
Sekte di benua Dua Bintang terbagi menjadi tiga tingkatan yaitu Kecil, Menengah serta Besar. Sesuai namanya bagaimana kekuatan yang dimiliki ketiga tingkat sekte itu juga berbeda, di mana sekte Kecil bisa di katakan masihlah tidak begitu kuat sedangkan sekte Menengah sudah mulai cukup kuat meski tidak sebanding dengan sekte Besar yang bisa dikatakan telah begitu digdaya baik dari segi sumber daya ataupun kekuatan setiap anggotanya.
Meski sekte Menengah tidak bisa di katakan amat kuat tidak berarti juga berurusan dengan seisi sekte nya merupakan hal mudah bahkan untuk Lentera Harta sekalipun, sebab bagaimana hubungan antara sekte sudah begitu terikat yang membuat mereka sekte yang lebih kuat tidak bisa sembarangan mencari celah untuk melahap sekte yang lebih lemah darinya jika tidak ada alasan kuat.
Bisa di katakan juga jika misalnya Lentera Harta ketahuan memiliki ambisi semacam itu, akan dapat dipastikan malah Lentera Harta sendirilah yang akan dilenyapkan baik itu oleh kekaisaran ataupun sekte Besar lain yang jelas telah begitu siap menunggu masing-masing di antara mereka membuat kesalahan untuk bentuk pembenaran sikap mereka yang sebenarnya hanya mencari keuntungan.
Hao Zhao jelas sudah terikat dengan Lentera Harta membuat segala hal yang Hao Zhao lakukan akan otomatis menjadi gambaran Lentera Harta itu sendiri, sehingga jika Hao Zhao benar memiliki pikiran ingin melenyapkan sekte Menengah seorang diri maka Lentera Harta akan tetap tertarik ke sana membuat Lentera Harta tidak akan aman lagi setelahnya.
Apa yang Hao Zhao pernah lakukan dengan menantang anggota Topeng Besi merupakan contoh nyata dari betapa di buat kerepotan Yang Gao mencoba membujuk kaisar agar tidak memperpanjang masalahnya, di mana jika hal ini kembali terjadi tetapi dengan kasus yang sama sekali berbeda maka akan ada kemungkinan Lentera Harta tidak akan bisa sekali lagi menarik diri dari masalah yang akan timbul tersebut.
Karena hal inilah Yang Gao seperti begitu di buat pusing memikirkan perkataan Hao Zhao, begitu berharap apa yang Hao Zhao katakan hanyalah sebuah ungkapan belaka dan bukan sesuatu yang akan dibuat menjadi nyata.
“Guru, apa kau baik-baik saja?" tanya Yue Yie setelah menyadari ekspresi buruk di wajah Yang Gao.
“Guru baik-baik saja, hanya sedang memiliki sedikit beban pikiran saja. Tidak perlu khawatir Murid ku," Yang Gao mengelus pelan kepala Yue Yie beberapa kali seraya melirik Hao Zhao.
Hao Zhao hanya memfokuskan pandangannya ke arena pertarungan di mana dua generasi muda tengah bertarung di sana, sampai salah satu dari mereka kalah barulah Hao Zhao sadari jika Yang Gao terus melirik ke arahnya dari waktu ke waktu.
__ADS_1
“Paman Gao, apa ada sesuatu yang ingin dirimu bicarakan?" tanya Hao Zhao, merasa itu saat yang tepat untuk berbicara sebab tengah ada jeda dari turnamennya yang baru akan dilanjutkan sore harinya dengan dua pertandingan sisa di perempat final.
Yang Gao segera berdiri dari duduknya sebelum mengajak Hao Zhao pergi dari sana, di mana Yue Yie sempat berdiri bermaksud ikut walau harus kembali duduk sebab Yang Gao tidak mengijinkannya.
Hao Zhao sendiri bersama Yang Gao dengan segera menjauh dari tempat turnamennya di gelar, di mana tidak lama segera Yang Gao buka pembicaraannya guna memastikan kekhawatirannya terkait ucapan Hao Zhao.
“Terkait ucapan mu sebelumnya, apa kau benar memiliki pikiran seperti itu, Nak Zhao?" tanya Yang Gao dengan ekspresi wajah serius.
Hao Zhao hanya menatap Yang Gao kosong, tidak menyangka Yang Gao akan begitu di buat khawatir hanya dengan satu ucapannya saja.
“Katakan saja, aku akan coba pikirkan cara meredam segala yang mungkin akan muncul tergantung keputusanmu," ucap Yang Gao dengan helaan napas panjang, sadar dirinya tidak bisa sepenuhnya mengendalikan Hao Zhao sebab Hao Zhao memang bukanlah sosok yang bisa dirinya kendalikan.
“Apa yang aku katakan merupakan kebenaran, sekte Pedang Corak ... aku akan menghancurkan mereka walau tidak tau kapan, satu hal yang bisa aku pastikan adalah secepatnya, Paman Gao," ucap Hao Zhao tidak sama sekali menyembunyikan apa yang ingin dilakukannya.
Yang Gao sempat terkejut mendengar nama sekte Pedang Corak keluar dari mulut Hao Zhao, di mana memang tidak sama sekali bisa dianggap remeh sekte Menengah tersebut yang bahkan sudah sering dikatakan tidak akan lama lagi sampai sekte Pedang Corak menjadi sekte Besar.
“Alasannya?" tanya Yang Gao tetap memilih mencoba tenang hingga Hao Zhao mengungkapkan seluruhnya.
__ADS_1
Hao Zhao sendiri setelahnya tanpa ragu menceritakan awal pertemuannya dengan murid Utama sekte Pedang Corak juga di buat seperti apa dua dari empat murid Utama mereka olehnya, sampai kejadian Tang Pei tidak berapa lama lalu selesai dirinya ceritakan barulah berubah menggebu bagaimana ekspresi Yang Gao.
“Sialan! Berani sekali tetua Tertinggi sekte mereka memiliki keinginan menghabisi pemilik sebagian Lentera Harta! Entah apapun alasannya hal ini tidak bisa dimaafkan, aku dukung keinginanmu untuk menghabisi mereka, Nak Zhao." Yang Gao seraya menepuk bahu Hao Zhao, mulai mengerti sekarang mengapa murid Utama sekte Pedang Corak yang sempat terdaftar di turnamennya tiba-tiba menghilang tidak jadi mengikuti turnamen di kota Dahan Gugur tersebut.
Hao Zhao hanya menyeringai menyadari reaksi juga keputusan Yang Gao, di mana memang sosok seperti inilah yang saat ini tengah begitu dirinya butuhkan.
Bukan mengekang melainkan mendukung tidak peduli ancaman yang akan datang untuknya, Lentera Harta semakin di rasa tempat yang tepat untuk Hao Zhao menapakkan salah satu kakinya di samping satu kaki yang lain Hao Zhao bebas gerakan kemanapun sesuai keinginannya.
“Aku terpaksa melakukan ini Paman Gao, aku harap dirimu tidak salah sangka aku melakukannya hanya untuk mencari masalah," ucap Hao Zhao dengan maksud dirinya tidak akan bisa tenang sebelum sekte Pedang Corak hilang sepenuhnya, sengaja tidak Hao Zhao katakan sebab dirinya yakin kalau Yang Gao juga pasti akan mengerti.
“Aku mengerti dan aku juga mendukungmu sepenuhnya, keberadaan mereka memang bisa selalu mengancam untukmu jika tidak segera dibereskan. Di samping itu ... apa kau butuh bantuan tenaga untuk melakukannya?" tanya Yang Gao seraya mengangkat beberapa jemarinya, di mana tidak lama setelahnya segera muncul dua orang di atas salah satu atap bangunan dekat sana dengan aura mereka yang begitu luar biasa.
Hao Zhao menyadari itu dengan segera menyeringai, mencoba membaca tingkat kekuatan dua orang yang baru datang dengan Mata Harimau Surgawi, segera Hao Zhao ketahui kalau keduanya adalah pendekar Jiwa tahap Tinggi.
“Haha, siapa sangka Lentera Harta bahkan memiliki dua orang pendekar setingkat ini di samping Patriak nya sendiri yang adalah pendekar Jiwa tahap Puncak," gumam Hao Zhao masih dengan seringai di wajahnya.
“Aku yakin dirimu sudah menyadari kehadiran keduanya, jadi katakan apa kau membutuhkan bantuan mereka untuk melakukannya?" tanya Yang Gao sekali lagi, begitu serius akan tawarannya.
__ADS_1
“Untuk sekarang tidak, Paman Gao. Lagipula masih ada waktu cukup lama sampai turnamen di kota ini selesai, kenapa tidak kita pikirkan saja hal ini nanti setelah turnamennya?" tanya Hao Zhao, tidak berpikir terlalu terburu-buru akan baik untuknya terlebih masih ada hal lain yang ingin dilakukannya.
“Huahaha, kau benar. Aku terlalu bersemangat sebelumnya," ucap Yang Gao dengan tawa renyah, di mana bersamaan dengan itu segera menghilang dua orang yang sempat datang sebelumnya.