
Hao Zhao tengah menatap lekat Ginseng Tanah di tangannya, di mana Hao Zhao sempat mengalirkan sedikit tenaga dalam ke sana untuk memeriksa sesuatu sebelum menyeringai lebar.
“Benar dugaanku," ucap Hao Zhao pelan.
Ginseng Tanah, berbeda dengan tiga tanaman obat pemberian Yang Gao yang lain, Hao Zhao merasakan hal yang sedikit aneh ketika mengkonsumsinya.
Memang Ginseng Tanah memiliki manfaat penyembuhan yang amat besar, tetapi di saat yang sama juga memiliki jumlah tenaga dalam tidak normal sebagai kandungannya.
Satu hal yang mengganggu Hao Zhao ketika mengkonsumsi Ginseng Tanah sebelumnya adalah karena kandungan tenaga dalam di Ginseng Tanah yang menguap begitu saja dan sama sekali tidak bisa Hao Zhao serap menjadi tenaga dalamnya.
Hal itu amat disayangkan, sebab jika bisa pastilah Hao Zhao sudah berhasil membentuk jiwa bela dirinya yang memang hanya butuh satu langkah lagi saja.
Karena hal ini Hao Zhao mulai memikirkan cara untuk mengakali kandungan tenaga dalam yang ada di dalam Ginseng Tanah agar bisa diserap oleh tubuh, yang mana menjadikannya sebagai pil obat adalah jawabannya.
“Meski tentu tidak semudah itu sebab jika mudah ... pastilah pil obat dengan Ginseng Tanah sebagai bahan utamanya sudah menjadi penemuan besar yang akan amat digemari oleh para pendekar." Hao Zhao masih asik bermain dengan pikirannya ketika mengatakan itu semua.
Satu buah tungku pil telah ada di hadapan Hao Zhao, di samping itu ada beberapa helai daun yang mana itu merupakan tanaman obat kunci dari semua hal yang ingin Hao Zhao lakukan.
Daun Pemadat, itulah nama sumber daya tersebut. Di mana Daun Pemadat bisa dikatakan hanyalah sumber daya tingkat rendah yang cukup di pandang sebelah mata sebab kegunaannya yang dianggap kurang.
Bagi tubuh, Daun Pemadat hanya bisa digunakan untuk memadatkan tenaga dalam yang bisa pendekar manfaatkan guna memperkuat kekuatan serangan.
Cukup berguna mungkin kelihatannya, walau sebenarnya sama sekali tidak sebab hanya sebagian kecil tenaga dalam saja yang bisa dipadatkan oleh sumber daya itu. Fakta kalau durasi memadatkan tenaga dalam untuk menyerang yang juga tidak seberapa lama, membuat Daun Pemadat semakin tidak nampak bernilai di mata seorang pendekar.
__ADS_1
“Haha, akhirnya Daun Pemadat memiliki kegunaan." Hao Zhao segera mencampurkan Daun Pemadat juga Ginseng Tanah ke dalam tungku, membakarnya tidak berapa lama, mulai Hao Zhao coba bentuk kedua bahan itu menjadi sebuah pil obat.
Hao Zhao memiliki dugaan kalau tenaga dalam di dalam Ginseng Tanah yang tidak dapat diserap ke dalam tubuh adalah karena betapa tipisnya tenaga dalam itu meski jumlahnya demikian banyak, membuat Daun Pemadat menjadi solusi terbaik untuk hal tersebut.
Dengan dipadatkannya tenaga dalam yang terkandung dalam Ginseng Tanah, membuatnya tidak lagi sulit untuk dapat tubuh serap. Belum lagi fakta kalau efek Daun Pemadat tidak akan memiliki durasi jika dijadikan pil, membuat segalanya menjadi semakin sempurna.
Tidak berapa lama hingga Hao Zhao akhirnya dapat membuat pil obat dengan khasiat sempurna dari tungku obatnya, di mana pil itu terlihat bewarna kebiruan dari yang awalnya tampak kusam.
Warna biru melambangkan tenaga dalam yang memang memiliki warna serupa jika seorang pendekar menggunakannya, membuktikan jika bahan utama pil obat tersebut yang merupakan Ginseng Tanah memanglah memiliki sekian banyak tenaga dalam sesuai dengan dugaan awal Hao Zhao.
“Haha, ini saatnya pembuktian." Hao Zhao setelahnya mulai kembali memasukan tungku obatnya ke dalam cincin Ruang sebelum bersiap mengkonsumsi pil obat yang berhasil dibuatnya.
Hao Zhao sempat menatap pil obat bewarna kebiruan ditangannya sesaat, nampak mencoba mengatur nafasnya tidak ingin ada kesalahan sedikit pun ketika menyerap khasiat pil obat tersebut.
Hao Zhao sudah terpejam setelah mencoba mencari posisi duduk nyaman untuknya, sebelum memfokuskan diri menyerap semua tenaga dalam yang terkandung dalam pil tersebut untuk mengarahkannya ke pembentukan jiwa yang selama ini selalu coba dilakukannya.
Membentuk jiwa bela diri memang membutuhkan amat sangat banyak tenaga dalam, di mana hal itulah yang membuat Hao Zhao tidak pernah berhasil melakukannya hingga sempurna sebab di jamannya dahulu sumber daya yang memiliki kandungan tenaga dalam begitulah jarang. Berbeda dengan sekarang, membuat Hao Zhao cukup merasa beruntung bisa memiliki kesempatan menapaki tingkat yang lebih tinggi.
Hao Zhao terus mencoba mengarahkan tenaga dalam khasiat pil obat menuju tempat pembentukan jiwa bela dirinya berada, terus seperti itu hingga cukup lama.
Hao Zhao awalnya amat begitu yakin dapat membuat kemajuan pesat dalam tingkatan kekuatannya saat itu juga, sampai tahap tenaga dalam dari pil yang dikonsumsinya perlahan mulai menipis, Hao Zhao segera merasa khawatir takut dibutuhkan lebih banyak pil sejenis untuk membentuk jiwa bela dirinya.
“Sedikit lagi ... hanya sedikit lagi saja ...."
__ADS_1
Ekspresi Hao Zhao mulai berubah-ubah mengikuti perasaan yang dirasakannya, di mana Hao Zhao merasakan harapan besar, khawatir juga cemas.
Harapan besar sebab mengetahui jiwa bela dirinya akan segera terbentuk dengan sedikit lagi saja tenaga dalam, khawatir sebab takut khasiat obat yang dikonsumsinya lebih dahulu habis sebelum dirinya berhasil membentuk jiwa bela diri juga takut dirinya terlalu memaksakan diri yang bisa jadi malah akan membahayakan tubuhnya.
Ketiga perasaan itu terus Hao Zhao rasakan sampai pada akhirnya Hao Zhao bisa tenang, melihat jiwa bela dirinya telah berhasil terbentuk walau dengan sekian banyak usaha.
Bersamaan dengan terbentuknya jiwa bela diri, khasiat dari pil obat yang Hao Zhao konsumsi juga habis membuat segalanya menjadi melegakan untuk Hao Zhao.
Tubuh Hao Zhao mengalami ledakan energi berwarna kebiruan ketika itu semua selesai, di mana ledakan energi awalnya hanya ada di sekitar Hao Zhao saja, sebelum menyebar seolah pecah ke berbagai arah.
Kejadian itu menciptakan kerusakan cukup serius di sekitar Hao Zhao berada, di mana kamar Hao Zhao bahkan sudah ambruk begitu parahnya membuat dinding juga atap kamar tidak lagi ada di tempat yang seharusnya.
Ledakan energi dari tubuh Hao Zhao tidak berhenti sampai di sana saja sebab ledakan energi yang sama kini sudah membumbung tinggi ke arah langit, membuat suasana malam kota Dahan Gugur tampak begitu terang walau hanya dalam beberapa saat sampai semuanya menghilang.
Hao Zhao baru membuka mata sebelum terkejut dengan apa yang telah terjadi disekitarnya, segalanya begitu berantakan membuat Hao Zhao bingung mempertanyakan apa semua itu ada kaitannya dengan dirinya yang berhasil naik tingkat.
“Ada apa dengan semua ini?" gumam Hao Zhao menatap semua itu setengah percaya, tidak pernah mengingat ada kenaikan tingkat dengan ledakan energi seheboh itu dalam hidupnya.
“Tuan Muda Zhao?"
Sebuah suara familiar terdengar, di mana Hao Zhao tentu dengan segera menoleh ke arah sumber suara.
Yue Yie tengah menatap Hao Zhao kosong dalam diam, nampak mempertanyakan terkait apa yang baru Hao Zhao lakukan hingga lantai teratas Lentera Harta hampir hancur bahkan ambruk seluruhnya.
__ADS_1
“Eh? Bagaimana bisa?" Hao Zhao balas menatap balik Yue Yie dengan cara serupa, tidak habis pikir bagaimana bisa kamarnya juga ruangan Yue Yie yang sebelumnya terpisah cukup banyak ruangan lain kini tampak menyatu sebab tidak ada lagi dinding yang menjadi pemisah.