
“Untuk pertandingan pembuka semifinal pagi hari ini, Meng Dali dari keluarga bangsawan Meng melawan Hao Zhao dari sekte Lentera Harta. Keduanya dipersilahkan menaiki arena!!!" seru prajurit kekaisaran yang sebelumnya memberi sambutan.
Setiap dari mereka yang hadir segera bersorak sorai tepat setelahnya, Meng Dali memang cukup populer di antara pria sebab wajah cantiknya di samping Hao Zhao yang cukup banyak dikagumi baik itu oleh wanita maupun pria yang hadir untuk melihat pertandingannya.
“Tuan Muda Zhao, semangat!!!"
“Tuan Muda Zhao, jangan mau di kalahkan olehnya!!!"
“Tuan Muda Zhao, aku yakin dirimu bisa!!!"
Segala macam seruan penuh dukungan terdengar dari arah tempat penonton berada, di mana kebanyakan merupakan wanita yang hampir selalu terpukau ketika melihat wajah Hao Zhao.
Hao Zhao hanya memasang wajah datarnya mendengar hal itu, sampai tiba-tiba merasa tidak nyaman sebab bagaimana cara Yue Yie menatapnya.
“Hiraukan mereka Kak Zhao, dirimu mengerti, kan?" tanya Yue Yie seraya mengangkat alisnya.
“Tentu saja," ucap Hao Zhao seraya berdiri sebelum melompat menapaki arena pertarungannya.
Di atas arena sudah ada Meng Dali juga prajurit kekaisaran yang bertugas menjadi pengawas pertandingan tersebut, di mana tepat setelah sampainya Hao Zhao di sana segera membungkuk Meng Dali memberi hormatnya.
“Aku Meng Dali dari keluarga bangsawan Meng, mohon bantuannya," ucap Meng Dali.
Hao Zhao hanya mengangguk pelan menanggapinya, meski amat jarang sudah sempat Hao Zhao lihat beberapa kali ketika Meng Dali bertarung yang mana amat terlihat jelas perbedaan pada Meng Dali ketika tengah fokus pada pertarungannya.
“Dirinya benar-benar pendekar yang memiliki tekad kuat, hubungan pribadi dengan pertarungan akan dirinya pisah dan ini merupakan sesuatu yang amat jarang bisa seorang pendekar lakukan," gumam Hao Zhao seraya menatapi Meng Dali lekat.
Meng Dali sendiri seolah tidak sama sekali terganggu dengan tatapan Hao Zhao, di mana seolah tidak terpengaruh sedikit pun dirinya akan bagaimana ketampanan di wajah Hao Zhao terlihat membuktikan tekad kuatnya untuk dapat memenangkan turnamen itu.
“Jika kalian telah siap, maka pertandingannya secara resmi di mulai!!!" seru prajurit kekaisaran sebelum melompat mundur memberi ruang untuk Meng Dali juga Hao Zhao bertukar serangan.
Meng Dali segera mengambil langkah cepat untuk menghampiri Hao Zhao dengan pedangnya, di mana pedang itu segera teraliri tenaga dalam tipis yang menunjukan kalau dirinya adalah seorang pendekar Pemurnian.
“Pendekar Pemurnian tahap Awal? Tidak buruk, setidaknya dirinya lah seseorang yang paling pantas memenangkan turnamennya jika aku tidak ada," gumam Hao Zhao.
__ADS_1
Hao Zhao sendiri tidak sama sekali menggunakan pedangnya saat itu, di mana meski begitu seolah tidak ada perbedaan cukup berarti antara Hao Zhao yang menggunakan pedang atau tidak sebab Hao Zhao masih bisa menangani cukup baik serangan Meng Dali padanya.
Swushhh!!!
Pedang di tangan Meng Dali menghujam angin ketika Hao Zhao bisa secara tepat waktu menarik mundur kepalanya yang menjadi target serangan Meng Dali.
“Amat bertenaga, tetapi masih belum cukup," ucap Hao Zhao seraya menampik ujung pedang Meng Dali yang ada tidak jauh dari wajahnya.
Meng Dali segera terhempas mengikuti arah tampik kan Hao Zhao sebelumnya, di mana hal ini tentu sudah cukup membuat setiap dari mereka yang menyaksikan berdecak kagum menyadari sejauh apa perbedaan kekuatan antara Hao Zhao dengan Meng Dali.
“Apa pemuda itu seorang pendekar Pemurnian tahap Puncak? Jika benar mengapa aku tidak bisa membaca tingkat kekuatannya?"
“Sial, dia pasti menggunakan sebuah pusaka untuk menyembunyikan tingkat kekuatannya. Aku yakin itu."
“Di samping itu jika dirinya benar merupakan seorang pendekar Pemurnian tahap Puncak, maka itu berarti dirinya pantas disejajarkan dengan para jenius muda dari sekte ternama."
Beberapa ucapan dari mereka yang datang ke sana untuk mengintai, di mana amat sangat terkejut mereka mengetahui kalau ternyata kabar yang mereka dengar terkait Hao Zhao bukanlah sekedar omong kosong belaka.
Di mana segera kembali bersiap Meng Dali dengan pedang di tangannya tidak sama sekali memiliki keinginan menyerah, meski sudah sadar jelas terkait seberapa besar perbedaan kekuatan yang dimilikinya dengan Hao Zhao.
“Jurus spesial keluarga Meng, Ayunan Tajam!!!" seru Meng Dali sebelum menerjang Hao Zhao seraya mengayunkan pedangnya.
Hao Zhao dengan segera kembali menghindari serangan Meng Dali cukup mudah, meski begitu dapat Hao Zhao sadari kalau ada perubahan cukup kontras antara serangan Meng Dali sebelumnya dengan yang sekarang.
“Setiap keluarga bangsawan mendapatkan buku bela diri turun temurun dari leluhurnya yang di dapat dari kaisar terdahulu, sayang tidak banyak keturunan keluarga bangsawan yang bisa menjadi pendekar tingkat tinggi hingga buku bela diri keluarga mereka menjadi sia-sia," gumam Hao Zhao.
Hao Zhao sendiri tentu paham kalau jurus yang digunakan Meng Dali bukanlah jurus tingkat rendah, sayang untuk Meng Dali tidak memiliki kekuatan cukup ketika menggunakannya sehingga ada banyak dari setiap gerakan jurus itu yang tidak bisa diterapkan secara sempurna.
“Jika dirinya adalah seorang pendekar Jiwa, maka jurus ini akan menjadi begitu berbahaya," gumam Hao Zhao setelah merasakan sendiri betapa setiap ayunan pedang Meng Dali yang seperti begitu tegas juga tanpa basa-basi.
“Ayolah, apa kekuatanku hanya setara ini saja?" Meng Dali dengan wajah peluh mulai lelah.
Sudah cukup banyak memang Meng Dali mengayunkan pedangnya mencoba menebas Hao Zhao, walau sayang tidak ada satupun dari setiap tebasan itu yang berhasil melukai Hao Zhao bahkan menggoresnya saja tidak.
__ADS_1
“Apa kau lelah?" ucap Hao Zhao pelan.
“Eh, a— apa?" Meng Dali di tengah ayunan pedangnya terkejut mendengar Hao Zhao tiba-tiba berbicara padanya, yang mana sesaat setelahnya wajah Meng Dali berubah merona.
Bagaimana cara menatap Meng Dali pada Hao Zhao juga sepenuhnya berubah setelahnya, seperti begitu terpesona dirinya melihat betapa tampan Hao Zhao jika di lihat dari jarak tidak seberapa jauh itu.
“Ti— tidak, aku tidak boleh teralih ... eh ...."
Meng Dali di tengah langkahnya untuk menyerang Hao Zhao tiba-tiba tergelincir, membuatnya kehilangan keseimbangan sehingga hampir saja terjatuh yang untung saja ada sebuah tangan yang menyanggah tubuhnya membuat Meng Dali terhindar dari hal itu.
“Apa kau baik-baik saja?" Hao Zhao yang menggunakan salah satu tangannya sebagai penopang tubuh Meng Dali.
Meng Dali hanya terpaku dengan sorot matanya yang tidak sedikit pun lepas dari wajah Hao Zhao, begitu terpukau dirinya mengetahui seberapa tampan Hao Zhao terkhusus jika melihatnya dari jarak sedekat itu.
“A— aku menyerah," ucap Meng Dali seraya mengangkat salah satu tangannya.
Suasana hening segera terasa setelahnya, di mana baik itu penonton maupun pengawas pertandingan hanya bisa tertegun nampak belum dapat mencerna apa sebenarnya yang baru saja terjadi.
“Pe— pemenangnya adalah Hao Zhao dari sekte Lentera Harta," ucap pengawas pertandingan setelah cukup lama terdiam.
Wuahhhh!!!
Seruan segera terdengar tidak lama kemudian dari setiap mereka yang hadir, di mana tentu saja begitu terpukau mereka melihat pertandingan dengan bumbu cinta yang jelas sama sekali tidak biasa.
“Kalian lihat itu? Tuan Muda Zhao mengalahkan Nona Dali dengan ketampanannya."
“A— aku tau, tetapi mengapa aku merasa iri?"
“Kau tidak sendiri, aku juga iri pada Nona Dali. Bisa merasakan dekapan Tuan Muda Zhao ... aku bahkan tidak berani membayangkannya."
Pembicaraan di antara mereka setiap wanita yang menyaksikan, di mana di antara mereka tentu saja ada yang merasa tidak terima, jelas salah satunya tidak lain merupakan Yue Yie.
“Kakak Zhao!!!" seru Yue Yie dari kursinya dengan wajah merah padam nampak tengah amat kesal.
__ADS_1