
Hao Zhao baru memasuki bangunan penginapannya sebelum hawa lembab juga pengap dirinya rasakan, tidak banyak cahaya yang ada di dalam penginapan tersebut yang mana satu-satunya hanya berasal dari meja penerima tamu yang tidak ada seorang pun di sana.
“Permisi, apa aku bisa menginap?" Hao Zhao setelah sampai di depan meja tersebut.
Hening, itulah yang terasa sebab tidak ada seorangpun yang menanggapi ucapan Hao Zhao.
Hao Zhao tidak menyerah segera kembali mengucapkan hal serupa beberapa kali lagi meski tetap sama seperti sebelumnya, tidak ada seorang pun yang menanggapi ucapannya.
Hao Zhao segera melirik ke arah pintu ruangan dekat meja penerimaan tamu, ada seseorang memang di balik pintunya yang entah apa alasannya seolah enggan menanggapi Hao Zhao.
“Ehemm, bisakah berhenti menghiraukan seolah aku tidak ada di sini? Aku tau kau ada di sana, jadi tolong keluarlah," ucap Hao Zhao yang tidak berapa lama pintu tersebut terbuka.
Seorang wanita muda dengan pakaian seadanya muncul dari sana, dengan ekspresi wajah suram wanita muda itu akhirnya menghampiri Hao Zhao walau dengan penuh keraguan.
Hao Zhao mengangkat alisnya melihat hal tersebut, tidak mengerti dirinya mengapa wanita itu seperti begitu gugup untuk berbicara dengannya.
“Ka— kami tidak menerima tamu, jadi tolong segera pergi dari sini," ucap wanita muda terbata-bata.
Hao Zhao sempat menatap penuh selidik wanita muda dihadapannya sebelum berkata, “Apa ini masih berkaitan dengan bagaimana warga desa terus memperhatikan gerak-gerik ku sesampainya aku di desa ini?"
Wanita muda terkejut, sesaat setelahnya mulai berbalik sebelum melangkah kembali ke ruangannya.
“Jadi, itu benar?" tanya Hao Zhao ketika wanita muda baru menaruh tangannya di gagang pintu untuk membukanya.
“Tuan, aku tau Anda tidak bodoh. Anda juga pasti sudah bisa menebak ada yang aneh dengan desa ini, jadi pergi saja dan jangan keras kepala." Wanita muda dengan helaan napas panjang yang terdengar setelahnya.
Hao Zhao baru ingin menghentikan wanita muda untuk memasuki ruangannya ketika seseorang muncul dari pintu masuk penginapan, wanita renta yang untuk berjalan saja membutuhkan sebatang kayu sebagai penyanggah, itulah yang Hao Zhao tangkap setelah melihatnya samar.
“Nenek." Wanita muda yang baru ingin memasuki ruangan mengurungkan niatnya, memilih berjalan cepat untuk menghampiri wanita renta sebelum bersembunyi dibelakangnya.
__ADS_1
Wanita renta menyadari ekspresi tidak biasa cucunya dengan segera menatap Hao Zhao dingin, setelahnya berjalan perlahan untuk menghampiri Hao Zhao bersama cucunya yang terus mengekor.
“Siapa?" Wanita renta menatap Hao Zhao penuh selidik.
“Aku hanya seseorang yang kebetulan lewat," ucap Hao Zhao mengatakan sejujurnya.
“Jika dirimu ingin menginap maka urungkan saja niatmu, penginapan ini tidak menerima tamu," ucap wanita renta dengan nada bicara tidak ramah.
Hao Zhao yang sedari awal memasuki desa itu sudah memiliki kecurigaan kalau sepertinya ada hal tidak beres tengah terjadi di desa tersebut tentu menjadi semakin penasaran, terkait apa alasan warga desa seperti begitu waspada padanya juga kenapa nenek dan cucu pemilik penginapan seperti enggan menerima orang luar.
“Apa ada hal yang terjadi di desa ini?" tanya Hao Zhao pada nenek dan cucu yang baru ingin memasuki ruangan dekat meja penerima tamu.
“Tuan, bukankah sudah aku katakan untuk tidak keras kepala? Keluar saja dari desa ini dan jangan ikut campur terlalu jauh akan hal yang tidak seharusnya kau campuri," ucap wanita muda yang masih bersembunyi di balik neneknya ketika mengatakan itu semua.
Hao Zhao sempat terdiam sebab memikirkan sesuatu, selama itu pula nenek dan cucu pemilik penginapan seperti mengurungkan niat untuk memasuki ruangan seolah tidak ingin membiarkan Hao Zhao seorang diri di penginapan mereka.
“Ucapan mu terkait aku yang bisa pergi dari sini sehingga tidak terlibat aku anggap sebagai maksud baik, meski begitu aku menolak menerima maksud baik itu. Jadi, bisakah aku mengetahui apa yang tengah terjadi di desa ini hingga membuat penduduk desa tampak begitu waspada pada orang luar sepertiku?" tanya Hao Zhao yang tidak bisa menyingkirkan rasa penasarannya.
Wanita muda baru ingin mengoceh untuk memarahi Hao Zhao ketika wanita renta secara cepat menghentikannya.
“Siapkan minuman untuk Tuan ini," ucap wanita renta.
“Teta—"
“Lakukan saja," potong wanita renta cepat.
Wanita muda pada akhirnya hanya bisa melakukan apa yang neneknya perintahkan, memasuki ruangan dekat meja penerima tamu yang ternyata merupakan dapur, segera keluar wanita muda itu dengan secangkir teh hangat di tangannya untuk disajikan pada Hao Zhao.
Hao Zhao sudah duduk berhadapan dengan wanita renta ketika teh itu datang, selama menunggu minuman itu jugalah hanya keheningan yang terasa karena wanita renta di hadapan Hao Zhao hanya bungkam.
__ADS_1
Hao Zhao hanya meminum teh itu sedikit sebagai bentuk penghormatan, tidak terlalu enak rasanya sebab daun teh yang digunakan seperti sudah melewati batas waktu yang ditentukan.
“Maaf, jika tidak terlalu pantas. Karena hanya itu yang kami miliki," ucap wanita renta tiba-tiba.
“Oh, tidak apa. Ini cukup enak," ucap Hao Zhao seraya menaruh cangkir di meja.
Hao Zhao segera menatap wanita renta tidak berapa lama sebelum berkata, “Mengesampingkan basa-basi nya, apa ada yang ingin kau sampaikan terkait desa ini?"
Wanita renta sempat menghela napas panjang, ditemani cucunya yang terus melarangnya mengatakan sesuatu pada Hao Zhao, wanita renta itu akhirnya berbicara.
Hao Zhao hanya mendengarkan saja semua hal tersebut dengan dengan seksama, sesekali mengangkat alisnya sebab terkejut sampai akhirnya wanita renta selsai dengan penjelasannya.
“Itu semua yang ingin dirimu ketahui, jadi apa sekarang kau bisa pergi dari sini?" tanya wanita renta setelahnya.
Hao Zhao hanya menatap wanita renta penuh tanda tanya, setelah menyampaikan masalah yang tengah terjadi di desa itu kini meminta dirinya pergi tentu cukup aneh menurut Hao Zhao.
“Aku menolak sebab tujuan kedatanganku kemari adalah untuk menginap," ucap Hao Zhao.
“Lihat, Nek? Orang ini keras kepala, berpikir bisa membuatnya pergi hanya dengan menyampaikan apa yang ingin diketahuinya jelas percuma," ucap wanita muda ketus.
Wanita renta hanya menghela napas panjang, setelahnya mengeluarkan cukup banyak kunci dari pakaiannya yang salah satunya diberikan untuk Hao Zhao.
“Menginaplah kalau begitu, satu hal yang perlu dirimu ketahui adalah aku tidak ingin merasa bersalah jika ada hal buruk terjadi padamu," ucap wanita renta.
Wanita muda melihat neneknya menyetujui permintaan Hao Zhao segera mengungkapkan ketidaksetujuannya, jelas mengetahui dirinya sudah berapa banyak orang keras kepala seperti Hao Zhao harus menghilang karena hal serupa.
“Jangan hiraukan cucuku, dirinya amat sangat begitu jarang bertemu orang luar terkhusus yang seumuran dengannya apalagi setampan dirimu. Anggaplah normal jika dirinya takut ada hal buruk terjadi padamu," ucap wanita renta sebelum melangkah ke dapur.
“Nek, jangan bicara hal tidak jelas," timpal wanita muda yang sesaat setelahnya berjalan cepat untuk menyusul tidak ingin merasa malu.
__ADS_1
Hao Zhao hanya menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi seperginya nenek dan cucu itu, menatap arah luar penginapan segera menyeringai kecil dirinya.
“Setiap orang yang ingin membantu masalah desa ini hampir pasti akan menghilang entah kemana ... jelas aku tidak akan menjadi salah satunya," gumam Hao Zhao dengan seringai di wajahnya yang semakin melebar.