Pendekar Pedang Harimau Surgawi

Pendekar Pedang Harimau Surgawi
Salah Paham


__ADS_3

Pembicaraan sendiri segera kembali terjadi antara Hao Zhao dengan Yang Gao, di mana kali ini Yang Gao menjelaskan tujuannya datang kembali ke kota Dahan Gugur yang tidak lain karena ingin mengungkapkan sesuatu untuk Hao Zhao lakukan.


“Jadi bagaimana, Nak. Apa kau tidak keberatan?" tanya Yang Gao setelah sempat menjelaskan garis besarnya.


“Apa hal seperti ini memang benar begitu Paman Gao ingin aku lakukan? Jujur saja permintaan seperti ini membuatku sedikit tidak nyaman," ucap Hao Zhao, tidak berpikir menyetujui saja hal itu merupakan sesuatu yang benar.


Yang Gao sendiri hanya meminta Hao Zhao untuk mengikuti turnamen bela diri antara generasi muda sebenarnya, di mana turnamen ini Yang Gao anggap begitu cocok untuk memperkenalkan nama Hao Zhao ke dunia luar.


Turnamen Bibit Pahlawan, itulah namanya. Di mana turnamen ini diusung langsung oleh kekaisaran untuk menilai bakat muda dari setiap sekte juga kelompok bela diri yang ada.


Dari sekte Besar hingga sekte Kecil bahkan pendekar Bebas yang ada di luar kendali kekaisaran semuanya masih dapat ikut, meski demikian ada perbedaan cukup mencolok dari syarat serta ketentuan untuk setiap dari mereka jika ingin bergabung ke dalam turnamen tersebut.


Setiap sekte Besar, para keluarga bangsawan kelas Atas dan keturunan langsung kaisar, akan diberi undangan yang memperbolehkan satu generasi muda mereka langsung mengikuti turnamen Bibit Pahlawan di panggung utamanya yang akan digelar sekitar beberapa bulan lagi di ibu kota.


Selain dari ketiga yang disebutkan di atas, jika ingin mengikuti turnamen Bibit Pahlawan di ibu kota harus terlebih dahulu bersaing antara satu sama lain untuk memperebutkan undangan yang tersisa.


Untuk mengikuti persaingannya sendiri cukup mudah, yaitu dengan mengikuti turnamen berskala kecil yang akan diadakan di setiap kota termasuk kota Dahan Gugur.


Hal inilah yang membuat Yang Gao begitu antusias hingga rela melakukan perjalanan jauh dari ibu kota ke kota Dahan Gugur, yaitu untuk memberi tau sendiri pada Hao Zhao dengan harapan Hao Zhao akan segan untuk menolak jika dirinya menyampaikan hal tersebut secara langsung.


Yang Gao hanya menatap Hao Zhao penuh harap saat itu, menyadari jika sepertinya Hao Zhao tidak sama sekali tertarik menerima permintaannya. Sebab jika dirinya ada di posisi Hao Zhao sekalipun, mungkin akan berpikir berulang kali dirinya sebelum menerima permintaan sejenis itu.


Hao Zhao hanya terdiam tidak memedulikan sorot mata penuh harap dari Yang Gao, di mana dirinya tengah menimbang apakah perlu menerima permintaan Yang Gao atau tidak.

__ADS_1


Hao Zhao sendiri tidak sama sekali keberatan sebenarnya jika dirinya benar harus ikut turnamen Bibit Pahlawan, sebab Hao Zhao sendiri juga penasaran ada di tingkat apa kebanyakan generasi muda dari sekte Besar dimasanya hidup sekarang.


Di mana yang menjadi masalah untuk Hao Zhao adalah, fakta jika Yang Gao memintanya mengikuti turnamen tersebut melalui perebutan undangan di kota Dahan Gugur.


Lentera Harta memang sudah termasuk sekte Besar di kekaisaran tersebut, mereka juga telah menerima satu undangan di mana undangan ini sudah didaftarkan atas nama Yue Yie dari jauh hari.


Sehingga jika Lentera Harta ingin mengirim generasi muda lain yang di kasus ini merupakan Hao Zhao, maka Hao Zhao diharuskan mencari undangannya sendiri melalui turnamen berskala kecil.


Melalui turnamen berskala kecil berarti harus menghadapi para generasi muda dari sekte Kecil hingga Menengah juga kebanyakan pendekar Bebas, belum lagi ada kemungkinan keturunan keluarga bangsawan kelas menengah hingga kebawah juga akan mengikutinya.


Jika kebanyakan dari mereka memiliki tingkat kekuatan yang layak, mungkin Hao Zhao akan mengiyakan, tetapi fakta kalau kebanyakan dari mereka kemungkinan hanya pendekar Pelatihan Tubuh membuat semangat Hao Zhao menghilang.


Hao Zhao terbiasa hidup dalam kekacauan juga peperangan tiada henti, di masanya hidup sekarang harus berkompetisi melawan para pendekar muda yang bahkan mengendalikan tenaga dalam saja kesulitan, membuat penolakan muncul dalam diri Hao Zhao.


Hao Zhao sempat menghela nafas pelan mendengar ucapan Yang Gao, tidak berpikir menolak adalah hal benar sehingga akhirnya hanya bisa mengangguk saja walau dengan berat hati.


“Hahaha, aku tau kau bisa diandalkan. Tidak sia-sia aku menaruh harapan besar padamu," ucap Yang Gao seraya menepuk pundak Hao Zhao.


“Kau bisa percaya padaku, Paman Gao. Meski hal ini terhitung cukup memalukan untukku, tetapi tetap akan aku lakukan sebagai balasan kebaikanmu yang telah menyembuhkan luka dalam yang aku derita," ucap Hao Zhao, tidak berpikir ada cara lain yang lebih cepat untuk membalas kebaikan Yang Gao selain mengikuti turnamen tersebut.


“Haha, kau bisa melupakan kebaikanku, sebab kau akan segera membalasnya lebih besar melalui turnamen ini ... dengan membuat nama Lentera Harta melonjak tentu saja," ucap Yang Gao dengan tawa renyahnya nampak tengah begitu senang, amat paham dirinya pemuda seperti apa Hao Zhao hingga tampak begitu enggan melakukan kompetisi dengan pendekar yang memiliki kekuatan jauh di bawahnya.


“Dirinya adalah contoh nyata dari pendekar sejati, beruntung untukku dia masih mau menyingkirkan egonya dengan mengikuti turnamen berskala kecil ini," gumam Yang Gao.

__ADS_1


Di tengah pembicaraan antara Yang Gao dengan Hao Zhao sendiri, tidak lama pintu ruangan terbuka sebelum terlihat Yue Yie muncul dari sana.


“Murid ku, coba tebak apa yang berhasil Gurumu ini lakukan," ucap Yang Gao pada Yue Yie yang tengah menyajikan teh di meja.


“Bisakah Guru katakan saja langsung apa itu? Yie juga ingin mendengarnya jika itu baik untuk Guru," ucap Yue Yie penasaran, sebab tidak biasanya melihat Yang Gao tersenyum senang.


“Gurumu ini berhasil membuat Nak Gao bersedia mengikuti turnamen Bibit Pahlawan, bukankah itu luar biasa membayangkan keterkejutan setiap dari mereka bagian dari sekte ternama juga kekaisaran?" yang Gao masih dengan senyum lebar di wajahnya.


Yue Yie mendengar hal itu tentu terkejut, sebab tidak berpikir Hao Zhao merupakan orang yang akan bersedia memenuhi permintaan sejenis itu melihat dari keseharian Hao Zhao yang Yue Yie begitu sadari amat tidak mau mencolok.


Meski begitu, Yue Yie tentu tetap senang. Apalagi jika terbayang Hao Zhao yang akan selalu ada disisinya selama turnamen itu berlangsung.


“A— apa itu berarti Tuan Muda Zhao akan menemaniku mengikuti turnamen itu?" tanya Yue Yie, mencoba memastikan dengan wajahnya yang telah berubah merah padam.


“Itu pasti, tetapi sebelum itu dirinya harus mengikuti turnamen di kota Dahan Gugur terlebih dahulu untuk mendapatkan undangannya sendiri," ucap Yang Gao menjelaskan.


Ekspresi Yue Yie yang awalnya begitu cerah dengan segera berubah setelah mendengar hal itu, sebelum berkata, “Apa itu akan baik-baik saja?"


Yang Gao hanya terkekeh, tidak berpikir muridnya itu tau seberapa kuat Hao Zhao hingga mengkhawatirkan hal yang tidak perlu.


“Murid ku, kau tenang saja. Aku amat bisa pastikan jika tidak ada satu orang generasi muda pun di kota ini bahkan di seisi kekaisaran ini yang bisa mengalahkan Nak Zhao." Yang Gao seraya melirik Hao Zhao, di mana hanya mengangguk saja Hao Zhao mengiyakan.


“Bu— bukan Tuan Muda Zhao, tetapi setiap dari peserta yang lain. Apa mereka akan baik-baik saja?" Yue Yie tampak terpaku jelas mempertanyakan, apa akan ada yang bisa selamat setiap dari para peserta jika bertemu Hao Zhao sebagai lawannya.

__ADS_1


__ADS_2