
“Hey, apa kalian menyadari terkait apa yang terjadi malam tadi?"
“Aku menyadarinya, itu benar-benar luar biasa. Sebuah cahaya kebiruan bersinar terang menyinari seisi kota, betapa indahnya walau hanya bisa aku lihat begitu singkat saja."
“Benar, kira-kira adakah yang terjadi malam kemarin sampai cahaya indah itu bisa muncul di kota kita?"
Pembicaraan di antara penduduk kota memanas hampir di seisi jalanan kota. Mereka memang sibuk, meski begitu hal tersebut tidak dapat mencegah mereka untuk tidak membicarakan sesuatu yang menurut mereka begitu sulit untuk dilupakan.
Di jalanan kota, pria bertopeng besi ikut mendengar semua pembicaraan itu. Berbeda dengan para penduduk kota yang kebanyakan hanya menaruh perhatian pada betapa indahnya cahaya tersebut, pria bertopeng memiliki pikirannya sendiri terkait hal yang sama.
“Dari apa yang aku dengar dari para bawahanku, asal cahaya itu berasal adalah dari Lentera Harta. Apa ini ada hubungannya dengan pemuda itu?" Pria bertopeng bertanya-tanya, tentu paham dirinya terkait pertanda apa hingga cahaya sejenis itu bisa muncul.
Kenaikan tingkat seorang pendekar yang berhasil membentuk jiwa bela diri, hal itu diketahui pria bertopeng sebab tidak sekali dua kali pendekar di kekaisaran yang berhasil melakukan hal serupa.
“Tidak mungkin, kan?" Pria bertopeng dengan kepalanya yang entah mengapa terasa sakit, sebab tidak terima memikirkan pemuda yang sempat berurusan dengannya bisa mencapai tingkat pendekar Jiwa lebih dahulu darinya.
Bisa mencapai tingkat Pembentukan Jiwa tahap Puncak saja sudah merupakan sebuah keajaiban untuk pendekar muda itu, kini pemuda yang sama kemungkinan telah naik tingkat tentu pria bertopeng tidak merasa itu semua masuk akal.
“Sialan, aku harus melaporkan kejeniusan pemuda ini pada kekaisaran." Pria bertopeng sebelum melanjutkan langkahnya.
Kepala pria bertopeng semakin terasa sakit di setiap satu langkah yang dirinya ambil, karena begitu penasaran terkait siapa Hao Zhao dan apa hubungan Hao Zhao dengan Lentera Harta yang kelihatannya memiliki ikatan cukup dekat.
“Jangan bilang kejadian Gang Dalan ada hubungannya dengan pemuda itu juga?" Pria bertopeng yang merasa dugaannya terkait hal tersebut benar-benar cukup masuk akal.
__ADS_1
Pemuda dengan kekuatan tidak normal entah dari mana tiba-tiba muncul di kota Dahan Gugur, bersamaan dengan itu penguasa kota beserta para penjaganya ditemukan telah kehilangan nyawa. Sekarang ada kemungkinan kenaikan tingkat dari pemuda yang sama, jika semua hal itu dihubungkan jelas bukan tidak mungkin akan terlihat benang merahnya.
“Apa keluarga Gang di kota ini memiliki sesuatu yang amat berharga di tangan mereka? Hingga pemuda itu membantai habis Gang Dalan juga para penjaganya untuk mendapatkan sesuatu yang berkaitan dengan kenaikan tingkatnya yang sekarang?" Pria bertopeng dengan setiap dugaan liarnya.
Suara gertakan gigi sempat terdengar dari balik topeng pria itu, sebelum berkata, “Jika semua dugaanku benar ... jangan harap kau bisa lolos dari Topeng Besi juga kekaisaran."
***
“Haachuuu!"
Hao Zhao mengusap beberapa kali hidungnya yang entah mengapa tiba-tiba terasa gatal. Menggaruk kepala bingung, Hao Zhao berkata, “Siapa yang sedang membicarakan aku?"
Hao Zhao sendiri tengah ada di Lentera Harta pagi itu, di mana suasana Lentera Harta nampak begitu ramai bahkan beberapa kali lipat lebih ramai dari yang biasanya.
Banyak penduduk kota memperhatikan di sekitar bangunan Lentera Harta sebab penasaran, terkait apa yang terjadi hingga bangunan megah Lentera Harta kini nampak hancur di lantai teratasnya. Di mana rasa penasaran para penduduk kota inilah yang paling banyak memengaruhi ramainya Lentera Harta pagi itu.
“Aku sama sekali tidak menyangka kenaikan tingkatku akan memberi kerusakan sebesar ini pada bangunan Lentera Harta," gumam Hao Zhao, masih sulit percaya dengan apa yang dilihatnya terkait porak porandanya lantai tempat kamarnya juga ruangan Yue Yie berada.
Yue Yie baru melangkah menghampiri Hao Zhao setelah selesai memberi penjelasan pada tukang-tukang yang di bayarnya untuk merenovasi lantai tersebut, terkait apa sekiranya yang Yue Yie inginkan sebagai hasil akhir renovasinya.
Hao Zhao menyadari Yue Yie tengah menghampirinya segera berkata, “Ada apa dengan wajahmu?"
Yue Yie meski wajahnya tertutup kain tipis tetap dapat Hao Zhao sadari perubahan ekspresi Yue Yie dari yang biasanya, di mana saat ini Yue Yie terlihat cukup murung entah apa penyebabnya.
__ADS_1
“Tidak apa Tuan Muda Zhao, mungkin ini hanya karena aku terlalu lelah saja." Yue Yie mengatakan itu dengan sorot mata sayu, seperti bisa menutup kapan saja mata itu untuk jatuh terlelap.
“Oh, apa karena kejadian kemarin malam? Aku meminta maaf untuk itu, sebab aku sendiri tidak menyangka semua hal ini akan terjadi." Hao Zhao yang merasa cukup bersalah.
“Tuan Muda Zhao, tolong jangan memikirkan hal itu. Lebih penting dari itu, apa sebenarnya yang terjadi kemarin malam hingga semua hal ini dapat terjadi?" Yue Yie yang memang sudah begitu penasaran, terkait apa yang Hao Zhao lakukan hingga bahkan bisa menghancurkan seisi lantai teratas Lentera Harta.
Bangunan Lentera Harta tidak berdiri dengan bahan murah atau yang biasa saja sebagai material pembangunannya, bahkan sudah di pasangkan juga formasi pelindung yang ada di setiap lantai membuat serangan dari pendekar tingkat atas saja seharusnya tidak akan terlalu berpengaruh pada bangunan tersebut.
Kini salah satu lantainya sudah rubuh hanya karena ulah Hao Zhao, tentu Yue Yie bertanya-tanya bagaimana bisa Hao Zhao melakukan itu semua.
Hao Zhao tentu menyadari rasa penasaran Yue Yie, di mana segera Hao Zhao jelaskan tentang dirinya yang berhasil naik tingkat.
“A ... apa?" Yue Yie mendengar penjelasan Hao Zhao jelas sulit untuk percaya, bagaimana tidak jika orang yang mengatakan hal itu adalah pemuda yang Yue Yie tebak pastilah hanya satu atau dua tahun lebih tua darinya.
Yue Yie baru menginjak usia delapan belas tahun, di mana di usia ini dirinya bisa dikatakan amat jenius dan dapat bersaing dengan para generasi muda berbakat lain yang berasal dari sekte besar sekalipun.
Karena hal tersebut Yue Yie selalu percaya diri terkait bakatnya dalam bela diri, sampai kedatangan Hao Zhao yang diketahui oleh Yue Yie dari gurunya ada di tingkat Pembentukan Jiwa tahap Puncak membuat Yue Yie perlahan berubah.
Dari mulai saat itu Yue Yie mulai merasa berkecil hati melihat dirinya sendiri, tidak berani juga mengatakan dirinya jenius karena ada seorang jenius monster seperti Hao Zhao di antara pemuda-pemudi generasinya.
Kini jenius monster yang berhasil membuat Yue Yie merasa kecil ternyata sudah naik tingkat yang setara dengan kebanyakan pendekar hebat di dunia persilatan, entah harus melihat dirinya sendiri dengan cara bagaimana lagi Yue Yie.
“Apa bakat milikku hanya setara seekor semut jika dibandingkan dengan Tuan Muda Zhao?" gumam Yue Yie dengan pikirannya yang tiba-tiba terasa kosong.
__ADS_1
Hao Zhao hanya menatap Yue Yie lekat ketika Yue Yie tiba-tiba terlihat begitu tidak baik-baik saja, mengangkat tangannya segera Hao Zhao tempelkan ke arah dahi Yue Yie sebelum berkata, “Apa kau sakit?"
Yue Yie hanya menggeleng dalam diam sebagai bentuk jawaban, tidak mengerti lagi harus bersikap bagaimana di hadapan Hao Zhao yang telah begitu berhasil merusak kepercayaan dirinya sebagai seorang pendekar muda.