
“Kau akan melakukan sesuatu? Haha, Bocah. Kau terlalu meremehkan aku, aku akan memburu mu jika kau berani melakukan itu ... belum lagi, aku butuh bantuan mu," ucap Li Chen.
Hao Zhao hanya menaikan alisnya, awal perkataan Li Chen terdengar mengancam lalu setelahnya meminta bantuan, agak Hao Zhao pertanyakan bagaimana jalan pikiran Li Chen bekerja.
Hao Zhao sendiri segera setelahnya teringat akan apa yang Li Chen baru sampaikan, mencoba menelaah dengan baik apakah memang pantas Li Chen menerima bantuannya.
Sebagai seorang pendekar dengan julukan Naga Bebas, tentu hidup Li Chen di kelilingi rasa hormat juga harta yang berlimpah. Li Chen menganggap semua pencapaiannya telah cukup sehingga perlahan menjauhkan diri dari dunia persilatan yang hampir sepanjang hidup dijalaninya.
Berbeda dengan dua Naga Bebas lain yang masih ikut andil dalam apa yang terjadi di dunia persilatan, Li Chen berbeda. Hampir tidak pernah lagi Li Chen ikut campur dalam gesekan kecil ataupun besar yang terjadi di benua Dua Bintang.
Terdengar tidak ada yang salah dari hal itu, walau sayang empat sekte Ternama menganggapnya berbeda.
Empat sekte Ternama yang beberapa waktu kebelakang memang tengah gencar mencari lebih banyak sekte untuk bergabung dengan mereka, mengalami kegagalan ketika tengah mencoba memaksa salah satu sekte Besar untuk bergabung.
Hal ini disebabkan karena sekte Besar yang menjadi target mereka meminta bantuan dari dua Naga Bebas lain yang memang tidak pernah terikat kelompok mana pun, sehingga apa yang kedua Naga Bebas itu lakukan lebih pantas disebut sebagai pendekar bayaran.
Empat sekte Ternama setelah kejadian ini mulai menaruh dendam pada Naga Bebas, bukan hanya pada dua yang terlibat tetapi Li Chen yang tidak tau menahu pun ikut terkena imbasnya.
Suatu malam, Li Chen tengah menikmati kehidupan tenangnya saat orang-orang dari empat sekte Ternama tiba-tiba datang.
Banyak pendekar Jiwa tahap Puncak dari empat sekte Ternama yang datang, yang mana tingkat kekuatan ini setara dengan Li Chen saat belum menjadi seperti sekarang.
Li Chen mencoba melawan namun tidak bisa berbuat banyak, sehingga langkah terakhir yang bisa diambilnya hanyalah lari dari kediamannya sendiri dan ini cukup menyedihkan.
__ADS_1
Kemalangan sosok yang amat dikagumi seperti Li Chen tidak sampai di sana saja, sebab sebelum dirinya berhasil lari, Li Chen sudah terlebih dahulu teracuni oleh sumber daya bernama Bunga Seribu Racun.
“Bunga Seribu Racun ... saat zamanku dahulu setiap sekte atau pihak yang berani menggunakan sumber daya ini dalam pertarungan akan dikecam berbagai pihak," gumam Hao Zhao tanpa sadar.
Mengenali dengan jelas memang Hao Zhao sumber daya semacam apa Bunga Seribu Racun, tetapi tidak pernah melihat efeknya sendiri karena dahulu tidak ada sekte atau kelompok yang berani menggunakannya apalagi untuk menemukan Bunga Seribu Racun juga sangat sulit.
Hao Zhao segera melirik Li Chen, seorang pria sepuh yang sekarang memiliki tubuh bak bocah dengan kekuatannya yang terpangkas dari kekuatan aslinya.
“Bunga Seribu Racun ternyata seberbahaya ini ..." Hao Zhao dengan gelengan pelan.
Li Chen hanya menaikan alisnya menyadari lirikan Hao Zhao padanya, seolah menunggu Hao Zhao yang sepertinya tengah mempertimbangkan permintaannya.
“Jadi bagaimana? Apa kau bersedia membantuku? Tenang saja, kau tidak akan melakukan segalanya secara cuma-cuma," ucap Li Chen mencoba meyakinkan Hao Zhao.
Kelopak mata Li Chen sempat berkedut beberapa kali menahan kesal, mempertanyakan dirinya mengapa setiap ucapan yang dikeluarkan Hao Zhao selalu terasa menohok untuknya.
“Haha, jangan khawatir untuk bayarannya. Meski sekarang aku tidak memiliki apa-apa sebab tidak sempat membawa hartaku yang sekian banyak bersamaku, tetapi aku bisa memastikan untuk memberikan sesuatu yang pantas untukmu nanti," ucap Li Chen tidak ingin menyerah.
Hao Zhao hanya menatap Li Chen penuh tanda tanya, penasaran bagaimana Li Chen bisa menganggapnya sebagai orang yang mudah dibohongi dengan mengungkapkan bujukan semacam itu.
“Bayaran tidak jelas di samping pekerjaan yang berbahaya, ini tidak setimpal. Bagaimanapun aku bukan tidak tau betapa besar empat sekte Ternama yang kau benci itu," ucap Hao Zhao mengalihkan pandangannya ingin menunjukan dirinya tidak tertarik.
Li Chen melihat hal tersebut tidak kehilangan akal, yang mana tidak lama setelahnya kembali berbicara, “ Untuk balas dendamnya kau bisa pikirkan nanti karena ada hal lain yang ingin aku mintai bantuan."
__ADS_1
Hao Zhao kembali menatap Li Chen jelas penasaran, terkait apa hal penting hingga bisa membuat Li Chen mengesampingkan balas dendamnya.
“Bunga Kehidupan, aku menemukannya di dekat sini yang mana sumber daya itu bisa menyembuhkan racun ku juga memulihkan kekuatanku. Aku memintamu membantuku untuk mendapatkannya," ucap Li Chen dengan harap-harap cemas, tidak tau harus bagaimana lagi jika Hao Zhao kembali menolak.
Hao Zhao yang mengenali sumber daya yang dimaksud sebagai penawar alami dari Bunga Seribu Racun mulai menatap Li Chen kosong, tidak menyangka dirinya bagaimana bisa Li Chen seberuntung itu hingga dapat menemukan keberadaan tanaman yang bahkan untuk menemukannya jauh lebih sulit dari Bunga Seribu Racun itu sendiri.
“Aku hanya beruntung sebab membawa Cang bersamaku, belum lagi bunga itu masih belum mekar sehingga kita harus menunggu lebih lama lagi," ucap Li Chen seraya mengelus Cang yang berhasil menemukan bunga penawar tersebut.
Hao Zhao sempat mengangguk pelan tanda mengerti sebelum tersadar akan sesuatu sehingga berkata, “Tunggu ... kita? Memangnya kapan aku setuju untuk membantumu?"
“Kau sudah setuju dari saat dirimu mengangguk, keputusan seorang pendekar mempertaruhkan harga dirinya, jadi jangan mencoba menarik apa yang sudah kau setujui," ucap Li Chen dengan senyum lebar seolah berhasil menjebak Hao Zhao.
“Tua bangka ini picik," gumam Hao Zhao melirik Li Chen sinis. Meski begitu tidak terlalu keberatan sebab berapa kali pun dirinya mencoba terlihat tidak tertarik, memang membantu Li Chen lah keputusan akhirnya.
Hao Zhao tau alasan Li Chen meminta bantuannya mengambil sumber daya Bunga Kehidupan dengan jelas meski tidak Li Chen katakan, sebab sudah pengetahuan umum kalau sumber daya langka khususnya tanaman akan memiliki binatang spiritual sebagai penjaga yang akan melindunginya.
Bintang spiritual ini biasanya melakukan hal tersebut untuk menyerap pancaran energi tenaga dalam dari tanaman langka yang tumbuh, guna memperkuat diri mereka sehingga kebanyakan binatang spiritual akan mati-matian untuk menjaganya dari binatang spiritual lain bahkan pendekar yang mencoba mengambilnya.
“Dari pengalamanku pastilah hanya binatang spiritual setara pendekar Pembentukan Jiwa yang menjaganya, ini seharusnya tidak terlalu menyulitkan," gumam Hao Zhao.
Hao Zhao di tengah kemelut pikirannya terkait binatang spiritual tersebut tidak menyadari, kalau Li Chen tengah menahan tawa geli nya sesaat mendengar sekilas gumaman Hao Zhao.
“Jika hanya binatang spiritual setara pendekar Pembentukan Jiwa untuk apa aku meminta bantuan mu? Bodoh," ucap Li Chen pelan hampir tidak terdengar.
__ADS_1