Pendekar Pedang Harimau Surgawi

Pendekar Pedang Harimau Surgawi
Dua Bersaudara Dari Tempat Yang Jauh


__ADS_3

“Beraninya kau!!!" seru Pao Cun sembari menghujamkan tombaknya.


Ctankkk!!!


Tombak panjang milik Pao Cun tidak berhasil menggapai Hao Zhao ketika sebuah belati kecil membelokan arah serangnya, itu merupakan Li Chen dengan senyum sinis diwajahnya.


“Hei, siapa yang mengijinkan mu menyentuh saudaraku?" tanya Li Chen santai.


Ketenangan di wajah Pao Cun sudah sama sekali tidak terlihat, yang nampak sekarang hanyalah amarah sebab dua generasi muda entah siapa berani bersinggungan dengan sekte nya.


“Dua Bocah tidak tau diri, sepertinya kalian memang harus diberi pengertian betapa tinggi langit juga seberapa dalam samudra!!!"


Pao Cun sempat menarik tombaknya, tidak berapa lama mengaliri tenaga dalam miliknya ke sana dan berkata, “Tombak Penghancur Gunung!!!"


Li Chen hanya tertawa kecil mendengar hal itu, tidak berapa lama kemudian melakukan hal serupa pada belatinya yang bersamaan dengan itu berucap, “Belati Penikam Langit."


Tombak milik Pao Cun sekali lagi harus beradu dengan belati milik Li Chen, benturan antara tenaga dalam membuat ledakan cukup besar yang bahkan membuat seisi restoran bergetar.


“Sialan!!!" pekik Pao Cun.


Tubuh Pao Cun besar begitu pula dengan tombak miliknya, dengan semua itu tetap harus terlempar mundur hanya karena belati milik Li Chen jelas melukai harga dirinya.


“Ayolah, aku menganggap tinggi jurus sekte mu sebab itulah aku juga menggunakan jurus ku. Hanya dengan ini dan kau sudah terpukul mundur? Mengecewakan," ucap Li Chen.


Pao Cun hanya mengertakkan giginya mendengar hal tersebut, jurus yang baru digunakannya amat jelas tidak kalah dengan jurus yang baru Li Chen gunakan.Hanya ada satu alasan dirinya berhasil di pukul mundur oleh Li Chen jika sudah seperti ini, tidak lain adalah tingkat kekuatan antara mereka itu sendiri.


“Sial, aku Pao Cun tetua Tertinggi sekte Tombak Jiwa. Di benua ini dapat dihitung jari pendekar yang bisa menghadapi ku dan di antara mereka semua tidak ada bocah ini," gumam Pao Cun.


Li Chen hanya menatap Pao Cun rendah setelah pertukaran serangan yang baru terjadi, bagaimana ekspresi Pao Cun terlihat amat jelas menunjukan rasa penasaran terkait dirinya.

__ADS_1


“Aku Li Chen pendekar yang bahkan setiap patriak Empat Sekte Ternama kesulitan melawanku, hanya seorang tetua Tertinggi sepertimu berani bertukar serangan denganku? Jangan bercanda," gumam Li Chen sembari menahan tawa.


“Sialan, siapa kalian?!!" Pao Cun setelah cukup lama diam, berhasil membaca tingkat kekuatan Li Chen juga Hao Zhao yang sama sekali tidak normal.


Keduanya mungkin tampak seperti generasi muda biasa tetapi masing-masing dari keduanya adalah pendekar Jiwa, belum lagi fakta kalau kucing yang ada bersama mereka juga serupa membuat Pao Cun bingung bukan main dibuatnya.


“Siapa kami? Kami adalah kakak beradik dari tempat yang jauh, mengarungi daratan membawa harap melihat dunia dari sudut pandang baru siapa sangka yang kami temui malah para pendekar menyebalkan seperti kalian," ucap Hao Zhao yang sedari awal hanya memperhatikan.


Ekspresi Pao Cun berubah rumit mendengar hal itu, terlihat jelas kalau Pao Cun percaya begitu saja dengan karangan asal yang keluar dari mulut Hao Zhao.


“Hei, darimana cerita itu kau dapat?" tanya Li Chen berbisik sebab tidak ada pembicaraan terlebih dahulu terkait itu.


“Tidak tau, aku pikir itu terdengar keren jadi aku mengatakannya," ucap Hao Zhao asal.


“Meong!!!" Cang seolah setuju kalau itu memang keren.


“Terserah kau saja, tetapi siapa yang menjadi adiknya di antara kita berdua?"


“Meong!!!"


“Cang, bisakah dirimu berhenti mendukung ucapannya?" Li Chen berusaha keras untuk tidak mengumpat.


Di saat Hao Zhao tengah sibuk sendiri dengan Li Chen, Pao Cun juga tengah dipusingkan dengan pikirannya sendiri.


Apa yang Hao Zhao katakan bisa jadi benar dan sebab ini dirinya mempertanyakan tempat yang dimaksud, melihat sendiri bagaimana generasi muda dari tempat itu bisa menjadi pendekar Jiwa maka bukan tidak mungkin para pendekar seniornya memiliki kekuatan jauh lebih luar biasa.


“Sialan, jika benar ada tempat seperti itu maka Empat Sekte Ternama ataupun Kekaisaran Emas Kuno bukan sama sekali tandingan mereka," gumam Pao Cun.


Pao Cun sendiri di tengah paniknya segera menghampiri Fang Du yang masih meringis kesakitan sebab lukanya, tampak jelas kalau murid Utama sekte nya itu tengah menderita tetapi tidak ada yang bisa dirinya lakukan untuk membantu atau membalas apa yang diterima oleh Fang Du.

__ADS_1


“Tetua Cun, habisi mereka untukku. Lihat luka yang tertinggal di tubuhku, mereka setidaknya harus mati untuk membayar semua ini," ucap Fang Du cepat ketika Pao Cun memeriksa kondisinya.


“Tidak bisa, kita biarkan saja semua ini dan jangan memperpanjang masalah lebih jauh lagi," ucap Pao Cun.


“Apa? Kenapa? Mereka sudah berani melukaiku yang berarti menyinggung seisi Empat Sekte Ternama, jika orang seperti mereka dibiarkan bagaimana pandangan orang-orang pada kita?"


Pao Cun hanya menghela napas mendengar itu, paham betul bagaimana Fang Du tumbuh yang membuat ego juga harga diri murid itu demikian tinggi sehingga tidak tau kapan harus mundur dari sesuatu seperti ini


“Apa kau tau siapa mereka?" tanya Pao Cun.


Fang Du hanya terdiam, dirinya menyangka keduanya hanya generasi muda sekte bawahan dan nampaknya itu salah.


Alasan Fang Du mencari masalah dengan keduanya sendiri hanya karena Fang Du tidak suka dengan bagaimana Hao Zhao juga Li Chen terlihat lebih menonjol darinya, baik dari segi wajah atau beberapa hal lain membuat Fang Du ingin setidaknya memberi pengertian di mana tempat mereka seharusnya.


“Jadi kau tidak tau? Kalau begitu mengapa kau memutuskan bersinggungan dengan mereka? Apa kau lupa ajaran penting jika di dunia persilatan tidak boleh sembarangan mencari lawan jika tidak tau latar belakang lawannya?" tanya Pao Cun sekali lagi.


Fang Du hanya bungkam, tidak sedikitpun bisa menjawab setiap ucapan Pao Cun.


“Murid Du, sekarang berdiri dan ikut aku meminta maaf pada mereka. Untuk hukuman tindakanmu ini akan aku bicarakan nanti dengan patriak setelah urusan kita di kota ini selesai," ucap Pao Cun.


Hao Zhao juga Li Chen hanya memperhatikan saat Pao Cun juga Fang Du berbincang, pembicaraan mereka setengah berbisik sehingga sulit untuk mendengarnya dengan jelas.


Sampai tiba-tiba Pao Cun juga Fang Du berjalan ke arah mereka, baik Hao Zhao juga Li Chen sudah begitu siap bertarung kalau-kalau tujuan keduanya datang adalah menyerang.


“Maafkan murid sekte ku, dirinya mengaku salah jadi mari kita hentikan segalanya di sini," ucap Pao Cun sembari memaksa Fang Du membungkuk memberi hormat.


Hao Zhao juga Li Chen baru ingin menarik senjata saat itu semua terjadi, begitu mengejutkan hal tersebut sebab tidak biasanya sosok dari sekte tingkat tinggi seperti keduanya sudi melakukan hal seperti ini.


“Hei, mereka sepertinya benar-benar termakan cerita dua bersaudara dari tempat yang jauh milikmu," bisik Li Chen.

__ADS_1


“Aku tau," timpal Hao Zhao bingung bagaimana harus menanggapi permintaan maaf tersebut.


__ADS_2