Pendekar Pedang Harimau Surgawi

Pendekar Pedang Harimau Surgawi
Tepatnya Sebuah Dugaan


__ADS_3

Hao Zhao ada di atas salah satu bangunan tengah memperhatikan Jian San yang perlahan menjauh, entah mengapa merasa tidak enak dirinya seolah membuang Jian San hanya karena satu kekalahan yang faktanya sama sekali tidak seperti itu.


Kejadian sebelum turnamen saat Hao Zhao memiliki kesempatan menghabisi Tang Pei dirinya rasakan kehadiran dua sosok pendekar kuat yang tenaga dalam di tubuh mereka dapat Hao Zhao kenali siapa pemiliknya, tidak lain tidak bukan adalah dua anggota Topeng Besi yang memang telah lama Hao Zhao ketahui ada di kota Dahan Gugur.


Dua anggota Topeng Besi yang seharusnya ada di sekitar Meng Kiao juga tidak terlihat sama sekali saat turnamennya berlangsung, di tambah Tang Pei yang seharusnya menjaga dua orang murid Utama sekte nya mengikuti turnamen malah memutuskan mundur dari turnamen membuat kecurigaan Hao Zhao terkait keduanya yang mulai terikat muncul.


Kini ada sekte bawahan Pedang Corak yang murid Utamanya amat jelas terlihat memiliki keinginan untuk menghabisi Jian San membuat segalanya menjadi semakin mudah untuk dihubungkan, di tambah fakta pihak keluarga Meng seperti mendukung apa yang dilakukannya menjadi semakin patut dicurigai menurut Hao Zhao jika keduanya memang telah terikat hubungan.


“Aku targetnya, ini bisa berbahaya untuknya jika terus ada disekitar ku sementara fakta kalau dirinya bekerja untukku kemungkinan telah mereka ketahui," gumam Hao Zhao seraya menghela napas pelan melihat Jian San yang kini telah menghilang dari pandangannya.


Hao Zhao sendiri tidak lama setelahnya segera mengambil langkah, menapaki atap dari setiap bangunan di bawahnya sampai tidak perlu waktu lama hingga Hao Zhao akhirnya sampai di kediaman milik penguasa kota tempat keluarga Meng tinggal.


“Kedatanganku kali ini tidak akan sama sekali damai jika semua dugaan ku benar," gumam Hao Zhao seraya melompat cukup tinggi hingga akhirnya bisa dengan sempurna menapaki atas tembok yang mengelilingi kediamannya.


Hao Zhao segera menyebar tenaga dalamnya tidak lama kemudian, di mana segera dapat Hao Zhao rasakan keberadaan dua tenaga dalam milik anggota Topeng Besi sekaligus Tang Pei di sana.


“Ini bukan hanya perasaanku saja, mereka memang ada di dalam" Hao Zhao yang sempat merasakan hawa kehadiran mereka ketika bertemu Jian San mulai bergerak secara senyap mencoba mendekat ke arah ruangan tempat dirinya merasakan keberadaan ketiga orang itu.


Di mana tidak lama kemudian segera Hao Zhao alirkan tenaga dalamnya ke arah kuping untuk mempertajam pendengarannya, ingin mengetahui tengah membicarakan apa ketiganya di dalam sana.


“Sialan, betapa bodoh murid Utama sekte bawahan mu hingga menghabisi satu orang seolah hanya kecelakaan saja tidak bisa!"


“Saudara, jangan berlebihan seperti ini. Bagaimanapun bukankah tujuan kita ingin menghabisinya hanya untuk memancing pemuda bernama Hao Zhao itu murka? Jangan seolah hanya Anda yang menyimpan dendam di sini, karena bagaimanapun Hao Zhao sialan itu telah membuat cacat dua murid Utama sekte ku sehingga akulah yang seharusnya paling ingin membuatnya menderita."


“Banyak omong, kau pikir harga diriku yang pernah dikalahkan olehnya sebanding dengan cacatnya dua murid Utama sekte mu?!!"

__ADS_1


“Kalian berdua, berhenti mengoceh. Bukankah kita sudah sepakat untuk bekerja sama?"


Pembicaraan sempat terdengar oleh Hao Zhao sebelum hening, dua orang yang seperti beradu mulut dapat Hao Zhao kenali suaranya sebagai milik Tang Pei juga pria bertopeng besi, sementara satu yang suaranya begitu asing dapat dengan mudah Hao Zhao tebak sebagai milik pria dengan topeng bewarna keemasan.


Dari pembicaraan ketiganya jelas dapat Hao Zhao pastikan kalau semua dugaannya benar, karena itu pula Hao Zhao di balik tembok luar ruangan tempat ketiganya berada telah mengeluarkan pedang dari sarungnya.


“Seperti yang sempat aku singgung sebelumnya, kedatanganku kali ini tidak akan menjadi damai karena kalian sudah memberitahu aku jelasnya," gumam Hao Zhao sebelum mengalirkan cukup banyak tenaga dalam ke pedangnya.


Hanya butuh waktu beberapa saat sampai pedang di tangan Hao Zhao telah dialiri energi kebiruan sepenuhnya, membuat Hao Zhao tanpa ragu mulai mengangkat pedangnya sebelum mengayunkannya membuat energi kebiruan itu melesat cepat menghantam dinding di depannya.


Blarrr!!!


Dinding di depan Hao Zhao seolah kaca mulai pecah berkeping-keping yang reruntuhannya melesat ke berbagai arah, beberapa bahkan menuju tempat Tang Pei dan dua anggota Topeng Besi berada membuat ketiganya mengerutkan dahi mempertanyakan apa yang tengah terjadi.


Tang Pei juga pria dengan topeng bewarna keemasan segera melakukan hal serupa walau masih belum tau siapa yang menyerang mereka, di mana keduanya tidak ingin ceroboh hingga menganggap remeh hal yang jelas sama sekali tidak biasa seperti itu.


Ketiganya sendiri sudah begitu siap dengan pedang di masing-masing tangan mereka ketika menatapi arah runtuhan dinding, di mana sayangnya tidak ada seorang pun yang terlihat di sana membuat ketiganya menjadi semakin waspada.


“Mati."


Suara dingin menusuk terdengar, di mana hampir bersamaan dengan itu sudah muncul Hao Zhao tepat di belakang pria dengan topeng bewarna keemasan mencoba menyasar leher pria itu sebagai target hujaman pedangnya.


Ctankkk!!!


Pedang milik Hao Zhao berhasil terhalau, di mana pria dengan topeng bewarna keemasan segera mengayunkan tinjunya di samping satu tangannya yang lain terus mencoba menggenggam erat pedangnya untuk terus menahan hujaman pedang Hao Zhao.

__ADS_1


Bammm!!!


Kepalan tangan pria dengan topeng bewarna keemasan yang telah dialiri tenaga dalam seolah menimbulkan ledakan ketika menghantam wajah Hao Zhao membuat Hao Zhao harus terlempar mundur, di mana baru berhenti terlempar Hao Zhao setelah tubuhnya menghantam dinding dalam kediaman tersebut.


Hao Zhao dengan nafas memburu mencoba mempertahankan pijakannya sesaat setelah menghantam dinding agar tidak jatuh, di mana seperti begitu dipenuhi emosi bagaimana Hao Zhao terlihat saat itu.


“Lancang!!! Kau pikir siapa dirimu sampai berani mencoba membunuhku?!!" seru pria dengan topeng bewarna keemasan, seperti begitu tidak terima dengan apa yang baru Hao Zhao coba lakukan.


“Aku orang yang akan mengambil nyawa kalian, apa ada pertanyaan lain?" Hao Zhao seraya mencoba mengatur nafasnya sebab dari setiap orang di sana jelas dirinya sendirilah yang paling paham perasaannya saat ini.


Hao Zhao sadar dirinya tengah dipenuhi emosi, di mana sebagai seseorang yang telah lama menapaki jalan pendekar tentu Hao Zhao paham jika membawa emosi dalam sebuah pertarungan hanyalah akan merugikan dirinya sendiri.


“Sial, dia Hao Zhao!" seru Tang Pei yang mulai dapat mengenali wajah Hao Zhao.


“Hao Zhao? Jadi dirinya target kita?" Pria dengan topeng bewarna keemasan mencoba memastikan, di mana memang dari ketiganya hanya dirinya sendirilah yang belum pernah bertemu dengan Hao Zhao secara langsung.


“Benar, dia orangnya. Bocah inilah yang berani meremehkan Topeng Besi dengan perkataan juga tingkah angkuhnya," timpal pria bertopeng besi.


Hao Zhao hanya menatap dalam diam mendengar pembicaraan ketiganya, merasa dirinya sudah menjadi lebih tenang akhirnya Hao Zhao kembali melangkah untuk mencoba memberi serangan.


“Hei, bersiap. Dirinya datang!" seru Tang Pei yang tiba-tiba merasa panik melihat Hao Zhao mendekat, seperti masih begitu dihantui dirinya akan hari di mana Hao Zhao bisa kapan saja dengan mudah membunuhnya.


Pria dengan topeng bewarna keemasan melihat kepanikan Tang Pei dengan segera mendengus kesal sebelum berkata, “Betapa memalukan melihatmu bisa begitu khawatir hanya karena seorang generasi muda, diam di sini dan biar aku tunjukan padamu bagaimana cara menanganinya."


Pria dengan topeng bewarna keemasan setelahnya melesat cepat untuk berhadapan langsung dengan Hao Zhao, di mana baik Hao Zhao maupun pria itu sudahlah begitu siap dengan serangan masing-masing yang akan mereka keluarkan.

__ADS_1


__ADS_2