
Hao Zhao baru kembali ke Lentera Harta sore harinya, di mana seperti biasa bangunan itu selalu dipenuhi oleh para pendekar yang ingin membeli sumber daya atau senjata untuk keperluan mereka.
“Hey, jika ingin masuk maka mengantri. Jangan seenaknya menghiraukan antrian seperti ini." Seorang pendekar yang ada paling belakang dari antrian di depan Lentera Harta, menghalau jalan Hao Zhao yang ingin masuk.
Hao Zhao menatap pendekar itu sesaat, sebelum mencoba menjelaskan jika dirinya datang dengan maksud lain berbeda dengan setiap pendekar di sana.
Memang untuk setiap pendekar yang ingin memasuki Lentera Harta haruslah terlebih dahulu diperiksa, di mana inilah sebabnya banyak dari mereka mengantri berurutan untuk menunggu pemeriksaan itu.
“Apa? Kau ingin beralasan? Apa kau tidak mengerti apa yang aku katakan?" Pendekar tersebut sudah kembali berbicara bahkan sebelum Hao Zhao membuka mulutnya.
Hao Zhao yang awalnya memang ingin memberi penjelasan sehingga tidak ikut mengantri jelas mengurungkan hal itu, mengetahui kalau apapun alasan yang dirinya ungkapkan tetap tidak akan didengar oleh pendekar tersebut.
“Hey Bocah, asal kau tau saja. Setiap dari kami yang merupakan pendekar penuh pengalaman saja masih menghargai aturan tempat ini, kau sebagai generasi muda seharusnya mencontoh sikap kami." Pendekar itu menunjukkan Hao Zhao tepat di wajah.
Apa yang terjadi segera menarik perhatian untuk mereka yang lain, di mana kini setiap mata seperti sudah seluruhnya mengarah pada Hao Zhao mempertanyakan tindakan Hao Zhao yang berani-beraninya ingin mendahului mereka.
Antrian untuk memasuki Lentera Harta memang panjang sehingga akan memakan waktu cukup lama jika seseorang ingin masuk, kini ada seorang generasi muda entah siapa ingin menghiraukan antrian jelas mereka tidak terima.
Hao Zhao menyadari setiap mata sudah tertuju ke arahnya segera merasa canggung, berpikir kesalahpahaman itu harus segera diluruskan walau sayang Hao Zhao tidak mengerti cara meluruskannya.
Jika dengan kata-kata tidak bisa, Hao Zhao sempat berpikir untuk menggunakan kekuatannya, “Apa aku hajar saja setiap dari mereka? Aku tidak sama sekali keberatan melakukan hal itu sebenarnya." Hao Zhao bergumam pelan, tidak berpikir para pendekar di sana akan menolak mendengarkannya setelah dirinya hajar mereka.
Semua yang terjadi sudah begitu besar sehingga para penjaga Lentera Harta hampir tidak mungkin tidak mendengarnya, di mana dua dari mereka pada akhirnya memutuskan untuk memeriksa apa yang terjadi sebelum dengan segera keduanya merasa terkejut.
“Apa-apaan kalian?!" ucap dua penjaga hampir bersamaan, tidak pernah menduga akan ada kejadian seperti itu di tengah tugas jaga mereka.
__ADS_1
“Oh, Bocah ini ingin masuk begitu saja dan menolak mengantri. Kalian harusnya berterimakasih padaku karena sudah mau repot menegurnya," ucap satu orang pendekar yang menghalau Hao Zhao sebelumnya.
Kedua penjaga mendengar itu segera menelan ludah mereka, tidak habis pikir bagaimana bisa pengunjung tersebut mengatakan hal sejenis itu penuh kebanggaan ketika orang yang coba dihentikannya merupakan seorang petinggi Lentera Harta itu sendiri.
Memang identitas Hao Zhao sebagai petinggi Lentera Harta sudah tersebar luas di antara pekerja di sana, di mana Yue Yie sendiri yang mengungkapkan hal itu membuat informasinya jelas tidak akan salah.
Di tambah Yue Yie juga meninggalkan pesannya untuk setiap pekerja, yaitu “Perlakukan dirinya dengan hormat, setara dengan bagaimana kalian menghormati aku juga guruku." Yue Yie merupakan nona muda Lentera Harta sementara gurunya merupakan patriak Lentera Harta, menyuruh setiap yang menjadi bagian Lentera Harta menghormati Hao Zhao setinggi itu tidak ada beda dengan mengungkapkan kalau posisi Hao Zhao di sana setara dengan seorang patriak.
Kini orang yang memiliki status setara dengan patriak di halau dengan begitu tidak sopan ketika ingin memasuki Lentera Harta, jelas membuat kedua penjaga yang mengetahuinya meradang.
“Kau ... katakan sekali lagi kalau kau yang menghadang Tuan Muda ini untuk masuk," ucap salah satu penjaga pada pendekar yang sebelumnya berbicara.
“Aku yang menghadangnya, apa aku akan mendapat hadiah karena sudah membantu pekerjaanmu?" Pendekar itu dengan antusias, sama sekali tidak menolak bahkan walau hanya diberi potongan harga sebagai hadiah sekalipun.
“Hadiah? Haha, kau masuk daftar hitam Lentera Harta dasar Sialan. Pergi dari sini dan jangan pernah datang lagi!" seru penjaga dengan nada tinggi.
Pendekar itu ingin menanyakan alasan keputusan si penjaga, tidak terima tentu saja tanpa alasan yang jelas memasukannya ke dalam daftar hitam di mana itu amat sangat merugikannya. Hingga hal itu urung pendekar itu lakukan, sebab melihat sesuatu yang sama sekali tidak pernah dirinya pikirkan.
Kedua penjaga di saat yang bersamaan segera membungkuk di hadapan Hao Zhao, di mana eskpresi keduanya begitu menggambarkan rasa takut juga penyesalan.
“Tuan Muda Zhao, mohon maafkan kecerobohan kami yang tidak dapat mencegah kejadian menyebalkan ini," ucap keduanya serempak.
Hao Zhao hanya menatap kedua penjaga itu aneh, tidak berpikir dirinya pernah memberitahu namanya pada mereka sebelum teringat akan Yue Yie yang telah mendengar namanya pagi tadi.
“Mereka pasti mendengarnya dari Yue Yie ... tidak, itu tidak penting. Hal pentingnya sekarang adalah apa-apaan sikap berlebihan ini?" gumam Hao Zhao jelas merasa tidak nyaman akan betapa hebohnya kedua penjaga itu ketika meminta maaf.
__ADS_1
Hao Zhao memang merasa terganggu ketika pendekar sebelumnya menghalau langkahnya, meski begitu Hao Zhao lebih terganggu lagi akan bagaimana sikap dua penjaga yang membuatnya menjadi pusat perhatian.
“Hentikan hormat kalian, aku tidak mempermasalahkan hal itu jadi kembalilah bekerja," ucap Hao Zhao sebelum berjalan cepat memasuki Lentera Harta, begitu tidak tahan akan bagaimana cara menatap setiap orang di sana.
“Sial, tamat aku. Kalau sudah seperti ini apa kabar dengan jalan bela diriku kedepannya?" Pendekar yang menghalau Hao Zhao, menyadari kalau sepertinya mimpi buruk berkepanjangan akan terus menghantuinya akibat apa yang baru saja terjadi.
Setelah Hao Zhao memasuki Lentera Harta sendiri setiap dari mereka yang ada di sana dengan segera membicarakan sosok Hao Zhao, amat penasaran mereka terkait siapakah Hao Zhao hingga para penjaga Lentera Harta begitu menaruh hormat padanya.
Di samping pembahasan itu ada juga pembahasan lain terkait pendekar yang masuk daftar hitam Lentera Harta karena berani mengahalau jalan Hao Zhao sebelumnya, di mana hampir setiap dari mereka yang tengah mengantri bernafas lega mengingat mereka tidak ikut-ikutan mencoba berurusan dengan Hao Zhao.
“Ini gila, hanya karena berani menghadang jalannya kita bisa masuk daftar hitam? Untung saja aku tidak ikut berbicara."
“Haha, aku juga sebenarnya ingin ikut memarahi Bocah tadi. Untung saja dua penjaga Lentera Harta lebih dahulu datang sehingga namaku masih aman dari daftar hitam."
Segelintir pembicaraan dari banyak yang lain, di mana jelas menyesalkan setiap dari mereka akan nasib pendekar yang namanya dimasukan daftar hitam.
Daftar hitam berarti tidak bisa lagi datang, tidak bisa lagi datang berarti tidak bisa membeli sesuatu di sana. Meski terdengar biasa saja, hal ini benar-benar setara bencana untuk seorang pendekar terlebih untuk pendekar tanpa sekte seperti kebanyakan dari mereka.
Lentera Harta memang bukan sama sekali tanpa alasan hingga bisa memiliki begitu banyak pelanggan yang bahkan rela mengantri selama berjam-jam hanya untuk dapat masuk, di mana hal ini didasari oleh harga sumber daya juga senjata yang dijual cukup terjangkau dijajakan Lentera Harta.
Begitu berbeda dengan tempat lainnya di mana harga yang di patok untuk sumber daya juga senjata benar-benar setinggi langit, membuat masuk ke dalam daftar hitam Lentera Harta sama saja dengan munculnya halangan besar untuk dapat maju bagi seorang pendekar.
“Tidak, aku harus meminta maaf padanya." Pendekar yang namanya masuk daftar hitam, baru ingin memasuki Lentera Harta untuk menyusul Hao Zhao saat beberapa orang sudah berdiri di hadapannya mencoba menghalau.
“Kau mau kemana? Mengantrilah dengan benar jika ingin masuk," ucap salah satu dari mereka, mengatakan hal itu dengan nada meledek jelas hanya ingin bersenang-senang saja.
__ADS_1
“Sialan!" teriak penuh frustasi pendekar yang namanya masuk daftar hitam.