggang sebelum mengarahkannya ke leher Hao Zhao.
Tidak lama setelah itu prajurit kekaisaran yang lain juga melakukan hal serupa seraya melangkah maju, membuat belasan bilah pedang kini sudah menghunus siap memenggal kepala Hao Zhao kapan saja.
Semua yang terjadi tentu begitulah mengejutkan untuk siapa pun yang melihat, tidak terkecuali Yue Yie yang jelas merasa tidak terima.
“Apa-apaan, bagaimana bisa prajurit kekaisaran berani melakukan hal sejenis itu pada peserta pertandingan." Yue Yie baru bangkit dari kursinya ketika lengannya saat itu juga digenggam oleh Yang Gao.
Yue Yie menatap gurunya tidak mengerti, Hao Zhao jelas tengah dalam bahaya. Melihat gurunya seperti tidak khawatir sama sekali jelas membuat Yue Yie bertanya-tanya.
“Duduk, tidak ada yang perlu dikhawatirkan," ucap Yang Gao seolah bisa menebak maksud tatapan Yue Yie.
__ADS_1
“Tapi Guru, bagaimana bisa kita membiarkan mereka mengarahkan pedangnya pada Kak Zhao?" Yue Yie yang sama sekali tidak puas dengan perintah gurunya.
“Yie, dengarkan Gurumu," ucap Yang Gao membuat Yue Yie tidak bisa lebih jauh mempertanyakan.
“Baik," ucap Yue Yie pasrah.
Yang Gao kembali memfokuskan pandangannya ke arena pertarungan, penasaran dengan apa yang sekiranya ingin Hao Zhao lakukan sehingga tidak ingin menyela.
Serupa dengan reaksi yang Yue Yie tunjukan, Meng Dali bahkan sudah berlari secepat yang dirinya bisa ke arah sisi arena di mana ayahnya tengah ada di sana.
“Ayah, apa yang terjadi? Mengapa prajurit kekaisaran melakukan hal ini pada Tuan Muda Zhao?'" tanya Meng Dali dengan napas terpenggal.
“Ayah tidak tau, Ayah hanya meminta mereka menghentikan pertandingannya, siapa sangka mereka bahkan menarik pedang seperti sekarang," ucap Meng Kiao.
“Apa? Kalau begitu bukanlah sudah seharusnya untuk kita menghentikan mereka?" tanya Meng Dali, khawatir Hao Zhao kenapa-kenapa.
Ekspresi wajah Meng Dali memburuk, setelahnya mengambil keputusan untuk campur tangan mencoba membujuk prajurit kekaisaran.
“Nona Dali, dirimu ingin kemana?"
Meng Dali baru ingin mengambil langkah ketika seseorang menghentikannya.
“Eh, Tetua?" Meng Dali mengenali siapa orang yang menghentikannya sebagai tetua dari sekte Tanda Pedang sekaligus orang yang menemani Li Kao ke kota tersebut.
“Kenapa ekspresi wajahmu seburuk itu? Apa dirimu khawatir pada keadaan Murid Kao?" tanya tetua sekte Tanda Pedang.
Meng Dali segera terdiam, dirinya sudah melihat betapa buruk kondisi Li Kao tetapi tidak merasakan apapun bahkan sedikit kepedulian sekalipun.
__ADS_1
“Ti— tidak, aku hanya merasa mengarahkan pedang pada peserta bukanlah sesuatu yang bisa prajurit kekaisaran lakukan," ucap Meng Dali terbata-bata.
“Hahaha, jangan berbohong padaku. Siapa yang tidak tau sedekat apa dirimu dengan murid Kao sedari kecil, jelas tidak mungkin dirimu tidak khawatir akan kondisinya. Untuk sekarang dirimu tidak perlu khawatir lagi, lagipula bocah Lentera Harta itu akan segera menerima balasannya," ucap tetua sekte Tanda Pedang dengan senyum lebar.
Meng Dali segera menatap penuh tanda tanya tetua tersebut. Entah perasaannya saja atau bagaimana, tetua sekte Tanda Pedang seperti lebih mengenal prajurit kekaisaran di banding dirinya juga ayahnya.
“Apa ada yang terjadi antara tetua sekte Tanda Pedang dengan prajurit kekaisaran? Apa mereka ada hubungannya dengan tetua Tertinggi sekte Pedang Corak yang sering mengadakan pertemuan dengan dua anggota Topeng Besi di rumahku?" gumam Meng Dali yang tidak bisa menghiraukan semua keanehan begitu saja.
Sekte Tanda Pedang jelas ada di bawah kendali penuh sekte Pedang Corak, serupa dengan hal tersebut setiap prajurit kekaisaran juga ada di bawah kendali penuh Topeng Besi.
Menilik dua hal ini bukan tidak mungkin kalau ternyata mereka tengah merencanakan sesuatu yang keluarga Meng sama sekali tidak ketahui.
“Aku harus membicarakan hal ini pada Ayah," gumam Meng Dali.
Di samping keterkejutan yang memenuhi sekitar arena sendiri situasi di atas arena tengah begitu sebaliknya, tidak ada yang terkejut baik itu dari sisi prajurit kekaisaran maupun Hao Zhao tanda kedua pihak sudah memiliki dugaan terkait apa yang sekarang tengah terjadi.
“Sekarang mundur lah dan terima saja hadiah pemenang turnamennya, jangan melangkah lebih jauh mengungkit kecurangan dan kau bisa hidup dengan tenang setelahnya," ucap salah satu prajurit kekaisaran.
Hao Zhao tengah menatap setiap prajurit kekaisaran tajam saat mendengar ucapan itu, membuat Hao Zhao tergelitik karenanya.
“Hahaha, kalian lucu. Melakukan sesuatu yang bahkan kalian tidak tau apa alasannya lalu mencoba menghentikan aku yang jelas memiliki alasan, betapa tidak masuk akal," ucap Hao Zhao dengan tawa kecil.
Ditertawakan oleh Hao Zhao jelas membuat setiap prajurit kekaisaran murka. Merasa tidak sama sekali dipandang, itulah alasan murkanya mereka.
“Berhenti menyinggung perintah Topeng Besi pada kami, kalau ada seseorang yang ingin kau salahkan maka salahkan Jian San itu sendiri, terkait kebodohannya hingga dirinya bisa menjadi target Topeng Besi," ucap salah satu prajurit kekaisaran.
Hao Zhao dengan segera mengeratkan genggaman pada pedangnya, sebab ucapan itu sama saja dengan menyuruh dirinya menyalahkan diri sendiri.
__ADS_1
“Jian San menjadi target karena keterlibatannya denganku, lebih baik jaga ucapan kalian. Lalu apa ini, mereka bahkan bersedia membuka isi perintah Topeng Besi?" gumam Hao Zhao sebelum mengayunkan pedangnya cepat untuk menyerang prajurit kekaisaran yang sebelumnya bicara.