Pendekar Pedang Harimau Surgawi

Pendekar Pedang Harimau Surgawi
Kebodohan Ma Dai


__ADS_3

Hao Zhao baru selesai memastikan kematian dua ketua bandit juga dua ketua lain yang dirinya telah habisi terlebih dahulu sebelumnya, di mana keempatnya telah benar-benar kehilangan nyawa mereka membuat Hao Zhao bisa merasa sedikit tenang.


“Selanjutnya ... kau," ucap Hao Zhao seraya melangkah masuk ke dalam tenda tempat pemimpin bandit seharusnya berada.


Hao Zhao baru memasuki tenda sebelum di sambut dengan kesunyian, tidak ada seorang pun di sana membuat Hao Zhao bertanya-tanya.


“Kemana perginya pemimpin bandit itu?" Hao Zhao yang masih amat ingat, kalau dari tenda itulah dirinya merasakan keberadaan seorang pendekar Pemurnian tahap Puncak.


Kini di tenda yang sama tidak ada apapun selain cukup banyak peti harta juga botol minuman keras yang telah kosong, tentu membuat Hao Zhao curiga.


Brakkkk!!!


Sebuah kapak besar terlempar dari atas tenda, membuat lubang cukup besar tertinggal dari atap tersebut. Di mana lemparan kapak itu jatuh tepat di tempat Hao Zhao sebelumnya berada.


“Jadi kau telah mengetahui keberadaanku?" Hao Zhao yang masih sempat menghindar sebelum kapak besar itu menghujam tubuhnya, mulai menatap Ma Dai yang baru saja turun dari atap untuk mengambil kembali kapak miliknya.


Ma Dai dengan kapak besar yang telah kembali ada di genggaman tangannya hanya menatap Hao Zhao tajam, tidak mengatakan satu hal apapun pada Hao Zhao nampak hanya fokus untuk mencari tau beberapa hal terkait Hao Zhao lebih jauh.


Hao Zhao sendiri hanya menaikan alisnya di tatap dengan cara seperti itu oleh Ma Dai, meski merasa sedikit risih, tetap Hao Zhao coba biarkan saja Ma Dai melakukan apa yang diinginkannya.


“Kau menghabisi keempat ketua bawahanku, bisa aku tau apa alasanmu melakukan itu?" Ma Dai setelah cukup lama diam akhirnya berbicara.


Hao Zhao mendengar pertanyaan Ma Dai segera tertawa kecil, sebelum berkata, “Memang perlu alasan untuk menghabisi orang-orang seperti kalian?"


Ma Dai mengerutkan dahi, sama sekali tidak menyangka dengan jawaban yang akan diterimanya.


“Hey, Nak. Aku tidak ingat pernah menyinggung sosok sepertimu, biar aku tanya satu hal lagi. Apa benar kau datang kemari hanya untuk mengacau di tempatku?" Ma Dai dengan sorot matanya yang semakin tajam, terlihat sudah begitu siap mengayunkan kapak besarnya kapan saja tergantung dengan jawaban yang akan Hao Zhao berikan.


Hao Zhao menyadari itu, meski demikian Hao Zhao jelas tidak gentar sebab lawannya sama sekali bukan seseorang yang pantas untuk diperhitungkan dengan tingkat kekuatannya yang sekarang.

__ADS_1


Hao Zhao sempat tertawa kecil merasa tertarik akan sesuatu, terkait akan terlihat seperti apa wajah angkuh serta menyeramkan Ma Dai ketika tengah menderita.


“Tatapan Harimau Surgawi," gumam Hao Zhao, sebelum kilauan cahaya kebiruan samar muncul di sekitar kedua bola matanya.


Ma Dai yang masih terus menatapi Hao Zhao tajam jelas sama sekali tidak bisa menghindari jurus tatapan mata Hao Zhao, di mana segera merasa sesak dada Ma Dai diikuti kepalanya yang terasa begitu sakit.


“Apa-apaan?!" Ma Dai segera mencoba menahan rasa sakit yang entah datang dari mana, setelahnya mencoba mencari penyebab rasa sakit tersebut walau tidak ada satu pun hal yang dapat Ma Dai curigai sebagai penyebabnya.


“Sialan, apa dirinya yang melakukan ini?" Ma Dai seraya menatap mata Hao Zhao tajam, mulai berpikir Hao Zhao menggunakan cara kotor padanya.


Hao Zhao hanya tertawa kecil melihat keadaan Ma Dai, tidak habis pikir mengapa Ma Dai malah seperti sukarela mau terus menerima rasa sakit dengan menatap matanya seperti itu.


“Bodoh," ucap Hao Zhao pelan.


Ma Dai mendengar ucapan Hao Zhao dengan segera mengerutkan dahi, ingin marah sebenarnya tetapi tidak bisa, sebab rasa sakit yang dideritanya bukan mereda malah menjadi semakin parah membuat Ma Dai amat tidak tahan dengan rasa sakit itu.


“Sialan! Kau melakukan apa padaku dasar Bocah?!" Ma Dai mulai meninggikan suaranya, tampak sudah tidak bisa mengontrol emosi sebab rasa sakit tersebut.


Hao Zhao hanya diam mendengar teriakan Ma Dai, membiarkan saja Ma Dai terus tenggelam akan rasa sakit yang pastilah tengah amat begitu menyiksa.


Ma Dai mulai jatuh berlutut sebab rasa sakitnya, di mana kapak besar di tangan Ma Dai juga telah jatuh sebab kedua tangannya sibuk digunakan Ma Dai untuk memegangi kepala.


Tidak butuh waktu lama sampai Ma Dai seperti terhanyut akan rasa sakit yang dideritanya, di mana teriakan penderitaan terus terdengar dari mulut Ma Dai demikian kerasnya.


“Hey, apa sebegitu menyakitkannya ini semua untukmu?" tanya Hao Zhao, seraya mengambil langkah.


Ma Dai mendengar ucapan Hao Zhao dengan segera menatap Hao Zhao pasrah, tidak lagi memiliki keinginan melawan asal bisa lepas dari semua rasa sakit tersebut.


“Tu— tuan, mohon berhenti melakukan ini semua padaku. Aku tidak tau dengan cara apa kau membuatku seperti ini, tetapi aku amat sangat memohon padamu ... tolong lepaskan aku," ucap Ma Dai seraya beberapa kali membenturkan kepalanya ke tanah, sebagai tanda keseriusan ucapannya.

__ADS_1


Hao Zhao hanya diam sesaat nampak berpikir, sebelum berkata, “Dari mana kau mendapat keyakinan kalau akulah penyebab rasa sakitmu?"


Ma Dai mendengar itu segera bungkam, tidak berpikir ucapan Hao Zhao salah sebab dirinya hanya membuat dugaan jika itu semua ulah Hao Zhao.


“Apa kau tau, kalau aku juga tengah bingung melihatmu menjadi seperti ini?" Hao Zhao seraya menggelengkan kepala pelan.


Ma Dai mendengar hal itu sempat menatap Hao Zhao penuh selidik, tidak begitu saja percaya walau pada akhirnya hanya bisa pasrah berharap Hao Zhao mau membantunya.


“Jika ini semua bukan karenamu maka tolong bantulah aku, entah dengan cara apapun cepat tolong aku keluar dari rasa sakit ini," ucap Ma Dai menatap Hao Zhao penuh harap.


Hao Zhao segera berjongkok di hadapan Ma Dai yang tengah meringkuk, membaringkan tubuh Ma Dai, segera Hao Zhao coba periksa tubuhnya.


Hao Zhao tidak lama segera berdecak kesal, setelahnya menggelengkan kepala pelan seolah kecewa.


“Ke— kenapa?" Ma Dai yang merasakan firasat buruk setelah melihat ekspresi Hao Zhao.


Hao Zhao hanya menatap Ma Dai dalam diam, di mana hal itu tentu membuat Ma Dai menjadi semakin menderita sebab pertemuan antara kedua pasang mata miliknya dengan Hao Zhao.


“Kau akan segera mati," ucap Hao Zhao pelan.


Ma Dai mendengar ucapan Hao Zhao sama sekali tidak menjawab, jelas masih belum sadar jika tatapan mata Hao Zhao lah yang membuatnya menjadi seperti itu.


“Dengan rasa sakit ini, aku rasa ucapanmu benar," ucap Ma Dai seperti sudah begitu pasrah.


“Tentu saja benar, sebab akulah yang membunuhmu," ucap Hao Zhao sebelum mengalirkan lebih banyak tenaga dalam ke kedua bola matanya.


Ma Dai yang tengah menatap kedua bola mata Hao Zhao segera berteriak kencang, amat kencang sampai tidak lama darah mengalir deras keluar dari setiap lubang yang ada di kepala Ma Dai, di mana bersamaan dengan hal itu teriakan Ma Dai perlahan menghilang.


“Betapa bodoh meminta pertolongan pada orang yang menjadi penyebab rasa sakitmu," ucap Hao Zhao seraya menggeleng pelan.

__ADS_1


__ADS_2