
Apa yang terjadi pada Fang Du jelas menarik perhatian setiap pengunjung restoran, mereka awalnya penasaran sebelum mengenali siapa Fang Du dan betapa mereka telah menunggu kedatangan pemuda itu selama ini.
“Kurang ajar!!! Beraninya kalian mengarahkan senjata ke Tuan Muda Du!!!" seru salah seorang pendekar sekte bawahan.
Pengunjung restoran yang berjumlah belasan orang segera bergerak sesaat ucapan tersebut, menarik senjata yang mereka bawa untuk menghampiri tempat Hao Zhao berada untuk membantu Fang Du.
“Haha, lihat. Apa kalian bahkan tau aku tidak perlu menggunakan tanganku sendiri untuk menyingkirkan kalian?" Fang Du dengan tawa renyah.
“Meong" Cang yang sedari awal diam.
“Kau benar, Cang. Bocah tidak tau malu ini bahkan masih bisa tertawa ketika tidak bisa melakukan apa-apa," timpal Li Chen.
“Aku benci satu pendapat dengannya, tetapi apa yang pemilik bodoh mu katakan benar, Cang." Hao Zhao dengan helaan napas panjang.
Tidak berapa lama lalu rona wajah Fang Du pucat bak mayat, ketika banyak orang mulai datang untuk membantunya tiba-tiba mengatakan sesuatu seperti itu jelas memalukan menurut Hao Zhao.
“Ka— kalian ... berani sekali kalian berbicara buruk mengenai ak—"
“Hei, bisa diam tidak? Apa kau yakin mereka bisa membantumu ketika aku tebas kan pedangku ini?" potong Hao Zhao dengan sorot mata tajam.
Fang Du segera bungkam, pedang Hao Zhao memang sudah menempel di lehernya sehingga hanya tinggal menebas saja jika Hao Zhao benar ingin menghabisinya.
“Hei, bicara sekali lagi maka aku akan menebas lehermu juga," sambar Li Chen melihat bungkamnya Fang Du.
Fang Du hanya bisa menelan ludahnya, ancaman yang Hao Zhao juga Li Chen lontarkan bukan sama sekali omong kosong sebab dirinya merasakan senjata keduanya semakin menekan lehernya.
“Hei, sialan!!! Singkirkan senjata kalian aku bilang!!!"
Suara seruan terdengar, mereka adalah para pendekar yang ada di restoran. Mereka sudah ada begitu dekat dengan Fang Du tetapi tidak berani lebih dekat lagi, mereka takut baik Hao Zhao atau Li Chen tidak senang yang imbasnya akan membuat nyawa Fang Du melayang.
__ADS_1
“Hei, kalian. Kenapa kalian ikut campur?" tanya Li Chen pada belasan pendekar tersebut.
“Apa lagi? Orang yang tengah kau ancam dengan belati mu adalah Tuan Muda Du, murid Utama sekte Tombak Jiwa. Apa kau bahkan tidak tau siapa dirinya hingga bisa seberani ini?!!" tanya balik salah satu dari mereka.
Li Chen hanya tertawa kecil mendengar itu sebelum berkata, “Oh kau benar, sebagai bawahan memang sudah paling tepat menjilat kaki orang yang ada di atasnya. Tidak peduli itu menjijikan tetap akan pendekar rendahan seperti kalian lakukan."
“Kurang ajar, apa kau bahkan tau jika Empat Sekte Ternama lah yang tengah kau hina dengan mulut busuk mu?!!"
Belasan pendekar di restoran jelas kehilangan ketenangan mereka setelah mendengar ucapan Li Chen, sebab hal ini juga mereka mulai melangkah untuk menyerang Li Chen.
“Mendekat lah dan kepala Tuan Muda kalian ini akan hilang, berani?" ucap Hao Zhao.
Rona wajah Fang Du menjadi semakin pucat sebab bersamaan dengan ucapan Hao Zhao pedang yang menempel di lehernya juga tertekan semakin dalam membuat darah banyak mengalir dari sana.
“Ka— kalian!!! Apa yang kalian lakukan, cepat mundur jika tidak ingin aku bantai habis sekte kalian setelah semua ini!!!" pekik Fang Du pada belasan pendekar yang ingin membantunya.
Belasan pendekar yang ada di dalam restoran segera menghentikan langkah mereka, ancaman dari Fang Du bukanlah hal yang bisa mereka hiraukan sebab jika Empat Sekte Ternama ingin itu memang hal mudah untuk mereka lakukan.
“Membantuku atau mempercepat kematian ku, sialan?!! Kalau aku bilang hentikan maka hentikan!!!" seru Fang Du.
Belasan pendekar pada akhirnya hanya bisa menuruti apa yang Fang Du katakan, setelahnya hanya bisa memperhatikan sebab penasaran akan bagaimana Fang Du menyelesaikan masalahnya tanpa bantuan mereka.
“Sialan, mentang-mentang bagian dari Empat Sekte Ternama seenaknya saja memerintah seperti ini."
“Benar, bagaimanapun dirinya hanya seorang generasi muda. Seharusnya tunjukan rasa hormat ataupun rasa terimakasih pada kami karena memiliki niat baik ingin membantu."
“Jika sudah seperti ini bukankah akan lebih baik jika dirinya benar-benar tewas di sini? Lagipula jarang-jarang ada orang berani berurusan dengannya seperti dua generasi muda entah siapa itu."
Belasan pendekar saling berbisik mengungkapkan ketidaksenangan mereka pada sikap Fang Du yang menurut mereka terlalu sombong, mereka tidak menyadari jika saat itu ada satu orang pria baru memasuki restoran dengan tombak beberapa kali lipat tubuhnya.
__ADS_1
“Hei, siapa yang kau maksud lebih baik tewas di sini?" tanya pria dengan tombak yang baru masuk.
Belasan pendekar baru menoleh untuk mencari tau siapa yang bertanya sebelum terkejut bukan main, mereka mengenali pria itu sebagai Pao Cun tetua Tertinggi sekte Tombak Jiwa.
Dengan perawakan garang didukung tinggi badannya yang tidak main-main, membuat sosok Pao Cun amat begitu mudah dikenali.
“Tetua Cun, yang kami maksud adalah dua pemuda itu. Keduanya berani mengacungkan senjata mereka bahkan melukai Tuan Muda Du jelas kematian lah yang paling pantas mereka terima sebagai ganjarannya," ucap cepat satu dari belasan pendekar tersebut yang mana segera diiyakan oleh yang lain.
Pao Cun hanya mendengus kesal, dirinya sudah memperhatikan sedari lama apa yang terjadi di sana sehingga tau betul yang sebenarnya.
“Tutup mulutmu, aku akan mengurus kalian setelah selesai dengan keduanya," Pao Cun sembari mengambil langkah menghampiri Hao Zhao juga Li Chen.
“Hahaha, kalian akan habis sekarang," ucap Fang Du dengan suara bergetar, meski takut tetapi mulai bisa bernafas lega setelah mengetahui kedatangan tetua Tertinggi sekte nya.
“Kalian berdua, apa yang telah terjadi hingga membuat kalian mengacungkan senjata ke murid Utama sekte Tombak Jiwa ku?" tanya Pao Cun di tengah langkahnya.
Hao Zhao hanya melirik Li Chen, mempertanyakan apakah Li Chen mengenali seseorang bernama Pao Cun itu.
“Tidak ada yang spesial, hanya seorang pendekar Jiwa tahap Puncak sepertiku. Untuk kekuatannya ... masih bisa aku tangani, jadi apa yang akan kita lakukan sekarang?" Li Chen seolah mengerti arti tatapan Hao Zhao.
Hao Zhao hanya terdiam nampak berpikir, tidak berapa lama dirinya menyadari jika Pao Cun kini telah semakin dekat.
“Aku tidak mau memperpanjang ini, tetapi bocah bernama Fang Du ini amat menyebalkan sehingga harus tetap diberi pelajaran," ucap Hao Zhao sebelum menarik pedangnya dari leher Fang Du.
“Haha, kau takut?!! Benar seperti itu, beginilah bagaimana seharusnya kalian bertingkah sedari awal!!!" Fang Du setelah salah satu sisi lehernya bebas dari ancaman senjata.
“Hei, berisik," ucap Hao Zhao sebelum menebaskan pedangnya ke arah tubuh bagian depan Fang Du.
Luka lebar sayatan pedang segera tertinggal di sana membuat Fang Du menggila sebab rasa sakitnya, hal ini jelas membuat Pao Cun berang sehingga melesat dengan tombaknya yang telah siap dihujamkan.
__ADS_1
“Wah, kau gila," ucap Li Chen dengan senyum lebar, sudah begitu siap menyambut Pao Cun seolah sudah menebak tindakan yang akan Hao Zhao ambil.