
Setelah kematian Ma Dai, dengan segera Hao Zhao melompat ke atas tenda tempat Ma Dai bersembunyi sebelumnya. Langkah kaki gerombolan orang memang sudah terdengar begitu keras di pendengaran Hao Zhao, tanda sekian banyak bandit di sana pasti sudah mulai menyadari ada yang tidak beres di kemah mereka.
Tidak berapa lama Hao Zhao menunggu, sekitar sepuluh orang bandit mulai memasuki tenda tempat jasad Ma Dai berada.
Setiap dari para bandit itu terkejut, tidak menyangka setelah sempat dikhawatirkan dengan kondisi empat ketua mereka yang telah kehilangan nyawa di luar tenda, mereka juga harus melihat jasad pemimpin mereka.
“Apa-apaan ini? Siapa yang melakukan semua ini?" Salah satu bandit menolak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Serupa dengan apa yang salah seorang bandit itu rasakan, sekian banyak yang lain juga memiliki perasaan tersebut, yaitu khawatir. Takut hal yang sama akan terjadi pada mereka, setelah melihat jasad setiap petinggi kelompok mereka bergabung.
“Harus bagaimana kita? Jika yang menyerang bahkan dapat menghabisi pemimpin juga setiap dari ketua ... hampir mustahil untuk kita dapat selamat," ucap salah seorang bandit.
Sekian banyak yang lain hanya terdiam mendengar hal itu, mereka bingung bagaimana mengatakannya, tetapi yang pasti mereka juga menyimpan ketakutan serupa.
Slashhh!!!
Satu dari sekitar sepuluh bandit yang ada di dalam tenda tiba-tiba jatuh kehilangan nyawanya, membuat bandit tersisa segera merasa terkejut.
“Serangan!"
“Waspada, perhatikan sekitar kalian!"
“Sialan, keluar kau. Jangan hanya bisa bersembunyi dan menyerang secara diam-diam seperti ini!"
Para bandit tersebut dengan sorot mata menyapu seisi tenda, meski tidak ada seorang pun yang dapat mereka lihat setelah melakukan itu.
Slashhh!
Di tengah keheningan karena waspadanya setiap bandit, satu orang kembali jatuh tanpa sebab yang jelas dengan bekas luka tebasan di lehernya.
“Apa-apaan!"
“Sialan, siapa yang menyerang sebenarnya?!"
“Ini menakutkan"
__ADS_1
Setiap bandit di dalam tenda jelas menjadi semakin panik, mereka sadar kalau nyawa mereka bisa menghilang kapan saja seperti dua kawan mereka yang telah tumbang.
“Kita keluar dari sini untuk memberi tahu yang lain!"
“Benar, ketimbang mati tanpa tau apa yang membunuh kita lebih baik kita melakukan itu!"
Setiap bandit tersisa di dalam tenda segera mencoba keluar dari sana, tetapi belum sempat mereka melakukan itu, seorang pemuda sudah lebih dahulu muncul menghalau jalan keluar mereka.
“Ingin kemana? Kalian sudah masuk maka tidak perlu repot mencoba keluar," ucap Hao Zhao, sebelum bergerak demikian cepatnya menghampiri setiap bandit itu.
Hao Zhao dengan pedang di tangannya segera menebas setiap dari bandit di dalam tenda, tanpa ada cukup banyak perlawanan membuat Hao Zhao bisa leluasa melakukan apa yang diinginkannya.
Kecepatan gerak Hao Zhao yang begitu sulit untuk di tangkap mata, membuat kebanyakan dari para bandit hanya bisa pasrah ketika pedang Hao Zhao menebas mereka. Hal itu menyebabkan satu persatu dari mereka secara bergiliran tumbang kehilangan nyawa.
Tidak berapa lama sampai setiap bandit di sana kehilangan nyawa mereka, terbujur kaku dengan ekspresi ketakutan yang terlihat lekat membekas di wajah mereka.
“Sial, perasaan ini semakin menggebu. Mereka saja tidak cukup," ucap Hao Zhao dengan senyum seringai di wajahnya.
Suara langkah kaki yang kali ini terdengar lebih banyak di pendengaran Hao Zhao, membuat seringai di wajah Hao Zhao semakin melebar.
Hao Zhao mengambil posisi cukup jauh dari tenda tempat jasad Ma Dai juga beberapa bandit lain berada, menatapi kejauhan di mana sekian banyak bandit sudah ada di sana dengan langkah mereka yang tergesa-gesa, Hao Zhao mulai bersiap dengan pedang di tangannya.
Pedang milik Hao Zhao segera teraliri tenaga dalam tidak lama setelahnya, seraya memainkan pedang di tangannya, segera Hao Zhao lirik sekali lagi sekian banyak bandit yang tengah menuju tenda milik Ma Dai.
“Benar, ini bisa dikatakan sudah semuanya," ucap Hao Zhao melihat sekitar ratusan bandit yang datang.
Hao Zhao terus mengaliri tenaga dalam ke pedangnya hingga terasa cukup, barulah Hao Zhao angkat pedang itu bersiap menebaskannya.
“Hei, siapa itu?!" tanya salah satu bandit dari sekian banyak yang datang, setelah melihat Hao Zhao yang tengah berdiri di atas tembok kemah markas mereka.
Mendengar ucapan kawan mereka, cukup banyak bandit yang lain dengan segera menoleh untuk melihatnya secara langsung siapa yang kawan mereka maksud.
“Apa? Kenapa dia bisa ada di sini ketika setiap sisi markas kita memiliki penjaga?"
“Sialan, dia jelas penyusup. Ayo cepat habisi dia!"
__ADS_1
“Benar, keributan yang kita dengar juga bisa jadi dirinyalah penyebabnya!"
Sekitar ratusan bandit yang datang untuk memeriksa suara keributan yang sempat mereka dengar, dengan segera berlari ke arah Hao Hao Zhao mencoba menghabisinya.
Hao Zhao dengan seringai di wajahnya hanya menggeleng pelan, melihat sekitar ratusan bandit itu mencoba menyerangnya jelas membuat Hao Zhao senang.
“Dengan begini kalian bisa mati bersama-sama," ucap Hao Zhao sebelum menebaskan pedangnya yang telah diselimuti energi kebiruan pekat.
Energi yang sebelumnya menyelimuti sekitar pedang Hao Zhao dengan segera melesat ke arah ratusan bandit itu, di mana energi pedang tersebut terus saja melebar di sepanjang lesatannya.
“Hey, cahaya kebiruan apa itu?"
“Sial, cahaya itu indah, tetapi kenapa aku merasa terancam karenanya?"
Beberapa bandit yang menyadari lesatan cahaya bewarna kebiruan ke arah mereka, mempertanyakan cahaya apa itu sebab amat begitu asing untuk mereka.
“Itu cahaya kebiruan hasil tenaga dalam, cepat menghindar atau kalian akan mati!" seru salah satu dari para bandit yang mengenali cahaya dari energi tersebut.
Sekian banyak bandit lain mendengar hal tersebut tentu terkejut, sebelum dengan sekuat tenaga mencoba menghindari lesatan cahaya yang kini sudah begitu dekat.
Setiap dari para bandit sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mencoba menghindar, meski begitu mereka merasa akan gagal sebab lesatan energi yang beberapa kali lebih cepat dari langkah mereka.
“Menghindar tidak akan sempat, cepat bantu aku menahan lesatan energi ini saja!"
“Benar, kita hanya akan mati konyol jika terus berusaha menghindarinya!"
Para bandit mengubah rencana mereka dari yang awalnya menghindar dengan menghalau, di mana setiap dari para bandit mulai mencoba mengalirkan tenaga dalam ke kapak di genggaman mereka.
Energi bewarna kebiruan samar hampir tidak terlihat mulai menyelimuti setiap dari kapak tersebut, di mana memang hanya sebanyak itulah kemampuan dari aliran tenaga dalam setiap bandit di sana.
Dengan membawa harapan besar dapat selamat dari lesatan energi pedang Hao Zhao, setiap dari para bandit mulai mengangkat kapak mereka untuk menyambut lesatan energi milik Hao Zhao.
Wushhhh!
Lesatan energi milik Hao Zhao segera melewati sekitar ratusan bandit itu, di mana secara hampir bersamaan para bandit itu ambruk dengan tubuh mereka yang telah terbelah menjadi dua.
__ADS_1
“Dengan tenaga dalam sekecil itu ingin menghalau tenaga dalam milikku? Mimpi sana," ucap Hao Zhao seraya menatap kemah bandit yang sudah tidak sama sekali terlihat bentuknya, akibat terkena imbas lesatan energi pedang miliknya.