Pendekar Pedang Harimau Surgawi

Pendekar Pedang Harimau Surgawi
Adik?


__ADS_3

Di kediaman paling besar juga mewah di pusat sekte Pedang Corak, halamannya telah disebar beberapa orang yang berjaga.


Mereka semua mengenakan jubah tetua dari sekte tersebut, hanya satu dari mereka saja yang nampak mengenakan jubah berbeda dari yang lain.


“Sialan, bocah juga kucing liar yang tadi menyerang adalah orang yang membantuku mendapatkan Bunga Kehidupan beberapa hari lalu. Bagaimana bisa aku begitu ceroboh hingga memberi kesempatan mereka melakukan hal semacam ini," ucap Tang Jiri ketika sekitar 10 orang tetua telah berkumpul dihadapannya.


10 tetua tersebut merupakan yang terbaik dari yang terbaik dari sekte Pedang Corak, tidak seperti kebanyakan tetua lain yang ditugaskan berpatroli di sekitar wilayah sekte, kesepuluhnya memiliki tugas khusus mengamankan kediaman tersebut bersama Tang Jiri ketika patriak mereka mencoba mengkonsumsi Bunga Kehidupannya.


“Wakil Patriak Jiri, aku tidak tau bagaimana sekte kita bisa berurusan dengan bocah sepertinya ... tetapi bocah itu jelas bukan orang biasa."


“Benar, bukan hanya itu tetapi kucing peliharaannya juga. Aku takut identitasnya tidak main-main yang berarti sekte kita tengah dalam bahaya."


Beberapa tetua mulai mengungkapkan kekhawatiran mereka, Li Chen bersama Cang memang sudah sempat beradu serangan dengan mereka meski tidak berapa lama, tetapi dari pertukaran serangan tersebut mereka sudah bisa merasakan kalau kekuatan Li Chen juga Cang tidak main-main.


Li Chen di mata mereka tidak indahnya hanya bocah yang bahkan belum menginjak usia remaja, tetapi sudah bisa memiliki kekuatan setara Tang Jiri tentu mereka pertanyakan darimana asalnya.


Tang Jiri mendengar hal tersebut hanya terdiam seraya sesekali mendengus kesal, dirinya sudah memiliki pikiran semacam itu dari beberapa hari lalu bertemu Li Chen saat memohon untuk Bunga Kehidupan, sadar tentu dirinya jika tidak ada yang normal dari Li Chen sejak pertemuan pertama.


“Kalian jangan lengah, ada satu bocah lain yang bahkan tidak bisa aku baca tingkat kekuatannya. Beberapa saat lalu kalian mendengar teriakan tidak wajar yang menggema memenuhi sekte bukan? Aku takut bocah yang belum muncul lah penyebab hingga semua itu bisa terjadi," ucap Tang Jiri dengan ekspresi rumit.


10 orang tetua di hadapan Tang Jiri segera melirik satu sama lain, mereka tentu mendengar teriakan yang dimaksud, di mana teriakan tersebut entah mengapa membawa kengerian bahkan untuk mereka yang hanya mendengarnya.


“Jangan bilang selagi bocah bersama kucingnya menyerang kita, bocah yang belum nampak tengah membantai habis setiap anggota sekte kita?'


“Hanya itu yang paling mungkin untuk menjelaskan teriakan tidak wajar sebelumnya, entah mengapa setelah semua hal ini aku merasa lebih baik kita menghadapi Empat Sekte Ternama secara langsung ketimbang musuh yang sama sekali tidak kita ketahui identitas juga asalnya."


Beberapa tetua mengungkapkan pendapat mereka, yang mana hal tersebut jelas semakin membawa keraguan apakah mereka bisa bertahan hingga patriak mereka berhasil menyerap habis khasiat Bunga Kehidupan.


“Jangan memikirkan terlalu banyak hal, apa yang harus kita lakukan sekarang hanyalah melindungi patriak. Hingga patriak berhasil menjadi pendekar Jiwa, seharusnya sudah cukup untuk sekte kita bisa balik melawan entah para bocah itu ataupun Empat Sekte Ternama," ucap Tang Jiri mencoba menenangkan.

__ADS_1


10 patriak di hadapan Tang Jiri hanya mengangguk mengerti, mereka memang tidak memiliki pilihan lain selain terus maju mengikuti kehendak patriak mereka.


“Kita sudah menyinggung dua pihak berbahaya sekaligus untuk ini, jangan sampai apa yang telah direncanakan patriak sia-sia hanya karena ketidakmampuan kita," ucap Tang Jiri.


Para tetua di hadapan Tang Jiri kembali mengangguk secara serempak, menunggu Bunga Kehidupan Mekar sudah sekte mereka lakukan selama hampir 20 tahun.


Melepas Bunga Kehidupan begitu saja setelah waktu selama itu tentu bukan hal tepat untuk mereka, tidak peduli walau harus menghadapi Empat Sekte Ternama yang entah bagaimana bisa mendengar tindakan mereka ataupun para bocah yang tidak mereka ketahui asalnya. Hal tersebut layak untuk mereka coba.


“Jika patriak berhasil mengkonsumsi Bunga Kehidupan maka dirinya akan menjadi pendekar Jiwa, dengan ini sekte kita telah memenuhi syarat untuk menjadi sekte Besar. Sampai saat itu tiba, kerahkan seluruh kemampuan juga semangat kalian untuk bertahan!!!" seru Tang Jiri mencoba membangkitkan semangat para tetua yang berjaga bersamanya.


“Siap, Wakil Patriak Jiri!!!" seru serempak kesepuluh tetua tersebut.


Di saat pembicaraan antara Tang Jiri juga kesepuluh tetuanya terjadi, tidak jauh dari sana tepatnya di atas sebuah pohon cukup tinggi dengan dahan demikian kokoh, berdiri Hao Zhao, Li Chen juga Cang tengah memperhatikan.


“Wah, ambisi mereka untuk menjadi sekte Besar sepertinya tidak main-main," ucap Li Chen dengan decakan kagum.


Hao Zhao yang juga ikut mendengar pembicaraan antara Tang Jiri dengan para tetuanya hanya mengangguk, mengakui ambisi mereka meski itu hanya ambisi kosong yang sama sekali tidak ada artinya.


Hao Zhao hanya menatap Li Chen aneh sebab bertanya hal yang sudah jelas jawabannya, untuk menjadi sekte Besar memang butuh satu orang pendekar yang berhasil menjadi pendekar Jiwa, tetapi tidak itu saja sebab ada syarat lain yang harus dipenuhi oleh sekte tersebut.


“Butuh minimal 10 pendekar pembentukan jiwa juga untuk bisa melakukannya," ucap Hao Zhao memaparkan apa yang diketahuinya dari Yang Gao.


“Oh, kau benar. Betapa kebetulan ketika di depan kita ada 11 pendekar dengan tingkat kekuatan itu, bagaiman jika kita habisi saja mereka untuk memupuskan ambisi sekte ini?" tanya Li Chen dengan senyum seringai.


Hao Zhao hanya menggeleng pelan menanggapi hal tersebut sebelum berkata, “Bukankah kau tidak perlu mengatakan sesuatu yang memang akan pasti kita lakukan?"


Li Chen hanya tertawa kecil sembari menarik belati di pinggangnya, menatap belati itu sejenak setelahnya melompat demikian tinggi ke arah Tang Jiri juga kesepuluh tetuanya berada.


Brakkk!!!

__ADS_1


“Aku kembali, Sialan!!!" seru Li Chen sesaat mendarat tepat dihadapan Tang Jiri juga para tetua yang berjaga.


“Meong?" Cang yang masih ada di posisinya bersama Hao Zhao, menatap Hao Zhao bingung.


“Jangan tanya aku mengapa dirinya bisa aneh seperti itu, kau yang telah bersamanya lebih lama seharusnya lebih tau dari aku," ucap Hao Zhao dengan helaan napas panjang.


Hao Zhao sendiri segera melihat bagaimana Tang Jiri juga kesepuluh tetuanya sudah mengambil posisi siap setelah kedatangan Li Chen, apa yang terjadi di sana seolah tinggal menunggu waktu saja sampai pertukaran serangan pecah.


“Jika sudah seperti ini mau dikata apa? Ayo kita bantu pemilik bodoh mu itu," ucap Hao Zhao sembari menarik pedang dari sarungnya.


Hao Zhao diikuti Cang segera melompat seperti apa yang Li Chen sebelumnya lakukan, mendarat tepat di sisi kanan dan kiri Li Chen, kedatangan keduanya membuat Tang Jiri juga orang-orangnya melangkah mundur tidak ingin gegabah.


“Kalian ... jadi benar kalian yang membuat kekacauan di sekte ku ini?!!" Tang Jiri dengan rona wajah merah padam jelas geram.


“Hal yang sudah pasti mengapa ditanyakan? Lagipula aku datang sebab saudaraku melapor kalian telah menyulitkannya, aku sebagai saudara yang baik tentu harus ikut campur untuk membantunya," ucap Hao Zhao sebelum pancaran energi membentuk sebuah aura memenuhi sekitar tubuhnya.


Tang Jiri juga para tetuanya segara mengambil jarak aman menyadari hal tersebut, mereka tentu mengenali aura yang Hao Zhao keluarkan sebagai kemampuan spesial seorang pendekar Jiwa.


“Sialan, bagaimana bisa ada seorang pendekar Jiwa semuda ini," ucap Tang Jiri pelan.


Berbeda dengan Tang Jiri juga para tetuanya yang mulai menunjukan ekspresi risau, Li Chen di samping Hao Zhao berbeda dan hanya menatap Hao Zhao tajam saja setelah ucapan yang Hao Zhao lontarkan.


“Apa?" tanya Hao Zhao sebab merasa tidak nyaman ditatap seperti itu.


“Sejak kapan aku menjadi saudaramu?" tanya Li Chen dengan ekspresi tidak terima.


Hao Zhao hanya menaikan alisnya, tidak menyangka Li Chen akan mempermasalahkan hal semacam itu di tengah situasi tersebut.


“Hei, lihat tubuh juga rupa mu. Kau cocok menjadi adikku jadi ayo kita perankan itu," bisik Hao Zhao dengan alasan mengambil peran cukup dibutuhkan di situasi sekarang jika tidak ingin identitas asli mereka ketahuan.

__ADS_1


Li Chen sempat terdiam nampak berpikir, situasinya yang tengah menjadi buronan Empat Sekte Ternama bukanlah lelucon sehingga memang tidak bisa sembarangan membiarkan identitasnya terbongkar.


“Kau benar, Kak Zhao. Ayo kita habisi para pencuri Bunga Kehidupan tidak tau malu ini!!!" ucap Li Chen dengan nada tinggi diikuti senyum lebar terpampang dari wajahnya.


__ADS_2