Pendekar Pedang Harimau Surgawi

Pendekar Pedang Harimau Surgawi
Tumbangnya Jung Pin


__ADS_3

Wushhh!!!


Energi dari pedang milik Jung Pin melesat demikian cepatnya, energi tersebut melesat dalam jumlah besar hingga hampir memenuhi seisi ruang bawah tanah tempat dirinya berada.


Hao Zhao segera melebarkan matanya melihat kilauan energi kebiruan kini terus mendekat ke arahnya, Li Chen disadarinya juga tengah terkejut sebab lesatan energi tersebut.


Lesatan energi yang disekitarnya terbentuk sebuah corak persis seperti yang ada di jubah para anggota sekte Pedang Corak, kini seolah hidup untuk menyingkirkan gangguan sekte mereka yang tidak lain merupakan Hao Zhao itu sendiri.


“Hei, kau tidak bilang jurusnya akan terlihat begitu memukau seperti ini," ucap Hao Zhao pada Li Chen.


“Bagaimana aku tau, aku hanya pernah mendengar nama jurusnya tanpa sekalipun menghadapinya secara langsung," timpal Li Chen.


Hao Zhao sendiri dengan segera mengaliri pedangnya dengan tenaga dalam, hal serupa dilakukan Li Chen pada belatinya sembari mendekap Cang di tangannya yang lain.


Lesatan energi yang di sekitarnya terbentuk demikian banyak corak tersebut seolah tidak perlu waktu lama sudah menghantam Hao Zhao, Li Chen juga Cang yang menjadi targetnya.


Energi yang melesat demikian besar membuat tidak ada ruang untuk menghindar, sehingga Hao Zhao juga Li Chen memiliki satu pikiran untuk langsung menyambut lesatan energi tersebut dengan aliran energi lain guna memberi perlawanan.


Hao Zhao mengangkat pedang di depan tubuhnya, mencoba menghalau lesatan energi yang menghantam dan itu terbukti berhasil. Pedang Hao Zhao seolah membelah lesatan energi demikian besar tersebut sehingga lesatan energi itu hanya berlalu melaluinya.


Berbeda dengan Hao Zhao yang bisa menangani lesatan energi secara mulus berkat tenaga dalam miliknya yang jauh lebih murni juga kuat, Li Chen harus kesulitan sebab lesatan energi yang sama.


Kemurnian tenaga dalam Li Chen mungkin lebih unggul tetapi tidak dengan kekuatannya yang setara, ditambah jumlah dari lesatan energi tersebut yang demikian besar karena Jung Pin menggunakan seluruh tenaga dalamnya membuat Li Chen semakin kesulitan menangani lesatan energi tersebut.


“Sial ...."


Tangan Li Chen bergetar hebat ketika belatinya bertemu dengan lesatan energi milik Jung Pin, bahkan lengan jubahnya terkoyak sebab aliran energi di belatinya tidak sanggup menahan seluruh daya hancur dari lesatan energi yang Jung Pin lesatkan.


“Ti— tidak, Cang cepat bantu aku!!!" pekik Li Chen yang sadar akan berbahaya untuknya jika terus memaksakan diri menghadapi langsung lesatan energi itu dengan tenaga dalamnya.

__ADS_1


Cang di dekapan Li Chen segera membantu menggunakan tenaga dalam yang ada di dalam tubuhnya, mengalirkan tenaga dalam tersebut ke dalam belati Li Chen barulah belati tersebut memiliki kemampuan membelah lesatan energi milik Jung Pin meski dengan susah payah.


“Sialan, aku tidak percaya dia akan menggunakan tenaga dalam sebanyak ini untuk membuat lesatan energi itu," gumam Li Chen setelah berhasil menangani lesatan energi yang sempat begitu membahayakan nyawanya.


Lesatan energi yang Jung Pin lancarkan sendiri terus melesat bahkan ketika Hao Zhao juga Li Chen telah berhasil menanganinya, yang mana baru berhenti melesat energi tersebut sesaat menghantam dinding ruang bawah tanah yang menghalangi lajurnya.


Bummm!!!


Ledakan energi tenaga dalam segera terdengar kencang, membuat ruang bawah tanah bergetar hebat seolah bisa runtuh kapan saja karena ledakan tersebut.


“Sama sekali tidak bisa diremehkan," ucap Hao Zhao.


Hao Zhao sadar kalau jurus yang baru Jung Pin gunakan untuk membentuk lesatan energi semacam itu bukanlah hal yang patut untuk disepelekan.


“Kalau tingkat kekuatanku ada di bawahnya jelas aku akan mati karena lesatan energi tadi," lanjut Hao Zhao sembari melirik Li Chen.


Tingkat kekuatan Li Chen dengan Jung Pin setara, meski begitu tetap dapat membuat Li Chen kesulitan bahkan panik sebab jurusnya jelas menunjukan betapa berbahaya jurus itu.


“Andai saja Cang tidak membantumu kau mungkin tidak bisa berandai seperti sekarang," timpal Hao Zhao dengan senyum sinis.


Hao Zhao juga Li Chen sendiri tidak lama setelahnya segera menoleh ke arah Jung Pin, patriak sekte Pedang Corak tersebut nampak sudah berlutut dengan badan yang terlihat lemas setelah melancarkan jurusnya.


“Ba— bagaimana bisa mereka masih baik-baik saja?" Jung Pin penuh tanda tanya, tubuhnya sudah tanpa tenaga sebab jurus yang baru digunakannya mengkonsumsi habis seluruh tenaga dalam miliknya.


Tebasan Corak Pemusnah, dari awal terbentuknya sekte Pedang Corak jurus ini selalu berhasil menjadi penyelamat ketika sekte terancam.


Tidak pernah ada dalam sejarah sekte saat jurus ini digunakan gagal membuat perubahan dalam pertarungan ataupun pertempuran, kecuali sekarang.


Jurus yang dikatakan acap kali membantai habis ribuan pendekar hanya dengan sekali tebasan, kini seolah telah kehilangan nama besarnya sebab untuk menumbangkan dua orang dan satu kucing saja gagal.

__ADS_1


“Sialan, tidak mungkin. Ini pasti tidak nyata," gumam Jung Pin dengan rasa tidak percaya.


Hao Zhao hanya menaikan alisnya mendengar gumaman Jung Pin, melangkah untuk mendekat segera dirinya tempelkan pedangnya ke arah leher Jung Pin dan berkata, “Apa yang tidak nyata?"


Jung Pin hanya mendongak untuk menatap Hao Zhao yang bicara padanya, seorang pemuda dengan wajah dingin serta sorot mata penuh dominasi, itulah yang Jung Pin rasakan ketika pandangan matanya dengan Hao Zhao bertemu.


“Hei, dia bertanya maksud ucapan mu. Kenapa diam saja?" Li Chen yang menyusul untuk berdiri di samping Hao Zhao sembari memainkan belatinya.


Pandangan mata Jung Pin segera beralih ke Li Chen, seorang bocah yang entah mengapa membuatnya kesal hanya karena melihat wajahnya, yang mana Jung Pin bisa merasakan kesombongan luar biasa terpancar dari wajah tersebut.


“Keduanya mungkin hanya generasi muda, tetapi ... keduanya jelas bukan lawan yang bisa aku hadapi bahkan dengan seluruh kekuatanku ini," gumam Jung Pin dengan helaan napas panjang.


Hao Zhao juga Li Chen sempat melirik satu sama lain menyadari perubahan ekspresi Jung Pin yang seolah sudah amat pasrah, seperti tidak lagi ingin mencoba melawan setelah menyadari suatu hal.


“Hei, kemana semangat mu sebelumnya?" tanya Li Chen.


“Semangat apa? Memangnya aku masih akan punya hal sejenis itu saat sadar kalau lawan ku adalah orang-orang seperti kalian?" tanya balik Jung Pin dengan suara lemas.


“Hahaha, akhirnya sadar juga. Kau harusnya seperti ini sedari awal, bukankah kau sendiri yang lelah jika sudah terlanjur seperti ini?" Li Chen dengan senyum puas di wajahnya.


Jung Pin hanya bungkam mendengar hal tersebut, yang mana hanya memejamkan matanya saja seolah menunggu apa yang akan terjadi padanya tidak lama lagi.


“Sebelum kalian menghabisi ku, bisa aku tau siapa kalian dan mengapa melakukan ini semua padaku?" Jung Pin dengan matanya yang telah terpejam.


Li Chen baru ingin membuka mulut untuk menjawab saat Hao Zhao menghentikannya, yang mana segera maju satu langkah Hao Zhao untuk lebih dekat dengan Jung Pin yang ada di hadapannya.


“Kami hanya orang yang kebetulan tidak suka pada sekte Pedang Corak milikmu. Oh, iya. Perlu kau ingat kalau kami tidak hanya melakukan hal sejenis ini padamu saja, tetapi pada seisi sekte mu juga," ucap Hao Zhao pelan setengah berbisik.


Jung Pin yang awalnya sempat pasrah segera bereaksi keras mendengar Hao Zhao menyinggung sekte nya, segera mencoba bangkit dirinya karena mengingat tanggung jawabnya sebagai patriak, walau itu semua sudah terlambat sebab pedang milik Hao Zhao telah terlebih dahulu menebas lehernya.

__ADS_1


“Kenapa tiba-tiba bersemangat seperti itu? Tidur untuk selamanya sudahlah hal yang paling tepat untukmu," ucap Hao Zhao dengan senyum seringai melihat ambruknya Jung Pin.


__ADS_2